
Dikantor Dom**
Dom masuk kedalam kantornya diiringi Lucas yang berjalan dibelakangnya dengan membawa tumpukan berkas ditangannya.
"Kemarikan semua itu",pinta Dom pada Lucas yang langsung diletakkan Lucas dimeja kerja Dom",Apa ini sudah semua",tanyanya dengan mulai memeriksa berkas berkas itu.
"Iya Dom, itu yang harus kau tandatangani sekarang".
"Baiklah",Ucap Dom dengan mulai menyibukkan diri dengan tumpukan berkas itu.
"Dom.. ",panggil Lucas bermaksud melaporkan satu lagi masalah tapi merasa ragu.
"Hemmm",gumam Dom dengan tetap menekuni berkas yang ada dihadapannya agar cepat selesai dan bisa segera pulang menemui Hanum.
"Bagaimana keadaan Hanum akhir akhir ini?",tanya Lucas sengaja berbasa basi sebelum bermaksud mengatakan hal yang sudah sangat mengganjal perasaannya.
"Baik,Dokter Moris bilang kondisi Hanum sudah tidak ada masalah,tapi kamu tau bukan dia tetap harus tinggal dirumah sakit sampai melahirkan dan itu membuatku sangat tidak tega,jadi aku bermaksud mengajaknya untuk keluar sore ini supaya dia merasa senang. Jadi aku akan menyelesaikan semua ini secepatnya supaya bisa segera pulang.kalau kau ingin melaporkan masalah yang tidak terlalu penting sebaiknya kau tunda saja dulu".
"Ya... baiklah ini bukan masalah yang penting aku hanya bermaksud memberitaumu tentang Arya dan Calista tapi bisa ditunda lain waktu saja".
"Hemm",Kembali Dom menjawab ucapan Lucas dengan gumaman karena fokusnya terpusat pada pekerjaan yang ada didepan matanya.
Melihat itu Lucas memilih meninggalkan ruang kerja Dom dan membiarkan Dom menyelesaikan pekerjaannya secepatnya agar bisa segera pulang seperti niat awalnya.
**
Sampai lewat tengah Hari Dom baru selesai mengerjakan semua berkas yang ada dimejanya.
Direnggangkannya tubuhnya untuk mengurangi rasa lelah akibat terlalu lama duduk sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya untuk memeriksa sudah berapa lama dia meninggalkan Hanum sendirian dirumah sakit.
Saat dilihatnya jam sudah menunjukan lewat tengah hari dia langsung mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Hanum agar Hanum tidak cemas.
"Tut.. tut... ".
Dom mengerutkan keningnya merasa cemas karena Hanum tidak langsung mengangkat ponselnya.
Setelah panggilan kedua baru Hanum mengangkatnya.
"Halo sayang...",panggil Dom dengan nada khawatir yang tidak bisa disembunyikannya.
__ADS_1
"Halo Dom ini Wendy... ".
"Wendy?,dimana Hanumnya kenapa kamu yang mengangkat telponnya?!",tanya Dom dengan nada semakin cemas sambil berjalan keluar dari dalam kantornya menuju mobilnya yang berada diarea parkir kantor.
"Hanum sekarang sedang berada dikamar mandi tidak lama lagi dia akan selesai... ".
"Dikamar mandi...sudah berapa lama dia berada dikamar mandi coba kamu periksa apakah dia masih baik baik saja?! ",tanya Dom semakin cemas mendengar kata kamar mandi.
Karena jujur saja Dom merasa trauma setiap kali mendengar kata kamar mandi sejak Hanum koma karena jatuh disana.
sejak Hanum sadar Dom tidak pernah mengijinkannya mengunci rapat pintu kamar mandi saat dia berada didalam untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Dia akan segera keluar Dom kamu jangan khawatir itu pesannya tadi padaku".
"Berikan padanya aku ingin memastikan sendiri kalau Hanum benar benar baik baik saja sekarang".
"Baiklah",jawab Wendy Karena mendengar nada semakin panik dari Dom.
**
Di kamar Hanum**
Hanum sedang mengganti bajunya dikamar mandi saat tiba tiba ponselnya berdering dengan terpaksa dia meminta Wendy untuk membantunya mengangkat ponselnya yang tidak berhenti berdering.
"Kenapa bukan kamu yang mengangkatnya?",tanya Wendy dengan ekspresi malas.
"Tolong lakukan sebentar",perintah Hanum.
"Apa yang harus kukatakan pada suamimu Hanum?",tanya Wendy dengan melongokkan kepalanya kedalam toilet dimana Hanum sedang sibuk mengancing gaunnya.
"Katakan saja aku sedang berada didalam toilet karena itu aku tidak bisa mengangkat telpon darinya".
"Baiklah".
Setelah itu Wendy mengangkat panggilan dari Dom dan dia tidak menyangka reaksi Dom akan seperti itu saat mendengar Hanum sedang berada didalam toilet.
"Hanum Dom ingin bicara denganmu sepertinya dia sangat cemas saat mendengar kamu sedang berada didalam toilet",ucap Wendy dengan menutup lubang speaker ponsel Hanum agar Dom tidak mendengar apa yang dikatakannya.
Mendengar itu Hanum segera menerima ponselnya dari Wendy dan segera berbicara pada Dom sambil mulai berdandan didepan cermin yang ada ditoilet.
__ADS_1
"Halo Dom".
Mendengar langsung suara Hanum, Dom langsung menarik nafas lega yang bisa didengar oleh Hanum dari ponselnya.
"Sayang kamu baik baik sajakan? ",tanyanya masih dengan nada sedikit khawatir.
"Iya...aku tadi sedang berada ditoilet saat mendengar ponselku berbunyi dan sengaja meminta Wendy untuk mengangkat panggilanmu",terang Hanum.
"Syukurlah kalau kamu baik baik saja,aku selalu khawatir dan takut setiap kali mendengar kamu berada didalam toilet sayang".
"Jangan khawatir Dom aku baik baik,kapan kamu kembali kemari? ".
"Sebentar lagi aku sampai'',terang Dom yang saat itu sedang berhenti disebuah toko bunga dan sedang membelikan Hanum bunga sebagai hadiah.
"Cepatlah pulang aku sudah tidak sabar menunggumu pulang dan membawaku jalan jalan keluar".
"Apa kamu tidak papa kalau kita jalan jalan sayang?".
"Tidak Dokter Moris mengatakan aku sekarang sudah sehat,tidak masalah kalau memang ingin pergi keluar asal jangan sampai kelelahan".
"Baiklah kalau begitu aku akan segera menjemputmu",ucap Dom dengan kembali kemobilnya dan membawa seikat bunga yang akan diberikannya untuk Hanum.
"Apa aku boleh menunggumu dibawah bersama Wendy supaya tidak bosan?".
"Tidak!,tunggu saja aku didalam ruanganmu jangan kemana mana sampai aku datang",perintah Dom yang membuat Hanum merasa sedikit kesal.
"Baiklah",jawab Hanum lalu mengakhiri panggilan mereka.
"Apa katanya?",tanya Wendy penasaran.
"Kata Dom dia menyuruhku menunggunya disini saja padahal aku ingin menungunya diluar karena jujur saja aku sudah sangat bosan terkurung dikamar ini".
"Sabar Hanum itu semua demi kebaikanmu,Dom melakukan ini juga karena dia tidak ingin kehilanganmu".
"Yah kamu benar Wendy".
***
Sementara itu Dom yang sudah sampai dirumah sakit berjalan dengan langkah lebar menuju lift yang akan membawanya kelantai teratas tempat kamar rawat Hanum berada,tapi saat dipintu lift dia bertabrakan dengan seseorang dengan memakai pakaian serba tertutup yang baru keluar dari dalam lift yang menuju lantai kamar Hanum,membuat Dom langsung mengerutkan keningnya. Dom merasa heran dan khawatir melihat orang mencurigakan itu,karena dilantai Hanum hanya ada beberapa kamar yang dikhususkan untuk pasien Vvip dan tidak sembarang orang bisa memakai lift ini selain pasien dan dokter yang menangani pasien Vvip dilantai itu.
__ADS_1
Dengan langkah tergesa gesa Dom masuk kedalam lift untuk memastikan tidak terjadi apa apa pada istrinya sekarang.
Kira kira siapa ya ๐ค,tapi kita simpen dulu ya karena autor lagi pengen nulis bab uwu aja. Jadi yang tegang nanti aja sambil autor mencari wangsit gimana cara menyelesaikan Arya sama Calista nanti๐๐.