Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
126.Malaikat Maut.


__ADS_3

Arya mengikuti Edward memasuki ruangan kecil dan gelap yang disebut gudang oleh Edward tadi.


Dimana disana hanya terdapat satu penerangan kecil serta sebuah tempat tidur kecil dimana terlihat Calista sedang meringkuk disudut ranjang dengan kondisi sangat memprihatinkan.


Arya menatap perempuan itu dengan tatapan sedikit iba saat ini.


"Bawalah dia aku sudah bosan dengannya",perintah Edward dengan menyuruh Arya untuk membawa Calista pergi dari sana.


Arya yang melihat Calista sama sekali tidak bergerak dari tadi sedikit khawatir kalau Calista ternyata sekarang sudah meninggal karena siksaan Edward selama tinggal disini.


"Apa dia masih hidup?",tanya Arya dengan menunjuk kearah Calista.


"Tenang saja dia tidak papa, aku sengaja memberinya obat penenang setelah mengajaknya bermain tadi agar dia tidak memberontak saat kau bawa nanti",jelas Edward dengan menyuruh anak buahnya menarik tubuh Calista agar bangkit dari atas ranjang itu dan berjalan dari sana meski sekarang dia sedang tidak sadar.


Arya sampai meringis melihat bagaimana kondisi Calista sekarang yang dipenuhi oleh luka lebam dan goresan disekujur tubuhnya akibat siksaan Edward.


"Aku akan membawanya pergi sekarang karena besok pagi aku harus menyerahkan dia kepada siDominic itu".


"Ya.. bawalah tapi jangan lupa apa yang kau janjikan padaku tadi",ucap Edward dengan melambaikan tangannya menyuruh Arya pergi meninggalkan tempat itu.


Arya langsung membawa Calista masuk kedalam mobilnya tanpa menjawab lagi ucapan Edward dan segera pergi. meninggalkan tempat mengerikan itu.


Setelah kepergian Arya,Edward kembali duduk diruang tengah sambil menyesap wiski ditangannya dengan begitu menikmati sampai tidak menyadari ada segerombolan orang yang menerobos masuk kedalam benteng itu dengan melumpuhkan semua pengawalnya yang berada didepan pintu masuk.


Edward baru saja menghabiskan segelas Wiski dan bermaksud menuangkan lagi minuman itu kegelasnya saat didengarnya langkah kaki mendekat kearahnya,membuatnya langsung menoleh kearah sumber suara dan bertapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang sedang berjalan kearahnya dengan langkah lebar dan ekspresi sedingin dewa kematian saat itu.


"Kau!!!,teriak Edward dengan sangat terkejut.


"Selamat malam tuan Edward yang terhormat",sapa Dom dengan langsung duduk dikursi yang berseberangan dengan pria itu.


"Mau apa kau datang kemari!!",ucapnya dengan wajah mulai memucat karena dia tidak melihat seorang pun anak buah yang disewanya untuk menjaga pintu datang kedalam ruang tengah itu.


"Tentu saja mengunjungi anda,apa anda keberatan menerima tamu teman minum jam segini tuan Edward" ucap Dom dengan memberi kode kepada salah satu anak buahnya agar mengambil minuman dari tangan Edward dan menuangkan minuman itu untuknya.


Edward diam saja saat anak buah Dom mengambil minuman dari tangannya dan menuangkan kegelas lain untuk Dom.


"Ini tuan",ucap anak buah Dom dengan memberikan gelas itu padanya.

__ADS_1


Dom menerima gelasnya dan kemudian mengangkatnya kearah Edward dengan ekspresi sinis.


"Ayo kita bersulang tuan Edward yang terhormat ucap Dom dengan meminum minuman itu dalam sekali teguk.


Edward hanya memperhatikan apa yang dilakukan Dom tanpa berani bersuara, baru setelah Dom menurunkan gelasnya dia mencoba berbicara padanya dengan perasaan takut yang mulai menjalari tubuhnya.


"Apa kau kemari untuk mengambil perempuan itu tuan Dominic? ",tanyanya dengan menyesap sedikit minumannya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Dom menyandarkan tubuhnya Sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat Edward yang seperti penjara itu.


"Apa kau suka dengan tempat ini tuan Edward? ",tanya Dom dengan kembali menatap Edward saat bicara.


Edward tidak mengerti kenapa pria didepannya ini malah menayakan tempat tinggalnya sekarang bukan bertanya tentang perempuan yang dibawa Arya tadi.


"Iya ini tempat favoritku apa ada masalah tuan Dominic? ".


Dom menggeleng,"Kalau aku jadi anda aku juga akan menyukai tempat ini,karena disini sangat terpencil jadi kita bisa melakukan apa saja sesuka kita tanpa perlu takut ada orang yang akan mengganggu kesenangan kita benarkan tuan Edward".


Edward membalas tatapan Dom,"Apa anda kemari untuk mencari perempuan yang dititipkan Arya pada saya tuan Dom,kalau iya sayang sekali perempuan itu baru saja dibawa Arya pergi dari sini,mungkin sekarang mereka belum jauh kalau anda berniat untuk mengejar mereka".


Dom mecondongkan tubuhnya kedepan dan mentap Edward tajam.


Edward tau tidak mungkin Dom mendatanginya jauh jauh hanya untuk mengobrol santai seperti ini,pasti ada sesuatu yang diinginkannya sekarang darinya.


"Apa sebenarnya niat anda datang kesini dengan melumpuhkan semua pengawal saya tiqn Dominic?".


Dom kembali menyandarkan tubuhnya kebelakang sebelum menggelengkan kepala kearah Edward.


"Tidak ada,bahkan aku kemari bermaksud memberi hadiah untuk anda melebihi yang Arya berikan pada anda selama ini".


Edward sedikit tenang mendengar itu karena dipikirannya Dom bermaksud mengajaknya untuk melakukan kerjasama bisnis sekarang.


"Apa itu?",tanyanya penasaran.


"Tergantung apa anda cukup tulus atau tidak menjawab pertanyaan saya sekarang",ucap Dom dengan menatap Edward tajam.


Edward menyandarkan tubuhnya dengan sedikit rilek kebelakang.

__ADS_1


"Silahkan anda bertanya tuan Dinimic,saya akan menjawabnya".


"Baik saya akan mulai, yang pertama apa anda tertarik menjadi rekan bisnis saya tuan Edward?",tanya Dom.


Mendengar itu ekspresi Edward berubah cerah,dia membetulkan posisi duduknya menatap kearah Dom tajam.


"Tentu saja apa syaratnya?",tanya Edward pada Dom.


"Tidak ada kali ini aku mengajukan penawaran ini tanpa syarat ".


"Lalu apa kerjasama yang ingin anda lakukan dengan saya".


"Sebuah kerjasama bisnis abadi apa anda berminat? ".


Edward langsung mengangguk,"lalu bagaimana pembagian keuntungannya?",tanya Edward semakin penasaran.


"Terserah anda".


"Maksud anda tuan Dominic".


"Maksud saya ini adalah kerjasama pertama kita jadi silakan anda tawarkan berapa persen yang anda inginkan sebagai kompensasi keuntungan kerja sama kita ini".


Edward kembali terdiam,"Apa anda sekarang sedang mempermainkan saya tuan Dominic?".


Dom langsung menggeleng,"Tidak, apa anda khawatir soal itu".


"Tentu saja bagi saya hidup itu untuk menghasilkan uang sebanyak banyaknya lalu bersenang senang.


"Baiklah,apa anda sudah sangat bersenang senang dengan Calista beberapa waktu ini? ".


"Ya, tapi apa hubungannya dengan anda bukan kah dia hanya mantan istri anda".


"Benar lalu sekarang apa anda tidak merasa bosan karena disini tidak ada teman untuk bersenang senag sekarang".


"Sebenarnya apa maksud kedatangan anda malam ini kemari tuan Dominic,Saya tidak yakin anda kemari untuk mengajak saya bekerja sama dalam proyek anda jadi katakan saja apa tujuan anda sebenarnya".


"Ternyata anda cukup pintar,tapi apa anda bisa menebak apa tujuan saya sekarang?".

__ADS_1


"Katakan saja lalu mari bicarakan secara serius niat anda sebenarnya".


"Baiklah anda dengarkan baik baik tujuan saya sekarang kemari karena ingin membunuh anda,bagaimana apa anda siap untuk mati malam ini tuan Edward?",ucap Dom dengan ekspresi sedingin es menatap kearah Edward.


__ADS_2