
Dom bergegas masuk kedalam kamar meski ada dua penjaga yang menjaga Hanum didepan pintu tetap membuat dirinya tak tenang meninggalkan Hanum lama dirumah sakit.
"Cklek! ".
Hanum dan Wendy langsung menoleh saat mendengar suara pintu terbuka dan dilihatnya Dom berjalan masuk kedalam ruangan dengan seikat bunga ditangannya.
"Dom!",panggil Hanum melihat Dom berjalan kearahnya.
"Untukmu sayang",ucap Dom dengan menyerahkan bunga yang dibawanya kepada Hanum.
"Terimakasih",jawab Hanum langsung menerima dan mencium bunga itu.
"Kamu sudah siap untuk pergi apa aku terlambat datang?",ucap Dom dengan mencium puncak kepala Hanum yang duduk ditepi tempat tidur dengan penuh sayang .
"Iya... tapi aku memaafkanmu karena kamu membawakanku hadiah",ucap Hanum dengan bersandar manja ketubuh Dom.
"Jadi... mau pergi sekarang".
Hanum mengangguk, "Iya",jawabnya.
Mendengar itu Dom lalu menyiapkan kursi roda untuk Hanum dan membantu Hanum duduk dikursi lalu mulai mendorong Hanum keluar dari kamar rawat menuju mobilnya yang berada diarea parkir rumah sakit.
Sampai diarea parkir Wendy berpamitan kepada mereka berdua untuk pulang tidak ingin mengganggu kebahagiaan pasangan yang sedang berbahagia itu.
"Aku akan pulang,kalian bersenang senanglah",ucap Wendy dengan melambaikan tangan kearah mereka berdua.
"Baiklah sampai jumpa lagi",jawab Hanum dengan membalas lambaian tangan Wendy sambil melangkah masuk kedalam mobil.
Setelah siap Dom segera menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankannya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang ingin mereka tuju.
"Kita akan kemana sekarang?",tanya Hanum pada Dom.
Membawamu melihat pemandangan sambil menikmati hidangan lezat bagaimana apa kamu mau sayang".
"Iya.. ".
Dom mengajak Hanum kesebuah restoran bernuansa alam yang berada dikaki sebuah bukit yang berjarak sekitar setengah jam dari rumah sakit.
Sampai disana Dom segera membantu Hanum turun dan mendorong kursi roda yang dipakai Hanum untuk masuk kedalam Restoran itu.
"Tempat ini sangat bagus",ucap Hanum dengan mengedarkan pandangannya kesekeliling restoran itu yang didominasi nuansa alam yang sangat kental ditambah sekarang hari sudah menjelang sore membuat suasana direstoran itu terkesan sangat romantis jadinya.
"Kamu suka?",tanya Dom dengan membantu Hanum duduk dikursinya.
Hanum mengangguk,"Iya membuat perasaanku menjadi lebih baik setelah berada disini".
__ADS_1
"Aku senang mendengarnya sayang",ucap Dom dengan mengecup lembut jemari sang istri mesra.
"Bisakah kita jalan jalan sebentar setelah Ini Dom",pinta Hanum.
"Maksudmu sayang".
"Aku ingin jalan jalan sebentar dijalan setapak yang kita lewati tadi kamu maukan",pinta Hanum.
"Tapi... ".
"Dom.. Please hanya sebentar tidak akan sampai membuatku lelah".
"Baiklah..iya nanti kita lakukan tapi hanya sebentar,sekarang ayo kita pesan makanan dulu".
Hanum mengangguk dan menuruti Dom untuk memesan makanan direstoran itu.
Setelah mereka selesai menyantap habis makanan mereka Hanum segera mengajak Dom untuk berjalan kaki menapaki jalan setapak sambil menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh restoran yang mereka kunjungi itu.
"Pelan pelan sayang",ucap Dom dengan menggenggam erat tangan Hanum merasa sedikit khawatir melihat Hanum begitu bersemangat berjalan dijalan yang sedikit menurun itu.
"Tidak papa Dom",jawab Hanum dengan tersenyum lembut kearah Dom.
Setelah puas menikmati suasana restoran itu Hanum berinisiatif mengajak Dom untuk pulang.
"Ayo kita pulang",ajak Hanum dengan berjalan menuju kearah mobil mereka.
Hanum pulang dengan perasaan terasa lega setelah berbulan bulan berada dirumah sakit dengan keluar sebentar seperti ini membuat dia merasa lebih baik.
"Kamu yakin akan langsung pulang sekarang?",tanya Dom merasa tidak tega mengajak Hanum kembali kerumah sakit.
"Iya,terimakasih untuk hari ini Dom",ucap Hanum yang dibalas anggukan oleh Dom
"Aku akan berusaha meluangkan lebih banyak waktu untuk mengajakmu keluar sayang".
"Iya.., terimakasih, malam ini aku juga punya kejutan untukmu",ucap Hanum dengan ekspresi penuh rahasia.
"Kejutan... apa itu? ",tanya Dom penasaran.
"Sebuah hadiah kecil tapi sekarang masih berada dikamarku, aku akan memberikannya nanti sebelum kita tidur".
Mendengar itu Dom semakin penasaran dengan apa yang akan diberikan Hanum padanya.
"Aku penasaran apa itu sayang".
"Nanti juga kamu akan tau Dom".
Hanum tetap tidak mau mengatakan apa hadiah yang akan diberikannya pada Dom.
__ADS_1
***
Setelah sampai dikamar rawatnya Hanum langsung masuk kekamar mandi membuat Dom merasa heran,apalagi setelah berada didalam Hanum langsung mengunci pintunya membuat Dom sedikit khawatir dan segera mengetuk pintunya meminta Hanum agar membukanya.
"Sayang...kamu sedang apa dikamar mandi kenapa pintunya kamu kunci".
"Aku sedang bersih bersih Dom kamu tunggu saja sebentar",jawab Hanum dari dalam kamar mandi.
"Iya tapi tidak perlu dikunci bukan membuatku khawatir ",Ucap Dom dari luar pintu.
"Tunggu saja sebentar diluar aku tidak papa!"perintah Hanum dari dalam kamar mandi.
Dom menunggu Hanum dengan tidak melepaskan pengawasannya dari kamar mandi khawatir kalau kalau mendadak sesuatu terjadi pada Hanum dikamar mandi.
"Ceklek!".
Saat mendengar pintu kamarmandi terbuka baru Dom bisa menarik nafas lega.
"Kamu baru selesai mandi?",tanya Dom karena melihat Hanum keluar dengan memakai jubah mandi.
Hanum langsung mengeleng,"Hanya membersihkan diri sedikit sebelum pergi tidur",jawabnya dengan duduk dimeja rias dan mulai menyisir rambutnya.
"Mau kubantu sayang",tawar Dom dengan memperhatikan apa yang dilakukan Hanum dari balik kaca rias.
Hanum mengangguk sambil menyerahkan sisir itu kepada Dom.
Dom menerima sisir dari tangan Hanum dan mulai menyisir pelan rambut Hanum sambil sesekali menatap wajah Hanum yang juga menatap kearahnya dari balik cermin.
"Kamu terlihat pandai melakukan ini,apa kamu sering melakukannya"tanya Hanum dengan serius menatap kearah Dom.
"Ya sejak kamu sakit aku sering melakukan ini padamu sambil mengajakmu mengobrol berharap saat aku melakukan ini kamu langsung membuka matamu sayang",jawab Dom dengan menatap kearah Hanum.
"Apa kamu merindukanku saat itu?",tanya Hanum dengan memutar tubuhnya menatap kearah Dom dan menyentuh tangan Dom.
"Tentu saja itu adalah saat terberat dalam hidupku sayang" jawabnya dengan membelai wajah Hanum tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah cantik Hanum.
"Maaf..." ucap Hanum"Maaf sudah membuatmu menderita beberapa waktu ini,mulai sekarang aku akan berusaha selalu ada untuk menemanimu sampai kita menua bersama nanti".
"Itu harus, jangan pernah melakukan hal itu lagi padaku karena aku tidak akan sanggup".
"Jadi karena selama aku sakit Daddy sudah menjadi calon ayah dan suami yang baik malam ini aku akan memberi Daddy hadiah sebagai ucapan terimakasih".
"Hadiah... kamu punya sesuatu untukku?",tanya Dom dengan mengerutkan keningnya menatap Hanum.
Hanum mengangguk,"Ya aku punya hadiah special untukmu sekarang tutup matamu Dom",perintah Hanum dengan menempelkan kedua tangannya kewajah Dom menyuruhnya untuk menutup mata dulu sebelum menerima kejutan dari Hanum.
Sabar ya buka puasanya ππ.
__ADS_1