
Hanum menghempaskan tubuhnya keatas ranjang,dia merasa lelah setelah pergi seharian bersama Wendy hanya untuk mencari barang pesanan Dom.
Apalagi diMall dia sempat bertemu Calista membuat hati dan perasaannya menjadi semakin lelah.
Hanum menelungkupkan tubuhnya sambil meraba bantal disampingnya tempat Dom biasanya tidur.
Ditariknya bantal milik Dom,lalu diciumnya dimana masih tercium aroma Dom dari bantal itu,tanpa terasa airmatanya tiba tiba mengalir, membayangkan kalau Dom tidak lagi disampingnya apakah dia akan sanggup menghadapi hari harinya lagi nanti.
Hanum menyapu air matanya pelan,hubungan mereka terlalu rumit,dia merasa perasaan cinta mereka tidak akan cukup untuk membuat hubungan mereka bertahan sampai akhir,apalagi dengan kondisinya yang tidak mungkin bisa memberi Dom keturunan. Itu menjadi beban berat lain untuk batinnya. Pengalamannya bersama Arya selama 7 tahun sedikit banyak menimbulkan trauma dan kesedihan mendalam karena dicap perempuan tidak sempurna.
Sekuat apapun dan setegar apapun dia, hatinya tetap sakit setiap kali mengingat bahwa dia tidak bisa mengandung seorang anak untuk suaminya.
"Apa kau begitu merindukanku sayang,sampai harus memeluk bantalku seerat itu",ucap Dom yang tiba tiba sudah berada dibelakang hanum.
"Dom!",panggil Hanum terkejut dan segera menyapu air matanya.
"Apa yang membuat nyonya Dominic menangis sendirian sekarang?".
"Aku merindukanmu,karena itu aku menangis",jawab Hanum.
Dom langsung mengerutkan dahinya mendengar itu.
"Apa kau merindukan kepulanganku?",tanya Dom.
Hanum mengangguk,"Iya".
Mendengar itu Dom terdiam ditatapnya wajah sembab Hanum dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.Dom menghela nafas,lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apa kau membelikan pesananku,sayang?",tanya Dom.
Mendengar itu Hanum bangkit dan mengambil paperbag yang diletakkannya dilantai.
"Ini".
Hanum menyerahkan paperbag itu pada Dom.
"Kenapa kau belum memakainya untukku?",tanya Dom.
"Aku terlalu lelah sekarang",jawab Hanum.
"Apa kau ingin aku membantumu memakaikannya?".
Mendengar itu Hanum berguling lalu mengulurkan tangannya manja kearah Dom.
"Ayo bantu aku memakainya malam ini",pinta Hanum.
"Tapi sepertinya kamu belum mandi ayo kumandikan".
Dom mengangkat tubuh Hanum dan membawanya kekamar mandi.
Dengan lembut Dom membantu Hanum melepas seluruh pakaian yang melekat ditubuh Hanum,lalu meletakkan tubuh Hanum didalam bathtub setelah mengisinya dengan air hangat dan memberikan sabun aroma terapi didalamnya. Kemudian Dom ikut masuk kedalam bathtup bersama Hanum dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Apa kamu merasa nyaman sekarang,sayang?".
"Hemm",gumam Hanum sambil memejamkan mata saat Dom memijid perlahan pundaknya.
"Apa yang kau lakukan hari ini sampai membuatmu kelelahan".
Hanum membuka matanya berpikir sebentar sebelum menjawab Dom.
"Tidak banyak,hanya pemotretan lalu pergi dengan Wendy untuk mencari pesananmu lalu..aku pulang karena terlalu lelah.Bagaimana dengan harimu Dom?",tanya balik Hanum.
"Tidak banyak hanya bekerja bekerja dan memikirkan dirimu".
"Gombal!".
"Kau tidak percaya?",tanya Dom dengan menggosok pelan tubuh Hanum.
Hanum menggeleng sambil menikmati sensasi ni*mat dari gosokan tangan Dom ditubuhnya.
"Selama dikantor aku selalu menunggu waktu untuk bisa bersamamu seperti ini".
"Kupikir dulu kau orang yang sangat dingin ternyata kau seorang perayu ulung, sudah berapa banyak wanita yang masuk kedalam rayuanmu",gerutu Hanum.
"Aku tidak pernah merayu perempuan lain selain dirimu".
"Aku tidak percaya!",jawab Hanum dengan memutar tubuhnya menghadap kearah Dom.
"Aku tidak perlu merayu perempuan tapi mereka yang selalu merayuku sampai aku merasa mati rasa pada mereka".
"Benarkah?,kurasa kau sedang berbohong sekarang Dom".
"Bagian mana yang sudah berhasil kuhidupkan Dom?",goda Hanum dengan memainkan tangannya didada bidang Dom.
"Periksalah",perintah Dom pada Hanum dengan membiarkan Hanum untuk bebas menyentuh seluruh bagian tubuhnya.
"Apakah disini yang bangun? atau disini atau disini,Dom?".
"Disini bagian yang sangat berhasil kau bangunkan".Dom menyentuhkan tangan Hanum ke python miliknya yang sudah bangun paripurna.
Hanum menatap Dom diam.
"Apa kau ingin aku memainkannya Dom?",ucap hanum dengan mulai menggerakkan tangannya yang menyentuh phyton milik Dom hingga membuat benda itu semakin membesar juga mengeras menjadi anaconda.
"Akh..."Hanum berhasil membuat Dom mengerang karena sentuhannya tapi saat Hanum ingin melakukan lebih Dom langsung mendorong tubuh Hanum mundur membuat Hanum mengeluarkan protes.
"Jangan sekarang sayang".
"Kenapa?",tanya Hanum yang merasa kesal karena Dom melarangnya untuk berbuat lebih.
"Bukankah kau berhutang untuk memakai lingery padaku",jawab Dom dengan mengangkat tubuh Hanum keluar dari dalam bathtub dan membilasnya dishower.
Setelah selesai Dom mengangkat tubuh Hanum dan membawanya kembali kekamar.
__ADS_1
Hanum hanya diam saja mendapat perlakuan istimewa seperti itu dari Dom,meskipun sempat kesal karena niatnya tadi ditolak tapi sekarang dia merasa sangat senang Dom memperlakukannya dengan lembut.
Sampai dikamar Hanum bermaksud memakai sendiri lingery yang tadi dibelinya tapi Dom kembali mencegahnya.
"Biar aku yang memakaikannya untukmu malam ini",ucapnya dengan mengambil benda itu dari tangan Hanum.
Lagi lagi Hanum hanya bisa diam melihat apa yang dilakukan Dom untuknya yang terasa sangat spesial itu.
"Kau sangat cantik memakai baju ini sayang",puji Dom.
Mendengar pujian manis Dom membuat tenggorokan Hanum tercekat.
"Dom...",panggilnya parau.
"Diamlah disini sebentar aku punya hadiah untukmu".
Hanum diam duduk ditepi ranjang menunggu Dom yang keluar mengambil sesuatu yang ingin diberikannya pada Hanum.
Tak berapa lama Dom kembali masuk kedalam kamar dengan membawa sebuket besar mawar merah muda untuk Hanum.
(Visual Hanum ππ)
Hanum terkejut mendapat kejutan itu.
"Ini..".
"Untukmu,aku sengaja membelinya langsung dari perkebunan mawar terkenal dinegara ini untuk memberikannya padamu dalam momen spesial ini".
"Momen spesial?,tapi...aku tidak sedang berulang tahun hari ini Dom",ucap Hanum.
"Bukan ulang tahun sayang tapi momen untuk melamarmu".
Dom mengeluarkan kotak beludru berwarna hitam dan membuka tutupnya yang didalamnya terdapat sebuah cincin berlian indah.
"Marry me",ucap Dom sambil mendekatkan kotak itu kearah Hanum.
Kali ini Hanum benar benar terharu tanpa terasa airmatanya mengalir dikedua pipinya,dia tidak menyangka akan mendapat kejutan spesial malam ini dari Dom.
"A...aku...Dom...".
Bahkan Hanum tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena terlalu terharu dan air matanya semakin deras keluar bahkan sekarang dia mulai terisak.
Melihat itu Dom langsung meraih tubuh Hanum kedalam pelukannya dan membelai lembut punggung Hanum untuk menenangkannya.
Setelah cukup lama Hanum menangis akhirnya dia mulai tenang tapi dia masih belum ingin Dom melepaskan pelukannya.
"Biarkan seperti ini dulu",pintanya.
Dengan patuh Dom menuruti keinginan Hanum untuk tetap berpelukan seperti itu lebih lama.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin mencoba cincin yang aku berikan untukmu sayang?".
"Bukankah aku belum bilang bersedia",jawab Hanum.