
Hayo siapa yang sudah tidak sabar menunggu part buka puasa mereka ππ.
Hanum meletakkan kedua tangannya kewajah Dom memerintahkan Dom untuk menutup matanya saat itu.
"Tutup dulu matamu biar aku mengambilkan kejutanku untukmu",pinta Hanum dengan mulai bangkit dari duduknya,sementara Dom menuruti permintaan sang istri dengan patuh.
"Baiklah...aku sangat penasaran dengan kejutanmu kali ini sayang",ucapnya tapi tetap menutup matanya agar Hanum merasa puas karena Dom menuruti perintahnya.
"Dom sekarang kamu sudah boleh membuka matamu",ucap Hanum setelah cukup lama Dom menutup matanya dengan tetap diposisinya tadi.
"Benarkah?",tanya dengan perlahan mulai membuka matanya,"Dimana kamu sayang?",tanya Dom karena tidak melihat Hanum dihadapannya.
" Disini",panggil Hanum yang membuat Dom langsung menoleh kearah suara Hanum.
Dom membulatkan sempurna matanya saat melihat Hanum duduk diatas ranjang dengan hanya memakai lingeri transparan membuat nafas Dom sampai tercekat ditenggorokan dibuatnya.
"Kemarilah Dom",perintah Hanum dengan merentangkan tangannya mengundang Dom untuk menghampirinya keatas ranjang.
Dengan patuh Dom berjalan kearah Hanum tanpa mengalihkan tatapannya dari sang istri yang penampilannya sangat menggoda malam ini.
"Sayang apa maksudnya ini? ",tanya Dom dengan suara parau menahan hasratnya yang sudah mulai bangkit melihat Hanum berpenampilan seperti itu.
Hanum menggeser tubuhnya mendekat kearah Dom dan mulai menyentuh wajah tampan Dom yang ditumbuhi bulu bulu halus itu.
"Apa aku cantik malam ini Dom? ",tanyanya dengan mengerakkan tangannya menelusuri rahang tegas Dom dengan perlahan membuat Dom terpaksa memejamkan matanya sebentar sebelum menjawab pertanyaan menggoda Hanum itu.
"Ya...kamu sangat cantik sayang",jawab Dom dengan suara semakin parau karena Hanum mulai menggerakkan tangannya pelan kebagian leher Dom,yang membuat Dom semakin sulit bernafas dibuatnya.
"Lalu... ",ucap Hanum dengan semakin berani menggerakkan jemarinya untuk menggoda Dom yang sudah hampir kehilangan akal sehatnya ingin segera menerkam Hanum tapi sekuat tenaga ditahannya karena takut akan kondisi Hanum yang baru sembuh.
"Sayang.... jangan seperti ini ucap Dom dengan memejamkan matanya saat merasakan Hanum sengaja mendekatkan tubuhnya kearah Dom hingga membuat Dom hampir hilang akal karena menginginkannya sekarang.
"Kenapa...apa kamu menginginkanku Dom?",tanya Hanum dengan mulai melepas kancing kemeja atas Dom.
__ADS_1
"Tentu saja aku sangat menginginkanmu sayang apalagi kamu terlihat sangat cantik sekarang membuatku hampir tidak bisa menahan diri melihatmu dengan baju ini".
"Lalu... kenapa kamu tidak memulainya?".
"Sayang... aku tidak berani",jawab Dom dengan mencoba menelan ludahnya yang terasa kelat.
"Kenapa...? ",tanya Hanum dengan ekspresi manja.
"Aku takut tidak bisa menahan diri kali ini kalau sudah mulai menyentuhmu sayang,jadi sebaiknya kita hentikan saja permainan ini oke dan ayo kita beristirahat",ajak Dom dengan menarik Hanum membawanya untuk merebahkan diri diatas ranjang bersiap untuk tidur.
Hanum menggeleng,"Aku sengaja berdandan seperti ini dan kamu malah mengajakku tidur!.Aku tidak mau Dom! ",jawab Hanum ketus.
Dom menyugar rambutnya dengan kesal pada dirinya sendiri saat melihat Hanum kecewa seperti itu.
"Baiklah..maaf,aku tidak bermaksud menolakmu sayang tapi kamu tau bukan apa kata Dokter Moris bahwa....".
"Dokter Moris bilang kita boleh melakukannya asal berhati hati!",jawab Hanum tegas.
"Hah!,"Dom terkejut mendengar itu dan ekspresinya saat ini tidak bisa disembunyikannya.
"Benarkah?",tanya Dom seolah tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Hanum.
"Tentu saja",jawab Hanum dengan ekspresi yakin.
"Kalau begitu biar aku bicara dulu dengan Dokter Moris sekarang",ucap Dom.
"Untuk apa? ",tanya Hanum tidak mengerti maksud Dom.
"Untuk menanyakan apa yang baru saja kamu katakan itu, apakah benar sekarang kita sudah boleh bercinta atau tidak",jelas Dom dengan mulai menghubungi Dokter Moris yang membuat Hanum langsung ternganga dibuatnya.
"Dom...! ".
"Sssttt!",ucap Dom dengan menempelkan jari telunjuknya kebibir Hanum karena dia akan bicara dengan Dokter Moris.
"Halo Dokter",sapa Dom.
__ADS_1
"Halo tuan Dominic apa ada yang bisa saya bantu sekarang?",tanya Dokter Moris dari seberang sana.
"Saya hanya ingin bertanya bagaimana Kondisi Hanum saat tadi pagi anda memeriksanya? ",Tanya Dom dengan tidak mengalihkan tatapannya dari Hanum yang sudah memasang wajah cemberut disampingya,karena merasa Dom terlalu berlebihan saat ini.
"Kenapa tuan Dominic,apa ada masalah dengan nyonya Hanum sekarang?",tanya Dokter Moris terdengar khawatir diseberang telpon.
"Tidak Hanum baik baik saja,aku hanya ingin memastikan kondisi Hanum dengan anda sekarang karena saat pemeriksaan tadi aku sedang tidak ada ditempat".
"Oh... soal itu saya bisa memastikan kondisi nyonya Hanum sekarang benar benar sudah sehat saya menyarankannya tetap memakai kursi roda saat berjalan jalan hanya supaya dia tidak merasa terlalu lelah efek baru pulihnya".
Dom mendengarkan apa yang dikatakan Dokter Moris sambil menatap Hanum yang menunjukan wajah semakin kesal kearahnya dengan memonyong monyongkan bibirnya mengikuti ucapan Dokter Moris ditelpon saat menjawab pertanyaan Dom, membuat Dom harus benar benar menahan keinginan kuatnya untuk menerkam Hanum yang sangat menggoda dengan ekspresi seperti itu.
"Lalu...bagaimana dengan berhubungan s*x...".
Hanum membolakan matanya mendengar Dom menanyakan hal itu pada Dokter Moris dengan ekspresi biasa,sementara dia yang mendengar saja merasa malu saat ini.
"Maksud anda? ",tanya Dokter Moris pada Dom karena Dom sengaja menggantung pertanyaannya untuk melihat ekspresi Hanum saat dia menanyakan hal itu pada Dokter Moris.
"Apakah....".
Hanum berusaha menutup mulut Dom saat Dom akan mengatakan pertanyaan pribadi itu kedokter Moris,melihat itu dengan sigap Dom menarik Hanum mendekat kearahnya dan mengunci tangannya dengan satu tangan Dom yang masih bebas.
"Ada apa Tuan Dominic? ",tanya Dokter Moris karena Dom tidak menyelesaikan ucapannya.
Saat Dom akan bicara Hanum berbisik pelan sambil menggeleng mencoba melarang Dom menanyakan hal itu karena dia merasa sedikit malu mendengarnya.
"Dom... jangan...",pinta Hanum dengan pelan takut Dokter Moris bisa mendengar suaranya yang bernada aneh itu.
Dom hanya menatap Hanum saat dia bicara tanpa bermaksud menuruti perintahnya.
"Apa itu artinya kami sudah boleh bercinta Dokter? ",tanya Dom sambil menatap Hanum dengan ekspresi sulit diartikan.
"Oh... untuk masalah itu,selama kalian melakukannya dengan pelan dan jangan berlebihan saya rasa tidak masalah tuan Dominic".
Selama Dokter menjawab pertanyaannya itu Dom sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari Hanum yang juga menatapnya dengan telinga fokus kejawaban Dokter Moris,sementara Dom fokus kebibir sang istri yang sudah sangat ingin dipagutnya dari tadi tapi coba ditahannya sekuat tenaga karena masih menikmati ekspresi Hanum yang membuatnya tergila gila itu.
__ADS_1
Astaga maaf ternyata masih belum buka puasanya sabar ya reader ππ.