Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
112. Hasil Test DNA.


__ADS_3

Dirumah sakit**


Clarisa berjalan dengan langkah tergesa gesa menuju ruangan Dokter Moris karena Dokter Moris mengatakan bahwa kondisi bayinya sempat menurun lagi tadi ditelpon.


"Tok.. tok.. ".


"Masuk",jawab Dokter Moris pada Clarisa yang langsung masuk kedalam ruangan itu dengan wajah cemas.


Tanpa dipersilahkan duduk Clarisa sudah duduk lebih dulu dihadapan dokter Moris.


"Bagaimana kondisi anak saya Dok?",tanya Clarisa cemas.


"Sekarang sudah lebih stabil, tapi anda tau bukan nyonya Clarisa kondisi bayi anda semakin hari semakin menurun karena penyakit leukimia yang dideritanya jadi apa anda tetap bersikeras tidak memberitahukan hal ini pada ayah bayi anda agar dia juga ikut bertanggung jawab dengan kondisinya".


Clarisa langsung menggeleng,"Anda tau bukan pria seperti apa ayahnya dokter,bagi saya lebih baik mencari pendonor lain dari pada mengatakan hal sebenarnya pada mantan suami brengsek saya itu tentang kondisi bayi saya sekarang".


"Tapi nyonya clarisa kalau anda menunggu pendonor yang cocok untuk anak anda saya takut waktunya tidak akan sempat karena kondisi kesehatan bayi anda sudah tidak bagus karena dilahirkan secara prematur waktu itu".


"Saya akan mengusahakan secepatnya mencarikan pendonor yang sesuai untuk anak saya tapi sampai kapanpun saya tidak akan mengatakan kebenaran ini pada pria brengsek itu Dokter,lebih baik saya melihat anak saya meninggal dari pada diselamatkan oleh baji*an itu".


"Tapi nyonya...".


"Maaf dokter saya memang bukan perempuan dan ibu yang baik karena melakukan hal ini, tapi saya yakin kalau anak saya sempat besar dia juga tidak ingin mengenal pria brengsek seperti Arya sebagai ayahnya.Kalau dia memang perduli pada anak saya dia tidak mungkin tega menyuruh saya melahirkan anak kami sebelum waktunya hingga menyebabkannya mengalami semua ini".


Dokter Moris diam mendengar apa yang dikatakan perempuan didepannya itu.


Dipandangnya perempuan cantik itu yang sekarang terlihat lebih manusiawi dibanding dulu sebelum dia bercerai dengan Arya,dia memahami apa yang dirasakan perempuan itu sebagai seorang ibu yang sudah berjuang melakukan semua cara agar membuat anaknya tetap bertahan hidup.


"Baiklah saya mengerti bagaimana perasaan anda karena itu saya tidak ingin memaksa anda untuk tetap mengatakan masalah anak anda kepada mantan suami anda".


"Terimakasih dokter dan kuharap anda juga tetap mau membantu saya kalau seandainya sewaktu waktu mantan suami saya meminta kalian untuk melakukan test DNA pada bayi saya tolong anda palsukan hasilnya demi keselamatan putri kecil saya dokter",mohon Clarisa.

__ADS_1


Karena Clarisa tau kalau Arya sampai tau bahwa anak yang dilahirkannya itu sebenarnya adalah darah dagingnya maka dia yakin Arya pasti akan mengambil anak itu darinya dan akan membunuhnya karena dia telah berbohong dengan mengatakan kalau Arya mandul waktu dia memergoki Arya dan Calista sedang bercumbu dikantornya waktu itu.


"Anda jangan khawatir soal itu karena tuan Dom juga berpesan pada saya untuk... ".


"Dom!, maksud anda Dominic?".


"Iya, dia mengatakan pada kami untuk melakukan yang terbaik untuk pada bayi anda saat tau mantan suami anda memaksa anda untuk melahirkan bayi anda sebelum waktunya".


Clarisa diam mendengar penjelasan dokter Moris.


"Saya akan menengok bayi saya sekarang",ucapnya dengan berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari dalam ruangan dokter Moris.


Dokter Moris hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun pada perempuan itu.


Setelah Clarisa keluar dari ruangannya dokter Moris mengangkat panggilan dari Dom yang sebenarnya dari tadi menelponnya dan mendengarkan pembicaraannya dengan Clarisa tentang siapa ayah kandung anak Clarisa itu.


"Apa sekarang anda sudah yakin tuan Dominic bahwa ayah kandung bayi malang itu adalah mantan suami istri anda? ",tanya Dokter Moris pada Dom ditelpon.


"Akan saya lakukan tuan Dominic",jawab Dokter Moris sebelum mengakhiri panggilannya dengan Dom.


Dikantor Dom beberapa waktu sebelum Dom menelpon dokter Moris.**


"Tok...tok.. "


"Masuk",perintah Dom pada Lucas.


"Dom ini laporan test DNA milik Emily yang kau minta aku cocokkan dengan milik Calista beberapa hari yang lalu".


Lucas menyerahkan berkas itu kepada Dom yang langsung diperiksa oleh Dom disana menunjukan 99.9persen perbandingan itu cocok yang artinya mereka adalah orang yang sama.


Saat melihat hasil test DNA itu Dom terlihat tidak terkejut sama sekali karena semua sesuai dengan apa yang diperkirakannya sebelumnya.

__ADS_1


"Hanya ini? ",tanya Dom dengan meletakkan amplop yang diberikan Lucas kesamping.


"Lalu apa lagi? ".


Lucas terlihat kesal karena Dom bereaksi biasa dengan hasil kerja kerasnya untuk mencari informasi tentang siapa Emily sebenarnya.


"Bukankah aku juga menyuruhmu untuk memeriksa siapa ayah kandung dari anak Clarisa waktu itu,apa kau sudah mendapatkan hasilnya?",tanya Dom.


"Sudah kau lihatlah" ucap Lucas dengan menyodorkan satu lagi amplop coklat kearah Dom.


Dom segera membuka amplop itu dan melihat hasil test DNA milik anak Clarisa yang membuatnya sangat terkejut karena ternyata ayah kandung dari anak Clarisa adalah Arya Wiguna sendiri.


Setelah membaca hal itu Dom segera menghubungi dokter Moris untuk menanyakan langsung masalah ini.


"Halo tuan Dominic", jawab dokter Moris dari seberang sana.


"Apa ini semua benar bahwa ayah kandung dari anak Clarisa adalah Arya Wiguna?",tanya Dom masih tidak percaya.


"Itu benar tuan",jawab Dokter Moris.


"Tapi bagaimana bisa?,sedangkan Clarisa bilang dan juga selama dia menikah dengan Hanum...".


"Biar saya katakan tuan Dom,selain faktor internal ada juga faktor eksternal yang menyebabkan pasangan sulit punya anak dan mungkin itu yang dialami oleh Arya dan Hanum saat itu, hingga mereka tidak diberikan anak saat mereka menikah".


"Lalu kenapa Clarisa berbohong pada Arya dengan mengatakan bahwa anak yang dilahirkannya bukan anak Arya?",tanya Dom semakin penasaran.


"Untuk masalah itu silahkan anda mendengar sendiri alasan itu dari Clarisa kebetulan saya tadi menyuruhnya datang kemari karena kondisi bayinya sempat drop. Sekarang dia sudah berada didepan pintu ruangan saya silahkan anda dengarkan apa alasannya tidak ingin mengatakan hal itu pada mantan suaminya".


"Baiklah",jawab Dom lalu diam tidak lagi bersuara karena didengarnya Clarisa sudah masuk kedalam ruangan dokter Moris dan mulai bertanya tentang bagaimana kondisi bayi kecilnya sekarang.


Dom mendengarkan pembicaraan mereka dari sambungan telpon yang sengaja masih dihidupkan oleh Dokter Moris.

__ADS_1


Dom merasa hatinya terasa nyeri saat mendengar bayi kecil yang baru berusia beberapa bulan itu ternyata mengidap leukimia dan apa alasan Clarisa tidak ingin mengatakan hal itu pada Arya yang memang sudah sangat keterlaluan mengorbankan nyawa anaknya yang masih berada dalam kandungan hanya untuk ambisi iblisnya semata.


__ADS_2