
Hanum meringis menahan sakit dibagian perutnya membuatnya sampai pucat dan berkeringat dingin.
Para kru yang melihat itu langsung menghentikan pemotretan yang sedang mereka lakukan itu.
"Anda tidak papa nyonya Hanum?".
Hanum ingin menggeleng, tapi tiba tiba dia langsung jatuh pingsan membuat semua orang yang ada disana menjadi panik dan langsung membawanya kerumah sakit untuk diperiksa.
Wendy yang mendampingi Hanum kerumah sakit sangat khawatir melihat kondisi Hanum yang tiba tiba pingsan mendadak itu.
"Bagaimana kondisi Hanum,dokter?", tanyanya khawatir.
"Sepertinya nyonya Hanum terkena radang usus buntu karena itu kami harus segera melakukan operasi padanya agar kondisinya segera membaik".
Mendengar penjelasan dokter Wendy hanya mengangguk dan merasa sedikit lega karena bukan penyakit mengerikan yang diderita Hanum sekarang.
Setelah selesai dioperasi, Hanum dipindahkan keruang perawatan Vvip membuat Wendy sedikit bingung karena rumah sakit begitu perhatian meletakkan model seperti Hanum diruangan terbaik mereka.
"Apa perusahaan yang menyuruh kalian memberikan Hanum ruangan ini?',tanya Wendy penasaran, karena setahunya perusahaan Robert tidak akan sanggup memberikan fasilitas Vvip seperti ini untuk Hanum.
"Bukan tapi....".
"Aku yang memerintahkan mereka untuk merawat Hanum diruangan ini,apa pelayanan disini masih kurang?".
Wendy langsung terdiam, syok melihat siapa yang baru saja masuk kedalam ruangan rawat Hanum itu.
'Omo..omo..Hanum pasti sedang dapat bintang jatuh saat sakit malah dikunjungi pria luar biasa,batin Wendy.
"Bagaimana kondisinya sekarang dokter?",tanya Dom sambil menghampiri Hanum yang masih belum sadar karena pengaruh obat bius pasca operasi tadi.
"Semuanya sudah tidak papa,nyonya Hanum hanya perlu istirahat saja sekarang",ucap Dokter.
"Tapi kenapa sampai sekarang dia belum sadar juga?',tanya Dom masih terdengar khawatir.
"Tidak akan lama lagi dia pasti sadar,saya tinggal dulu silahkan hubungi saya kalau saat sadar pasien mengeluh sakit".
Dom tidak menjawab apa yang dikatakan dokter itu padanya,tapi malah menjatuhkan tubuhnya dikursi samping tempat tidur Hanum,membuat Wendy benar benar tidak bisa lagi berbicara melihat itu karena antara bingung dan penasaran ada hubungan apa sebenarnya diantara mereka berdua,pikir Wendy.
Tak berapa lama Hanum tampak membuka mata membuat Dom yang duduk disamping ranjang tampak menghela nafas lega.
"Kau sudah sadar?",tanya Dom sambil merapikan anak rambut yang berserakan diwajah Hanum.
"Aku kenapa?",tanya Hanum sambil berusaha bagun dari posisi berbaringnya.
__ADS_1
Melihat itu Dom segera membantu Hanum untuk bersandar dikepala tempat tidur.
"Kau terkena radang usus buntu dan kau baru saja selesai menjalani operasi pemotongan usus buntu",jelas Dom.
"Oh",jawab Hanum.
"Seharusnya kalau sakit kau tidak perlu memaksakan diri untuk bekerja aku hampir saja menghancurkan Agency Robert saat mendengar kau pingsan dan dibawa kerumah sakit tadi",gerutu Dom.
"Jangan terlalu berlebihan,kupikir tadi hanya sakit perut biasa karena akan datang tamu bulananku,aku tidak tau kalau ternyata radang usus buntu".
"Apa kau sering sakit perut setiap bulan sayang?",tanya Dom yang membuat mata Wendy yang masih berada diruangan itu langsung membulat sempurna mendengar Hanum dipanggil Dom dengan panggilan semesra itu.
"Itu....".
"Ehemmm maaf,karena Hanum sudah sadar jadi aku akan meninggalkannya bersama anda tuan Dominic",ucap Wendy langsung menyela apa yang akan dikatakan Hanum.
Hanum yang baru tau diruangan itu ada Wendy langsung terdiam sambil menatap kearah Wendy yang juga menatap kearahnya dengan ekspresi'Kau berutang penjelasan padaku besok'.
Membuat Hanum hanya bisa menghela nafas.
"Baiklah,kau bisa pulang sekarang biar aku yang menjaga Hanum malam ini disini".
Mendengar itu Wendy mengangguk lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka berdua.
Setelah Wendy keluar dari ruang perawatan itu,Hanum langsung menoleh kearah Dom dengan tatapan tajam.
"Kenapa kau tidak bilang kalau Wendy masih berada diruangan ini!".
Dom hanya mengangkat bahunya tidak perduli.
"Dom!".
"Kenapa kau memikirkan hal yang tidak penting seperti itu?,sekarang kesehatanmu lebih penting, beristirahatlah sekarang supaya kau cepat sehat sayang",ucap Dom.
"Tapi Wendy..".
"Jangan membicarakan hal yang tidak berhubungan dengan kesehatanmu sekarang",hardik Dom gemas.
Mendengar itu Hanum langsung diam,"Kebiasaan", gerutu Hanum pelan tapi masih dapat didengar oleh Dom.
"Jangan menggerutu dibelakangku,apa kau tidak tau bagaimana khawatirnya aku tadi",ucap Dom.
"Aku tidak papa,itu cuma...".
__ADS_1
Hanum terkejut karena Dom tiba tiba ikut naik keatas ranjang rawatnya dan langsung merebahkan tubuhnya disamping Hanum.
Melihat itu otomatis Hanum sedikit bergeser agar Dom dapat merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Istirahatlah sekarang,supaya kau cepat sembuh sayang",ucap Dom lembut dengan memeluk tubuh Hanum.
Hanum ingin protes tapi saat dia banyak bergerak tiba tiba bagian bekas operasi terasa nyeri membuatnya terpaksa menuruti apa yang diucapkan Dom,tapi saat Hanum mendesis menahan sakit Dom masih bisa mendengarnya meskipun pelan.
"Apa sakit sayang?",tanya Dom terdengar khawatir sambil sedikit bangkit dari posisinya.
"Tidak papa, itu karena aku tadi terlalu banyak bergerak saja,sepertinya sekarang aku harus mendengarkanmu untuk beristirahat saja malam ini supaya besok bisa pulang",jawab Hanum.
"Kita cek dulu semua kondisimu kalau semua baik baik saja baru kita pulang".
"Tapikan ini cuma operasi kecil Dom,kenapa harus dicek lagi semua".
Dom menutup mulut Hanum dengan jarinya.
"Tidur sekarang atau kau ingin kita bercinta dirumah sakit sekarang, karena kau terus bergerak dari tadi membuat milikku bangun sayang" ucap Dom dengan sengaja menggesekkan miliknya yang terasa keras dibelakang tubuh Hanum membuat Hanum terpaksa diam.
"Kita tidak bisa melakukannya Dom aku baru saja dioperasi, lukanya masih belum sembuh.
"itukan bagian depan perutmu tapi kurasa lewat belakang masih bisa sayang",Goda Dom dengan menggigit lembut ujung telinga Hanum.
"Dom awas kalau kau berani!",hardik Hanum.
Dom tertawa mendengar kemarahan Hanum.
"Aku bukan monster sayang, jadi jangan gugup seperti itu",jawab Dom.
"Aku tau",ucap Hanum dengan suara lemah karena mulai mengantuk akibat pengaruh obat bius yang belum hilang.
Melihat Hanum sudah tertidur lelap Dom turun dari atas ranjang dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Bagaimana apa kau sudah melakukan apa yang kusuruh waktu itu tadi saat Hanum akan dioperasi?",tanya Dom.
"Sudah tuan silahkan anda keruangan saya akan saya jelaskan sekarang".
Mendengar itu Dom berjalan keluar dari dalam ruang rawat Hanum menuju ruangan Dokter Moris,Dokter kandungan terbaik dinegara itu.
Dokter Moris mempersilahkan Dom untuk duduk saat dia masuk keruangan itu.
"Silahkan tuan Dominic".
__ADS_1
Dom duduk dikursi dan langsung bertanya dengan tidak sabar.
"Bagaimana?",tanya Dom terdengar sedikit khawatir hasil pemeriksaan Hanum diluar harapannya.