
Dom menatap kosong kelayar laptopnya,pikirannya saat ini sedang tertuju pada Hanum, dia merasa sangat khawatir saat mengingat kondisi Hanum yang terus muntah tadi pagi.
bahkan sekarang Dom seperti tidak mendengar apa yang diucapkan Lucas dari tadi padanya.
"Bagaimana Dom?",tanya Lucas mengakhiri laporannya.
Dom hanya mendengar ucapan terakhir dari Lucas,selebihnya dia tidak mendengarnya sama sekali .
"Apa kau sudah selesai?",tanya Dom tidak bersemangat.
Lucas mengangguk,"iya lalu bagaimana apa kita akan pergi sekarang untuk menandatangani kerjasama itu dengan mereka?".
"Batalkan! ",perintah Dom membuat Lucas terkejut mendengarnya.
"Tapi Dom kau bilang... ".
"Aku memang bilang ingin proyek ini tapi mereka terlalu jual mahal,jadi sebaiknya batalkan saja kerjasama kita dengan mereka sekarang",ucapnya lalu bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan keluar ruangan.
Melihat itu Lucas langsung mengikuti Dom keluar,"Kau mau kemana, bukankah jadwal pertemuannya siang nanti dengan pihak Samudra jaya".
"Itu juga batalkan saja, hari ini aku akan mengantar Hanum kerumah sakit jadi batalkan semua jadwal pertemuanku untuk hari ini",perintah Dom.
Lucas hanya diam mendengar perintah gila lainnya dari Dom sambil menghela nafas kesal.
Sebelum menjalankan mobilnya Dom menghubungi Hanum lebih dulu.
"Kamu dimana sayang?",tanya Dom.
"Aku sedang berada dirumah sakit sekarang ada apa Dom? ",tanya Hanum dari seberang sana.
"Kamu sudah dirumah sakit,dengan siapa kamu pergi kesana? ",tanya Dom dengan nada khawatir yang terdengar jelas disuaranya.
"Sendiri,kenapa?",tanya Hanum lagi.
"Aku akan kesana sekarang,tunggu aku",perintah Dom dengan mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Hanum berada.
Hanum mengerutkan keningnya mendengar ucapan Dom, karena setahunya Dom tadi bilang jadwalnya hari ini sangat padat jadi dia merasa sedikit tidak percaya Dom mendatanginya kerumah sakit sekarang.
Hanum duduk sambil menunggu antrian dan menatap suasana Rumah sakit yang terlihat ramai pagi itu saat namanya dipanggil dan Hanum bermaksud masuk keruang pemeriksaan tiba tiba Dom muncul disampingnya dengan lsngkah lebar.
"Apa aku terlambat sayang?",tanyanya dengan terburu buru berjalan kearah Hanum.
Hanum sedikit terkejut saat mendengar suara Dom dan langsung menoleh.
__ADS_1
"Kamu benar benar kemari Dom? ".
"Aku sangat khawatir dengan kondisimu tadi pagi,apa kau sudah selesai diperiksa?",tanyanya.
Hanum menggeleng, "Aku baru akan masuk".
"Ayo kutemani kedalam".
Hanum ingin protes tapi Dom sudah menarik Hanum masuk kedalam ruang pemeriksaan.
Sampai didalam Dokter mempersilakan mereka duduk,lalu menanyai Hanum dengan beberapa pertanyaan umum, tentang apa yang Hanum rasakan dan sudah berapa lama dia merasakan keluhan itu.
Dom hanya mendengarkan dengan duduk diam disamping Hanum.
"Permisi nyonya Hanum saya akan memeriksa kondisi tekanan darah dan nadi anda dulu sebagai permulaan",ucap sang dokter.
Hanum hanya mengangguk dan mengukurkan tangannya untuk diperiksa.
Saat memeriksa sang Dokter langsung mengerutkan keningnya dan menatap Hanum juga Dom secara bergantian.
"Sebaiknya anda sekarang memeriksakan diri kebagian Obgium saja",ucap sang Dokter yang membuat Hanum dan Dom saling pandang mendengar itu.
"Apa ada masalah lain Dok jadi saya harus memeriksakan diri kesana?",tanya Hanum dengan ekspresi cemas.
Hanum ingin menolak tapi sang Dokter langsung menyerahkan surat rujukan pada Hanum untuk diberikan pada Dokter kandungan disana.
Dengan perasaan campur aduk Hanum keluar dari ruangan itu menuju ruangan Obgium.
"Jangan khawatir sayang semuanya pasti baik baik saja",hibur Dom saat melihat wajah Hanum mulai pucat karena cemas khawatir dia sekarang punya penyakit serius dibagian kandungannya.
Dikatakan mandul sudah sangat menyakitkan apalagi sampai nanti dokter kandungan mengatakan ada penyakit atau....Hanum benar benar sangat khawatir sekarang.
Melihat Hanum sangat cemas dengan lembut Dom meremas tangan Hanum yang berada digenggamannya.
"Dom aku takut bagaimana kalau dokter mengatakan aku punya penyakit berbahaya nanti?", ucap Hanum dengan menatap kearah Dom.
"Jangan khawatir aku akan mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkan penyakitmu nanti dan aku akan menemanimu sampai sembuh kalau memang itu terjadi sayang".
Meskipun Hanum tidak yakin dengan ucapan Dom tapi dia sangat senang mendengar apa yang Dom katakan padanya.
"Trimakasih Dom".
Dom mengangguk dengan masih menggenggam tangan Hanum menunggu dokter memanggil namanya.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka dipersilahkan masuk oleh Dokter Moris,dokter kandungan terbaik dinegara itu.
"Tuan Dom,nyonya Hanum",sapanya ramah.
Mendengar sapaan ramah dokter Moris Hanum merasa sedikit lebih baik.
Sebelum memeriksa Hanum dokter Moris melihat surat rujukan yang diberikan dokter penyakit dalam tadi pada Hanum,lalu menatap mereka secara bergantian dengan tersenyum cerah.
"Apa saya baik baik saja dok? ",tanya Hanum sangat khawatir.
Dokter Moris mengangguk, "Anda tidak papa tapi unuk memastikan perkiraan saya sebaiknya saya memeriksa anda dulu".
Hanum mengangguk, sementara Dom hanya diam tidak mengatakan apapun dia juga sama khawatirnya seperti Hanum, tapi dia mencoba menutupinya agar Hanum tidak semakin cemas.
"Selamat tuan Dominic dan nyonya Hanum hasil pemeriksaan saya sekarang nyonya Hanum anda sedang mengandung ".
Hanum dan Dom hanya terdiam tidak bereaksi mendengar apa yang dikatakan Dokter Moris kepada mereka, membuat Dokter Moris bingung dengan reaksi mereka berdua.
"Tuan Dominic nyonya Hanum anda berdua tidak bahagia mendengar khabar gembira ini? ",tanya Dokter Moris.
"Apa kau serius dengan apa yang baru saja kau katakan dokter Moris? ",tanya Dom dengan ekapresi datar.
Dokter Moris mengangguk,"Kalau anda merasa tidak percaya silahkan anda lihat foto calon bayi kalian ini tuan".
Dokter Moris memberikan foto hasil USG yang baru saja dilakukan Hanum.
Dom mengambil foto itu dan menatap titik sebesar biji kacang yang dibilang dokter Moris itu bayi mereka.
Sementara Hanum hanya menatap dan mendengarkan apa yang dikatakan Dom dan dokter Moris,masih seolah tidak percaya bahwa ada sebuah kehidupan baru didalam rahimnya sekarang.
"Bagaimana kondisinya? ",tanya Dom senang tapi juga khawatir.
"Sejauh ini baik baik saja tapi saya sarankan agar nyonya Hanum membatasi dulu aktifitas yang bisa membuatnya terlalu lelah sampai kondisi janin anda stabil,karena ini kehamilan pertama anda".
Dom lega mendengar itu, lalu menatap Hanum yang juga menatap kearahnya dengan diam.
Diraihnya tangan Hanum lalu dikecupnya lama tanpa perduli ada dokter Moris disana.
"Terimakasih sayang karena memberiku kesempatan menjadi seorang ayah,aku sangat bahagia sekali sekarang",ucap Dom.
Hanum hanya mengangguk dengan mata yang mulai berkaca kaca karena terlalu terharu dan bahagia bercampur jadi satu.
"Saya akan memberikan vitamin juga obat pereda mual untuk anda nyonya",ucap Dokter Moris menyela ungkapan kebahagiaan mereka berdua.
__ADS_1
Mendengar itu Hanum Hanya mengangguk sambil menyapu air mata yang sempat mengalir dipipinya.