
Hanum berjalan keluar dari dalam Apartemennya setelah Dom menghubunginya 10 menit yang lalu bahwa dia akan segera tiba tapi Hanum dimintanya turun sendiri kebawah.
Sampai diluar gedung Apartemen Hanum bingung karena tidak melihat mobil Dom ada disana,segera diambil ponselnya untuk menghubungi Dom.
Baru saja Hanum bermaksud menghubungi Dom tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepannya membuat Hanum terkejut karena belum pernah melihat mobil jenis itu diArea Apartemennya.
Hanum sedikit mundur untuk memberi jalan pada pemiliknya yang bermaksud keluar dari dalam mobil.
Saat orang yang berada dikursi kemudi keluar Hanum terkejut ternyata dia Dom dengan penampilan rapi dan membawa seikat bunga mawar merah berjalan kearah Hanum lalu menyerahkan bunga itu untuk Hanum.
"Untuk nyonya Dominic Alexander".
Hanum tersenyum mendengar Dom memanggilnya seperti itu.
"Terimakasih tuan Dominic",jawabnya.
"Silahkan masuk",Dom membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Hanum untuk masuk kedalam mobil.
Dengan perlahan Hanum masuk kedalam mobil lalu setelah itu baru Dom masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil meninggalkan Apartemen Hanum.
"Kita makan malam dimana Dom? ",tanya Hanum.
"Tempat spesial",jawab Dom dengan tersenyum lembut pada Hanum.
"Apa kau membawaku makan malam dalam rangka acara khusus? ".
"Perayaan sayang lebih tepatnya".
"Perayaan?",Hanum mengerutkan kening mendengar jawaban ambigu Dom.
"Ya".Dom hanya menjawab singkat pertannyaan Hanum dan masih menyimpan kejutannya untuk nanti.
**
Dom membawa Hanum kesebuah restoran bintang yang paling terkenal dinegara itu.
Hanum terkagum kagum dengan Restoran tempat mereka akan makan malam malam itu.
"Dom kita akan makan malam disini?",tanyanya masih tidak percaya karena yang mereka datangi adalah restoran nomor satu dinegara itu dan kalau ingin bisa makan disana pengunjung harus melakukan reservasi sebulan sebelumnya.
"Iya, apa kamu suka sayang? ",tanya Dom dengan mengajak Hanum masuk kedalam restoran mewah itu.
Hanum mengangguk, "Ini tempat makan impianku Dom",jawab Hanum.
"Ayo".
Dom membawa Hanum menuju meja mereka tapi dari pertama masuk sampai mereka duduk tak ada satu pun pengunjung direstoran itu membuat Hanum sedikit bingung.
__ADS_1
"Ada apa sayang sepertinya ada yang kamu pikirkan?".
Hanum mendekatkan tubuhnya kearah Dom,"Kenapa tidak ada satu pun pengunjung direstoran ini malam ini? ",tanyanya.
"Aku sudah menyewa seluruh restoran ini untuk makan malam denganmu malam ini",jawab Dom.
Mendengar itu Hanum terdiam.
"Kenapa kamu tidak suka? ",tanya Dom lagi karena Hanum tidak bertanya lagi.
Hanum menggeleng, "Suka, hanya saja aku tidak pernah membayangkan bahwa kau akan menyewa seluruh restoran hanya untuk makan malam denganku".
Dom meraih tangan Hanum dan menggenggamnya mesra.
"Karena ini makan malam pertama kita sayang sebagai suami istri",jawabnya membuat hanum sedikit bingung dengan ucapan setengah ambigu itu.
"Maksudmu, Dom? ".
Dom mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya lalu diserahkan kepada Hanum,"Untukmu".
Hanum mengambil Amplop yang diberikan Dom padanya dengan bingung.
"Apa ini Dom? ",tanyanya dengan menatap Dom.
"Bukalah sayang",perintah Dom pada Hanum.
Dengan perasaan bingung bercampur penasaran Hanum membuka amplop dari Dom.
"A.. ap maksudnya ini,apa kalian berdua sudah bercerai?".
"Masih ada sesuatu didalamnya sayang ambillah".
Mendengar itu Hanum kembali mengeluarkan isi didalam amplop itu dan langsung terbelalak saat membaca tulisan dibuku kecil yang diambilnya dari dalam amplop.
"Dom... i.. ini".
"Itu buku nikah kita sayang".
Hanum menatap Dom masih tidak percaya.
"Maksudnya kita sudah resmi menikah sekarang? ",tanya Hanum.
"Iya, mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi nyonya Dominic sayang".
Hanum langsung merasa tenggorokannya seperti tercekat mendengar apa yang baru saja diucapkan Dom,Dom kembali meraih tangan Hanum dan menciumnya lembut.
"Aku mencintaimu Hanum,jadilah pendamping hidupku sampai maut memisahkan kita dan mari kita bersama sama mendidik juga membesarkan anak anak kita nanti".
__ADS_1
Hanum hanya mengangguk mendengar ungkapan cinta Dom padanya malam itu.Setelah selesai makan malam, Dom mengajak Hanum untuk berdansa sebentar di restoran dengan mendatangkan pemain biola tunggal untuk mengiringi dansa romantis mereka.
Setelah itu baru Dom mengajak Hanum untuk kembali keApartemen dengan berkendara pelan seolah mereka tidak ingin momen indah itu segera berakhir.
"Mau jalan jalan sebentar",ucap Dom saat mereka melewati sebuah tempat kosong yang menyuguhkan pemandangan bulan purnama indah dari tempat itu.
Melihat tempat yang terlihat sangat indah Hanum mengangguk,"Boleh".
Mendengar itu Dom memarkir mobilnya ditempat yang terlihat lapang lalu mengajak Hanum turun dari dalam mobil.
"Ayo sayang",ajaknya dengan mengulurkan tangannya membantu Hanum untuk turun.
Hanum turun kemudian mulai berjalan mengikuti langkah Dom menuju tempat yang menyuguhkan pemandangan indah malam itu.
"Tenang sekali seperti ini",ucap Hanum sambil menyandarkan tubuhnya kedada Dom.
"Mari kita tinggal ditempat yang setenang ini",ucap Dom.
Mendengar itu Hanum langsung menoleh,"Maksudmu Dom? ".
"Ikutlah aku pindah kerumah kita?',pinta Dom dengan mengeratkan pelukannya ditubuh Hanum agar Hanum tidak merasa kedinginan karena udara disana terasa cukup dingin.
"Rumahmu?,maksudmu rumah yang pernah kau dan Calista tempati selama kalian menikah?",tanya Hanum tidak suka.
Dom menggeleng,"Bukan sayang,rumah itu aku berikan untuk Calista karena aku juga tidak ingin menginjakan kaki lagi disana".
"Lalu,rumah yang mana bukankah kau selama ini tinggal dikantor atau diClubmu? ".
"Rumah yang kubeli untukmu tapi belum sempat aku berikan karena saat itu aku tau kau tidak akan mau menerimanya".
Hanum terdiam mendengar itu sebelum mulai bicara lagi,"Lalu kenapa sekarang kau mengatakannya,apa kau yakin aku akan menerima pemberianmu itu sekarang".
Dom membalik tubuh Hanum menghadap kearahnya.
"Untuk sementara tidak masalah kalau masih ingin tinggal diApartemenmu tapi kuharap saat anak kita nanti lahir kau mau ikut aku pindah kerumah itu".
"Jadi kau tidak megajakku pindah sekarang?",tanya Hanum malah terdengar kecewa karena Dom tidak memaksakan keinginannya untuk mengajaknya pindah kerumah mereka membuat Dom harus mengerutkan dahinya melihat ekspresi tidak suka Hanum.
"Kau ingin kita pindah sekarang?",tanya Dom balik bertanya.
"Iya tentu saja,untuk apa aku bertahan di Apartemen pemberian Arya kalau suamiku sudah menyiapkan rumah untuk kami",jawab Hanum.
Mendengar itu Dom langsung memeluk tubuh Hanum erat,"Makasih sayang aku sangat bahagia mendengar apa yang kau ucapkan ini, ayo kita segera pindah kerumah kita".
"Ya",jawab Hanum dengan membalas pelukan Dom sama eratnya.
Setelah puas berjalan jalan diarea terbuka itu Dom mengajak Hanum kembali masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Kau membeli mobil baru Dom?",tanya Hanum yang sudah penasaran dari sebelum mereka makan malam tadi.
"Ini hadiah pernikahanku untukmu sayang",jawab Dom.