Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
101.Aku akan Kembali.


__ADS_3

Dikantor Arya**


Arya sedang sangat kesal karena apa yang terjadi dengannya akhir akhir ini.


Beberapa waktu lalu Dom menghajarnya sampai babak belur hingga dia harus dirawat selama beberapa hari dirumah sakit akibat memar memar parah ditubuhnya lalu sekarang Asistennya baru saja mengatakan bahwa proyek mereka sedang bermasalah dan sekarang diawasi oleh pihak berwajib karena sempat ketahuan mengurangi bahan baku untuk menghemat ongkos produksi.


"Brengsek!, dasar menyebalkan!",makinya marah dengan melempar berkas proyek itu pada asistennya yang masih berdiri disana.


Sang asisten hanya diam saja mendengar makian Arya karena ini bukan untuk yang pertama kali Arya seperti itu meski sekarang lebih sering.


"Jadi bagaimana dengan proyek yang lain apakah kita berhasil mendapatkannya?",tanya Arya.


"Untuk masalah itu anda tenang tuan Arya dua dari lima proyek sudah kita dapatkan",jawab sang asisten.


"Bagus tidak harus semua yang penying proyek yang kita dapatkan lebih banyak dari pihak Dom itu sudah dari cukup,oh iya untuk masalah proyek yang ini kau buat janji untuk bertemu dengan penanggung jawab dari pihak pemerintah",ucapnya.


"Baik tuan",mendengar perintah seperti itu sang asisten paham maksud Arya yang ingin bernego dengan pihak pemerintah lewat jalan belakang.


Tak lama sang asisten memberi tau Arya bahwa pihak penanggung jawab proyek dari pemerintah mau bertemu dengannya akhir pekan nanti.


Setelah memastikan jadwalnya Arya segera menghubungi seseorang.


"Halo Clarisa",telponnya.


"Ada apa kau menghubungi aku",jawab Clarisa dingin.


"Aku butuh bantuanmu, untuk menemani tamuku akhir minggu ini",ucapnya.


"Aku tidak berminat",jawab Clarisa ketus.


"Sepertinya kamu sangat membenciku karena aku telah membuangmu tanpa harta gono gini".


"Aku memang membencimu dan sudah muak denganmu jadi berhenti menghubungiku minta bantuan saja dengan Calista".


"Calista tidak bisa membantuku sekarang hanya kau yang bisa melakukannya saat ini".


"Apa kau pikir aku perduli dan tertarik dengan tawaranmu".


"aku dengar anakmu sakit parah dan kau butuh banyak uang untuk mengobatinya,apa kau yakin ingin melewatkan membantuku sekarang,aku akan membayarmu mahal untuk pekerjaan ini berkali kali lipat dari pada kau menjajakan tubuhmu diClub Club setiap malam".

__ADS_1


Lama Clarisa terdiam mendengar itu,jujur saja dia benci dengan pekerjaan ini tapi apalah daya sekarang, Arya menceraikannya tanpa memberinya sepeser uang pun sedangkan saat itu dia butuh banyak uang untuk membayar biaya pengobatan putrinya dan jujur saja dia tidak punya keahlian apapun selain untuk merayu pria dan dia harus mendapatkan uang secepatnya untuk putri kecilnya jadi dengan terpaksa dia melakukan pekerjaan rendahan ini.


"Bagaimana?",tanya Arya lagi.


Dengan berat hati terpaksa Clarisa menjawab.


"Berapa? ",tanyanya pada Arya.


Arya menyebutkan nominal uang yang akan diterima Clarisa yang menurut Clarisa itu sangat banyak sekarang, dengan uang itu dia tidak perlu pusing memikirkan biaya rumah sakit anaknya selama dua bulan.


"Apa kau mau?',tanya Arya lagi pada Clarisa.


"Aku ingin bayaran dimuka",jawab Clarisa.


"Tidak bisa kau pikir kau bisa membodohi aku seperti dulu lagi .Aku bayar setengah didepan lalu setengahnya lagi kalau pekerjaanmu selesai".


Clarisa berpikir sebentar sebelum mengiyakan permintaan Arya.


"Cepat jawab,kau setuju atau tidak?",tanya Arya mulai kesal tapi tidak membuat Clarisa takut lagi.


"Baiklah aku setuju, kapan waktunya? ',tanya Clarisa.


"Akhir pekan ini selama dua hari penuh kau harus membuat mereka senang agar...".


"Sepertinya kau sangat lihai dalam bidang ini sekarang?".


"Aku selalu lihai dalam urusan seperti ini tapi sekarang aku tidak tertarik melakukannya dengan gratis".


"Sepertinya cukup menarik aku ingin memakai jasamu sekali kali nanti".


Sebenarnya Clarisa merasa sangat terhina dengan ucapan Arya itu ingin sekali dia menampar mulut pria brengsek itu,tapi dia tidak berdaya.Bayinya sekarang sedang membutuhkan banyak uang agar sembuh jadi dia memilih diam tidak menanggapi ucapan pria brengsek itu.


"Kirimkan saja uang mukanya secepatnya karena aku sangat memerlukan uang itu,lalu aku akan datang ketempat itu sesuai kesepakatan kita".


"Sepertinya kau tidak sabar untuk mendapatkan uang dariku'.


"Tentu saja,karena uang yang bagimu tidak berharga itu bagiku sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa putri kecilku".


"Kupikir kau tidak menyayangi anak harammu itu tapi ternyata... ".

__ADS_1


Clarisa langsung memotong ucapan Arya sebelum Arya semakin menghina putrinya yang tidak bersalah itu.


"Aku yang melakukan kesalahan jadi aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kulakukan siapa tau ini kesempatan untuk menebus semua dosa dosaku dengan merawatnya".


"Terserah kau saja,yang penting hubungan kita sekarang hanya sebatas bisnis jangan berharap aku akan merasa iba lalu membantumu nanti".


"Jangan khawatir aku sudah tidak berharap apapun padamu,bagiku kau hanya salah satu klienku sekarang".


Setelah mengatakan itu Clarisa menutup panggilan dari Arya dengan menghela nafas berat baginya sekarang tujuan hidupnya hanya untuk merawat anaknya sampai sembuh kalau memang bisa.


**


Sementara itu Arya setelah melakukan panggilan dengan Clarisa malah semakin kesal,"Dasar bo*doh",makinya ditujukan pada Clarisa karena mau melakukan segala cara untuk menyembuhkan anak haramnya.


Saat sedang memikirkan kekesalannya pada Clarisa tiba tiba poselnya berdering membuat Arya tersentak dari lamunannya karena dilihatnya Calista yang menelponnya.


Arya langsung mengerutkan kening melihat nama itu, dengan malas diangkatnya panggilan internasional itu.


"Hemm, ada apa Calista",tanyanya tidak bersemangat.


"Aku sudah selesai disini dan ingin segera kembali apa kau sudah menyiapkan tempatku untuk menjadi model diAgency Robert.


Secepat ini apa kau sudah selesai melakukan perubahan? ",tanya Arya penasaran.


"Kau tenang saja,aku sekarang bukan lagi Calista yang sama dengan beberapa waktu lalu".


"Baiklah kalau begitu pulanglah karena aku juga sudah sangat muak dengan mereka dan ingin cepat membalas dendam pada mereka".


"Aku akan kembali dalam beberapa hari kedepan rasanya aku sudah sangat rindu dengan negaraku terutama dengan Dom".


"Apa yang kau rindukan dari pria brengsek itu, dia tidak akan perduli padamu kalau kau tidak berhasil membuatmu muncul dihadapannya menjadi orang yang baru".


"Kau tenang saja,kali ini dia tidak akan bisa menolakku seperti dulu, karena aku kembali bukan menjadi Calista tapi menjadi perempuan baru yang siap menjadi model nomor satu disana".


"Apa kau ingin bertemu saudaramu saat datang?',tanya Arya.


"Siapa Clarisa? ".


"Ya lalu siapa lagi",jawab Arya.

__ADS_1


"Tidak aku tidak ingin dia tau apapun tentangku dan aku juga tidak ingin tau tentangnya sama sekali".


"Baiklah tapi saat kau datang aku tidak bisa menjemputmu untuk menghindari kecurigaan orang tentang kita, tapi aku sudah menyiapkan Apartemen untuk kau tinggali,jadi akan ada orangku yang menjemputmu lalu mengantarmu keApartemen,aku akan menunggumu disana".


__ADS_2