
Dom dan Hanum sedang bergelung disofa ruang tengah sambil menonton film.
"Bagaimana harimu tadi sayang?",tanya Dom dengan membelai lembut kepala Hanum.
"Aku hanya melakukan beberapa sesi pemotretan kemudian Wendy mengajakku berjalan jalan sebentar keMall, kenapa kau tidak menghubungiku kalau kau akan pulang cepat hari ini".
"Sudah kukatakan aku hanya ingin mencoba menjadi dirimu".
"Tapi aku juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu Dom".
"Jadi kau merasa kesal karena aku pulang lebih dulu kerumah?".
Hanum mengangguk.
"Baiklah kalau begitu lain kali aku akan menghubungimu dulu sebelum kembali".
"Tapi aku juga senang kalau seperti ini,aku merasa sangat dicintai sekarang",jawab Hanum dengan menelusupkan tubuhnya kedada Dom.
Dom membalas perlakuan Hanum dengan mengecup lembut puncak kepalanya berkali kali menghirup atoma harum dari shampo yang dipakainya tadi saat mereka mandi bersama.
"Bukannya aku memang mencintaimu sayang apa kau merasa belum yakin soal itu".
Hanum langsung mengangkat kepalanya dari dada Dom dan memandang wajah Dom.
"Kadang aku merasa itu seperti tidak nyata".
Mendengar itu Dom menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum tipis.
"Tentu saja itu nyata bukankah kau sudah merasakannya? ",ucap Dom dengan ekspresi menggoda.
Hanum menautkan alisnya mendengar ucapan ambigu itu.
"Apa yang kau pikirkan sayang",ucap Dom dengan menyentik lembut dahi Hanum.
Hanum menggeleng dengan senyum dikulum.
"Jangan berpikir mesum lagi apa kau masih merasa belum cukup melakukannya tadi di kamarmandi, heh! ".
"Tidak ada,aku hanya merasa ekspresimu sekarang sedikit lucu",goda Hanum.
"lucu?,bukannya kau bilang wajahku ini mengerikan barusan tadi,lalu sekarang kau bilang lucu kurasa kau sedang menipuku",gerutu Dom.
"Tidak Dom kau benar benar lucu dan menggemaskan aku jadi penasaran bagaimana tampang Dom kecil dulu apakah dia sangat imut atau tidak".
"Aku juga penasaran bagaimana wajahmu dulu waktu kecil pasti kau sudah cantik dari dulu",ucap Dom dengan membelai wajah Hanum.
"Aku memang sudah cantik dari lahir kau tidak percaya?",ucap Hanum.
__ADS_1
"Kurasa iya lalu bagaimana nanti hasil perpaduan kita berdua pasti hasilnya sangat luar biasa sayang".
Seketika tubuh Hanum membeku mendengar itu,perlahan Hanum melepas pelukannya dari tubuh Dom dan pura pura melihat kelayar televisi.
Dom yang melihat perubahan sikap Hanum. berusaha untuk kembali meraih Hanum kedalam pelukannya tapi Hanum menolak.
"Aku akan mengambil minum dibelakang apa kau ingin kuambilkan sesuatu Dom?",tanyanya dengan bangkit dari duduknya.
Dom menggeleng dan hanya menatap Hanum yang berjalan menuju dapur.
Cukup lama Dom menunggu Hanum kembali tapi Hanum tidak juga kembali, jadi dia bangkit mendatangi Hanum ke dapur untuk melihat apa yang dilakukan Hanum disana.
Sampai didapur Dom tidak melihat Hanum disana membuatnya langsung mengerutkan kening heran,Dimana Hanum bukannya tadi dia bilang ingin minum,batin Dom.
Karena tidak menemukan Hanum diDapur Dom mencoba mencari Hanum dikamar,dilihatnya lampu kamar tidak menyala,Dom langsung menghidupkan lampunya dan tampak Hanum sudah bergelung didalam selimut.
Melihat itu Dom langsung menghampiri Hanum dengan ikut naik keatas ranjang.
"Ada apa sayang? ",tanya Dom dengan ikut masuk kedalam selimut bersama Hanum.
Hanum menggeleng,"Aku lelah ingin tidur sekarang" jawabnya masih dengan menyembunyikan wajahnya dibalik selimut tanpa menghadap kearah Dom.
"Apa aku sudah salah bicara tadi hingga sikapmu berubah? ",tanyanya dengan menarik Hanum kedalam pelukannya.
Hanum menggeleng,tanpa menjawab pertanyaan Dom.
Tiba tiba Hanum menangis membuat Dom terkejut,"Sayang.. ".
"Maaf...maaf Dom aku tidak bisa memberikan apa yang kau inginkan" ucap Hanum disela sela isaknya.
Melihat itu Dom tidak meneruskan lagi ucapannya tapi hanya memeluk Hanum dalam diam sambil membelai lembut pundak Hanum berusaha menenangkan emosi Hanum.
Setelah puas menangis akhirnya Hanum diam meski masih sedikit terisak.
"Maaf sayang aku berjanji tidak akan menyinggung soal anak lagi denganmu",ucap Dom dengan membelai rambut Hanum.
Hanum masih diam mendengar itu, tidak ingin menjawab ucapan Dom dan lebih memilih menelusupkan wajahnya kedada Dom.
"Tidurlah dan jangan berpikir apapun lagi sekarang",perintah Dom dengan membelai lembut pundak Hanum menyuruhnya untuk tidur.
Hanum menuruti perintah Dom dan mulai memejamkan matanya untuk tidur.
**
Semenjak kejadian malam itu Dom benar benar tidak lagi mengungkit masalah anak dihadapan Hanum dan hubungan mereka juga sudah kembali seperti biasa,dia juga sudah melupakan keinginannya yang ingin punya anak karena melihat bayi milik Clarisa waktu dirumah sakit beberapa waktu yang lalu.
Seperti pagi ini, seperti biasa Hanum membantu Dom untuk membetulkan dasinya.
__ADS_1
"Aku akan sibuk beberapa waktu ini apa kau tidak papa sayang? ",tanya Dom dengan memeluk Hanum yang sedang membetulkan dasinya.
Hanum menggeleng,"Tidak papa,apakah kau akan pulang seperti biasa?",tanya Hanum.
Dom menggeleng,"Aku tidak tau,aku akan mengusahakannya kalau ada waktu, tapi setelah semua ini selesai mari kita pergi berlibur".
Hanum langsung menghentikan aktifitasnya yang sedang memasang dasi Dom.
"Berlibur maksudmu? ".
"Anggap saja bulan madu bagaimana? ".
Dom menaikkan sebelah alisnya saat mengatakan itu.
"Emmm".Hanum sengaja pura pura berpikir meski sebenarnya dia sangat senang mendengar apa yang diucapkan Dom barusan.
Dom menarik tubuh Hanum mendekat,"Apa kau tidak suka berlibur denganku?".
Hanum menggeleng,"Bukan tapi bagaimana kalau ada wartawan yang melihat kita pergi berdua,apa itu tidak masalah untukmu? ",tanya Hanum khawatir.
Dom menggeleng aku akan menyewa pulau pribadi untuk kita agar tidak ada orang yang mengganggu liburan kita sayang".
Hanum langsung mengerjapkan mata mendengar itu.
"Kenapa ekspresimu seperti itu".
Dom menoel ujung hidung Hanum gemas melihat Hanum seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakannya barusan.
"Bukan hanya saja.... ".
"Persiapakan saja dirimu untuk liburan kita dua bulan lagi",bisik Dom ditelinga Hanum.
"Du.. dua bulan lagi selama itu?",ucap Hanum dengan ekspresi kecewa.
"sabarlah sedikit itu tidak akan lama,bukankah tenggang waktu untukmu juga masih dua bulan lagi sayang".
Hanum baru ingat soal itu sekarang.
"Iya,"jawab Hanum pelan.
"Jadi persiapkan dirimu saat itu...".
"Iya aku tau,baiklah sekarang sudah selesai apa kau ingin sarapan seperti biasa atau langsung berangkat?".
"Tidak usah sepertinya aku ingin sarapan yang lain saja sekarang",ucap Dom dengan memajukan bibirnya bermaksud mengecup Hanum tapi tiba tiba Hanum langsung mendorong wajah Dom menjauh dan Hanum langsung membekap mulutnya, sendiri karena merasa mual mencium aroma mint dari mulut Dom, membuat Dom mengerutkan kening bingung melihat ekspresi Hanum yang seperti ingin muntah.
"Ada apa sayang? ",tanya Dom.
__ADS_1
Hanum langsung menggeleng,"Tidak tapi aroma pasta gigimu membuatku mual Dom",jawab Hanum yang membuat Dom semakin bingung mendengar ucapan Hanum.