
Dom mengajak Calista kehotel tempat mereka akan menghabiskan malam ini.
Sepanjang perjalanan Calista selalu bergelayut manja dilengan Dom membuat Lucas yang membawa mereka kehotel hanya bisa berdehem berkali kali.
"Sepertinya tadi kau salah makan Lucas",ucap Dom sambil menatap keluar jendela dan membiarkan Calista yang sudah tidak sabar dengan meraba raba tubuhnya.
"Mungkin ini efek terlalu banyak begadang karena kau terlalu banyak memberiku pekerjaan Dom.
"Kau bisa pulang setelah kau mengantar kami sampai dihotel Lucas, karena aku dan Dom akan sangat sibuk malam ini jadi tidak memerlukan bantuanmu lagi",ucap Calista.
"Benarkah,syukurlah karena aku juga ingin segera memeluk Helen malam ini,aku yakin sekarang dia sedang duduk sendiri menunggu aku untuk segera pulang kerumah".
Dom tidak menanggapi lagi ucapan Lucas,dia lebih ingin menyingkirkan tangan Calista yang mulai berani membuka kancing kemeja yang dipakainya dan mulai menyelusupkan tangan itu kedalamnya.
Lucas dapat melihat ekspresi dingin Dom dari kaca spion dan dia merasa senang melihat bagaimana Dom menahan untuk tidak melempar Calista sekarang keluar dari mobil itu.
"Calista anggap saja aku tidak ada didalam mobil, kalian berdua bebas berbuat apa saja dikursi belakang".
"Berhenti bicara dan cepat antar kami kehotel!",perintah Dom geram.
"Honey biarkan saja Kau tidak perlu mendengarkan Lucas dia hanya iri karena sekarang dia melihat kita bersama",ucap Calista dengan memutar wajah Dom dan langsung mencium bibir Dom meskipun Dom berhasil menghindar, tapi dia berhasil mendaratkan bibirnya itu disamping bibir Dom,membuat Lucas langsung tersenyum puas melihat itu.
Melihat Calista yang sangat agresif Dom mendorong tubuh Calista pelan.
"Sabarlah sebentar Calista sampai kita berada dikamar Hotel nanti",ucap Dom.
Calista ingin protes tapi dilihatnya Dom sedikit menggeser duduknya dengan terpaksa dia menuruti ucapan Dom.
tapi dia masih bergelayut manja dilengan Dom sampai mereka sudah diHotel.
Saat sudah berada didalam
kamar Calista bermaksud langsung mendorong Dom keatas ranjang ,tapi Dom langsung mencegahnya,"mari kita minum segelas anggur lebih dulu sebagai pembukaan malam panjang kita",ajak Dom dengan menuangkan anggur kedalam dua buah gelas yang salah satu gelasnya sudah diberi obat perangsang terlebih dulu untuk membuat Calista tidak sadar malam ini.
Calista menerima gelas dari tangan Dom tanpa curiga dengan langsung meminum habis anggur miliknya karena sudah tidak sabar ingin segera bercinta dengan Dom setelah itu.
Saat Calista ingin memeluknya Dom sedikit menghindar dan berjalan kearah pintu kamar.
__ADS_1
"Dom...",panggil Calista karena merasa gairahnya sudah bangkit akibat pengaruh obat perangsang dari minuman itu.
"Siapkan dirimu,aku akan menghubungi Lucas sebentar untuk memintanya jangan mengganguku malam ini".
"Jangan lama lama karena aku sudah tidak tahan Dom...",desis Calista yang mulai merasa semakin gerah.
"Hanya 5menit sabarlah sebentar lagi Calista".
Setelah mengatakan itu,Dom segera keluar dari dalam kamar itu menuju kamar lain yang letaknya berada dua kamar dari kamar Calista dimana disana Lucas sudah menunggunya disofa dengan peralatan penyadap untuk mendengarkan apa yang sedang terjadi dikamar Calista.
"Lima menit lagi suruh orang itu masuk kedalam kamar Calista",perintah Dom dengan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa dan langsung melepas semua baju yang dikenakannya saat bersama Calista tadi.
"Dom apa yang kau lakukan?",tanya Lucas bingung.
"Ambilkan aku baju ganti",perintah Dom pada Lucas.
Meskipun bingung Lucas tetap melakukan apa yang diperintahkan Dom.
"Buang bajuku yang bekas disentuh Calista ini ketempat sampah", perintah Dom.
"Kau begitu membenci Calista tapi kau mau bersusah payah melakukan sandiwara ini sebenarnya apa yang kau inginkan",tanya Lucas.
"Anak Calista,"jawab Dom dingin.
"Maksudmu apa anak Calista?",tanya Lucas tidak mengerti.
"Kau akan mengerti nanti setelah dia hamil dan melahirkan jadi awasi gerak gerik Calista setelah ini apa lagi kalau sampai dia bertemu sibrengsek itu".
"Apa kau tidak ingin mereka bertemu?',tanya Lucas.
"Biarkan mereka bertemu dan buat sibrengsek tau bahwa Calista berbaikan denganku dan kami baru saja tidur bersama".
Lucas hanya terdiam mendengar itu pemikiran Dom benar benar diluar ekspetasi nalarnya.
"Lalu bagaimana kalau Hanum tau soal ini?",tanya Lucas.
"Aku mengatakan padanya tadi sebelum pergi, malam ini aku akan menghabiskan malam bersama Calista",jawab Dom.
__ADS_1
"Sepertinya kau sudah tidak waras Dom",gumam Lucas tapi masih bisa didengar oleh Dom dan dia langsung menoleh kearah Lucas tajam.
"Jangan mengatakan apapun aku tau ini bukan urusanku dan aku akan diam sekarang",ucap Lucas berpindah kesisi lain dikamar itu.
"Dom mereka sudah mulai",ucap Lucas dengan menoleh kearah Dom yang diam tidak menanggapi ucapannya.
"Dom!",panggilnya lagi karena Dom tampak sibuk menatap kearah layar ponselnya.
Dom menoleh sebentar kearah Lucas.
"Ada apa?",tanyanya dingin.
"Mereka sudah mulai coba kau dengarkan".
Lucas mengeraskan volume alat penyadap yang mereka pasang dikamar Calista dan terdengar saat ini Calista sedang asyik bercinta dengan si pemuda bayaran itu.
"Kau dengarkan saja memakai headsed,aku tidak tertarik",jawab Dom dengan kembali menatap kelayar ponselnya.
"Apa maksudmu?',tanya Lucas.
"Pasang headsed ditelingamu dan dengarkan suara suara mereka sekarang jangan sampai kau melewatkan sedikit pun suara aneh dari mereka berdua".
Kali ini Lucas menatap Dom bingung karena merasa otak Dom sudah tidak normal.
Bisa bisanya dia menyuruh Lucas dan pengawal yang ada dikamar itu untuk mendengarkan suara suara erotis dari Calista dengan sipemuda menggunakan headsed selama semalaman,apa Dom lupa kalau dia dan pengawal yang disana adalah para pria normal yang bisa ikut bergairah mendengarkan hal itu.
Kecuali Dom sekarang Lucas yakin dia memang sudah tidak normal sebagai seorang pria karena dia sama sekali tidak bereaksi mendengar erangan Calista dan sipemuda yang masih berkumandang didalam kamar itu. Dia saja merasa adik kecilnya sudah mulai bereaksi sekarang mendengar erangan Calista dan sipemuda yang baru saja mendapatkan pelepasan mereka.
Sedangkan Dom sama sekali tidak bereaksi dengan suara itu.
"Dom kau baik baik saja",tanya Lucas penasaran.Lucas bisa melihat pengawal mereka sudah berkali kali menyeka keringat dinginnya dengan tisu karena efek suara bercinta Calista dan sipemuda lewat alat penyadap.
"Kenapa?",tanya Dom masih tidak mengalihkan matanya dari layar ponselnya.
"Kurasa kau sudah tidak normal sekarang",gumam Lucas.
"Aku sudah bilang dengarkan menggunakan headsed,bukan didengarkan seperti kau mendengarkan suara orang sedang konser seperti ini,kalau kalian tidak tahan kalian boleh pergi kekamar mandi untuk bersolo disana",jawab Dom santai.
__ADS_1