Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
72. Beri Aku Waktu.


__ADS_3

Dom sedikit terkejut mendapat jawaban Hanum,dilepaskannya pelukan mereka lalu ditatapnya wajah Hanum yang masih terlihat sembab efek baru menangis.


"Jadi...apa kau tidak menerima niat tulusku nyonya Dominic".


Hanum menatap Dom lalu mengambil kotak beludru hitam itu dari tangan Dom.


"Biarkan aku menyimpan benda ini untuk sementara waktu",jawab Hanum.


Dapat dilihatnya Dom kecewa mendengar ucapannya itu.


Dengan lembut diraihnya tangan Dom lalu digenggamnya sambil menatap kearah Dom.


"Kamu tau Dom aku sangat bahagia dengan apa yang kau lakukan ini,karena terlalu bahagia aku takut semua ini hanya mimpi saat aku terbangun besok pagi.Selain itu apa kau tau banyak hal yang memenuhi kepalaku saat ini bolehkan aku memikirkannya sebentar,aku butuh waktu untuk meyakinkan hatiku dan perasaanku untuk benar benar menjadi nyonya Dominic sebenarnya".


Mendengar apa yang diucapkan Hanum Dom mencium lembut jemari Hanum yang berada dalam genggamannya.


"Kau benar,sepertinya aku terlalu terburu buru untuk memintamu menjadi nyonya Dominic seutuhnya seharusnya aku menyelesaikan dulu masalah masalah yang ada di hadapanku sebelum aku melakukan ini untukmu,tapi sayang aku merasa kalau aku menahannya lebih lama lagi nanti kau akan pergi meninggalkanku".


"Dom...aku ini istrimu meskipun tidak semua orang tau,tapi aku tetap istrimu.Tapi untuk berada didepan publik sebagai nyonya Dominic itu bukan hal yang mudah bagiku dan kurasa kau mengerti apa yang kumaksud bukan".


Dom kembali mencium jemari Hanum mesra,"Iya aku mengerti tapi maukan kau menjawab bersedia untuk lamaranku tadi sayang,agar aku yakin kau adalah milikku".


"Baiklah tapi hanya untuk malam ini aku memakainya",jawab Hanum dengan kembali menyerahkan kotak cincin itu kepada Dom untuk memasangkan kejari manisnya.


Dom menerima kotak itu lalu mengambil cincin didalamnya dan memasangkan ke jari manis Hanum setelah itu dikecupnya lama jari manis Hanum yang sudah terpasang cincin itu.


"Meskipun kita sudah menikah tapi aku selalu merasa belum melamarmu dengan benar jadi sekarang aku ingin melakukannya sayang".


"Trimakasih,karena sudah melakukan hal ini untukku Dom aku tidak akan pernah melupakannya seumur hidupku".


"Aku mencintaimu sayang,jadilah pendamping hidupku selamanya",ucap Dom dengan mengecup kembali cincin dijari manis Hanum.


Hanum hanya mengangguk karena dia sudah tidak bisa lagi menjawab ucapan indah Dom padanya.


"Jadi berapa lama aku harus menunggumu mengatakan YES I DO",goda Dom.


"Hah!,i...itu...".


Hanum tidak tau kalau Dom akan meminta tenggat waktu untuk jawabannya,meski sebenarnya Dom sudah tau jawaban Hanum pasti iya.

__ADS_1


"Besok, lusa....".


"3 bulan!",jawab Hanum.


Mendengar itu Dom langsung memasang wajah masam.


"Selama itu apa yang akan kau pikirkan.Aku tidak setuju!",jawab Dom.


"Dom pliiss,beri aku waktu 3 bulan untuk memikirkan kelanjutan hubungan kita ini".


"Itu terlalu lama bisa saja kau nanti berubah pikiran setelah 3 bulan dari sekarang",gerutu Dom.


Hanum menggeleng,"Aku hanya ingin menikmati sisa waktu bebasku sebelum kau benar benar membelengguku dengan status resmi itu".


Mendengar itu akhirnya Dom mengangkat pundaknya, mengalah pada keinginan Hanum.


"Baiklah bereskan urusan tidak pentingmu itu 3 bulan dari sekarang setelah itu bersiaplah menjadi nyonya Dominic Alexander seutuhnya".


Dengan terpaksa Hanum menganggukkan kepalanya.


"Kamu tampak tidak bahagia sayang,sekarang".


"Aku juga lelah membahas kekeras kepalaanmu ini,ayo kita rayakan malam pertunangan kita ini".


"Bukannya....".


Dom menempelkan jari telunjuknya kebibir Hanum.


"Ayo kita rayakan hari bahagia kita ini sekarang".


Hanum akhirnya mengangguk.


Kemudian Dom mengambil anggur yang dibawanya tadi dan menuangkan digelas lalu memberikannya satu untuk Hanum.


"Ayo bersulang",ajak Dom dengan mendentingkan gelasnya kegelas Hanum.


Tanpa rasa curiga Hanum langsung meminum anggur digelasnya sementara Dom Hanya mengamati Hanum minum sambil tersenyum jahat.


"Kau tidak minum?",tanya Hanum.

__ADS_1


"Aku ingin meminumnya dengan cara lain malam ini",jawab Dom.


Hanum mengerutkan keningnya mendengar itu.


"Kemarilah".


Dom menarik tubuh Hanum keatas pangkuannya dan tanpa Hanum duga tiba tiba Dom menuangkan sisa anggur dibotol ketubuh Hanum yang berbalut lingery itu membuat Hanum terkejut dan hampir saja murka dengan apa yang Dom lakukan itu.


"Dom!!",hardik Hanum.


"Sttt,diam sayang aku ingin menikmati anggur ini bersama tubuhmu malam ini sampai puas" jawab dom dengan mulai menyesap setiap inci tubuh Hanum yang basah oleh anggur itu.


Seperti seekor kucing Dom menjilat dan menyesap setiap inci kulit tubuh Hanum yang basah oleh anggur membuat Hanum mengerang merasakan sensasi luar biasa dari perbuatan Dom.


"Akhhhh"


Mendengar suara merdu erangan Hanum Dom semakin liar diikutinya aliran anggur itu dengan ujung lidah dan bibirnya sampai kebagian bawah tubuh Hanum.


Diangkatnya kedua kaki Hanum keatas bahunya lalu dengan liar disesapnya bagian itu sampai rasa manis anggur berubah menjadi rasa manis milik Hanum yang basah akibat permainan lidah Dom disana,membuat Hanum mengerang keras karena merasakan sensasi ni*mat yang luar biasa menjalari sekujur tubuhnya dan ingin merasakan lebih.


"Dom...",desis Hanum meminta Dom untuk segera mulai melakukan permainan inti mereka karena tubuhnya sudah berkedut liar minta untuk dipuaskan.


Melihat itu Dom kembali keatas ditatapnya wajah sayu Hanum yang sarat oleh gairah minta untuk segera dipuaskan.


Diulangnya lagi permainan dengan memagut dalam bibir Hanum sampai kedalam rongga mulut Hanum,membuat Hanum mengerang tertahan didalam tenggorokan.


Setelah puas menjelajah bagian mulut Hanum Dom memindahkan penjelajahannya ketulang selangka leher Hanum menyesap keras mencari sisa sisa rasa anggur disana dan terus menurun kebawah bermain didua gundukan indah milik Hanum.


Dom menyesap dan memilin milin dua puncak indah milik Hanum secara bergantian membuat Hanum sampai melengkungkan tubuhnya karena tidak tahan merasakan sensasi gila yang menjalari seluruh tubuhnya.


"Dom sekarang",pinta Hanum karena merasa bagian bawahnya sudah berkali kali basah sementara Dom belum juga melakukan permainan inti mereka, membuat Hanum hampir menggila menunggu Anaconda Dom memasuki sarangnya.


Melihat itu Dom segera memposisikan Anacondanya didepan sarang Hanum dan dengan sekali hentak Dom memasukkan semua bagian Anacondanya kedalam sarang Hanum membuat Hanum langsung mengerang keras merasakan sensasi menggila karena penyatuan itu.


"Dom!!!",teriak Hanum dengan mencengkram kedua sisi seprai sebagai tumpuan saat Dom mulai menggerakkan miliknya didalam milik Hanum dari tempo perlahan menjadi sangat cepat sampai tubuh mereka berdua terguncang hebat saat Dom merasakan Anacondanya mulai berkedut karena terlalu banyak minum anggur dan siap untuk muntah didalam sarang Hanum.


"Sayang sekarang...",desisi Dom dengan menyesap kuat puncak dada Hanum sebagai penutup pelepasan mereka.


Hanum mengerang keras, sebelum akhirnya ambruk setelah mereka berhasil menyelesaikan permainan panas mereka.

__ADS_1


__ADS_2