Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
163.Akhir Arya.


__ADS_3

"Baiklah Pertandingan apa yang kau inginkan?",tanya Dom dengan menatap kearah Arya yang sekarang sudah tidak terikat lagi.


"Menembak",jawab Arya dengan tersenyum culas.


"Ok tidak masalah,berapa peluru yang kau inginkan?",tanya Dom lagi dengan menyuruh anak buahnya menyiapkan dua senjata untuk meraka bertarung.


"Tiga",jawab Arya dengan keyakinan penuhnya.


"Baik,masukkan tiga peluru kedalam masing masing pistol!",perintah Dom pada anak buahnya tapi segera dicegah Arya.


"Kita masukkan masing masing peluru itu supaya aku yakin kau tidak menipuku",ucap Arya dengan meminta pistol kosong kepada anak buah Dom yang memberikan mereka berdua masing masing pistol kosong.


"Biarkan aku memilih sendiri pelurunya",pinta Arya saat anak buah Dom bermaksud memberi tiga butir peluru padanya.


"Biarkan saja",ucap Dom saat anak buahnya ingin menolak apa yang dipinta Arya barusan.


"Apa kau sudah siap?",tanya Arya dengan menatap kearah Dom yang terlihat sangat tenang melihat ekspresi Arya yang seolah sudah yakin akan berhasil membunuh Dom sebentar lagi.


"Ya ayo kita mulai",ucap Dom dengan mulai mengangkat pistol ditangannya untuk membidik kearah Arya.


"Aku ingin kita bertukar senjata sekarang sebelum kau mulai menembak agar aku yakin permainan ini adil".


"Baiklah",ucap Dom dengan menyuruh anak buahnya mengambil senjata Arya dan menyerahkan miliknya kepada Arya.


"Berdoalah Dom sebelum kau menarik pelatuk pistolmu sekarang",ucap Arya dengan menyeringai kearah Dom dan bersiap untuk membidik senjatanya itu.


Dom hanya terdiam dengan tatapan lurus kearah Arya.

__ADS_1


1....detik.... 2detik.... 3detik.... Dor!! Dor!!! Dor!!!


tiga kali suara tembakan terdengar menggema diruang tinggi kastil neraka itu dan membuat semua mata terbelalak terkejut melihatnya suasana kastil yang tiba tiba gelap karena seseorang telah menembak lampu yang berada ditengah ruangan itu.


"Dom!!!,kau baik baik saja!!",teriak Lucas cemas karena sempat mendengar suara desisan Dom barusan yang seperti terkena peluru.


"Apa kau sudah mati Dominic? ",tanya Arya yang berjalan mendekat kearah siluet tubuh Dom yang ambruk ditengah ruangan akibat tembakan beruntun Arya barusan.


"Dom!!! ",teriak Lucas lagi bermaksud menghampiri bayangan Dom yang diam ditengah ruangan tapi segera dihentikan oleh Arya.


"Berhenti!!!, bukankah ini pertarungan adil jadi kalian jangan ikut campur!!!",teriaknya pada Lucas dan anak buah Dom yang langsung terdiam ditempatnya dengan perasaan cemas melihat Siluet kedua orang itu yang sekarang posisinya terbalik.


Arya berdiri didepan Dom yang terbaring diam ditengah ruangan dengan perasaan puas.


"Ternyata hanya sebatas ini saja kemampuanmu dan itu mau kau gunakan untuk melawan seorang Arya Wiguna",ucap Arya dengan menendang tubuh diam Dom yang berada dibawahnya.


"Sayang peluru dipistol ini sudah habis, kalau masih ada aku bermaksud memberikanmu satu hadiah perpisahan istimewa dengan menembakkan peluru terakhir dari dalam mulutmu agar Saat berada dineraka nanti kau tidak punya nyali untuk bicara sesumbar lagi".


"Ka...kau bagaimana mungkin kau bisa selamat padahal aku yakin aku sudah menembak tepat dijantungmu barusan",ucap Arya ketakutan karena sekarang Dom sedang menodongkan pistol kearahnya.


"Bukankah sudah kukatakan aku tidak akan mati sebelum mengantarmu keneraka dengan tanganku sendiri",ucap Dom dengan menodongkan pistol kedalam mulut Arya membuat Arya terkejut dan kembali mengingat adegan saat Dom meletuskan pistol dimulut Edward.


"A... apa.. ya.. yang... ingin... kau... lakukan...",ucapnya dengan sangat takut karena meski suasana dikastil itu gelap,tapi Arya masih bisa melihat seringai mengerikan dari wajah Dom yang terkena pantulan cahaya lampu dari luar.


"Mengirimmu keneraka seperti seharusnya untuk bertemu partner sejatimu".


"Ku... kumohon... ja.. jangan... lakukan.. Dom aku berjanji tidak akan mengganggu hidupmu dan Hanum juga anak anak kalian lagi Dom tolong ampuni nyawaku sekali ini.Aku masih ingin melihat putri semata wayangku tumbuh besar dengan kehadiranku Dom",mohon Arya dengan merengek dibawah kungkungan Dom yang menatap Arya dingin tanpa mengatakan apapun tapi dari ekspresinya terlihat sudah tidak ada belas kasihan lagi pada pria satu itu.

__ADS_1


"D... Dom... kumohon... putriku... masih kecil dia masih membutuhkan aku saat ini...",rengek Arya keras tanpa perduli lagi dengan rasa malunya pada anak buah Dom yang berada disana karena dipikirannya saat ini kalau dia merengek seperti itu maka Dom akan mengampuni nyawanya.


"Apa kau sangat mencintai anakmu itu?",tanya Dom yang dijawab anggukan cepat oleh Arya.


"I... iya aku sangat mencintainya jadi kumohon ampuni aku demi anakku karena kau juga punya anak jadi kau pasti tau bagaimana rasanya kalau mereka nanti besar tanpa pernah tau keberadaanmu jadi kumohon... ".


"Baiklah akan kukabulkan permohonanmu untuk bersama anakmu selamanya".


Seketika bolamata Arya membulat mendengar itu, "A.. apa maksudmu Dom...",ucapnya terkejut dan juga takut.


"Aku akan mengubur kau dan putri kecilmu itu dalam satu lubang bagaimana apa kau suka ide itu?",ucap Dom dengan menyeringai kearah Arya yang sangat ketakutan mendengar apa yang dikatakan Dom itu.


"Kau gila!!!!, kau benar benar gila....kau tega membunuh bayi yang tidak berdosa itu hanya demi....".


"Nyawa putrimu adalah milikku, aku yang sudah memberikan putrimu nyawa hingga dia bisa hidup sampai detik ini jadi kalau aku ingin mengambilnya lagi itu bukan masalah!!".


"Ka.. kau... ".


"Berhentilah bicara dan ucapkanlah doa sebelum aku mewakili malaikat maut mengirimmu keneraka.Saat sampai disana tunggulah putri kecilmu dipintu neraka karena aku akan segera mengirimkannya padamu tidak lama setelah aku mengirimmu".


ucap Dom dengan menyeringai kearah Arya yang sudah sangat pucat karena Dom sudah memasukkan pistol itu kedalam mulutnya dan sudah siap menarik pelatuk pistol dalam hitungan detik dan....


"DOR!!!".


Semua orang yang berada diruangan itu terkejut mendengar kerasnya suara letusan pistol itu dan langsung menarik nafas lega yang seolah dari tadi mereka tahan.


Tapi saat mereka berpikir semua sudah berakhir dengan eksekusi Arya yang dilakukan Dom mereka terkejut karena tiba tiba tubuh Dom ikut jatuh diatas tubuh Arya yang sudah tidak bergerak itu.

__ADS_1


"Dom!!! ",teriak Lucas dengan segera menghampiri tubuh Dom lalu mengangkatnya dengan dibantu anak buahnya ketempat terbuka untuk memeriksa kondisi Dom yang ternyata terkena tembakan Arya tadi tepat dijantungnya.


Tamat ngak ya 😁😁.


__ADS_2