Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
137.Hadiah milik Dom.


__ADS_3

Dom tidak terlalu mendengar lagi apa yang dikatakan Dokter Moris padanya pikiran Dom terlalu terpusat pada ekspresi Hanum sekarang.


"Ya baiklah aku mengerti",ucap Dom dengan mengakhiri panggilannya dengan Dokter Moris lalu langsung meletakkan ponselnya diatas nakas.


"Jadi...sekarang kamu sudah percayakan apa yang kukatakan Dom",ucap Hanum dengan menatap Dom yang turun dari tempat tidur dan sedang berjalan kekamar mandi.


"Hemm",jawab Dom tanpa menoleh kearah Hanum tapi langsung masuk kekamar mandi membuat Hanum melongo melihatnya dan merasa kecewa atas reaksi dingin yang ditunjukan Dom barusan sebelum masuk kekamar mandi.


Hanum sudah bermaksud untuk tidur dan melupakan niatnya untuk bercinta dengan Dom malam ini, dengan mulai merebahkan tubuhnya diranjang rumah sakit yang sudah dirubah menjadi ranjang pribadi bahkan suasana kamar yang ditempati Hanum juga tidak lagi menampakan seperti kamar dirumahsakit tapi lebih menyerupai kamar hotel dengan kondisi lebih sederhana tapi dengan fasilitas lengkap.


Dom sengaja merubah kamar itu menjadi kamar pribadi agar Hanum yang akan tinggal disitu sampai melahirkan merasa nyaman.


"Ceklek !".


Hanum terkejut mendengar pintu kamar mandi terbuka tapi tidak ingin melihatnya karena sudah kecewa dengan penolakan yang Dom lakukan diawal tadi padanya.


Bahkan dia sengaja pura pura tidur saat didengarnya suara langkah kaki Dom mendekat lalu mulai naik keranjang tepat dibelakang tubuhnya yang sekarang sedang menghadap kearah dinding.


Hanum sedikit tersentak saat merasakan tangan Dom menyelusup kedalam selimut dan langsung melingkari perutnya dari belakang.


"Apa kamu sudah tidur sayang",ucap Dom pelan dibelakang telinga Hanum dan dapat Hanum rasakan hembusan nafas hangat Dom dibelakang telinganya dengan aroma mint saat bicara padanya,yang membuat bulu bulu halus didaerah itu langsung bangun.


"Hemmm",gumam Hanum sengaja untuk berpura pura sudah hampir tertidur padahal saat ini dia sedang menikmati belaian tangan Dom yang berada didalam selimut, yang sedang bergerak naik kedadanya yang hanya berlapis lingeri itu dan saat sampai disana Dom mulai meraba mencari bagian puncak dada Hanum yang sudah menegang karena hasratnya.


Dom memeluk erat Hanum yang berpura pura tidur didepannya dan mulai melancarkan aksi menggodanya dengan memilin pelan puncak dada Hanum dari balik lingeri sementara bibirnya digunakannya untuk menggoda bagian belakang telinga Hanum membuat Hanum yang berpura pura tidur itu tanpa sadar mengeluarkan erangan pelan tapi masih bisa terdengar telinga Dom yang sudah dikuasai hasrat pada sang istri.


Mendengar Hanum mulai merespon apa yang dilakukannya Dom mulai meningkatkan permainan lidahnya dengan menjalari seluruh bagian sensitif dibelakang telinga lalu turun kebagian leher jenjang Hanum dan mulai menyesap pelan disana,sementara tangannya sudah mulai meremas pelan dada Hanum yang ukurannya sekarang lebih besar dari ukuran semula karena kehamilannya.


Menerima perlakuan seperti itu dari Dom Hanum tidak bisa lagi berpura pura tidak menikmatinya.

__ADS_1


Erangan lembut kembali keluar dari balik bibirnya, membuat Dom semakin intens menciumi bagian tubuh Hanum.


"Dom... ",desis Hanum dengan sedikit melengkungkan tubuhnya menikmati sensasi gairah yang dirasakannya saat ini.


Dengan pelan Dom memutar tubuh Hanum untuk menghadap kearahnya agar bisa meni*mati bagian depan tubuh sang istri yang dari tadi sudah sangat menggodanya itu.


Hanum menatap kearah Dom yang ternyata sudah polos setelah keluar dari kamar mandi tadi tanpa diketahuinya.


"Kamu...?",tanya Hanum dengan menatap setiap garis liat indah yang berada ditubuh sang suami.


"Aku hanya sedikit membersihkan diri sebelum kita mulai bercinta malam ini,apa itu membuatmu kesal".


Hanum mengangguk sambil mulai menyentuhkan tangannya menyusuri barisan otot yang membentuk indah tubuh sang suami.


"Kupikir kamu tidak berniat bercinta denganku malam ini",ucapnya dengan menatap Dom yang juga menatapnya dengan tatapan menginginkan kearah bibir Hanum.


"Tentu saja aku sangat ingin melakukannya sayang tapi aku tidak ingin gegabah karena kamu baru sembuh, meski aku sangat tersiksa karena itu",ucap Dom dengan menggigit pelan bibir Hanum sebelum mulai memagutnya.


Setelah melihat Hanum mulai tersengal oleh ciumannya Dom melepaskan penyatuan bibir mereka dan berpindah menyusuri setiap inci kulit leher Hanum dengan lidahnya tanpa meninggalkan jejak merah disana karena tidak ingin membuat Hanum merasa malu saat Dokter Memeriksa kondisinya nanti meski sebenarnya dia sangat ingin melakukannya.


"Dom... ",erang Hanum saat Dom mulai menyesap puncak dadanya dengan rakus seperti seorang bayi yang sangat kehausan karena lama tidak meminum asi ibunya.


"Hemmm",gumam Dom dengan terus menghisap kedua dada Hanum secara bergantian sengaja ingin memuaskan keinginannya yang sudah beberapa bulan harus ditahannya karena kondisi Hanum.


Hanum hanya bisa mengerang merasakan apa yang dilakukan Dom padanya dengan meremas lembut rambut sang suami.


Puas bermain dibagian itu perlahan Dom menurunkan ciumannya kebagian perut Hanum yang sudah membesar.


Dom sengaja membelai lembut perut gendut sang istri dan menciuminya dengan penuh cinta dibagian itu,dimana kedua anak mereka berada sekarang.

__ADS_1


"Sayang malam ini Daddy ingin mengunjungi kalian,apa kalian tidak sabar untuk bertemu Daddy sayang" ucapnya dengan terus menciumi gundukan gendut itu.


Hanum hampir tertawa mendengar Dom menyempatkan diri berbicara dengan anak anak mereka saat sedang bergairah seperti sekarang.


Setelah berinteraksi dengan kedua calon anak mereka Dom menatap Hanum yang juga menatap kearahnya dengan tatapan mendamba.


"Sayang aku tidak akan berhenti tapi aku akan berusaha melakukannya sepelan mungkin sekarang",ucapnya yang dibalas anggukan oleh Hanum karena dia juga sudah tidak sabar ingin Dom segera menyatukan tubuh mereka.


Setelah mendapat persetujuan Hanum Dom segera melepaskan sisa penghalang yang tersisa ditubuh Hanum lalu perlahan Dom mulai membuka kedua kaki Hanum untuk mulai menjelajahi surga dunia milik sang istri yang sempat tidak bisa dirasakannya beberapa waktu lalu.


Hanum mencengkram ujung seprai tempat tidur saat Dom mulai memainkan lidahnya dibagian inti tubuhnya yang membuat Hanum mengerang keras merasakan gairah besar yang menjalari seluruh tubuhnya.


"Dom....sekarang....kumohon.. ",erangnya saat merasakan miliknya sudah mulai mengalir keluar karena permainan lidah Dom.


Mendengar erangan manja sang istri Dom segera menuruti keinginan Hanum yang ingin mereka segera melakukan inti permainan sekarang.


Perlahan Dom mengarahkan phyton raksasanya untuk memasuki milik Hanum setelah terlebih dulu memastikan Hanum merasa nyaman dengan posisi mereka sekarang.


"Sekarang sayang",ucap Dom dengan mendorong pelan tapi pasti Phytonnya kedalam inti Hanum yang membuat Hanum langsung mengerang saat merasakan milik Dom memasuki dirinya.


"Dom... ".


Dom mulai menggerakkan miliknya perlahan tapi pasti saat merasakan miliknya sudah masuk sempurna kedalam milik Hanum.


"Dom...sekarang ".


Kembali Hanum mengerang saat merasa miliknya sudah mulai akan keluar dan Dom juga sudah semakin mempercepat tempo permainannya agar mereka bisa segera mencapai puncak bersama.


Dom menyelesaikan permainan mereka dengan mengeluarkan miliknya sebelum laharnya tumpah kedalam rahim Hanum dan bisa menyebabkannya mengalami kontraksi palsu nanti.

__ADS_1


Bonus pagi wekend 😁😁.


__ADS_2