Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
117. Kabar Buruk.


__ADS_3

Wendy keluar kearea parkir untuk menemui Hanum yang tadi bilang sudah menunggunya.


Dia sedikit lambat keluar mungkin Hanum sudah mulai bosan menunggunya karena sudah hampir satu jam dia baru keluar kearea parkir dan langsung menghampiri mobilnya tapi tidak ditemukannya Hanum disana.


Wendy segera menghubungi ponsel Hanum tapi tidak ada jawaban membuat Wendy mengerutkan kening heran.


'Apa mungkin Dom sudah menjemputnya lebih dulu seperti biasanya', pikir Wendy merasa lega tapi dia kembali mengerutkan kening saat melihat Emily berlari terburu buru menuju mobilnya sambil melihat kesekeliling seperti orang yang sedang ketakutan membuatnya penasaran dengan segera Wendy berjalan cepat menghampiri Emily untuk bertanya,tapi saat melihat Wendy berjalan kearahnya wajah Emily langsung pucat pasi dan bergegas masuk kedalam mobilnya dan segera melajukannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu membuat perasaan Wendy menjadi sangat khawatir, apakah Emily telah melakukan sesuatu yang mengerikan pada Hanum,'pikir Wendy.


Memiliki pemikiran seperti itu Wendy teringat ucapan Hanum yang mengatakan dia ingin pergi dulu ketoilet tadi ditelpon dengan perasaan gugup Wendy segera berlari kencang menuju toilet perempuan untuk memastikan kekhawatirannya dan berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Hanum.


Sampai di depan toilet Wendy sempat heran karena ada tulisan toilet sedang rusak didepan pintu toilet membuat Wendy mengurungkan niatnya untuk masuk dan berdiri diam didepan pintu toilet merasa sedikit lega karena Hanum tidak mungkin berada didalam,tapi untuk memastikannya Wendy sengaja kembali menghubungi ponsel Hanum untuk menanyakan dimana keberadaannya sekarang.


dering pertama Wendy merasa salah dengar jadi dia kembali menghubungi nomor ponsel Hanum bukan cuma sekali tapi berkali kali dan ternyata dia benar benar mendengar nada dering ponsel Hanum dari dalam toilet yang ada tulisan sedang dalam perbaikan itu membuat Wendy berusaha menggedor pintu toilet keras agar Hanum mendengar panggilannya.


"Hanum!!!... Hanum!!! ",teriaknya tapi tidak juga ada sahutan suara Hanum sedangkan ponsel Hanum bunyinya berasal dari dalam toilet,dengan perasan sangat panik Wendy mencoba membuka handel pintu yang terkunci itu tapi tidak berhasil.


Dengan setengah putus asa Wendy akhirnya berteriak keras meminta tolong pada siapa saja yang ada, berkali kali dia berteriak meminta tolong baru dilihatnya beberapa orang datang kesana dan segera menghampiri Wendy menanyakan apa yang terjadi.


"Ada apa nona Wendy? ",tanya petugas keamanan padanya.


"Buka pintu toiletnya cepat Hanum ada didalam!!,"teriaknya dengan sangat khawatir.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan Wendy para petugas yang ada disana segera berusaha membuka pintu dengan cara mendobraknya karena saat mereka mencari anak kunci pintu itu mereka tidak bisa menemukannya.


Setelah beberapa saat akhirnya pintu toilet dapat dibuka,Wendy segera berlari masuk dan langsung berteriak histeris saat melihat Hanum tergeletak dilantai dengan genangan darah dibawah kakinya dan ada luka memar besar dibagian dahinya dengan kondisi sudah tidak sadarkan diri.


"Hanum!!! ",teriak Wendy yang langsung membuat para petugas keamanan tadi ikut masuk kedalam ruang toilet untuk melihat apa yang terjadi dan mereka juga ikut terkejut melihat Hanum sudah tidak sadarkan diri saat itu.


Melihat itu mereka segera mengangkat tubuh Hanum dan membawanya kerumah sakit dengan perasaan sangat khawatir.


**


Dikantor Dom**


Dengan langkah lebar bahkan setengah berlari Lucas berjalan cepat keruang rapat dan tanpa mengetuk pintu lebih dulu Lucas langsung masuk kedalam ruangan itu dimana rapat direksi sedang berlangsung membuat semua orang diruangan itu memandang Lucas dengan pandangan terkejut,apa lagi saat Lucas tanpa permisi berjalan menghampiri Dom yang sedang duduk dikursi pimpinan mendengarkan laporan dari seorang direktur.


"Ada apa?,"tanya Dom dingin pada Lucas tapi dengan suara pelan tanpa didengar oleh orang lain.


"Maaf Dom sesuatu telah terjadi pada Hanum dia mengalami kecelakaan terjatuh didalam toilet dan sekarang tidak sadarkan diri dirumah sakit",ucap Lucas yang membuat wajah Dom langsung pucat pasi mendengarnya dan dengan gerakan reflek langsung ditariknya kerah jas Lucas dengan pandangan sangat marah.


"Brengsek!! apa saja yang kalian kerjakan untuk menjaganya!!, kenapa ini bisa sampai terjadi!!,"bentaknya dengan melayangkan pukulan keras kewajah Lucas membuat semua orang yang berada diruangan itu terkejut melihat apa yang dilakukannya.


Tapi sebelum semua orang sempat bereaksi Dom sudah lebih dulu berteriak kepada mereka semua dengan sangat marah.

__ADS_1


"Keluar kalian semua dasar brengsek!!!",makinya lagi membuat semua orang diruangan itu langsung terdiam tidak ada yang berani bersuara.


Setelah mengusir semua orang dengan langkah lebar dan perasaan sangat khawatir Dom bergegas keluar dari ruangan itu meninggalkan semua orang untuk pergi kerumah sakit.


Lucas yang melihat Dom keluar segera bangun dari lantai dimana dia terjatuh karena pukulan keras Dom tadi dan segera ikut keluar mengikuti Dom kerumah sakit.


Tapi saat sampai diarea parkir dilihatnya Dom sudah pergi membawa mobinya sendiri dengan kecepatan tinggi menuju Rumah sakit membuatnya hanya bisa mengikuti Dom dengan memakai mobil yang lain karena dia khawatir Dom akan menghancurkan rumah sakit nanti saat mendengar kondisi Hanum saat ini.


***


Dom mengendarai mobilnya dengan kecepatan Maximal,dipikirannya saat ini hanya ingin segera sampai dirumah sakit untuk segera mengetahui bagaimana kondisi Hanum dan anak mereka.


Tidak sampai lima belas menit Dom sudah sampai diarea rumah sakit dengan suara berdecit keras Dom menghentikan mobil sport mewahnya dan langsung keluar begitu saja membuatnya menjadi perhatian banyak orang yang berada didepan rumah sakit tapi dia tidak perduli.


Dom segera keluar dari dalam mobil dan dengan langkah lebar segera berjalan menuju ruang ICU dimana Hanum berada saat ini.


sampai disana dilihatnya dua penjaga yang ditugaskannya untuk menjaga Hanum selama ini sedang berdiri untuk berjaga didepan pintu.


Melihat itu membuat Dom kembali emosi dengan gerak reflek Dom langsung mencengkram kerah kemeja mereka dan langsung melayangkan pukulannya ketubuh dua penjaga itu yang hanya bisa diam menerima amukan Dom saat itu yang seperti orang kesetanan memukuli mereka tanpa perduli kalau sekarang dia sedang berada dirumah sakit.


"Maaf tuan kami tidak tau kalau nyonya Hanum akan mengalami musibah seperti ini saat sedang pergi ketoilet".

__ADS_1


"Maaf!!,apa dengan maaf kalian istriku akan kembali tidak papa HAH!!!, dasar brengsek!!!",maki Dom dengan kembali melayangkan tendangan dan pukulannnya ketubuh dua pengawalnya itu yang hanya bisa diam saja menerima semua perlakuan Dom itu pada mereka dengan tanpa belas kasihan.


"Dom hentikan!!,apa yang kau lakukan ini dirumah sakit apa kau sudah gila! ",teriak Lucas yang datang bersama dokter Moris kesana.


__ADS_2