
Hanum hanya membelalakkan matanya mendengar betapa antusiasnya Dom mendengar dia ingin berhenti bekerja sebagai model ditempat Robert saat ini.
"Sepertinya kamu sangat senang karena aku bilang ingin berhenti bekerja Dom",ucap Hanum dengan semakin erat memeluk dada sang suami.
"Tentu saja aku sangat senang sayang.Akhirnya aku bisa sedikit tenang karena tidak selalu merasa khawatir dengan keselamatan kalian lagi seperti biasanya meski aku sudah menyewa orang untuk mengawasimu aku tetap merasa khawatir".
"Apa yang kamu maksud itu Emily?",tanya Hanum dengan mendongakkan wajahnya menatap kearah Dom.
"Bukankah kamu juga merasa dia tidak suka padamu karena aku".
Hanum mengangguk,"Iya,jadi aku rasa menjadi istrimu itu anugrah juga sebuah kutukan",canda Hanum.
"Aku rasa hanya anugrah karena aku akan menghapus semua kutukan itu dari hidup kita",balas Dom.
"Apa kamu yakin sanggup melakukannya Dom? ".
"Tentu saja asal kamu selalu ada disampingku sayang".
"Baiklah mulai besok aku akan selalu ada disampingmu,ikut kemanapun kamu pergi bagaimana apa kamu keberatan? ".
"Tidak sayang,aku akan semakin senang kalau kamu ada dimana aku ada".
"Kalau begitu kamu tidak boleh menggerutu atau sebal kalau aku bahkan ingin ikut saat kamu sedang rapat atau....".
Dom tidak tahan mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut istrinya itu dia sangat gemas melihatnya tidak juga berhenti berkicau seperti burung kenari jadi untuk menghentikan ocehan Hanum satu satunya cara adalah dengan menutup mulut sexy sang istri dengan ciumannya.
Hanum ingin kesal dengan kelakuan Dom tapi saat merasakan bibir Dom menempel dibibirnya dia malah langsung membalas pagutan itu.
"Bagaimana, apa harus kita lanjutkan sayang?",tanya Dom sambil melepaskan ciumannya pada Hanum saat melihat Hanum hampir kehabisan nafas karena ciuman panjang mereka barusan.
"Iya",Jawab Hanum dengan kembali menarik Dom untuk melanjutkan ciuman mereka.
"Kita kedalam untuk melanjutkannya",ajak Dom dengan berusaha bangkit tapi langsung dicegah Hanum.
__ADS_1
"Aku mau kitq melakukannnya disini saja Dom",ucapnya dengan kembali mengecup bibir Dom membuat Dom mengurungkan niatnya untuk bangkit dari sana dan kini mulai membalas ciuman ciuman Hanum yang sudah mulai memanas dan berlanjut sampai mereka puas siang itu.
***
Dom mencium lembut kening Hanum sebelum Hanum turun dari dalam mobilnya.
"Aku tidak bisa menjemputmu nanti sayang jadi datanglah dulu kekantorku kalau urusanmu di Agency Robert sudah selesai untuk nanti sore kita sama sama pergi kedokter guna memeriksakan kandunganmu".
Hanum mengangguk, "Mungkin aku ingin jalan jalan sebentar dengan Wendy hari ini sebagai salam perpisahan sebelum aku datang kekantormu nanti".
"Tidak masalah lakukanlah apa yang kamu suka hari ini karena masih banyak hari lain untuk kita menghabiskan waktu,selain itu aku juga takut kamu akan bosan kalau berdiam diri menungguku selesai rapat nanti".
"Jadi tidak masalah bukan kalau aku pergi sedikit lama bersama Wendy untuk menghabiskan uangmu nanti?".
Dom menggeleng,"Pakailah sesukamu dan belilah apa yang kamu inginkan hari ini,asal nanti malam kamu membayar pajaknya padaku",ucap Dom dengan mengerling nakal kearah Hanum.
Hanum yang paham maksud Dom langsung menunjukan wajah cemberut.
"Itu hanya Dp",jawab Dom tetap dengan ekspresi jahilnya.
"What Dp!,tega sekali kamu bilang itu Dp lalu pajaknya seperti apa nanti? ",ucap Hanum sedikit kesal karena kemarin siang saja dia sampai kelelahan dan langsung tertidur sampai hampir malam dikantor Dom akibat permainan panas mereka disofa.
"Yang pasti aku tidak mau cuma satu kali malam ini",ucap Dom dengan ekspresi jahil.
"Dasar maniak! ",gerutu Hanum dengan langsung membuka pintu mobil milik Dom dan keluar.
Dom membiarkan saja Hanum yang keluar dari dalam mobilnya dengan ekspresi kesal.
Dia hanya tersenyum sebelum melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
**
Dikantor Robert**
__ADS_1
"Kamu serius ingin istirahat sekarang Hanum?",tanya Robert dengan wajah tidak iklas karena sejak Hanum mulai menjadi model diAgencynya ini,Agencynya yang dulu sempat hampir bangkrut kini kembali bersinar dengan banyaknya job yang datang keAgencynya sekarang.
"Iya tuan Robert anda tau bukan kandungan saya sudah mulai besar akan sulit bagi saya kalau harus berpose dengan pakaian yang sangat terbuka sekarang".
"Apa Dom yang memintanya?",tanya Robert seolah tidak ikhlas melepas Hanum.
"Iya, karena bagaimanapun sekarang saya istrinya jadi saya ingin menghargai keinginannya yang menginginkan saya sering bersamanya".
Robert langsung memasang wajah kusut mendengar itu,"Sepertinya kalau sudah begitu aku tidak bisa menahanmu lagi untuk tetap bekerja padaku Hanum".
"Bukankah anda sudah memiliki Emily sekarang kurasa pamor Emily sekarang sangat bersinar jadi saya rasa keputusan saya tidak akan berpengaruh pada Agency anda".
"Memang benar tapi kamu merupakan icon di Agencyku ini Hanum,apa tidak bisa kamu menundanya untuk satu atau dua bulan lagi Hanum agar nama Emily sama besarnya seperti namamu".
"Maaf tuan Robert saya sudah berjanji pada siami saya bahwa hari ini saya akan mengatakan untuk berhenti pada anda,anda tau bukan siapa Dom meski saya istrinya tapi kalau saya berbohong padahal dia sudah dengan sabar menghadapi saya selama ini".
"Tapi aku bisa berjanji padamu untuk hanya memberikan pekerjaan yang bagus saja bagaimana bisakah kau menundanya Hanum", mohon Robert berharap Hanum akan luluh.
"Sekali lagi maaf tuan Robert saya tidak bisa menundanya lagi,terimakasih karena anda sudah sangat baik selama ini pada saya meski hanya beberapa bulan saya bekerja bersama anda tapi saya sangat menghargainya".
"Lalu apa kamu akan kembali kedunia modeling lagi setelah melahirkan nanti?",tanya Robert masih berharap Hanum mau bekerja padanya lagi.
"Saya tidak bisa menjanjikannya tuan Robert,karena setelah anak kami lahir saya yakin saya akan sangat report mengurus kedua anak kembar kami nanti",jawab Hanum dengan menyentuh sayang perutnya yang sudah mulai membuncit itu dibalik bajunya.
Lama Robert terdiam mendengar itu kalau model lain mungkin dia masih bisa berusaha keras membujuknya tapi ini Hanum bukan hanya nama besarnya saja yang terkenal,tapi juga ada seorang Dominic Alexander sebagai suaminya,meski ingin Robert tidak berani terlalu memaksa Hanum apalagi mengancamnya karena dia tidak ingin Agency kecilnya besok menghilang.
Robert menghela nafas dengan berat sebelum menjawab Hanum yang menunggunya memberi persetujuan pengunduran dirinya itu.
"Baiklah dengan berat hati aku menyetujui pengunduran dirimu hari ini Hanum",jawab Robert.
"Terimakasih banyak tuan Robert senang bekerjasama dengan anda selama ini",ucap Hanum dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Robert.
"Iya sama sama Hanum, meski jujur saja aku sangat berat melepaskanmu sebenarnya",jawab Robert dengan membalas jabatan tangan Hanum.
__ADS_1