Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
155.Masih mencari Arya.


__ADS_3

Dom masuk kedalam ruangan setelah Lucas tadi menghubunginya.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan keberadaan Arya?",tanya Dom.


"Aku sudah menyusuri dari halte bus pertama seperti yang disebutkan Clarisa kemarin tapi ternyata itu adalah titik buta, sepertinya Arya benar benar sudah merencanakan penculikan bayimu dengan sangat matang".


"Lalu ditempat tempatnya dulu bagaimana?",tanya Dom lagi karena kali ini dia merasa seperti sedang main petak umpet dengan pria brengsek itu.


"Sudah kami selidiki tapi tidak ada bahkan ketempat Edward juga tidak ada",jawab Lucas dengan nada lelah karena dia merasa sudah mengobrak abrik seluruh tempat yang kira kira dipakai Arya sebagai tempat bersembunyi tapi ternyata juga tidak ada.


"Apa kau sudah bertanya pada Clarisa tentang tempat rahasia Arya yang mungkin dipakainya untuk bersembunyi".


"Sudah kuintrogasi dia tapi setiap tempat yang disebutkannya itu tidak ada tanda tanda keberadaan Arya disana".


Dom menekuk tangannya untuk menopang wajahnya berusaha berpikir supaya Arya segera ditemukan karena dia mulai khawatir Arya akan bertindak gila dengan mengirimkan mayat bayinya yang dikira anak Dom dan Hanum padanya agar dendamnya terbalaskan.


"Apakah semua sudut Rumah sakit ini juga sudah kau selidiki Lucas,jangan sampai kita kecolongan seperti waktu itu".


"Untuk itu kau jangan khawatir Dom aku sudah menyelidiki semua tempat diRumah sakit ini, bahkan tempat yang semula tidak menggunakan Cctv sekarang kami pasang Cctv disana".


"Rupanya kali ini dia benar benar bermaksud mengajakku untuk berperang.Dia seolah tidak takut lagi atau khawatir aku bisa menghancurkannya karena sepertinya dia yakin kali ini akan berhasil mengalahkanku", gumam Dom masih mencoba berpikir.


"Kurasa iya Dom".


"Berapa banyak aset Edward sebenarnya hingga dia merasa begitu kuat sekarang?",tanya Dom dengan kesal.


"Ini lihatlah ".


Lucas menyerahkan file tentang semua harta Edward yang ternyat berjumlah fantastis itu dan disana tertulis antara Arya dan Edward memiliki kerja sama dalam jumlah lebih banyak dari terakhir kali Dom ketahui.


"Itu sepertinya kesepakatan tersembunyi yang dibuat mereka berdua sebelum kau membunuh tua bangka itu Dom.

__ADS_1


"Tampaknya sikeparat itu benar benar berhasil menguras baji*an Edward itu",gerutu Dom muak.


"sepertinya iya Dom, karena lihatlah transaksi terakhir yang dilakukan Edward berupa penarikan uang tunai dalam jumlah besar baru dilakukan beberapa jam sebelum Hanum melahirkan padahal Edward sudah meninggal beberapa bulan yang lalu jadi kuyakin iyu pasti Arya yang melakukannya".


"Aku tidak perduli tentang harta Edward yang aku pedulikan adalah untuk apa dia menarik uang dalam jumlah sebanyak itu".Ucap Dom berusaha berpikir keras apa yang sebenarnya pria brengsek itu rencanakan sekarang dengan membawa seorang perempuan gila dan bayi kecil yang dianggapnya anak Dom dan Hanum.


Mendengar apa yang dikatakan Dom itu Lucas juga merasa aneh dengan siArya ini sekarang.


Karena kalau memang dia bermaksud mengancam Dom seharusnya dia sudah menghubungi Dom sejak kemarin tapi sampai detik ini tidak ada sama sekali khabar dari sibrengsek itu.


"Dom atau jangan jangan dia tidak ingin uangmu",ucap Lucas dengan setengah menggumam.


"Dia memang tidak butuh uangku dengan banyaknya harta yang dimilikinya dari menipu Edward tapi kalau ingin balas dendam seharusnya dia tetap menghubungiku tapi ini.... ".


Kali ini pikiran Dom seolah dibuat buntu oleh niatan Arya yang untuk sekali ini tidak bisa ditebaknya.


Saat mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing masing tiba tiba Dokter Moris masuk kedalam ruangan dengan membawa hasil laporan yang diminta Dom kemarin.


"Tuan Dominic ini laporan yang anda minta",ucapnya dengan mengangsurkan hasil pemeriksaan Clarisa dan test DNA bayi perempuan yang diduga anaknya itu.


Lalu kemarin tiba tiba dia bilang dia sakit parah dan memohon pada Dom untuk menyelamatkan anaknya.


Memikirkan semua itu Dom semakin mengerutkan keningnya seolah semua ini hanya sebuah skenario saja.


"Apa pemeriksaan ini asli? ",tanya Dom dengan menatap Dokter Moris.


"Dokter itu benar benar ada karena saya sudah menghubungi sendiri nama Dokter yang berada di kertas pemeriksaan itu".


"Lalu apa kau sebagai dokter tidak merasa ini aneh?"


"Maksud anda apa tuan Dominic?",tanya Dokter Moris tidak mengerti.

__ADS_1


"Bukankah kau yang menangani dia dan bayi itu selama ini jadi sebagai dokter yang mengenalnya juga apa menurutmu laporan ini benar bahwa Clarisa sakit?".


"Itu... ",kali ini akhirnya Dom membuka apa yang dari kemarin dirasakan oleh Dokter Moris saat Dom memintanya melakukan pemeriksaan pada surat keterangan sakit milik Clarisa.


Sebagai Dokter yang pernah menangani Clarisa Dokter Moris sangat terkejut melihat keterangan disurat itu yang mengatakan Clarisa sedang sekarat karena selama beberapa bulan berinteraksi dengan Clarisa dalam menangani anaknya,Dokter Moris merasa Clarisa sangat sehat.


"Saya akan melihat laporan kesehatannya dan membandingkannya dengan ini segera",ucap Dokter Moris dengan berjalan cepat keluar dari ruangan itu.


Lucas yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan Dokter Moris dan Dom kini jadi ikut berpikir bahwa semua yang terjadi ini memang terasa janggal.


"Dom kurasa sekarang aku mulai bisa menyambung benang kusut ini",gumam Lucas keras yang membuat Dom menoleh kearahnya.


"Apa itu? ",ucap Dom berusaha menahan kesabarannya menghadapi masalah ini agar dia bisa berpikir jernih dan bisa segera memberi pelajaran pada Arya.


"Kurasa memang aneh setelah ditelaah ulang kalau Clarisa tidak ada sangkut pautnya dengan semua masalah ini,karena setelah ku ingat lagi saat aku menjemputnya waktu itu dia seolah sudah tau aku akan datang jadi saat aku menemukan tempat persembunyiannya yang menurutku sekarang terlalu mudah ditemukan itu dia sudah siap untuk ikut kami kemari".


Dom menghela nafas keras sebelum bicara,"Jadi apa sekarang kau berpikir aku kejam Lucas? ",tanya Dom pelan tapi penuh penekanan dingin.


"Ya lagi lagi...".ucapan Lucas terhenti karena tiba tiba Dokter Moris masuk kedalam ruangan itu.


"Tuan Dominic anda harus melihat ini".


Dokter Moris memberikan kertas yang berisi keterangan kesehatan Clarisa yang diambilnya beberapa bulan yang lalu saat dia melakukan pemeriksaan kecocokan tulang belakangnya dengan milik bayinya disana dikatakan kondisi Clarisa baik baik saja.


Dom hanya menghela nafas melihat itu.


"selain itu anda juga harus melihat ini ternyata Clarisa dan Dokter yang memeriksanya itu sekarang adalah sepasang kekasih".


"Jadi maksudmu yang menuliskan laporan palsu itu adalah kekasih Clarisa yang baru?",tanya Dom yang dijawab anggukan oleh Dokter Moris.


Dom langsung menghela nafas keras mendengar semua itu, begitu pun Lucas yang merasa sudah sangat tertipu dengan ekspresi polos yang ditunjukan Clarisa kemarin.

__ADS_1


"Sekali ular tetap ular",gumam Dom marah.


Autor tarik nafas dulu baru lanjut menulis lagi setelah kalian memberi like koment dan hadiahnya 😊😊.


__ADS_2