
Hanum berjalan keluar dari kantor Robert dengan perasaan lega dan langsung menghubungi ponsel Dom yang langsung diangkat oleh suaminya.
"Ada apa sayang?",tanya Dom lembut seperti biasanya membuat perasaan Hanum langsung senang mendengarnya.
"Aku sudah selesai disini Daddy, tapi aku sedang menunggu Wendy untuk pergi bersamanya sebentar lagi",lapor Hanum.
"Baiklah lakukan apa yang kamu suka hari ini anggap saja sebagai perayaan".
"Iya..,aku akan menyuruh Wendy untuk mengantarku kekantormu langsung nanti setelah kami selesai pergi jalan jalan ".
"Iya sayang,berhati hatilah saat kalian bersenang senang nanti jangan terlalu lelah ya,sekarang aku harus menghadiri rapat penting lebih dulu untuk mengganti uang yang kamu keluarkan hari ini",seloroh Dom pada Hanum.
"Baiklah karena aku jamin hari ini aku akan membuatmu bangkrut",balas Hanum.
"Itu tidak masalah, kalau kamu menghabiskan uangku maka aku akan mencarinya lagi lebih banyak dari yang kamu habiskan sayang asal kamu tetap berada disampingku selamanya".
"Tentu saja aku akan berada disampingmu untuk waktu yang sangat lama sebelum kamu bangkrut aku tidak akan pergi meninggalkanmu tuan Dominic".
"Aku senang mendengarnya,aku mencintaimu sayang".
"Aku juga mencintaimu Dom selamat tinggal",ucap Hanum lalu mematikan panggilannya dengan Dom.
Setelah itu Hanum sengaja menelpon Wendy untuk bertanya dimana dia sekarang.
"Tunggulah sebentar lagi aku akan keluar, masih ada yang harus kukerjakan Hanum",jawab Wendy.
"Aku akan menunggumu diluar tapi sepertinya aku ingin pergi ketoiler sebentar untuk menyelesaikan panggilan alam kalau kamu sampai lebih dulu diluar tunggulah aku sebentar",ucap Hanum langsung mematikan panggilannya dengan Wendy dan berjalan cukup cepat menuju toilet perempuan untuk menyelesaikan keinginan jiwanya.
Hanum menarik nafas lega setelah selesai menyelesaikan panggilan alamnya dia membuka pintu toilet dan bermaksud mencuci tangannya sebelum keluar dari sana.
Tapi saat dia keluar dari ruang toilet dia terkejut melihat Emily ada didalam toilet itu dan memandangnya dengan tatapan penuh kebencian padanya.
Melihat itu Hanum hanya menatap Emily sekilas lalu segera mencuci tangannya diwastafel.
__ADS_1
"Apa kau merasa menang sekarang karena sudah mendapatkan semuanya? ",tanyanya dengan bersandar ditepi wastafel sambil menatap tajam kearah Hanum.
"Apa maksudmu Emily bukankah sebenarnya aku memang tidak pernah kalah darimu sebelumnya",balas Hanum dengan balas menatap tajam Emily.
"Jadi apa kau pikir aku akan diam saja melihat kau dan Dom tertawa bahagia menantikan kelahiran anak kalian yang seharusnya itu menjadi milikku dan Dom jangan mimpi!",ancamnya pada Hanum.
"Apa maksudmu?,apa pikiranmu sedang bermasalah Emily, kau baru datang dalam hidup kami tapi tiba tiba kau ingin mengambil suamiku dari tanganku apa kau pikir saat tau itu aku akan diam saja,tidak akan!",balas Hanum.
"Lalu kenapa?, Bukankah memang sebenarnya Dom tidak seharusnya menjadi milikmu kau yang lebih dulu merebutnya dari pemilik sahnya".
Hanum tersenyum sinis mendengar itu, "Dom bukan sebuah barang Emily jadi tidak ada seorang pun yang memilikinya,aku hanya mempertahankan dia karena dia suamiku,sebuah hubungan yang lebih dalam dari apa yang ada didalam pikiranmu".
"Kau tau Hanum,kau itu terlalu sombong sebagai seorang perempuan dan kau merasa setiap lakilaki pasti akan tergila gila padamu hanya karena kau punya wajah yang cantik".
"Lalu apakah itu sebuah dosa, kurasa kau juga melakukan operasi agar terlihat cantik dan menawan dimata para laki laki".
"Aki tidak sama denganmu dasar perempuan murahan!",bentak Emily marah karena Hanum selalu melawannya.
"Apa kau sedang memaki dirimu sendiri dengan menyebut aku murahan",balas Hanum lagi tidak mau kalah.
"Siapa sebenarnya kau dan apa maksudmu dengan datang kelingkaran hidupku lalu bermaksud menggoda suamiku".
"Kau tidak perlu tau siapa aku yang harus kau tau sebenarnya Dom adalah milikku dari dulu dan akan selalu jadi milikku".
Mendengar itu Hanum menatap Emily tajam sekarang dia baru sadar bahwa dia merasa Emily seperti seseorang yang pernah dia kenal.
"Siapa sebenarnya dirimu Emily dan apa hubunganmu dengan Arya mantan suamiku?,"Hanum bertanya lagi.
Mendengar pertanyaan itu wajah Emily berubah gusar seketika.
" Arya siapa?,aku tidak mengenalnya?",elak Emily.
"Aku pernah melihatmu masuk kedalam mobil mantan suamiku itu, apa hubungan kalian sebenarnya apa kau orang yang disuruhnya untuk menggoda Dom?".
__ADS_1
Emily semakin gusar ditanya seperti itu oleh Hanum kali ini dia mengalihkan pandangannya agar Hanum tidak dapat melihat kegelisahan dari wajahnya.
"Jangan sembarangan bicara aku tidak kenal siapa itu Arya".
"Percuma kau membohongiku Emily,karena aku sudah mengatakannya pada Dom bahwa aku pernah melihatmu masuk kedalam mobil Arya, aku yakin sebentar lagi kedokmu akan terbongkar dan kalau kedokmu sudah terbongkar maka karirmu didunia modeling juga akan hancur karena kau pasti tau siapa suamiku bukan".
"Kau mengancamku!,"hardik Emily semakin marah dan gusar mendengar ucapan Hanum. Dia membayangkan apa yang akan dilakukan Dom saat mengetahui identitas aslinya nanti dan itu membuatnya sangat takut sekarang
Hanum menggeleng,"Aku tidak mengancammu tapi memberitaumu kalau memang kau bersekongkol bersama Arya untuk menghancurkan pernikahan kami sebaiknya kau berhenti dan tinggalkan Arya karena dia bukan pria yang baik".
"Itu bukan urusanmu dasar kau perempuan menyebalkan! ",maki Emily dengan mencengkram lengan Hanum kuat membuat Hanum terkejut dan berusaha untuk menarik tangannya dari cengkraman Emily.
"Lepaskan Emily apa yang kau lakukan",ucapnya dengan mencoba melepaskan lengannya dari cengkraman Emily.
"Aku membencimu Hanum,sangat membencimu karena kau telah merebut semua apa yang aku miliki!",teriak Emily didepan wajah Hanum dengan semakin keras mencengkram lengan Hanum membuat Hanum harus menarik keras tangannya agar terlepas.
Saat Hanum menyentak keras tangan Emily tiba tiba Emily melepaskan cengkramannya dan langsung mendorong tubuh Hanum yang sedang goyah karena menarik tangannya dari cengkaraman Emily barusan.
Akibat lepasan mendadak dan dorongan kuat dari Emily Hanum yang tidak siap langsung terjatuh keras membentur lantai kamar mandi dengan kepala membentur ujung meja wastafel toilet.
"Bruak!!AUWW,!! "teriak Hanum karena merasa sakit dibagian kepala dan perutnya.
Hanum seketika langsung memegang perutnya yang terasa sangat sakit akibat berbenturan keras dengan lantai kamar mandi.
Emily hanya memperhatikan bagaimana Hanum merintih sambil memegangi perutnya dengan kedua tangannya.
"Tolong.... Emily... ",pinta Hanum dengan wajah mulai memucat karena merasa perutnya semakin sakit akibat jatuh barusan.
Emily hanya tersenyum sinis menatap Hanum yang semakin merintih karena merasa bagian perutnya semakin sakit dan kini dia merasa sesuatu mengalir dari dalam inti tubuhnya.
"Tolong... Emily.... tolong... selamatkan..anakku... ",rintih Hanum sebelum jatuh pingsan dihadapan Emily.
Emily sangat terkejut saat melihat darah segar mengalir dari balik paha Hanum apalagi saat dilihatnya Hanum sudah tidak sadarkan diri dilantai.
__ADS_1
Dengan wajah pucat Emily segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan kondisi Hanum.