Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
98.Periksa Kandungan


__ADS_3

Hanum berjalan menuju mobilnya setelah selesai pemotretan siang itu,saat tiba tiba ponselnya berdering.


Hanum segera mengambil ponsel dari dalam tasnya dan melihat siap yang menghubunginya itu.


Dilihatnya Dom yang menelpon segera diangkatnya panggilan itu.


"Halo Dom",jawabnya.


"Sayang sepertinya aku tidak bisa menemanimu memeriksakan kandungan hari ini karena aku ada rapat penting yang harus kuhadiri sekarang",ucap Dom.


Mendengar itu sebenarnya Hanum merasa kecewa karena tadi pagi Dom sudah berjanji untuk menemaninya pergi kedokter kandungan untuk memeriksakan kehamilannya tapi sekarang tiba tiba dia mengatakan tidak bisa pergi.


Hanum kesal tapi tidak ingin menampakannya kepada Dom karena tidak ingin membuatnya khawatir.


"Iya tidak masalah",jawabnya sambil masuk kedalam mobilnya.


Mendengar jawaban Hanum, lama Dom terdiam sampai dikira Hanum Dom sudah mematikan telponnya,saat Hanum sudah menghidupkan mobilnya Dom kembali bicara padanya.


"Aku akan berusaha mempercepat rapatnya dan menemuimu disana nanti",ucapnya lagi.


Mendengar itu Hanum tersenyum dalam hati karena merasa Dom tau kalau dia kecewa tadi.


"Iya kami menunggumu daddy",jawab Hanum ceria.


"Berhati hatilah saat berkendara,sayang".


"Iya, sampai jumpa nanti daddy".


"Sampai jumpa sayang",jawab Dom lalu mematikan panggilan telponnya.


Setelah berkendara hampir 1 jam Hanum sampai dirumah sakit,dia segera turun dari mobil dan langsung menuju ruangan dokter Moris untuk melakukan pemeriksaan.


Saat berjalan menuju ruangan itu dia berpapasan dengan Clarisa yang juga baru keluar dari ruangan dokter Moris dengan wajah sedih membuat Hanum merasa heran apalagi saat mereka berpapasan Clarisa seolah tidak melihat Hanum membuat Hanum langsung mengerutkan keningnya heran,tapi tidak berniat untuk menyapa Clarisa ,dia memilih langsung masuk kedalam ruangan dokter Moris.


Sampai didalam Dokter Moris langsung menyambutnya dengan senyum ramah.


"Nyonya Hanum",sapanya dengan mempersilahkan Hanum duduk dikursi.


Hanum tersenyum ramah pada Dokter Moris sebelum duduk.

__ADS_1


"Apa anda masih merasakan morningsick akhir akhir ini?",tanyanya.


"Hanya sesekali,"jawab hanum," Tapi saya merasa nafsu makan saya meningkat dengan pesat sekarang sehingga membuat saya agak khawatir kalau saya menjadi membesar dengan cepat".


Dokter Moris tertawa mendengar istilah Hanum,"Mari kita periksa saja bagaimana kondisi janin dirahim anda sekarang",ucapnya dengan menyuruh Hanum berbaring diatas ranjang pemeriksaan.


Dokter Moris memeriksa seluruh kondisi Hanum dan melakukan USG empat dimensi untuk memastikan kondisi janin didalam rahim Hanum saat ini.


"Bagaimana Dokter? ",tanya Hanum karena melihat wajah serius yang ditunjukkan Dokter Moris saat melihat hasil USG bayinya dari layar monitor.


"Apakah ada masalah dengan bayi kami dokter? ",tanya Hanum mulai terdengar Khawatir karena Dokter Moris belum juga menjawab pertanyaannya.


Dokter Moris menatap Hanum yang terlihat cemas dengan wajah tersenyum cerah.


"Jangan khawatir kondisi bayi anda baik baik saja nyonya Hanum hanya saja...".


Belum selesai Dokter Moris bicara Hanum sudah bertanya lagi karena terlalu khawatir.


"Hanya apa Dokter katakan saya akan berusaha menerima kalau memang kondisi janin saya tidak baik baik saja",ucapnya dengan wajah cemas.


Dokter Moris menyentuh tangan Hanum untuk menenangkannya.


"Jangan khawatir semuanya baik baik saja nyonya hanya saja dalam rahim anda...".


"Anda tenang dulu tidak perlu khawatir secara umum kondisi anda saat ini sangat baik,tapi dirahim anda tidak hanya terdapat satu bayi",ucap sang dokter membuat Hanum sedikit tidak mengerti maksud ucapan dokter Moris.


"Maksud anda dokter? ",tanya Hanum.


"Selamat anda mengandung bayi kembar",jawab Dokter Moris dengan wajah cerah.


Hanum masih belum menyadarinya lama dia terdiam antara syok dan tidak percaya mendengar apa yang baru saja dikatakan sang dokter.


"Apa anda tidak senang mendengar berita ini nyonya? ",tanya Dokter Moris karena melihat wajah Hanum yang datar saat dia mengatakan tentang kehamilannya itu.


Hanum menggeleng perlahan,"Saya masih sedikit tidak mengerti apa maksud anda saya sekarang sedang mengandung dua bayi dalam rahim saya?",tanyanya dengan menatap kearah dokter Moris.


Mendengar itu Dokter Moris memperlihatkan gambar hasil USG miliknya dan mulai menerangkannya pada Hanum.


__ADS_1


"Lihatlah! ".


Dokter Moris menunjukan dua titik kecil didalam rahim Hanum yang membuktikan ada dua calon bayi disana.


"I.. ini mereka.. ",ucap Hanum merasa tidak percaya didalam perutnya ada dua calon anaknya dan Dom.


"Iya sekarang mereka masih sangat kecil karena usia kandungan anda masih muda tapi dalam beberapa bulan lagi mereka akan menjadi dua bayi yang lucu milik anda".


Hanum menyentuh hasil USG dilayar monitor itu dengan sangat terharu dan tanpa terasa airmatanya mengalir melihat dua calon bayinya dan Dom itu.


"Anda baik baik saja nyonya Hanum? ",tanya dokter Moris karena melihat Hanum menangis.


"I.. iya a.. aku hanya merasa sangat terharu dan bahagia setelah penantian panjang akhirnya Tuhan memberiku hadiah sebesar ini dengan memberiku dua anak sekaligus".


"Mungkin akhirnya Tuhan mendengar doa doa anda selama ini nyonya Hanum".


"Iya,terimakasih dokter",ucap Hanum dengan menyapu airmatanya.


"Karena saya sedang hamil anak kembar apa tidak masalah saya masih bekerja sekarang?',tanya Hanum.


"Kalau anda merasa tidak memiliki keluhan dengan kehamilan anda sekarang saya rasa tidak ada masalah tapi sebaiknya anda membatasi kesibukan anda,jangan sampai anda merasa kelelahan,lalu kalau anda merasakan keluhan apapun silahkan hubungi saya sebagai dokter kandungan anda".


"Trimakasih dokter saran anda saya pasti akan mengutamakan kandungan saya dari pada pekerjaan saya sekarang".


"Ya ,tapi anda tidak perlu total berhenti beraktifitas,karena selain kondisi fisik yang baik kondisi psikis ibu hamil juga sangat penting pada masa kehamilan,jadi lakukan saja apa yang membuat anda bahagia asal jangan berlebihan".


Hanum mengangguk lalu bangkit dari duduknya bermaksud untuk keluar dari ruangan dokter Moris.


"Kalau begitu saya permisi dokter dan sekali lagi terimakasih",ucapnya.


Dokter Moris mengangguk dan ikut berjalan mengantarnya sampai didepan pintu.


"Sekali lagi selamat untuk anda dan tuan Dominic karena akan menjadi orang tua untuk sikembar",ucap Dokter Moris.


Hanum mengangguk,tapi saat hendak keluar dari pintu ruangan dokter Moris dia ingat sebelum masuk tadi dia melihat Clarisa keluar dari dalam ruangan dokter Moris jadi dia langsung bertanya pada sang dokter.


"Waktu sebelum masuk keruangan anda saya berpapasan dengan Clarisa, apa ada madalah dengannya dokter karena kudengar dia baru saja melahirkan".


"Bukan nyonya Clarisa yang bermasalah tapi anak yang dilahirkannya kondisinya sekarang tidak baik baik saja".

__ADS_1


"Maksud Dokter? ",tanya Hanum semakin penasaran.


"Saat ini kami sedang merawat bayi nyonya Clarisa sambil meneliti penyakit apa yang sedang diidap bayi itu".


__ADS_2