
Hanum sedang berjalan bersama Wendy menuju keArea parkir kantor Agency Robert untuk pulang setelah melakukan pemotretan hari ini.
"Kukira Dom akan melarangmu bekerja lagi setelah tau kau hamil Hanum".
"Awalnya dia memang tidak setuju aku masih bekerja seperti ini tapi saat aku bilang,aku merasa lebih baik saat bekerja dari pada duduk diam dirumah menunggu dia pulang dari kantor akhirnya dia mengerti dengan syarat aku harus bisa membatasi pekerjaanku jangan sampai aku kelelahan".
"Sekarang aku percaya Dom sangat mencintaimu Hanum, karena laki laki mana yang setuju istrinya masih melakukan pekerjaan seperti ini kalau dia tidak sangat mencintai wanita itu".
"Dia harus setuju karena aku bisa gila kalau dia mengekangku seperti Arya dulu".
"Oh iya ngomong ngomong soal Arya aku dengar istrinya sudah melahirkan sebulan yang lalu,"ucap Wendy.
"Benarkah syukurlah kalau begitu,kuharap dia akan berubah setelah punya anak sekarang",jawab Hanum tidak perduli dengan khabar itu.
"Tapi Hanum apa kau tidak merasa aneh mendengar khabar Clarisa melahirkan secepat itu".
Hanum mengedikkan bahu tidak perduli,"Mereka semua hanya orang orang dari masa laluku".
"Kau benar,lalu Hanum apa rencanamu dengan Dom selanjutnya apa kau tidak ingin segera menjadi nyonya Dominic Alexander,menggantikan Calista menyebalkan itu",ucap Wendy sebal saat menyebut nama Calista.
"Aku sudah menjadi nyonya Dominic beberapa bulan yang lalu Wendy",jawab Hanum.
"Apa!!!".
Wendy sangat terkejut mendengar ucapan Hanum barusan.
"Iya.. ".
"Tapi... kapan Hanum kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku soal ini, lalu lamaran waktu itu dan dirumah sakit waktu kau sakit itu apa berarti itu sudah...".
"Iya kami sudah menikah saat itu".
"Kenapa kau tega tidak memberi tauku hal sepenting ini, apa kau tidak menganggapku teman baikmu?".
Wendy tampak sangat terpukul dan kecewa Karen Hanum tidak mengatakan tentang pernikahan mereka padanya.
Hanum menyentuh tangan Wendy.
"Maaf Wendy aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu,tapi awal pernikahan kami tidak didasari cinta seperti sekarang karena itu aku tidak ingin menceritakannya padamu, aku takut bahwa hubungan kami hanya sebentar".
"Maksudmu? ".
"Saat itu,awalnya aku hanya iseng ingin mengerjai Dom yang terus memaksaku agar mau tidur dengannya".
__ADS_1
"Jadi kapan kalian menikah? ",tanya Wendy sedikit kesal karena Hanum baru memberi taunya sekarang soal sepenting itu padahal mereka bertemu setiap hari.
"Setelah dari pesta Tuan Robert waktu itu",jawab Hanum.
"Apa!!!,secepat itu kalian langsung menikah bukannya kalian baru bertemu sekali saat diclub malam itu".
"Iya dan yang kedua saat dipesta tuan Robert malam itu".
"Hanum sepertinya aku mulai paham sekarang, kalian bertemu hanya dua kali, lalu menikah kurasa Dom jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu Hanum fix itu kenyataannya".
"Kau benar aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya karena itu aku langsung menikahinya agar dia tidak bisa kabur dariku".
"Dom!! ",Hanum dan Wendy terkejut melihat Dom sudah berdiri dibelakang mereka.
"Sayang, aku merindukan kalian",ucapnya dengan mencium puncak kepala Hanum dan menyentuh perut ratanya dengan lembut.
"Ehemmm, bisakah kalian menahan diri sedikit sampai aku tidak melihat keromantisan kalian",ucap Wendy.
Bukannya perduli pada Wendy Dom malah memeluk pinggang Hanum didepan Wendy.
"Apa kau sudah selesai sekarang sayang?",tanyanya pada Hanum yang dijawab anggukan oleh Hanum.
"Kalau begitu ayo kita pulang",Dom memeluk bahu Hanum dan mengajaknya pergi meninggalkan Wendy sendiri diArea parkiran.
"Kenapa?",protes Dom tidak senang melihat Hanum seperti itu.
"Aku khawatir kalau ada wartawan yang melihat kita sekarang",jawab Hanum.
"Kau tidak perlu khawatir soal itu,kalau ada yang berani memotret kita diam diam berarti mereka sudah bosan hidup sayang".
"Tapi Dom... ".Dom menempelkan jari telunjuknya kebibir Hanum.
"Tidak ada tapi tapian sayang".
Lalu Dom mengajak Hanum masuk kedalam mobilnya.
"Kau mejemputku sendiri tadi?,"tanya Hanum karena melihat Dom membawa mobil itu sendiri.
"Iya,bukankah memang harusnya begitu".
"Tapi kau bilang kau sedang repot sekarang".
Dom berputar menghadap Hanum sambil membelai pipinya,"Bagiku tidak ada yang lebih penting dari kalian karena itu aku akan berusaha memberikan waktuku sebanyak mungkin untuk kalian meski belum bisa sepenuhnya sayang".
__ADS_1
"Terimakasih karena kau begitu perduli dengan kami Dom, aku merasa...".
"Tentu saja aku sangat perduli pada kalian,mau jalan jalan sekarang",ajak Dom pada Hanum dengan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kantor Robert Agency.
"Kau ingin mengajakku jalan jalan kemana?"tanya Hanum terlihat bersemangat mendengar itu.
"Bagaimana kalau kepantai apa kau mau? ".
Wajah Hanum langsung berubah cerah.
"Ayo kita kepantai".
"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat".
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lamanya mereka tiba dipantai.
Hanum langsung keluar dari dalam mobil setelah Dom berhenti dan memarkir mobilnya .
"Wah udara disini sangat segar!! ",teriak Hanum dengan merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara dipantai itu.
Dom menghampiri Hanum lalu memeluknya dari belakang, "Kau suka pantai, sayang?",tanyanya dengan meletakkan kepalanya diceruk leher Hanum.
"Iya, pemandangan laut luas tanpa tepi membuat perasaanku menjadi tenang".
"Apa ada yang menganggu pikiranmu sekarang, bukankah kau sudah punya segalanya saat ini".
Hanum menoleh kearah Dom mendengar itu dan membelai lembut wajah Dom yang berada diceruk lehernya.
"Hubungan kita masih sedikit menggangguku Dom, meski aku sudah sangat bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang".
"Apa kau masih belum seratus persen yakin dengan perasaanku padamu?".
"Aku masih sedikit khawatir terkena karma",ucap Hanum.
Dom memutar tubuh Hanum menghadap kearahnya,"Karma maksudmu? ".
"Ya..., kau tau hubungan kita dimulai dengan awal yang salah karena aku emosi saat itu lalu aku merebutmu dari Calista bahkan memaksamu untuk menikahiku hanya karena kau ingin tidur denganku seharusnya aku tidak... "
Tiba tiba Dom mengecup dalam bibir Hanum sebentar, membuat Hanum terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Kau tidak pernah merebutku dari siapapun sayang,hubunganku dengan Calista memang sudah lama berakhir sebelum kita bertemu hanya saja aku tidak berpikir untuk mengakhirinya, karena aku merasa terlalu tidak perduli dengan pernikahanku lagi saat itu,sampai kita bertemu itu memberiku alasan untuk memulai dan mengakhiri lembaran tidak berguna hidupku dengan Calista. Aku senang saat itu kau sengaja memintaku untuk menikahimu,karena itu membuatku tidak perlu bersusah payah untuk memaksamu terikat denganku selamanya".
Hanum terdiam mendengar itu.
__ADS_1
"Tunggulah dalam beberapa hari ini aku berencana menceraikan Calista secara resmi lalu aku akan mendaftarkan pernikahan kita secara resmi agar kau benar benar menjadi nyonya Dominic Alexander seutuhnya",ucap Dom dengan mengecup lembut puncak kepala Hanum.