Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
105.Mantan Sister.


__ADS_3

Arya mengajak Emily kesebuah Vila besar yang disewanya untuk menjamu tamu tamunya selama akhir pekan ini.


"Ayo turun sayang",ajak Arya dengan lebih dulu keluar dari mobilnya.


Emily masih terdiam ditempat duduknya sambil memperhatikan bangunan Vila besar yang dia tau pasti untuk menjamu para pria hidung belang rekan bisnis Arya nantinya.


"Kenapa kau belum turun sayang?",tanya Arya dengan melongokkan lagi kepalanya kedalam mobil.


"Kau harus berjanji dulu padaku jangan menyuruhku untuk tidur dengan para baji*an itu,karena bagaimanapun aku ini mantan model terkenal dan juga istri seorang Dominic Alexander".


Mendengar itu Arya mendekatkan tubuhnya kedalam mobil untuk bicara pada Emily.


"Kau tenang saja soal itu,"Aku hanya akan menyuruhmu menemani mereka minum agar mereka mau menandatangani surat kontrak denganku".


"Apa kau serius hanya itu saja dan mereka mau menurutiku".


"Kau hanya menemani mereka minum sementara untuk urusan ranjang aku sudah mempersiapkan beberapa wanita yang akan menemani mereka".


Mendengar itu Emily menarik nafas lega, karena jujur saja dia tidak sudi tidur dengan sembarang pria yang tidak dikenalnya atau tidak diinginkannya.


"Baiklah" jawabnya lalu keluar dari dalam mobil dan mengikuti Arya kedalam Vila yang terlihat sepi itu.


"Kenapa seperti tidak ada orang diVila ini",tanyanya pada Arya.


"Pestanya malam ini,jadi sekarang yang ada didalam Vila hanya orang yang akan menyiapkan pesta dan perempuan perempuan yang kusewa untuk menemani para tamuku nanti".


"Lalu dimana Clarisa?",tanya Emily.


"Apa kau merindukannya karena itu kau menanyakan keberadaannya saat kita baru sampai".


"Hanya penasaran kau membawanya kemari sebagai apa",ucap Emily.


Arya menyentuh bahu Emily,"tenanglah aku akan mempertemukanmu dengannya nanti malam dipesta dan kau akan menjadi ratu pestanya, jadi sekarang sebaiknya ayo kita istirahat dulu" ucap Arya dengan mengajak Emily masuk kekamarnya.


**


Malam hari suasana Vila yang semula sepi menjadi sangat meriah dengan dentuman musik dari Dj terkenal yang sengaja diundang Arya,juga beberapa penari untuk memeriahkan pesta diVila itu guna menjamu para rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Ayo kita kesana".


Arya mengajak Emily menemui tamu Vip diruangan itu yang sedang asyik minum dan menikmati pesta dengan ditemani para perempuan penghibur yang sengaja disewa Arya.


Dalam kumpulan tamu itu Emily melihat saudaranya Clarisa sedang dipeluk oleh seorang pria tuan dengan perawakan gendut yang menurut Emily pria itu sangat menjijikkan.


"Siapa yang sedang kau tatap? ",tanya Arya sambil mengikuti pandangan Emily kearah Clarisa.


"Apa hubungan Clarisa dengan pria menjijikkan itu",tanya Emily.


"Dia perempuan yang kupanggil untuk menemani pria tua itu, jangan pandang dari tampangnya sayang karena sebenarnya dia adalah orang penting dalam pesta malam ini".


"Maksudmu?",tanya Emily tidak mengerti.


"Dia orang yang aku butuhkan tanda tangannya namanya Edward Smith,ayo kita hampiri dia kau ajaklah bicara nanti agar dia merasa senang karena merasa kuperlakukan istimewa dengan dikelilingi banyak perempuan cantik dipesta ini".


"Jangan kau suruh aku tidur dengannya aku tidak sudi melihat tampangnya saja aku merasa muak dengan banyaknya gelambir ditubuhnya itu",gerutu Emily.


"Jangan khawatir kau adalah partnerku malam ini,jadi kita kesana hanya untuk menyapanya dan ngobrol sebentar kau mengertikan apa maksudku".


"Ada Clarisa yang menanganinya dalam urusan memuaskannya diranjang nanti".


Mendengar apa yang dikatakan Arya,Emily sangat terkejut.


"A.. apa maksudmu? ,Clarisa... dia... ".


"Ya,sejak berpisah denganku dia memilih menjadi perempuan penghibur selama ini dan karena aku kasihan padanya karena itu aku memintanya bekerja melayani tamuku selama akhir pekan ini dengan upah tinggi".


"Apa!, kau gila menyuruh mantan istrimu untuk bekerja melayani tamumu"?,tanya Emily seolah tak percaya bahwa pria disampingnya ini tega melakukan hal itu pada mantan istrinya.


"Ini bisnis yang sama sama menguntungkan sayang aku tidak memaksanya dia butuh uang aku butuh perempuan untuk melancarkan bisnisku,jadi ini adil bukan".


"Tapi kenapa Clarisa sampai melakukan hal rendah seperti itu demi uang,bukankah dia bisa mencari pria kaya lain setelah bercerai denganmu".


"Untuk biaya anaknya yang sedang sakit', jawab Arya.


"Maksudmu anak kalian sekarang sedang sakit".

__ADS_1


Arya langsung menatap Emily kesal.


"Itu bukan anakku,apa kau lupa kalau dia mengatakan itu anak haramnya dengan pria tidak jelas".


Emily menghela nafas keras,"Jadi itu alasan kau menceraikannya".


"Kau pikir aku sudi hidup dengan perempuan munafik seperti dia,sudah baik sekarang aku mau membantunya dengan memberi pekerjaan untuk membiayai anak haramnya itu, apa sekarang kau merasa kasihan kepada saudaramu itu? ",tanya Arya.


"Sudah kukatakan hubungan kami sudah berakhir sejak dia menghinaku dikantormu waktu itu,jadi dia sekarang cuma mantan saudara perempuanku".


"Kurasa kau juga cukup sadis dengannya,rela melepaskan hubungan darah demi nama baikmu sendiri".


"Sudahlah ayo kira menghampiri mereka aku ingin melihat mantan sisterku itu dari dekat,meski aku yakin dia sekarang tidak akan mengenaliku".


Setelah mengatakan itu Arya dan Emily menghampiri meja tuan Edward dan langsung berbasa basi dengan pria tua gemuk dengan tatapan menjijikkan saat menatap tubuh indah Emily yang hanya berbalut gaun malam sexy dengan belahan dada rendah itu".


"Aku adalah penggemar berat anda nona Emily",ucapnya dengan tidak lepas menatap kearah Emily membuatnya Emily berkali kali menahan isi perutnya agar tidak muntah menatap wajah pria tua dengan banyak gelambir didepannya itu.


"Terimakasih tuan Edward, saya senang setelah saya datang kenegara ini tidak sampai satu bulan anda sudah menjadi penggemar nomor satu saya".


"Tentu saja pria mana yang tidak akan tertarik dengan tubuh indah anda saat berpose didepan kamera,apalagi malam ini anda benar benar terlihat sempurna dalam balutan gaun hitam itu, lain kali maukah anda menjadi partner pestaku nona Emily",Ucapnya yang membuat Emily terbelalak mendengar ajakan terus terang dari pria tua itu.


"Saya tidak bisa menjanjikannya tuan Edward, kita lihat saja nanti, sekarang saya ingin pergi ketoilet sebentar silahkan anda nikmati pesta malam ini sampai puas".


"Pasti nona Emily, saya sangat menantikan saat anda bersedia menjadi partner saya nanti",ucapnya dengan memberikan kerlingan nakal kearah Emily yang membuatnya bergegas berjalan pergi meninggalkan pria tua itu menuju toilet.


"Brengsek, dasar pria tua menjjijikkan",umpatnya dengan mengeluarkan isi perutnya didalam wastafel.


"Ini tisunya sister".


Emily langsung terkejut saat melihat Clarisa berdiri disampingnya dengan tisu ditangannya.


"Ka.. kau... apa... maksudmu? ",ucapnya gugup menatap Clarisa dari cermin wastafel.


"Aku bilang sister bukankah kau adalah Calista saudara tercintaku apa aku salah sister".


Emily langsung pucat mendengar apa yang dikatakan Clarisa padanya.

__ADS_1


__ADS_2