Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
99.Aku Belum Memaafkanmu.


__ADS_3

Hanum terkejut mendengar apa yang dikatakan Dokter Moris tentang kondisi bayi Clarisa itu,sebagai sesama wanita yang yang juga akan menjadi seorang ibu tiba tiba dia merasa terenyuh mendengar bayi itu sakit.


"A.. apakah parah kondisinya Dokter?",tanya Hanum.


Mendengar pertanyaan itu Dokter Moris tiba tiba menghela nafas berat.


"Kami masih terus memeriksa kondisinya, penyakit apa saja yang diderita bayi itu",jawab Dokter Moris.


Tanpa disadari wajah Hanum menjadi pucat mendengar ucapan dokter Moris.


"Maksud anda bayinya bisa saja mengidap lebih dari satu penyakit? ",tanyanya.


"Iya,apa anda ingin melihat kondisi bayi nyonya Clarisa sekarang?",tanya Dokter Moris.


"Apakah tidak papa? ",tanya balik Hanum.


"Bayi nyonya Clarisa berada diruangan khusus ,anda bisa melihatnya dari luar dinding kacanya saja untuk mencegah kondisinya menjadi parah".


"Baik saya mengerti dokter saya hanya ingin melihatnya sebentar sebelum pulang".


"Apa anda ingin diantar kesana nyonya?",tanya Dokter Moris.


"Tidak perlu saya akan pergi sendiri keruang isolasi bayi itu".


Setelah mengatakan itu Hanum berjalan meninggalkan dokter Moris menuju ruangan khusus dimana bayi Clarisa berada.


Hanum berdiri dijendela kaca itu sambil memandang bayi mungil yang tubuhnya dipasangi berbagai alat medis itu dengan perasaan tidak menentu.


"Apa kau kemari untuk menghinaku? ",ucap Clarisa yang tiba tiba sudah berada disampingnya.


Hanum langsung menoleh kearah Clarisa,"Apa Arya tau tentang ini? ",tanya Hanum balik bertanya dengan kembali menatap kearah bayi itu.


"Ini tidak ada urusannya dengannya meski dia ikut membuat kondisi Anggela bertambah parah karena memaksanya lahir sebelum waktunya",jawab Clarisa.


"Apa maksudmu? ",tanya Hanum dengan kembali menatap Clarisa yang ternyata penampilannya sekarang sudah banyak berubah dia terlihat lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu.


"Jangan menatapku seperti itu, apa kau pikir aku sekarang merasa bersalah karena telah merebut suamimu dulu",ucapnya dengan nada sinis.


Hanum hanya mengangkat bahu, "Aku tidak perduli soal itu,karena aku juga bukan orang baik yang akan mudah memaafkan apa yang sudah kau lakukan padaku waktu itu, aku kesini hanya penasaran dengan kondisi bayi kalian".


Clarisa menghela nafas keras tanpa bermaksud menjawab ucapan Hanum tapi dari ekspresinya Hanum dapat melihat kesedihannya saat menatap bayinya itu.

__ADS_1


"Apakah parah kondisinya?",tanya Hanum dengan nada pelan.


"Ya, cukup parah aku hanya berharap agar dia bisa bertahan sampai besar nanti agar aku tidak merasa semakin berdosa padanya",jawab Clarisa.


"Kenapa kau tidak meminta Arya untuk merawatnya keluar negeri saja?".


"Kau pikir dia perduli pada putriku",jawab Clarisa ketus.


"Kurasa dia harus perduli karena ini...".


"Dia bukan anak Arya",jawab Clarisa yang membuat Hanum langsung membulatkan mata terkejut mendengar itu.


"Tidak usah memasang wajah seperti itu,kau pikir aku perempuan baik baik sepertimu yang mau menghabiskan bertahun tahun dengan pria seperti dia".


"Jadi apa dia tau tentang itu? ",tanya Hanum penasaran.


"Ya.. awalnya aku bermaksud tetap merahasiakannya selama mungkin tapi ternyata mulut jahatku tidak tahan untuk tidak mengatakan itu saat melihat dia bercinta dengan saudaraku sendiri dasar menjijikkan".


"Bukankah kau juga seperti itu",cibir Hanum sinis pada Clarisa.


"Paling tidak aku tidak melakukan itu pada suami saudaraku kalau dirimu itu urusan lain karena kau bukan siapa siapaku",balas Clarisa.


"Bukankah akhirnya kau juga mengikuti jejakku dengan menggoda suami orang",balas Clarisa tidak mau kalah.


"Yah.. itu karena kau dulu yang mengambil milikku karena itu... ".


"Aku hanya memuluskan jalanmu untuk bercerai dengan Arya saat itu seharusnya sekarang kau berterimakasih padaku karena bisa lepas dari pria brengsek seperti dirinya".


"Aku berterimakasih padamu kurasa kau harus bermimpi aku mengatakan itu, karena sampai sekarang aku belum bisa memaafkanmu atas perbuatanmu yang bercinta diatas ranjangku".


Clarisa hanya mengangkat bahunya t


tidak perduli,"Aku tidak butuh maafmu untuk tetap hidup meskipun aku sudah bersalah padamu".


"Dasar brengsek! ",maki Hanum.


"Terserah kau mau memaki atau menghinaku aku tidak perduli,yang penting aku merasa apa yang kulakukan padamu sudah kubayar lunas dengan apa yang kualami selama menikah dengan Arya".


"Itu salahmu kenapa kau berani mengambil milik orang lain tanpa merasa bersalah anggap aja itu karmamu".


"Bukankah kau juga mengikuti jejakku mengambil milik orang lain,apa kau mau mendapat karma juga".

__ADS_1


"Kurasa aku sudah mendapatkan itu".


"Benarkah,aku senang mendengarnya".


"Tapi karmaku berbeda denganmu mungkin karena aku lebih sedikit menyakiti hati orang dibandingkan dirimu".


"Lalu apa karmamu sampai kau begitu sombong bicara seperti itu padaku".


"Aku hamil anak kembar dengan Dom",ucap Hanum dengan ekspresi bangga yang tidak disembunyikannya.


"Kurasa kau benar,Tuhan menghukummu seperti itu karena kau baru satu kali berbuat kesalahan",ucapnya dengan nada tidak perduli.


Hanum tidak menjawab lagi ucapan Clarisa lama mereka berdua berdiri diam menatap bayi mungil dalam box itu.


"Apa kau khawatir padanya?',tanya Hanum tiba tiba.


"Tentu saja khawatir karena dia anakku",jawab Clarisa ketus.


"Tapi kau tidak tau siapa ayah dari anakmu apa itu tidak papa? ".


"Aku bukan dirimu yang selalu berpikir hidup itu hanya baik dan buruk,tapi aku hanya mencoba bertanggung jawab dengan apa yang sudah kulakukan seburuk apapun perbuatanku itu".


"Kurasa kau orang yang unik",ucap Hanum tiba tiba tanpa bisa ditahannya.


"Tidak usah memuji atau merasa iba padaku karena itu tidak membuat aku menyukaimu,kalau kau ingin tau aku selalu membenci tipe perempuan seperti dirimu yang selalu dengan mudah mendapat keberuntungan tanpa perlu bersusah payah seperti aku".


"Jangan salah mengira karena aku mengatakan hal itu padamu,aku juga tetap tidak menyukaimu bahkan seandainya kau tidak merebut Arya dariku pun aku tetap tidak menyukai tipe perempuan sepertimu yang sangat menyebalkan".


"Aku mungkin menyebalkan bagimu tapi kalau kau ingin tau kau lebih menyebalkan dari diriku dasar kau... ".


"Apa kau baik baik saja sayang!",Ucap Dom dengan suara menggelegar dari arah belakang membuat Hanum dan Clarisa langsung menoleh kearah Dom.


"Aku baik baik saja,Dom dari mana kau tau aku berada disini? ",tanya Hanum sambil berjalan menghampiri Dom yang menatap tajam kearah Clarisa.


Melihat itu Hanum langsung menggamit tangan Dom dan bermaksud mengajaknya pergi dari sana sebelum dia salah sangka mendengar ucapan Clarisa barusan.


"Dokter Moris yang mengatakan padaku bahwa kau berada disini, apa dia menyakitimu?",tanya Dom dengan menatap kearah Clarisa lagi.


Hanum menggeleng,"Kami hanya mengobrol tadi karena lama tidak bertemu".


Dom langsung mengernyitkan dahinya,"Mengobrol?",tanyanya tidak percaya karena dia tadi mendengar Clarisa seperti sedang menghina Hanum.

__ADS_1


__ADS_2