Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
114.Untuk Apa Dia Kemari.


__ADS_3

Clarisa berjalan keluar dari ruangan Dom dengan wajah sendu yang sengaja ditundukannya agar saat orang berpapasan dengannya tidak tau kalau saat ini perasaannya sedang sedih.


Karena terlalu fokus Clarisa tidak sadar saat berjalan dilobi dia sempat berpapasan dengan Hanum yang merasa heran melihat Clarisa baru saja keluar dari lift khusus yang menuju lantai kantor Dom.


Merasa curiga pada Clarisa Hanum segera berjalan menuju lift kantor Dom untuk segera menanyakan tentang Clarisa pada Dom langsung.


"Ceklek! ".


Hanum masuk kedalam ruang kerja Dom tanpa mengetuk pintu lebih dulu sengaja untuk membuat Dom tidak siap dengan kedatangannya.


Mendengar pintu ruangannya dibuka Dom yang baru saja selesai bicara dengan dokter Moris langsung menoleh dan sedikit terkejut melihat Hanum yang sudah berada didalam ruangannya.


"Sayang",sapa Dom dengan berjalan mendekat kearah Hanum dan langsung memeluk mesra tubuh sang istri.


Hanum membalas pelukan Dom sebelum mulai bertanya tentang Clarisa.


"Ada apa kamu kemari mendadak seperti ini?",tanya Dom dengan mengajak Hanum untuk duduk disofa.


"Hanya ingin memberikan kejutan pada suami tercintaku ini, apa kamu keberatan Dom?',tanya Hanum dengan menyandarkan tubuhnya mesra kedada Dom sambil mencoba menghirup aroma harum dari pakaian Dom, apakah ada bau lain selain parfum yang biasa dipakainya tadi.


"Benarkah?",tanya Dom masih merasa tidak percaya karena dia tau Hanum tadi pasti sempat melihat Clarisa dibawah,Karena jarak kedatangannya dengan kepergian Clarisa tidak lama.


Hanum mengangguk sambil menatap kearah Dom.


"Kamu yakin tidak ingin menanyakan sesuatu padaku saat ini? ",tanya Dom sengaja ingin menggoda Hanum.


"Tentu saja ada yang ingin kutanyakan padamu saat ini apa kamu pikir aku sanggup memendam rasa penarasaranku untuk Bertanya tentang Clarisa yang datang kemari tadi".


"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan padaku sekarang tentang kedatangan Clarisa tadi?".


"Untuk apa dia datang menemuimu!,jangan bilang dia kemari untuk menggodamu tadi!",tanya Hanum dengan wajah cemberut.


Dom menoel pelan bibir Hanum yang sedang cemberut.


"Dia memang kesini untuk menggodaku",jawab Dom dengan ekspresi jahilnya membuat Hanum bertambah kesal digoda oleh Dom seperti itu.

__ADS_1


"Dom!, ayolah katakan untuk apa dia datang menemuimu tadi, karena saat berpapasan dengannya aku melihat wajahnya terlihat sangat sedih. Apa yang kamu lakukan padanya?",tanya Hanum.


Dom menggeleng",Tidak ada sayang",jawab Dom.


"Lalu kenapa dia terlihat sangat sedih tadi?",tanya Hanum masih tidak percaya Dom tidak melakukan apapun pada Clarisa tadi saat mereka bertemu.


"Aku hanya menolak keinginannya yang memintaku membantunya".


"Dia minta bantuanmu?,untuk masalah apa?",tanya Hanum penasaran.


"Soal putri kecilnya yang sangat butuh donor sum sum tulang belakang secepatnya agar nyawanya dapat diselamatkan".


Hanum langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan Dom sebagai sesama perempuan dia merasa tersentuh mendengar hal itu.


"Kenapa kamu menolak membantunya Dom, bagaimana kalau... ",Hanum tidak dapat meneruskan ucapannya karena tiba tiba dia tidak dapat membendung airmatanya membayangkan bayi mungil yang selalu berada diruang steril itu harus meninggal karena suaminya tidak bersedia membantu ibunya.


"Jangan khawatir sayang aku memang mengatakan tidak mau membantunya saat didepannya tadi tapi apa kamu pikir aku setega itu pada seorang bayi hanya karena orang tuanya sudah berbuat jahat pada kita".


"Jadi maksudmu kamu mau membantu menyelamatkan anak Clarisa Dom? ",tanya Hanum.


"Iya, tapi tanpa sepengetahuan Clarisa agar dia tidak berani macam macam lagi pada kita karena merasa aku lemah mau membantunya menyelamatkan anaknya".


"Terimakasih Dom, karena kamu tidak membenci bayi mungil itu".


"Kenapa kamu yang berterima kasih padaku bukankah itu bukan anakmu? ",ucap Dom tidak suka.


Hanum menggeleng,"Itu memang bukan anakku tapi aku mengatakannya sebagai sesama perempuan dan ibu",jawab Hanum membuat Dom lega mendengarnya.


"Jadi apa hanya itu saja alasanmu mengujungiku siang ini atau ada yang lain sayang, bukankah kamu bilang masih ada satu sesi pemotretan lagi nanti sore? ",tanya Dom merasa heran.


"Aku membatalkannya",jawab Hanum dengan wajah kesal membicarakan hal itu.


"Maksudmu? ",tanya tidak mengerti.


"Maksudku aku membatalkan pemotretan hari ini dan untuk seterusnya",jawab Hanum.

__ADS_1


"Kenapa apa ada yang terjadi?",tanya Dom.


"Ya, kalau beberapa waktu lalu hanya Emily yang membuatku sebal sekarang kamu tau Dom, Robert seperti sengaja memberiku job pemotretan yang hanya memakai pakaian dalam semua membuat aku sangat marah mengetahui hal itu".


Dom terdiam mendengar itu,sepertinya ada yang sengaja melakukan hal itu,padahal selama ini meski Hanum adalah model majalah dewasa tapi Dom meminta Robert untuk memberikan job yang tidak terlalu vulgar.


"Lalu bagaimana maumu sayang?",tanya Dom.


"Sepertinya aku ingin istirahat saja dari dunia modeling sekarang",ucap Hanum.


"Kamu yakin?",tanya Dom tersenyum senang mendengar itu.


"Iya tapi ada yang membuatku penasaran Dom soal Emily",ucap Hanum yang membuat Dom langsung mengerutkan kening khawatir.


"Ada apa dengan Emily apakah kamu menduga Emily yang sudah merayu Robert untuk melakukan itu padamu?",tanya Dom.


"Itu sepertinya iya, tapi bukan itu masalahnya".


"Lalu apa masalah yang membuatmu penasaran soal Emily?".


"Aku pernah melihat Emily masuk kedalam mobil Arya Dom".


Dom langsung terdiam mendengar itu meski dia tau bahwa Emily adalah Calista dan mereka memang punya hubungan dengan Arya dari dulu,tapi dia tidak ingin memberitaukan hal itu pada Hanum takut Hanum semakin khawatir saat mengetahuinya nanti.


"Apa kamu yakin sayang itu mobil pria brengsek itu?",tanya Dom.


Hanum langsung mengangguk,"Karena aku melihat Arya saat dia keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu untuk Emily".


Dom memeluk Hanum semakin erat,"Jangan terlalu khawatir soal itu kalau memang benar mereka punya hubungan sebaiknya kamu sekarang serius berhenti bekerja bersamanya sebelum dia berhasil mencelakakan kalian sayang".


"Itu juga alasan kuatku untuk segera berhenti bekerja ditempat Robert".


"Tidak masalah sayang kalau kamu sudah tidak bekerja lagi maka suamimu ini yang akan menghidupi kalian mulai sekarang" Jawab Dom dengan ekspresi bahagia mendengar keputusan Hanum hari ini.


"Tapi kalau aku berhenti bekerja apa yang akan aku lakukan kalau kamu sedang bekerja seperti ini?",tanya Hanum dengan mulut mengerucut.

__ADS_1


"Banyak hal yang bisa kamu lakukan sambil menungguku misalnya datang kekantorku seperti ini atau bisa juga kamu pergi belanja apa yang kamu inginkan cobalah untuk menghabiskan uangku sayang,karena selama kita menikah kamu sama sekali tidak pernah memakai kartu kredit yang kuberikan padamu itu,sampai aku berpikir kamu tidak mencintaiku karena tidak mau menggunakannya",gerutu Dom.


Coba aja Dom mau melempar goldcardnya kekita ya reader pasti kita sambut dengan suka cita πŸ˜‚πŸ˜‚.


__ADS_2