Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
48.Awasi Mereka.


__ADS_3

Dom duduk dimeja kerjanya sambil memandang keTab yang diberikan Lucas padanya.


"Itu rekaman Cctv yang berhasil diambil orang kita waktu mereka bertemu direstoran beberapa waktu yang lalu,Dom".


Dom terdiam diTab yang dipegangnya terlihat Calista dan Clarisa sedang bicara untuk merencanakan tentang menjebak Dom agar bisa tidur dengan Calista,agar Calista bisa hamil.


"Jadi kau yakin mereka yang melakukan ini padaku",ucap Dom dingin.


"Itu sudah jelas bukan,mereka merencanakannya bersama pasti mereka yang melakukannya".


Dom menghela nafas,kali ini dia benar benar kecewa dan marah pada Calista dia tidak menyangka,ternyata sikap dinginnya selama ini tidak cukup untuk membuat Calista menyadari apa yang sudah dilakukannya dulu yang tega menggugurkan anak mereka. perasaan Dom sudah lama mati padanya,Dom masih mempertahankannya selama ini untuk menjadikannya tameng dari para perempuan diluar sana yang membuatnya merasa muak.


"Tapi masih ada yang aneh",ucap Dom.


"Apa lagi,apa kamu masih meragukan mereka berdua bisa melakukan itu?".


Dom menggeleng.


"Aku hanya merasa Aneh apakah hanya mereka berdua yang terlibat atau ada orang lain lagi dibelakangnya".


"Orang lain maksudmu siapa?",tanya Lucas tidak mengerti.


"Saat itu aku meminum minuman yang berada dinampan yang sama dengan Arya bahkan dia sendiri yang mengambilkannya untukku,kenapa hanya digelasku yang terdapat obat perangsangnya sedangkan digelasnya tidak",pikir Dom.


"Jadi maksudmu kamu mencurigai mantan suami Hanum?".


Dom langsung menatap tajam kearah Lucas.


"Ada apa?',tanya Lucas tidak mengerti.


"Apa kau masih ingin mendapat bonus akhir tahun nanti?",tanya Dom dingin.


"Tentu saja karena aku sudah berjanji pada Helen untuk membawanya keHawaii dengan bonusku itu".


"Kalau kau masih ingin mendapatkannya jangan pernah menyangkutkan lagi antara Hanum dan Arya itu".


"Tapi dia memang mantan suami Hanum kau tidak bisa mengingkari itu Dom".


"Dipotong 10 persen",ucap Dom dingin.


"A..apa kau gila 10 persen hanya karena aku menyebut kata dia mantan Hanum!!".


"20 persen dan itu akan terus berkurang kalau kau berani menyebutnya lagi",ucap Dom.

__ADS_1


Mendengar itu Lucas langsung terdiam,dia tau Dom benar benar bisa melakukan hal gila kalau dia merasa tidak suka dengan sesuatu atau miliknya diusik oleh seseorang.


"Baiklah, jadi apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tidak jadi memotong bonus akhir tahunku" ucap Lucas lirih.


"Kau suruh orang untuk mengawasi dia",ucap Dom.


"Dia maksudmu Arya mantan..."Lucas langsung menghentikan ucapannya saat melihat Dom menatapnya dengan pandangan menusuk kearahnya.


"Maksudku suami Clarisa",ralat Lucas.


"Hemm".


"Baiklah tapi kenapa dia melakukan itu padamu Dom bukankah kalian tidak pernah bermasalah selama ini?",tanya Lucas bingung.


"Mungkin benar tapi setelah hari itu kami berdua punya masalah dan aku tidak ingin dia lepas dari pengawasanku".


Lucas menatap Dom yang terlihat mengerikan saat bicara tentang Arya mantan suami Hanum,yang tidak pernah dilihat Lucas selama ini dari Dom kalau menyangkut urusan perempuan.


"Jadi kamu curiga dia juga ikut terlibat sudah menjebakmu malam itu",tanya Lucas.


"Bagaimana dengan mobil miliknya yang kuhancurkan kemarin?",tanya Dom.


"Seperti katamu aku tidak melakukan apa apa pada mobil itu,aku hanya memarkirnya diparkiran kantor".


"Seyakin itu apa kalian sudah bicara sebelumnya?',tanya Lucas penasaran.


"Hemm,hanya memberitaunya bahwa aku sudah menghancurkan salah satu mobil mewah miliknya".


"Sepertinya kau yang lebih dendam padanya dibandingkan dia,"gumam Lucas,tapi masih dapat didengar Dom.


"Apa maksudmu?',tanya Dom dingin.


"Aku hanya heran kau seserius itu menanggapi semua hal yang bersangkutan dengan masa lalu Hanum, tapi kenapa kau masih membiarkan Hanum sampai saat ini tinggal diApartemen itu,bahkan kau juga ikut tidur disana akhir akhir ini,apa kau tidak merasa risih,karena Apartemen itu termasuk harta gino gini Hanum".


Dom menghela nafas kasar.


"Dia tidak akan mau".


"Maksudmu?".


"Dia tidak akan mau pindah dari tempat itu meski aku membelikannya sebuah istana untuknya, bahkan kartu gold Card yang kuberikan padanya dia juga tidak mau memakainya,jadi aku tidak mungkin menyuruhnya pindah kalau itu membuatnya membenciku".


"Sepertinya kau sekarang sedang sakit Dom".

__ADS_1


"Apa maksudmu beraninya kau bilang aku sakit".


"Tentu saja kau sakit kau sedang sakit Cinta yang membuat otakmu tidak normal,untung saja kau bertemu perempuan normal kalau tidak aku tidak bisa mengatakannya lagi separah apa sakit cintamu itu sekarang".


Dom tidak menanggapi ucapan Lucas tentang nya.


"Mulai sekarang aku ingin kau mengawasi Arya dan juga berikan aku laporan tentang perusahaannya".


"Untuk apa Dom bukannya kau selama ini tidak tertarik untuk terjun dibidang itu".


"Bukan urusanmu lakukan saja apa yang aku perintahkan".


"Baiklah tuan Dom yang terhormat sekarang aku akan keluar dan melakukan apa yang kau perintahkan.


***


Sementara disebuah restoran Hanum dan Wendy sedang menyantap makan siang yang sudah kesorean setelah selesai pemotretan.


"Hanum kau tidak merasa berhutang penjelasan padaku?",tanya Wendy dengan tatapan menyelidik.


Hanum hanya diam saja dia pura pura tidak mendengar apa yang dikatakan Wendy padanya itu dan memilih menatap sekeliling restoran sambil menunggu pesanan mereka datang,saat matanya menatap sebuah meja tiba tiba dia terkejut melihat Arya sedang duduk dengan seorang perempuan yang diyakini Hanum itu pasti bukan istrinya.


"Hanum kau mendengar apa yang aku katakan tidak?',tanya Wendy sebal.


"Hah!, kau bicara tentang apa padaku?",tanya Hanum.


"Sebenarnya apa yang kau perhatikan dari tadi sampai tidak mendengar apa yang aku katakan!".


"Itu...".


Hanum belum selesai bicara saat Wendy sudah melihat arah tatapan Hanum dari tadi.


"Bukannya itu sibuaya kampung,sepertinya dia sedang makan siang juga jam segini, tapi sepertinya dia sedang makan dengan seoarang perempuan sekarang,apa itu mangsa barunya?",ucap Wendy setengah bergumam.


"Mungkin itu rekan bisnisnya jangan berpikir negatif tentang orang meskipun kita tidak suka padanya".


"Kau itu terlalu baik Hanum makanya dia memperlakukanmu semena mena seperti itu dulu,tapi aku tidak yakin itu rekan bisnisnya,memangnya ada rekan bisnis yang berpegangan tangan mesra seperti itu".


Hanum terdiam benar juga kata Wendy meskipun dia tidak ingin perduli dengan apa yang dilakukan mantan suaminya itu tapi dia dapat melihat bahwa Arya dan perempuan yang duduk didepannya itu terlihat mesra sekarang dibuktikan dengan Arya yang menggenggam tangan perempuan itu sambil menunggu pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Siapa kira kira perempuan yang berhasil ditipunya kali ini,aku sangat penasaran ingin melihat wajahnya karena dari tempat duduk kita tidak terlihat wajah perempuan itu, kalau sampai istrinya tau bagaimana kelakuannya saat ini aku tidak bisa membayangkannya Hanum",ucap Wendy.


.

__ADS_1


__ADS_2