
Clarisa sangat gugup mendengar apa yang diucapkan Dom padanya.
"I.. itu.. Dom".
"Apa tujuanmu sebenarnya melakukan itu?",tanya Dom dingin.
"D... Dom ma.. maaf tapi aku benar benar tidak bermaksud mengambil putrimu".
"Lalu...apa kau melakukan ini untuk menjadi pahlawan kesiangan agar aku bersimpati padamu?",tanya Dom lagi.
Clarisa kembali menggeleng,tapi kemudian mengangguk bingung bagaimana harus mengatakan apa sebenarnya yang diinginkannya.
"Katakan atau kau ingin aku memaksamu melakukannya",perintah Dom.
"A.. aku ingin kau menjaga putriku kalau nanti a... aku pergi...",ucap Clarisa terbata bata membuat Dom dan Lucas terkejut mendengar itu.
"Apa maksudmu?",tanya Dom dengan. mengerutkan kening bingung.
"A.. aku sakit.. waktuku tidak lama lagi jadi sebelum aku pergi aku ingin sedikit membalas kebaikanmu dengan menggagalkan rencana Arya",jawab Clarisa.
"Benarkah?, atau kau sedang berusaha menjebakku lagi supaya iba padamu sekarang? ".
Clarisa menggeleng",Kalau kau tidak percaya lihatlah ini".
Clarisa mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya dan memberikannya pada Dom untuk dilihatnya.
Dom menerima amplop itu lalu memberikannya pada Lucas, "Periksa ini apakah asli atau palsu".
Lucas menerima amplop itu lalu membukanya dan mengeluarkan surat keterangan dokter dari sebuah Rumah sakit kecil dipinggir kota tentang bagaiman kondisi Clarisa saat ini.
"Aku akan menyuruh orang mengantar ini keDokter Moris agar kau yakin dengan keasliannya",ucap Lucas dengan menyerahkan amplop itu pada pengawal Dom dan menyuruhnya membawa kepada Dokter Moris untuk diperiksa.
"Lalu kau tetap harus menjelaskan padaku bagaimana kau bisa membawa kembali putriku dengan begitu mudah apa kau pikir aku akan percaya begitu saja saat kau bilang Arya melepaskannya".
__ADS_1
Clarisa kembali menggeleng,"Arya tidak pernah menculik putrimu,aku yang membawanya pergi lalu tadi pagi...".
Dom sudah berniat mencengkram tubuh Clarisa tapi Lucas segera menahannya.
"Dengarkan saja penjelasannya Dom toh tidak merugikanmu juga karena sekarang keadaan putrimu sudah baik baik saja ,mungkin dengan ini kita bisa tau apa yang harus kita lakukan untuk memberi pelajaran pada sibrengsek Arya ini".
Mendengar ucapan Lucas Dom kembali keposisi duduknya lagi,"Baiklah....jelaskan sekarang'', perintahnya pada Clarisa.
*Flashback Clarisa*
Clarisa sedang berjalan keluar dari ruangan Dokter Moris setelah mengurus surat keterangan pulang untuk putrinya.
Setelah berbulan bulan tinggal diRumahsakit hari ini akhirnya putri kecilnya itu boleh pulang bersamanya.
Saat berjalan menuju ruang bayi untuk mengambil putrinya,tiba tiba dia bertabrakan dengan Arya yang langsung dikenalinya meski sudah merubah penampilannya.
Clarisa merasa curiga melihat Arya berada diRumahsakit itu jadi dengan sembunyi sembunyi di ikutinya Arya sampai keruang Vvip tempatnya tinggal .
Dengan berbekal pengalamannya selama putrinya sakit dan dirawat disana ,akhirnya Clarisa berhasil masuk kedalam ruang rawat Calista dengan menyamar sebagai perawat.
Tapi Clarisa tidak tau bahwa seragam perawat yang dipakainya itu ternyata milik perawat yang cukup dipercaya Arya dalam membantunya untuk mencari informasi tentang Hanum dan Dom.
Dan sepertinya Arya dan perawat itu sedang merencanakan sesuatu yang jahat sebelum perawat itu dibius oleh Clarisa tadi.
Jadi saat Clarisa masuk dengan dandanan semirip mungkin dengan perawat itu, Arya langsung menanyakan tentang rencana mereka.
"Bagaimana apa kau sudah siap membawa bayi Dom dan Hanum pergi?",tanya Arya yang tampak bersiap akan pergi juga saat itu membawa Calista yang hanya diam saja dengan tatapan kosong membuat Clarisa yang melihat bagaimana kondisi saudaranya itu setelah bersama Arya menjadi sedih dan marah.Apalagi saat mendengar apa yang ditanyakan Arya tadi membuatnya semakin membenci pria brengsek didepannya itu.
"A.. apa maksud anda tuan?",tanya Clarisa.
"Aku akan menunggumu dihalte pertama Rumah sakit ini satu jam lagi".
"Tapi itu akan sulit tuan akan ada kamera Cctv yang bisa melihat apa yang akan saya lakukan".
__ADS_1
"Kamu tenang saja soal itu, aku sudah merusaknya untuk sementara jadi kau akan aman",Perintah Arya pada Clarisa yang diduga perawat anak buahnya itu.
Clarisa hanya mengangguk dengan pikiran bingung bagaimana caranya untuk membalas Arya sekarang supaya dia merasakan penderitaan yang sama seperti yang sudah dialaminya selama ini sementara waktunya tidak banyak untuk berpikir atau menyusun rencana balas dendam sekarang.
Sambil berpikir dia berjalan menuju ruang bayinya untuk melihat kondisi putrinya yang meski sudah berumur beberapa bulan tapi ukurannya masih seperti bayi yang baru lahir membuat Clarisa langsung sedih memikirkan itu,tapi untuk terus merawat bayi kecil itu dirumah sakit ini juga tidak mungkin karena biayanya mahal.
Tiba tiba sebuah ide jahat terlintas dipikirannya untuk mengganti bayi Dom dengan bayinya sendiri toh Arya tidak tau kalau itu anaknya jadi saat dia menyakiti anak itu nanti baru Clarisa bermaksud memberi tau Arya bahwa anak yang disakitinya itu adalah anaknya sendiri dengan membawa semua bukti test DNA milik bayinya.
Mungkin itu kejam tapi kalau dia harus menyerahkan bayi Dom itu tidak mungkin,dia tidak ingin lagi berbuat jahat disisa usianya yang tidak lama lagi itu jadi akhirnya dengan berat hati dia menyerahkan bayinya sendiri pada Arya untuk memberi pelajaran pada pria jahat itu.
Lalu tetap mengambil anak Dom yang berjenis kelamin sama dengan anaknya untuk menarik perhatian Dom supaya Dom bisa menyelamatkan anaknya nanti.pikirnya
saat itu hanya ide gila itu yang sempat terlintas dipikirannya.
***
Clarisa mengakhiri penjelasannya dengan wajah tertunduk.
"Maaf Dom aku tidak bermaksud....".
"Kau gila!!,"bentak Dom yang membuat Clarisa semakin tertunduk mendengar Dom memakinya.
"Itu adalah satu satunya cara yang bisa kupikirkan saat itu",jawab Clarisa lirih dan mulai terisak karena merasa sangat bersalah pada putri kecilnya yang dia korbankan demi membalas sakit hatinya pada Arya.
"Apa otakmu sudah berhenti bekerja saat itu sampai tega mengorbankan anakmu sendiri untuk kau serahkan pada bajingan itu!!",bentak Dom dengan sangat emosi memikirkan bayi kecil yang tidak bersalah itu berada ditangani baji*an gila seperti Arya.
"Ma.. maaf.. a.. aku..".
Clarisa tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya mendengarkan apa yang dikatakan Dom dia menjadi sangat takut kalau saat ini Arya sudah membunuh bayinya karena sudah lebih 24 jam Arya belum juga menghubungi Dom untuk bernegosiasi.
"Temukan lokasi Arya sekarang juga!",perintah Dom pada anak buahnya dengan marah yang dijawab anggukan oleh mereka.
"Dan kau berdoalah semoga anakmu masih hidup saat aku menemukan tempat persembunyian baji*an itu nanti",ucap Dom dingin pada Clarisa karena dia sangat marah dengan ide gila perempuan itu yang tega mengorbankan anak tidak berdosa untuk membalas dendam pada Arya.
__ADS_1