
Setelah berada ditempat yang sedikit sunyi Dom baru menjawab panggilan Lucas.
"Ada apa? ",tanya Dom.
"Apa kau sedang berada dirumah sakit sekarang?",tanya Lucas.
"Iya...apa ada hal penting yang harus kau laporkan sekarang".
"Iya ini soal Arya dan Calista...".
"Tunda dulu masalah mereka kalau Arya ingin bertemu denganku untuk membahas kesepakatan konyol itu".
"Tapi kenapa, bukannya kau yang ingin segera membereskan mereka".
"Benar rencana itu tetap berjalan tapi untuk beberapa waktu ini aku tidak berniat bertemu dengan mereka kecuali mereka sudah tidak sabar ingin mengirimkan nyawanya padaku".
"Tapi kenapa Dom? ".
"Karena Hanum sudah sadar".
"Maksudmu Hanum sudah bangun dari komanya".
"Iya, jadi karena itu untuk sementara aku ingin fokus memulihkan kesehatan Hanum tanpa diganggu oleh mereka".
"Lalu bagaimana dengan Calista?".
"jangan lepaskan pengawasan pada mereka berdua,karena aku juga sedikit penasaran apa yang akan mereka lakukan kalau aku bersikap seolah melepaskan mereka begitu saja".
"Sepertinya suasana hatimu sekarang sedang bagus, jadi apa boleh aku mengambil libur satu hari untuk menikmati kebersamaanku dengan Helen".
"Baiklah untuk hari ini saja",jawab Dom yang membuat Lucas hampir melompat kegirangan karena Dom menyetujui usulan liburnya.
Dom yang bisa merasakan ekspresi senang Lucas kembali membuka suara.
"Apa sudah selesai perasaan huforianya?",tanya Dom.
"Iya sudah dan sekarang aku sedang bersiap untuk.... ".
"Kalau sudah kirimkan laporan perkembangan proyek padaku satu jam lagi".
"maksudmu apa Dom?,sekarang aku sedang bersiap... ".
"Aku sedang sibuk merawat Hanum sekarang jadi masalah diperusahaan harus ada yang menyelesaikannya bukan?",
"Iya",jawab Lucas pelan.
" Dan apa kau tau orang yang harus melakukan semua itu kalau aku tidak ada disana sekarang? ",tekan Dom lagi.
"Iya",jawab Lucas kembali dengan nada suara semakin tidak bersemangat.
__ADS_1
"Jadi... Apa kau sudah mulai mengerjakan apa yang aku pinta Lucas, karena aku tidak punya waktu untuk berbasa basi denganmu sekarang".
"Iya Dom.. ".
"Kalau begitu kutunggu satu jam lagi".
"Baik... ".
Setelah mengatakan itu Dom menutup panggilannya dengan Lucas dan berjalan kembali kekamar rawat Hanum.
***
Dikamar perawatan Hanum***
"Hanum... ",panggil Wendy dengan berjalan cepat kearah ranjang dan langsung memeluk Hanum erat dengan terisak membuat Hanum sedikit terkejut menerima pelukan mendadak dari Wendy seperti itu.
"Hay Wendy aku sudah tidak papa",jawab Hanum dengan menepuk lembut pundak Wendy yang terguncang karena isaknya.
"Tapi aku merasa sangat bersalah karena kamu sampai mengalami musibah seperti itu".
"Itu bukan kesalahanmu, aku saja yang sedang sial saat itu sampai Emily bisa membuatku terjatuh dan sampai seperti ini".
"Kurasa Emily memang selalu punya niat untuk mencelakaimu hanya saja dia tidak punya kesempatan itu selama ini dan waktu itu kebetulan dia berhasil melakukannya".
"Iya kurasa kamu benar dia memang tidak pernah menyukaiku karena dia tertarik pada Dom".
"Lalu bagaimana khabar Emily sekarang,apa dia masih bekerja dengan Robert? ".
Wendy menggeleng,"Sejak kejadian itu dia tidak pernah muncul lagi mungkin saja suamimu sudah membereskannya karena dia sudah membuatmu sampai seperti ini".
"Siapa yang sudah kubereskan sayang?",tanya Dom yang tiba tiba masuk keruangan itu membuat Wendy dan Hanum terkejut.
"Dom..., Aku sedang bertanya tentang Emily pada Wendy dan dia bilang..".
"Aku tidak melakukan apapun padanya tapi kurasa dia pergi karena dia sangat ketakutan telah membuatmu sampai seperti itu",terang Dom dengan duduk dikursi samping ranjang Hanum.
"Apa benar kamu tidak melakukan apa apa padanya Dom?",tanya Hanum dengan menatap Dom tidak percaya.
"Tentu saja sayang,aku tidak perlu melakukan apa apa padanya untuk membuatnya pergi dari sini karena dia tau bahwa dia tidak akan bisa hidup tenang setelah berani mengusik hidupku".
Hanum menatap Dom tajam,"Apa benar...,atau jangan jangan kamu membereskannya secara diam diam dan tidak ingin mengatakannya padaku".
"Kenapa kamu berpikir begitu, sayang..".
"Ya....karena itu seolah bukan dirimu kalau mau melepaskan orang dengan begitu mudah nya".
"Jadi bagaimana sebenarnya diriku dimatamu selama ini,apakah seperti monster atau... ".
"Ya... mirip seperti itu tapi kurasa lebih kejam",jawab Hanum.
__ADS_1
"Benarkah?,apa kamu tidak salah kalau mengatakan suamimu ini seorang monster",ucap Dom dengan menaikkan sebelah alisnya saat bicara.
Hanum menggeleng,"Meski bukan monster biasa",jawab Hanum dengan ekspresi menggoda kearah Dom membuat Wendy yang melihat ekspresi saling menggoda antara mereka berdua merasa tidak nyaman.
"Ehmmm,sepertinya aku pulang saja sekarang karena sepertinya kondisimu sudah baik baik saja Hanum dan juga disini ada Dom yang menemanimu jadi kurasa... ".
"Datanglah lagi nanti menemani Hanum disini karena aku juga tidak bisa selalu menemaninya disini kalau sedang ada pekerjaan".
"Tapi saya juga tidak bisa selalu datang mengunjunginya tuan Dominic karena saya juga harus bekerja".
"Bukankah kamu masih manajer Hanum jadi kewajibanmu untuk menemaninya meski sekarang dia belum bisa bekerja lagi sampai dia selesai melahirkan".
Mendengar itu Wendy dan Hanum saling pandang.
"Apa maksudmu Dom? ",tanyanya.
"Sayang..meski kita nanti sudah punya anak tapi aku tidak ingin mengekangmu untuk tetap berada dirumah tanpa melakukan apa yang kamu suka".
"Tapi aku tidak berniat kembali bekerja pada Robert Dom".
"Kenapa kamu harus bekerja padanya kalau suamimu ini punya agency lebih besar dari miliknya".
"Jadi maksudmu kamu menyuruhku menjadi model di Agencymu nanti".
"Tentu saja,apa kamu keberatan".
"Tentu saja keberatan karena aku masih belum memutuskan akan kembali lagi bekerja atau tidak nanti setelah melahirkan".
"Jadi kamu bermaksud dirumah saja untuk merawat anak anak kita nanti,begitu sayang".
"Iya... dan juga untuk menghabiskan uangmu karena waktu itu aku belum sempat menghabiskan uangmu dan sekarang saat aku baru sadar kamu malah menyuruhku langsung bekerja lagi lalu karena hal itu kamu tidak mau disebut sebagai monster jadi kamu mau aku menyebutmu... ".
Tiba tiba Dom mencium mulut Hanum karena merasa sangat gemas melihatnya mulutnya terus berbicara tanpa henti padanya membuat Wendy terpaksa memalingkan wajahnya melihat adegan dewasa didepan matanya itu.
"Dom! ",Hardik Hanum setelah Dom melepaskan pagutannya yang dibalas Dom dengan senyuman jahil.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang saja supaya tidak mengganggu kemesraan kalian".
"Wendy... ",Hanum berusaha mencegahnya tapi Wendy sudah berdiri dan berjalan keluar dari ruang rawat Hanum.
Setelah Wendy menghilang keluar dari ruangan itu Hanum beralih kembali menatap Dom dengan wajah cemberut.
"Kenapa sayang? ",tanya Dom dengan ekspresi menggoda kearah sang istri.
"Kamu sengaja ingin mengusir Wendy pulang dengan melakukan itukan",tuduh Hanum pada Dom.
"Sedikit",jawab Dom tidak ingin menampik bahwa sekarang dia masih ingin menghabiskan waktu bersama istrinya tanpa gangguan orang lain.
Autor Upkan bab yang ringan aja dulu ππ.
__ADS_1