
Hanum menatap Dom tidak percaya,"Aku?,kenapa aku bukannya kita pertama kali bertemu saat diClub malam itu?".
Dom menghela nafas sebelum kembali menggulingkan tubuhnya kesamping Hanum dan menepuk dadanya menyuruh Hanum untuk bersandar disana.
"Kemarilah!".
Dengan patuh Hanum menempelkan tubuhnya didada Dom dan melingkarkan tangannya keperut sispacknya itu.
"Kau ingin mendengar kapan kita pertama kali bertemu? ",tanya Dom.
Hanum mengangguk karena dia cukup merasa penasaran soal itu.
**
Flashback***
Dom masuk bersama Calista keruangan pesta yang membuatnya langsung sebal melihat bagaimana para pengusaha itu mencoba berebut untuk menjilatnya dengan langsung menghampiri dirinya dan Calista yang baru datang malam itu.
"Tuan Dominic senang bertemu dengan anda,saya tidak menyangka anda akan datang kepesta sederhana perkumpulan pengusaha pemula seperti kami ini",sapa salah satu pengusaha dipesta itu yang bahkan Dom tidak kenal siapa dia dengan mencoba mengulurkan tangannya untuk meminta berjabat tangan dengan Dom,yang ditanggapi dingin oleh Dom.
Melihat itu Calista meminta Dom untuk menerima uluran tangan orang itu tapi Dom hanya mengangguk dingin lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari udara segar ditempat yang sedikit sepi.
Saat berada dibalkon dia melihat ada pasangan yang sedang bertengkar disana membuat Dom semakin sebal karena merasa mereka sedang mengusik ketenangannya.
Dia bermaksud meninggalkan tempat itu saat dia mendengar sipria menyebut namanya kepada siwanita membuat dia sedikit penasaran dengan pertengkaran pasangan itu.
Dom diam ditempat yang gelap menguping perdebatan yang membuatnya tertarik tertarik.
"Mas aku ini istrimu bagaimana kau bisa menyuruh aku merayu siDominic itu,apa kau sudah gila!",ucap siwanita yang membuat Dom mengerutkan kening semakin penasaran mendengar itu.
__ADS_1
"Ayolah Hanum sayang,aku mohon bantulah aku, kau tidak tau ini kesempatan yang sangat langka melihat tuan Alexander datang kepesta pengusaha sekelas ini".
"Tidak mas!, aku tidak bisa melakukannya",tolak perempuan itu yang membuat sipria menjadi tidak sabar karena dari tadi istrinya selalu menolak untuk mencoba membantunya mendekati Dom.
"Apa alasanmu tidak mau mendekati dia demi aku!".
"Tentu saja karena aku sudah menikah dan dia juga sudah menikah,bagaimana perasaan istrinya nanti kalau ada perempuan yang mendekati suaminya aku yakin dia akan sakit hati mas,aku tidak tega sebagai sesama perempuan".
"Aku tidak menyuruhku untuk tidur dengannya hanya menemaninya ngobrol dan....".
"Apapun itu aku tidak mau,aku kesini sebagai pasanganmu mas lalu kenapa aku harus mendekati laki laki lain yang tidakku kenal!".
"Tapi kau sering mendengar nama besarnyakan Hanum jadi kurasa... ".
"Tidak mas, aku tidak ingin berdekatan dengan pria brengsek seperti dia yang selalu masuk majalah gosip dengan wanita yang berbeda,kalau aku bertemu dengannya aku takut bukannya menemaninya minum nanti aku malah akan menyiramkan minuman itu kewajahnya yang sangat sombong itu".
Tiba tiba Arya membekap mulut Hanum membuat Hanum terkejut.
"Lalu kau ingin seperti mereka juga menjual istrimu demi sebuah proyek bersama Dominic brengsek itu, aku tidak sudi!".
Wajah Dom sudah mengeras dari tadi mendengar perempuan itu selalu menghinanya didepan suaminya,ingin rasanya dia menyumpal mulut perempuan itu saat ini yang menghinanya sebagai pria murahan.
Arya kembali mencoba merayu Hanum,agar luluh dan mau membantunya.
"Sayang aku tidak menjualmu,aku hanya meminta tolong padamu agar dia...".
"Tidak mas!, sekali kubilang tidak tetap tidak!',tegas Hanum marah.
"Tapi sayang aku janji kalau kau mau melakukannya aku akan membelikanmu...".
__ADS_1
"Tidak!!,aku tidak mau berhubungan dan mendekati lakilaki seperti dia,aku muak melihat tampangnya ditelevisi yang merasa pria paling gagah sejagad raya!".
"Sudah cukup Hanum kalau kau memang tidak ingin membantuku tidak masalah tapi jangan terus menghina dan menyumpahinya kalau ada yang mendengar ucapanmu kau bisa membuat bisnisku menurun! ",hardik Arya.
"Aku tidak perduli mas!".
"Kau memang selalu seperti itu,setiap kali aku butuh bantuan bukannya membantuku malah membuatku kesal,malam ini pulanglah sendiri naik taksi aku ingin menenangkan diri setelah pergi dari pesta ini nanti",ucap Arya lalu pergi meninggalkan Hanum sendirian dibalkon itu membuat Hanum semakin kesal terutama pada pria bernama Dominic itu yang membuatnya harus bertengkar lagi dengan suaminya.
Dengan kesal Hanum memaki pelan tapi masih bisa terdengar oleh Dom yang berjarak hanya beberapa meter dari tempatnya itu.
"Dominic sialan aku doakan kau jatuh cinta padaku nanti! ",maki Hanum pelan membuat Dom yang mendengarnya semakin marah pada Hanum.
"Dasar perempuan menyebalkan beraninya dia mengatakan hal jelek tentangku tanpa tau siapa aku,awas saja kau! "maki Dom dengan pergi meninggalkan tempat itu setelah Hanum lebih dulu meninggalkan balkon itu.
Dom kembali ketengah pesta dengan wajah sedingin es, Calista yang sudah mencari Dom dari tadi segera menghampiri Dom dan memeluk lengannya mesra.
"Honey dari mana saja kamu, aku mencarimu kemana mana".
Dom bermaksud segera mengajak Calista pergi dari sana saat dilihatnya Arya datang dengan langkah lebar kearahnya diikuti seorang perempuan cantik yang berjalan dengan langkah sedikit pelan dibelakangnya.
"Tuan Dominic apa khabar, senang bertemu anda disini",sapanya dengan mengulurkan tangannya kearah Dom yang dibalas Dom dingin,karena dia sibuk menatap perempuan cantik yang dari tadi memasang wajah masam kearahnya itu.
"Apa dia istri anda tuan Arya?",tanya Dom dengan menatap tajam kearah Hanum.
"Iya, ini istri saya dia Hanum Farzana mungkin anda pernah mendengar namanya karena dulu dia pernah menjadi model meski tidak seterkenal istri anda Calista",ucap Arya.
"Pantas saja wajahnya terasa familiar ternyata dia pernah berada didunia modeling juga, apa sekarang dia masih menjadi model karena aku seperti tidak pernah mendengar nama itu lagi".
Dom kira Arya yang akan menjawab tapi dia salah tiba tiba Hanum maju kedepan dan menatap tajam kearah Dom membuat Dom seperti langsung terhipnotis dengan wajah cantik perempuan didepannya ini.
__ADS_1
"Maaf telah membuat anda kecewa tuan Dominic tapi saya memutuskan Vakum dari dunia glamor itu setelah saya menikah,saya ingin fokus mengurus suami dan anak anak saya nantinya",ucap Hanum dengan tatapan dingin kearah Dom yang membuat Dom merasakan desiran aneh yang muncul dihatinya melihat bola mata indah itu membuat dia langsung lupa pada makian dan amarahnya pada perempuan cantik didepannya itu, berganti dengan rasa kagum dan keinginan untuk memiliki perempuan itu.
Membuat dia merasa aneh pada dirinya sendiri karena baru pertama kali dia melihat seorang perempuan dan punya keinginan untuk memilikinya meski perempuan itu sudah menikah.