Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
97.Maaf Aku melupakanmu.


__ADS_3

Dom menatap Hanum intens setelah mengatakan hal itu padanya,"Apa kamu melupakan hal itu sayang?",tanyanya.


"Ya,jujur saja aku tidak ingat kejadian itu lagi karena diingatanku tentang malam itu bukan saat bertemu denganmu tapi saat Arya meninggalkanku dipinggir jalan setelah pertengkaran dahsyat kami didalam mobil saat pulang,karena aku tidak mau membantunya untuk mendapatkan proyek bagi perusahaannya".


"Tapi jujur saja sebenarnya aku juga sempat melupakan dirimu untuk beberapa waktu,lebih tepatnya berusaha keras untuk melupakan perasaan gila karena menyukai istri orang".


"Benarkah jadi apakah malam diclub itu kau sudah tidak mengingatku lagi? ",tanya Hanum penasaran.


"Jujur saja iya,saat itu aku tidak ingat siapa dirimu tapi anehnya perasaan itu kembali muncul,apalagi setelah malam itu aku langsung menyuruh Lucas menyelidiki tentang dirimu".


"Kenapa? ",tanya Hanum lagi.


"Ya.., Well karena kau menyebalkan",jawab Dom.


"Apa menyebalkan!,kurasa bukan aku tapi kau yang menyebalkan dan tidak tau diri suka memaksa dan... ".


"Cup",tiba tiba Dom kembali mengecup bibir Hanum untuk menghentikan omelannya itu.


"Dom! "teriaknya semakin kesal karena tiba tiba Dom menciummya.


Dom tertawa mendengar kekesalan Hanum itu.


"Kebiasaan!",ucapnya dengan nada kesal.


"karena kau begitu menggemaskan saat menggerutu membuatku tidak tahan untuk mencium sayang",ucap Dom.


"Tapi aku belum selesai bicara lebih tepatnya kita!,ucapnya lagi.


"Bicara apa bukannya aku sudah menceritakan semuanya lalu apa lagi?".


"Aku belum mendengar ceritamu saat pertama bertemu dengan Calista,Dom! ".


Mendengar itu tiba tiba Dom bangkit dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu lalu keluar dari dalam kamar.


Hanum yang melihat Dom keluar kamar segera mengikutinya bangun dari ranjang dan ikut berjalan keluar dari kamar sambil mencoba memanggil Dom untuk meminta jawaban pertanyaannya tadi.


"Dom kenapa kau pergi tanpa menjawabku!",ucapnya kesal saat melihat Dom berada didapur dan sedang membuka kulkas untuk mengambil air minum.


Dom masih diam saja tidak menanggapi perkataan Hanum, membuat Hanum kesal.


"Dom... kau tidak mendengarkanku!",hardiknya semakin kesal.

__ADS_1


Mendengar itu Dom berbalik dan menatap Hanum dingin.


"Aku tidak ingin membicarakan hal itu denganmu".


"Tapi itu hanya cerita, jadi... ".


"Aku tidak perduli,seperti juga aku tidak ingin mendengar bagaimana hubunganmu dulu dengan mantan keparatmu itu jadi jangan bertanya atau menyebut nama mereka didepanku lagi dengar!".


Hanum terkejut karena Dom bisa semarah itu saat dia bertanya tentang masa lalunya.


"Maaf",ucapnya lirih dengan wajah tertunduk karena merasa sudah salah bicara.


"Lupakan saja",ucap Dom dengan berjalan pergi meninggalkan Hanum sendirian didapur itu.


Melihat Dom tampak sangat kesal padanya Hanum kembali mengikutinya keluar dari dapur menuju ruang tengah rumah itu, dilihatnya Dom duduk disana sambil bermain dengan ponselnya.


"Dom maaf"ucap Hanum dengan duduk disamping Dom dan menyentuh tangannya agar Dom berhenti marah padanya.


"Lupakan saja'', jawab Dom masih tetap sibuk dengan ponselnya tanpa memandang kearah Hanum.


"Dom!"panggil Hanum lagi karena Dom masih mengabaikannya.


"Hemmm",jawab Dom tanpa menoleh kearah Hanum membuat Hanum semakin sebal karena tidak digubris oleh suaminya.


"Kau.. ".


Ucapan Dom terputus karena Hanum langsung menyelusupkan lidahnya kedalam mulut Dom saat Dom bermaksud bicara.


Meski awalnya Hanum yang memulai ciuman itu tapi pada akhirnya Dom yang mengambil alih kendali ciuman mereka.


Bahkan saat Hanum bermaksud mengakhiri sesi ciuman mereka karena hampir kehabisan nafas Dom malah menarik tubuh Hanum untuk naik keatas pangkuannya dan mulai menurunkan ciumannya kebagian leher Hanum yang terbuka lalu sebelum Hanum sadar Dom sudah menarik turun kerah baju Hanum yang berbentuk sabrina sampai kebatas dadanya dan mulai menciumi daerah itu dengan intens menbuat Hanum sampai lupa tujuan awalnya yang hanya ingin menggoda Dom sekarang jadi dia yang tergoda dengan ciuman Dom.


Saat Hanum ingin membuka kemeja milik Dom tiba tiba Dom mencekal tangannya melarang Hanum melakukan itu.


"Cukup sayang",ucap Dom.


"Kenapa?",protes Hanum kesal karena Dom menghentikan apa yang akan dilakukannya.


"Itu hukumanmu karena sudah membuatku kesal tadi",jawab Dom dengan menurunkan Hanum dari pangkuannya.


"Itu... aku... ah kau menyebalkan Dom! ",ucapnya dengan memukul Dada Dom lalu bermaksud bangkit dari sofa meninggalkan Dom sendirian disana,tapi dengan cekatan Dom menahan tubuh Hanum agar tidak pergi dari sana membuat Hanum semakin kesal.

__ADS_1


"Lepas Dom!",perintahnya sebal pada suaminya itu.


Dom menggeleng, "duduklah dulu disini sambil menunggu kurir datang mengantarkan makanan kita",perintah Dom.


Mendengar itu Hanum terkejut,"Makanan?,kamu memesan makanan untuk kita sekarang? ".


Dom mengangguk,"Ya si kurir sedang menuju kemari,jadi tunggulah sebentar disini bersamaku setelah makanan kita sampai baru kita makan siang bersama,apa kau tidak lapar sayang? ",tanya Dom.


Mendengar itu Hanum baru sadar kalau dia melupakan makan siangnya tadi dan sekarang baru sadar kalau dia merasa sangat lapar saat Dom bicara tentang makanan dengannya.


"Ya aku juga lapar karena aku tadi lupa untuk makan siang",jawab Hanum dengan kembali duduk disamping Dom.


"Aku tau karena itu aku memesankan makan siang sekarang meski sudah sangat terlambat tapi kamu dan anak kita tetap harus makan agar kalian sehat".


"Jadi kamu duduk disini karena sedang menunggu kurir mengantar makanan untuk kita bukan karena marah pada ucapan ku tadi Dom?",tanya Hanum lagi.


Dom hanya tersenyum smrik pada Hanum membuat Hanum kesal dibuatnya.


"Kamu sengaja mengerjai akukan barusan dasar menyebalkan!",gerutunya membuat Dom tidak bisa lagi menahan tawanya sekarang.


"Sayang kenapa kau jadi marah bukannya kau tadi yang berinisiatif untuk menciumku bahkan kalau aku tidak menghentikanmu tadi...".


"Cukup!!,jangan mengungkitnya lagi kau membuatku malu sekarang!",ucap Hanum membuat Dom kembali tertawa melihat wajah memerah Hanum.


***


Tak berapa lama kurir pengantar makanan yang mereka tunggu datang.


Hanum segera menyiapkan makan siang mereka dan menatanya diatas meja ruang tengah karena Dom meminta mereka makan disana saja.


"Disini saja kita makan",ucapnya pada Hanum.


"Baiklah, kau memesan apa untuk kita Dom kenapa banyak sekali? ",tanya Hanum karena melihat beberapa box makanan yang diantar kurir tadi.


"Kurasa tidak terlalu banyak untuk makan kita bertiga sekarang",jawab Dom dengan membantu Hanum membuka kotak kotak makanan itu.


"Bertiga bukannya kita disini hanya berdua lalu siapalagi satunya apakah ada penjaga rumah disini? ',tanya Hanum lupa.


"Kurasa anak kita akan marah kalau kau terus melupakan keberadaannya seperti ini,"jawab Dom.


***

__ADS_1


Hari minggu autor sengaja Upkan bab yang ringan ya supaya tidak menguras emosi reader sekalian, Happy reading jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian setelah membaca ya reader 😊😊.


__ADS_2