
Emily terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arya,tapi secara tidak langsung dia membenarkan apa yang dikatakan oleh pria itu bahwa saat ini tempat sembunyi teraman adalah tempat yang sama sekali tidak Dom sangka sama sekali kalau pun dia keluar negeri sekarang dipikir tidak sulit bagi Dom untuk menemukannya dengan kekuasaan yang dimilikinya itu.
Jadi Emily merasa tempat tuan Edward sat ini adalah tempat sembunyi teraman sementara sebelum dia pergi keluar negeri untuk selamanya nanti, pikirnya.
"Bagaimana? ",tanya Arya karena Emily hanya diam tidak menjawab apa yang dikatakannya barusan.
"Iya baiklah tapi bagaimana aku kesana?".
"Dimana kau sekarang?",tanya Arya menanyakan posisi Emily.
"Aku berada diBandara didalam mobilku".
"Baiklah tunggu sebentar aku akan menghubungi tuan Edward mengatakan bahwa kau akan ketempatnya sekarang".
"Iya jangan lama lama, aku takut kalau terlalu lama anak buah Dom akan menemukanku disini nanti".
"Jangan khawatir,aku akan menghubunginya sekarang",ucap Arya lalu mematikan panggilan mereka untuk sementara.
Sambil menunggu Arya menelponnya kembali Emily berkali kali mengedarkan pandangannya keluar mobil melihat kalau kalau ada orang yang mencurigakan mendatangi mobilnya yang terparkir agak tersembunyi di area Bandara itu.
Tidak sampai sepuluh menit Arya menghubunginya lagi membuat Emily sedikit tenang mengetahui itu.
"Bagaimana?",tanyanya dengan nada tidak sabar saat mengangkat panggilan dari Arya.
"Tuan Edward setuju menampungmu untuk sementara".
"Lalu apa dia juga setuju mengeluarkanku dari negara ini? ",tanya Emily.
"Dia bilang untuk masalah itu dia ingin membicarakannya berdua denganmu nanti diVilanya".
"DiVilanya dimana itu? ",tanya Emily tidak sabar untuk pergi kesana.
"Tunggulah sebentar disana nanti ada orang yang akan menjemputnya untuk membawamu menuju Villa tuan Edward".
__ADS_1
"Jangan lama lama. aku rasa sekarang Dom sudah tau tentang kecelakaan yang terjadi pada Hanum dan itu membuatku semakin khawatir anak buahnya akan segera menemukanku".
"Tidak lama mungkin sekitar sepuluh menit lagi orang itu sampai ditempatmu,jadi tunggu saja".
"Baiklah".
"Oh iya Emily ini terakhir kalinya aku membantumu lepas dari masalah yang kau buat,setelah ini jangan pernah lagi mengganggu hidupku dengan segala kegilaanmu itu".
"Apa maksudmu Arya,bukankah kau yang mengajakku untuk bekerja sama menghancurkan Dom dan Hanum saat itu".
"Memang benar aku mengajakmu untuk bekerja sama saat itu karena kau berguna saat itu,tapi sekarang kau sudah tidak berguna lagi bagiku,anggap bantuanku kali ini sebagai balas budi atas apa yang sudah kau berikan padaku selama ini,selamat tinggal Emily".
"Kau... ",Emily belum menyelesaikan ucapannya tiba tiba Arya sudah mematikan panggilannya dan langsung memblokir nomornya membuat Emily langsung mengeluarkan sumpah serapahnya kesal pada Arya.
"Brengsek!!!,"makinya dengan sangat marah pada Arya.
Tapi seperti yang dijanjikan Arya tidak sampai sepuluh menit seseorang dengan nomor tak dikenal menghubunginya.
Awalnya Emily ragu untuk mengangkat panggilan itu tapi saat nomor itu mengirim pesan dan mengatakannya kalau dia adalah orang yang diperintahkan Edward untuk menjemputnya maka Emily langsung merasa tenang.
"Baiklah saya akan segera kesana".
Setelah mengatakan itu Emily keluar dari mobilnya dan menuju satu satunya mobil warna hitam yang ada disana.
Sebelum Emily mengetuk pintu mobil tiba tiba pintu itu sudah terbuka dan orang yang berada didalam langsung mempersilahkan dia untuk masuk.
"Silahkan nona Emily".
Emily sempat terkejut saat melihat bahwa yang membukakan pintu dari dalam mobil adalah Edward sendiri.
"Tu... tuan Edward kenapa anda ada disini",tanyanya.
"Kebetulan saya sedang berada didekat sini saat tuan Arya menghubungi saya tadi,mengatakan bahwa anda sekarang sedang dalam masalah dan membutuhkan bantuan saya untuk sementara waktu".
__ADS_1
"Be.. benar,terimakasih anda sudah bersedia membantu saya",ucap Emily dengan masuk kedalam mobil dan merasa sedikit tenang saat melihat sikap ramah dan sopan Edward waktu mempersilahkannya masuk tadi.
"Jalan",perintah Edward saat Emily sudah masuk kedalam mobilnya.
"Kita akan kemana tuan Edward?",tanya Emily berusaha membuka percakapan santai dengan pria tua itu.
"Kebetulan saya sedang bosan sekarang karena bisnis saya akhir akhir ini tidak terlalu bagus jadi saya akan menemani anda tinggal diVila saya yang berada diatas bukit agar anda tidak bosan karena disana sangat sunyi".
"Saya tidak masalah tinggal disana sendiri kalau memang anda sedang ada urusan karena saya sedang ingin menenangkan diri sekarang".
"Sekarang saya juga sedang punya masalah karena beberapa waktu yang lalu si Dominic brengsek itu telah mengambil proyek besar milikku dan membuat aku bangkrut cukup banyak hanya karena masalah sepele,jadi sekarang saya memang butuh waktu untuk menenangkan diri bukan".
Mau tidak mau terpaksa Emily mengangguk mendengar itu.
Setelah menempuh perjalanan berjam jam lamanya dengan medan yang sangat berat,bahkan mereka sempat berganti mobil khusus untuk medan pegunungan,akhirnya mereka sampai diVila yang disebutkan oleh Edward tadi, tapi Emily menyebut bangunan itu lebih mirip sebuah penjara dari pada Vila.
Vila Edward merupakan bangunan besar kuno yang menyerupai benteng atau kastil kecil dengan sekeliling tempat dipagari oleh jurang yang sangat dalam,hanya ada jalan setapak kecil dan terjal yang menjadi akses keluar masuk dari tempat itu membuat Emily bergidik ngeri harus tinggal disana dalam waktu lama nanti bersama pria tua itu.
"Maaf bangunan ini sudah lama tidak saya kunjungi jadi mungkin kondisinya tidak terlalu terawat tapi tenang saja saya menjamin anda disini akan aman dari incaran siDominic itu nona Emily".
Emily hanya mengangguk sambil keluar dari dalam mobil itu.
"Apa hanya kita berdua yang akan tinggal disini tuan Edward tanya Emily khawatir.
"Tidak akan ada pengawal saya yang akan menjaga keamanan anda selama kita tinggal disini",jawabnya.
Emily melihat ternyata selain mobil yang mereka tumpangi ada sebuah mobil lagi yang mengikuti mereka dibelakang yang Emily yakin itu adalah pengawal Edward.
"Jangan khawatir mereka adalah para pengawalku yang akan menjaga keselamatan kita selama disini".
"Lalu berapa lama kita akan tinggal disini sebelum anda mengajakku keluar negeri tuan Edward?",tanya Emily sambil menatap kearah Edward yang juga menatapnya dengan tatapan penuh na*su membuat Emily langsung merinding ditatap seperti itu oleh pria tua dan gendut didepannya itu.
"Untuk masalah itu semua tergantung anda selama tinggal disini nona Emily",ucapnya.
__ADS_1
"Maksud anda apa tuan Edward saya tidak mengerti?".
"Apa anda pikir saya mau membantu anda secara gratis sekarang, anda salah nona Emily,saya bersedia membantu anda tapi anda harus membayarnya dengan menjadi pemuas saya diatas ranjang".