Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
140.Melahirkan


__ADS_3

Dokter Moris sedang memeriksa kondisi Hanum yang akan melakukan operasi caesar sebentar lagi.


"Anda siap bukan nyonya Hanum? ",tanya Dokter Moris yang dijawab anggukan oleh Hanum.


"Saya sudah tidak sabar ingin segera menggendong mereka",jawab Hanum dengan mengelus perutnya dan menatap kearah Dom yang tidak melepaskan tangan Hanum dari genggamannya.


"Lakukan yang terbaik untuk mereka Dokter jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka selama anda melakukan operasi".


"Jangan khawatir tuan Dominic tanpa anda mintapun saya pasti akan melakukan yang terbaik pada nyonya Hanum dan bayinya".


"Aku mempercayakan mereka sekali lagi padamu",ucap Dom yang dijawab anggukan oleh Dokter Moris.


"Sekarang mari kita lakukan operasinya nyonya Hanum",ucap Dokter Moris dengan menyuruh asistennya untuk mendorong Hanum keruang operasi yang sudah disiapkan khusus untuk membantunya melahirkan.


"Aku akan menunggu kalian disini sayang",ucap Dom dengan melepaskan genggaman tangannya dari Hanum dengan hati berat.


"Jangan khawatir Daddy kami pasti baik baik saja karena Daddy sudah memberikan yang terbaik untuk menyambut kelahiran mereka",ucap Hanum dengan sengaja tersenyum untuk menenangkan Dom yang terlihat sangat tegang sekarang.


Dom mengangguk lalu mengecup singkat dahi sang istri sebelum Dokter Moris menyuruh asistennya mendorong Hanum masuk kedalam ruang operasi.


Dom berdiri dipintu ruang operasi dengan perasaan campur aduk, berkali kali dilihatnya lampu operasi itu apakah sudah padam atau belum.


"Dom sampai kapan kamu akan terus seperti itu didepan pintu ruang operasi",tanya Lucas yang mulai merasa sakit kepala melihat Dom bolak balik tanpa henti menunggu Hanum selesai melakukan operasi caesarnya.


"Diamlah!,kalau kau pusing melihatku, pulang sana, kau pikir aku perlu kau sekarang!",hardik Dom bertambah kesal mendengar teguran Lucas.


"Baiklah tapi aku benar benar khawatir melihatmu seperti itu percayalah Hanum dan kedua anakmu pasti akan keluar dengan selamat dari ruang operasi sebentar lagi".


"Itu harus,aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada mereka sekarang",jawab Dom dengan tetap tidak mendengarkan anjuran Lucas untuk duduk diam.


"Ini baru yang pertama bagaimana kalau kamu tahun depan harus menemani Hanum melahirkan lagi apa kamu tetap akan gugup seperti ini",tanya Lucas tidak percaya.


"Sepertinya aku berubah pikiran",ucap Dom tiba tiba dengan duduk disamping Lucas dan memerintahkan pengawalnya untuk berada didepan pintu ruang operasi untuk menggantikannya berjaga.


Lucas menggelengkan kepala saat melihat Dom memerintahkan pengawalnya menggantikan dirinya berdiri dekat pintu ruang operasi Hanum


"Kamu berubah pikiran soal apa?",tanya Lucas sengaja mengajak Dom mengobrol untuk sedikit mengalihkan pikirannya yang sangat gugup menunggu Hanum selesai melakukan operasi caesar.

__ADS_1


"Soal punya banyak anak dengan Hanum",ucapnya dengan menyugar rambutnya kebelakang.


"Jadi....?",tanya Lucas.


"Cepatlah membuat Helen Hamil agar kau tau bagaimana rasa gugup menunggu istri kita melahirkan".


"Aku ingin sekali tapi aku rasa itu akan sulit selama kamu masih menyuruhku bekerja seperti orang gila seperti sekarang",gerutu Lucas.


"Sabarlah setelah Hanum melahirkan dan semua masalah kita beres aku benar benar akan memberi kalian berdua waktu untuk menikmati liburan",ucap Dom dengan menatap Lucas.


"Kamu serius Dom? ",tanya Lucas tidak percaya.


"Tentu saja aku serius kamu pikir aku pernah main main,tapi itu juga tergantung kinerjamu".


"Ish.. kau selalu cuma memberiku harapan palsu",gerutu Lucas kesal.


"Aku hanya tidak ingin kau lupa diri kalau nanti kuberi banyak waktu libur".


"Maksudmu? ".


"Itu hanya alasanmu saja",gerutu Lucas bertambah kesal.


"Aku tidak beralasan hanya ingin memberimu contoh".


"Contoh apa? ".


"Contoh bahwa saat kita bersama orang yang kita cintai kita pasti tidak bisa menahan diri padanya karena kita selalu merasa dia itu selalu sangat menggoda".


"Kurasa otakmu sedikit berkurang kewarasannya Dom sekarang".


"Itu benar,sejak aku bertemu Hanum separo otakku memang sudah tidak normal, apa kau tidak seperti itu saat bersama Helen,kalau tidak berarti kau tidak tergila gila pada istrimu".


"Tentu saja aku mencintai istriku begitu juga dia tapi aku tidak segila dirimu dalam mencintai perempuan".


"Hanya kepada Hanum aku seperti ini,tidak pernah pada siapapun",jawab Dom tidak terima.


"Bukankah kau juga seperti itu dulu waktu dengan Calista".

__ADS_1


Dom menatap Lucas tajam,"Itu bukan cinta",jawab Dom tegas.


"Lalu apa, kau langsung bilang,ayo kita menikah saat dia bilang sedang mengandung tanpa berpikir untuk menyelidikinya lebih dulu apakah itu benar benar anakmu atau bukan".


"Itu benar tapi aku tidak mencintainya aku melakukan itu hanya karena anak yang ada dalam kandungannya saat itu".


"Tapi itu belum tentu anakmu Dom".


"Tapi tetap ada seoarng bayi tidak berdosa dalam perutnya, kalau aku tidak bertanggung jawab saat itu, aku takut dia akan menggugurkan bayi itu,meski akhirnya dia tetap melakukanya".


"Jangan bersedih Dom, bukankah sekarang kau akan punya bayimu sendiri dengan perempuan yang benar benar kamu cintai".


Dom menghela nafas keras", ya...kau benar dan ternyata perjuangan untuk sampai ketitik ini benar benar sangat berat,jadi sekarang kalau ada yang berani menyentuh keluargaku aku tidak akan pernah melepaskannya hidup hidup",ucap Dom dengan ekspresi dinginnya.


Lucas bermaksud berbicara lagi dengan Dom saat dilihatnya pintu ruang operasi terbuka.


Melihat itu dengan Dom bangkit dari duduknya dan segera berjalan cepat menuju pintu ruang operasi dimana perawat keluar membawa bok berisi dua bayi mereka untuk di antar keruangan khusus bayi.


Dom ingin bertanya pada perawat itu tentang bayinya tapi tidak lama kemudian Hanum juga didorong keluar dari ruang operasi oleh perawat didampingi oleh Dokter Moris yang berjalan disampingnya.


"Bagaimana kondisi istri saya Dokter? ",tanya Dom karena melihat Hanum masih terpejam pasca operasi.


"Sekarang semuanya normal,istri anda belum sadar karena pembiusan yang kami lakukan",jawab Dokter Moris yang berjalan keruang perawatan Hanum diiringi Dom dan Lucas disamping troli Hanum.


Sampai diruang perawatan Hanum, Dokter Moris segera memindahkan Hanum keatas ranjang.


Dom tidak melepaskan tatapannya dari Hanum yang belum juga sadar meski sudah berada diruang rawatnya.


"Jangan khawatir tuan Dominic nyonya Hanum baik baik saja sebentar lagi dia pasti akan sadar",ucap Dokter Moris mencoba menenangkan Dom yang terlihat khawatir melihat Hanum belum sadar.


"Iya", jawab Dom dengan berjalan menghampiri ranjang dan menyentuh wajah Hanum yang terlihat pucat pasca operasi.


"Anda bisa melihat kedua anak anda sambil menunggu Nyonya Hanum sadar",saran Dokter Moris.


Mendengar itu Dom bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan bermaksud menuju ruangan khusus bayi.


"Tolong jaga Hanum sebentar", perintahnya pada perawat yang ditugaskan oleh Dokter Moris.

__ADS_1


__ADS_2