Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
129. Akhir Hukuman Edward.


__ADS_3

Lucas menatap pistol ditangan Dom dengan ragu ragu.


Melihat Lucas tampak ragu Dom kembali bangkit dari duduknya dan menghampiri Lucas.


"Kenapa?,apa kau takut menembak seseorang?",tanya Dom yang melihat keraguan diwajah Lucas.


"Kau serius ingin membunuhnya Dom?",tanya Lucas masih ragu.


"Tentu saja, lihatlah!".


Tiba tiba saja Dom mengarahkan senjatanya kearah Edward yang juga sedang menatap kearah Dom dengan tatapan sangat takut.


Dom yang melihat ekspresi ketakutan diwajah Edward hanya menyeringai dingin sebelum benar benar menarik pelatuk pistolnya dan meletuskannya kearah Edward membuat Edward langsung berteriak keras kesakitan saat timah panas dari pistol Dom mengenai kakinya.


"Ka.. kau keparat!! ",maki Edward dengan meringis menahan sakit dikakinya yang baru saja ditembak Dom.


Dom hanya menyeringai mendengar makian yang dilontarkan Edward padanya.


"Sekarang kau yang melakukan! ",perintah Dom dengan memberikan pistol itu kepada Lucas untuk menembak Edward lagi.


Lucas menerima pistol itu dengan masih ragu ragu saat ingin mengarahkannya keEdward.


"Tembak dia Lucas",perintah Dom karena Lucas terlihat masih ragu untuk melakukan apa yang dikatakannya.


"Apa aku harus langsung menembak kepalanya Dom? ".


"lakukan dulu ditempat yang membuat dia bisa berteriak",perintah Dom.


"Baiklah".


Kemudian Lucas mengarahkan pistol Dom kelengan Edward dan langsung menembaknya membuat Edwar kembali berteriak keras dengan mengeluarkan sumpah serapahnya karena merasakan timah panas itu menembus gelambir lemak dikulitnya dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa sekarang.

__ADS_1


"Brengsek kau Dominic aku pasti akan membalasmu nanti setelah aku berhasil keluar dari sini!! ",makinya.


Mendengar itu Dom hanya menyeringai dengan berjalan mendekati Edward yang saat ini kondisinya sudah sangat parah tapi mulutnya masih bisa mengeluarkan sumpah serapah untuk Dom.


Dom mengambil pistol dari tangan Lucas lalu semakin mendekat kearah Edward.


"Nyawamu sudah diujung tanduk tapi kau sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah kau lakukan jadi jangan pernah berharap untuk bisa melihat matahari esok pagi",ucap Dom dengan memasukkan moncong pistolnya kedalam mulut Edward dan bersiap untuk menarik pelatuk pistol itu.


Bola mata Edward langsung membulat sempurna melihat Dom memasukkan pistol kemulutnya dan sudah siap menarik pelatuk pistol itu didalam mulutnya.


"Emmm...emmm",teriak Edward karena tidak bisa lagi bersuara akibat mulutnya disumpal moncong pistol oleh Dom.


"Dari awal aku tidak berniat memaafkanmu karena aku tau tidak ada gunanya orang sepertimu itu hidup lebih lama lagi, jadi sekarang aku akan mewakili malaikat maut untuk mengambil hidupmu yang tidak berguna itu dan karena kau menyukai tempat ini maka aku akan menguburmu disini bersama semua kebusukanmu".


Edward hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya dengan mata melotot ketakutan mendengar apa yang dikatakan Dom barusan.


Sekarang dia merasa ajalnya benar benar sudah dekat karena tidak dilihatnya lagi keraguan dimata Dom untuk meledakkan pistol yang ada dimulutnya itu.


Dom menyeringai kearah Edward,"Aku akan meledakkan pistol ini lewat mulutmu karena mulut kotormu ini berani berbicara kotor tentang istriku dan otakmu itu berani memikirkan hal hal mesum dan menjijikkan tentang istriku jadi selamat tinggal tuan Edward yang terhormat".


Dengan sekali letusan Dom mengakhiri hidup Edward malam itu.


Dom mengeluarkan pistolnya dari dalam mulut Edward setelah selesai menembaknya.


"Bersihkan tempat ini!",perintahnya pada anak buahnya dengan berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan menarik nafas keras.


"Kau akan pulang sekarang?",tanya Lucas melihat Dom berjalan keluar dari ruangan itu.


"Iya aku sudah cukup lama meninggalkan Hanum dirumah sakit sendiri jadi bereskan tempat ini jangan ada sedikitpun sisa kejadian malam ini".


"Kamu tenang saja aku pasti akan membereskan semua yang ada disini dengan bersih".

__ADS_1


Dom tidak menanggapi lagi ucapan Lucas tapi lebih memilih pergi dari sana dengan diikuti dua orang yang mengawalnya kembali menuju rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam lamanya Dom baru benar benar keluar dari tempat persembunyian Edward.


Dengan perasaan sedikit khawatir Dom segera memeriksa ponselnya untuk tau apakah ada pesan penting mengenai istrinya saat ini.


Dan ternyata saat dirinya berada didalam sarang Edward ada beberapa kali panggilan tak terjawab dari dokter Moris yang membuat Dom merasa semakin khawatir kalau terjadi hal buruk pada Hanum jadi dia segera menghubungi dokter Moris balik.


"Ada apa anda menghubungi saya Dokter?",tanya Dom dengan nada khawatir yang tidak dapat disembunyikan.


"Apa anda bisa pergi kerumah sakit sekarang?",pinta Dokter Moris membuat Dom semakin khawatir.


"A.. apa sesuatu yang buruk sudah terjadi pada Hanum dan anak anakku dokter?",tanya Dom dengan menambah kecepatan mengemudinya sampai max supaya dia bisa segera sampai kerumah sakit secepatnya.


"Bukan sesuatu yang serius saat ini kondisi istri dan anak anak anda tidak ada masalah tapi saya harap datanglah kerumah sakit secepatnya sekarang karena... ".


"Aku akan segera kesana tolong usahakan yang terbaik untuk menyelamatkan mereka sampai aku datang",ucap Dom dengan mematikan panggilannya dan fokus mengemudi agar bisa segera sampai kerumah sakit yang saat ini jaraknya masih lumayan jauh untuk ditempuhnya.


Setelah berkendara selama dua jam lebih dengan kecepatan max akhirnya Dom sampai diarea rumah sakit.


Setelah menghentikan mobilnya Dom segera keluar dari mobil dan berjalan tergesa gesa memasuki lobi rumah sakit, lalu kelift untuk menuju lantai atas dimana terdapat ruang Vvip tempat Hanum dirawat saat ini.


Perjalanan menggunakan lift menuju lantai atas yang cuma sebentar tapi terasa sangat lama bagi Dom karena dia sudah sangat khawatir dengan kondisi Hanum setelah berbicara dengan dokter Moris tadi.


Saat pintu lift terbuka dengan tidak sabar Dom berlari menuju ruangan Hanum dimana didepan pintu ada dua pengawal yang dengan sigap langsung membukakan pintu ruangan raqat Hanum begitu melihat Dom berlari tergesa gesa kearah ruangan itu.


"Dokter bagaimana kondisi istri saya sekarang?",tanya Dom saat masuk kedalam ruangan itu dengan nafas memburu.


Dokter Moris dan beberapa dokter yang berada diruangan itu sangat terkejut melihat Dom datang dengan tergesa gesa seperti itu.


"Istri anda baik baik saja lihatlah",ucap dokter Moris dan yang lain dengan menyingkir dari samping tempat tidur dimana Hanum sedang berbaring tenang sambil menatap kearah Dom yang baru datang.

__ADS_1


Dom membulatkan matanya saat melihat Hanum sedang menatap kearahnya.Dia bergegas menghampiri ranjang dan langsung memeluk tubuh Hanum tanpa perduli masih banyak orang disana saat itu.


"Sayang akhirnya kamu bangun, terimakasih Tuhan aku sangat senang melihatmu akhirnya sadar dari tidur panjangmu",ucap Dom dengan memeluk erat tubuh Hanum yang masih terbaring lemah diranjang rawatnya tapi tetap membalas pelukan Dom itu.


__ADS_2