
Dengan marah Dom membuka pintu mobil itu dan langsung keluar dia berharap dengan menghirup udara dingin diluar rasa gerah dan panas yang dirasakannya akan berkurang,dia segera mengambil ponsel disakunya dan mencoba menghubungi Lucas tapi belum sempat dia melakukan itu, tiba tiba Calista ikut keluar dan langsung memeluknya dari belakang.
"Honey kumohon biarkan aku membantumu melepaskannya",ucapnya dengan kembali meraba tubuh Dom.
Dom sampai harus menggigit bibirnya sampai berdarah untuk menahan gairahnya yang langsung naik karena mendapat sentuhan lagi dari tangan Calista.
'Sepertinya aku tidak bisa tahan sampai Lucas datang',batin Dom karena merasa tubuhnya semakin panas dan bergairah,padahal Calista hanya menyentuh bagian luar tubuhnya yang masih berlapis kain,tapi membuatnya sudah hampir lepas kontrol.
Dengan sisa kesadarannya Dom menyingkirkan tangan Calista dan langsung membuka pintu kemudi mobil itu lalu memaksa sopir mobil keluar dari dalam,setelah itu dia segera masuk dan langsung melajukan mobil itu kencang meninggalkan Calista yang terdengar berteriak memanggil manggilnya.
Dom melajukan mobil dengan kecepatan penuh,dia berharap saat ini bisa segera sampai dikamar hotelnya agar bisa segera mendinginkan tubuhnya yang sudah sangat panas dan bergairah.
Bahkan baju yang dipakainya saat ini sudah basah oleh keringat dan bagian bawah tubuhnya sudah tegak paripurna dari tadi sehingga membuat celana yang dipakainya menjadi sangat sesak.
Bukan hanya itu Dom juga merasa nafasnya sudah mulai terasa sesak karena menahan gairah yang sangat besar sekarang.
"Sial!!!!",makinya dengan berkali kali menyeka keringat yang mengalir didahinya.
Dom menambah kecepatan mobil itu sampai maksimal agar dia bisa cepat sampai ditempat yang ditujunya,setelah berjuang keras akhirnya Dom sampai diClub miliknya.
Dengan tergesa gesa dia segera keluar dari dalam mobil,bahkan saat berhenti dia sempat menabrak mobil lain yang baru berhenti didepannya,tapi bukannya menghampiri pemilik mobil Dom malah langsung pergi meninggalkan tempat itu sehingga pemilik mobil yang ditabraknya menjadi sangat marah.
Untung saja Lucas melihat hal itu jadi dia segera menyuruh petugas keamanan untuk membawa korban Dom kekantor,dan dia segera mengejar Dom yang penampilannya sudah tidak karuan.
"Dom apa yang terjadi denganmu?",tanya Lucas bermaksud mengikuti Dom kedalam lift tapi Dom segera melarangnya.
"Bereskan kekacauan dibawah,dan jangan menggangguku sampai besok!",perintah Dom lalu menutup pintu lift.
Sampai dikamarnya dengan tidak sabar Dom melepas semua baju yang dipakainya dan bermaksud langsung mengguyur tubuhnya yang sudah sangat terbakar dibawah shower saat tiba tiba ponselnya berdering.
Dom ingin mengabaikan panggilan itu tapi saat tau yang menelponnya adalah Hanum Dom segera mengangkatnya.
"Hemmm".
"Dom...",panggil Hanum dari seberang telpon yang membuat Gairah Dom malah semakin naik.
__ADS_1
Sampai Dom harus membawa ponselnya kekamar mandi saat menjawab.
"Apa",kawab Dom sambil mendesis.
"Jam berapa kau akan datang kemari?",tanya Hanum.
Tiba tiba Dom ingat tadi dia mengatakan akan pergi ketempat Hanum setelah pulang dari pesta.
"Ah...sial",makinya pelan tapi Hanum berhasil mendengar hal itu.
"Dom apa yang terjadi denganmu kenapa kau seperti sedang marah",tanya Hanum.
"Tidak,tapi malam ini aku tidak bisa pergi ketempatmu aku akan kesana lain hari saja".
"Kenapa?",tanya Hanum dengan nada terdengar kecewa.
"Aku sedang tidak bisa Hanum ".
"Apa kau malam ini sedang bersama istrimu?",tanya Hanum terdengar sedikit ketus.
"Tidak aku sedang sendiri".
"Hemmm".
"Lalu kenapa suaramu seperti saat ini kau sedang bersama seseorang".
"Tidak aku sendiri aku sedang sedikit sibuk",ucap Dom.
"Sibuk apa yang kau lakukan?",tanya Hanum terdengar semakin curiga.
"Tidak ada aku hanya sedang mendinginkan tubuhku didalam bathup sekarang".
"Mendinginkan tubuhmu apa yang terjadi denganmu apa kau baru saja kebanyakan minum sehingga kau mabuk".
"Tidak tapi ada seseorang saat dipesta tadi yang memasukkan obat perangsang kedalam minuman yang aku minum dan sekarang aku harus berendam air dingin agar pengaruhnya hilang',terang Dom.
__ADS_1
"Dimana kau Dom",tanya Hanum.
"Diclub".
Setelah Dom mengatakan itu tiba tiba Hanum mematikan telponnya,kalau diwaktu lain Dom pasti akan protes kalau Hanum melakukannya tapi malam ini,dia merasa itu lebih baik karena dari tadi mendengar suara Hanum ditelpon Phyton miliknya semakin menegang padahal dia menerima panggilan dari Hanum sambil berendam didalam bathub yang penuh air dingin.
Ah sial berapa banyak keparat tadi memasukkan obat sialan itu kedalam minumannya kenapa air dingin ini sekarang terasa seperti air panas rasanya,maki Dom sangat marah.
Susah sekitar setengah jam dia berendam didalam bathup tapi sedikitpun pengaruh obat itu tidak berkurang membuatnya memutuskan mengguyur tubuhnya langsung dibawah shower,tapi tetap saja pengaruhnya tidak berkurang sedikitpun membuatnya benar benar tersiksa.
Ah sial apa malam ini dia harus melampiaskannya dengan seorang wanita agar efeknya hilang,lalu wanita mana yang sanggup mengimbanginya saat ini dia takut dia bisa membuat seorang wanita besok tidak bisa bangun dari atas tempat tidur setelah melayaninya,karena itu dia tidak menyuruh Hanum menemuinya sekarang disaat gairahnya benar benar berada dipuncak.
Dom memejamkan matanya memikirkan apa yang harus dilakukannya malam ini,sambil mengguyur tubuhnya dibawah shower,tiba tiba bayangan tubuh indah Hanum terlintas dipikirannya membuat phyton miliknya yang sudah mulai kedinginan bangkit sempurna lagi.
"Sial!!!,aku akan membunuh siapapun yang telah melakukan ini padaku",maki Dom dengan marah dan tanpa sadar menghantam kaca wastafel didepannya dengan keras hingga pecah berantakan dilantai.
"Dom!!!,"teriak Hanum yang saat itu sudah berada didalam kamar Dom dan sangat terkejut mendengar suara kaca pecah dari dalam kamar mandi.
Hanum bergegas membuka pintu kamarmandi yang memang tidak dikunci oleh Dom tadi,dia sangat terkejut saat melihat Dom berada dibawah guyuran shower dengan tangan berdarah karena baru saja menghantam kaca didepannya.
"Hanum",ucap Dom terkejut melihat Hanum berdiri didalam kamar mandinya.
"Apa yang kau lakukan apa kau sudah gila",ucap Hanum terdengar khawatir melihat tangan Dom penuh dengan darah.
Hanum segera mematikan shower dan mencari handuk untuk membungkus tubuh Dom yang sudah setengah pucat karena lebih dari satu jam berada dibawah guyuran air dingin.
"Aku tidak papa" ucap Dom dengan mendorong tubuh Hanum menjauh dari tubuhnya karena saat Hanum mendekat aroma tubuhnya membuat phyton miliknya langsung bangun.
"Jangan bilang tidak papa tanganmu berdarah apa ini tidak sakit",ucap Hanum marah sambil menyentuh tangan Dom yang berdarah.
"Jangan menyentuhku!",bentak Dom sambil menipis tangan Hanum yang ingin menyentuh tangannya.
"Kenapa?",ucap Hanum marah," kenapa aku tidak boleh menyentuhmu!!",teriak Hanum.
"Karena kau membuatku tidak tahan lagi".
__ADS_1
"Maksudmu?",tanya Hanum.
"Kau membuatku sangat bergairah jadi jangan menyentuhku karena aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi kalau kita sedekat ini!!!",teriak Dom.