
Lucas terkejut mendengar apa yang dikatakan Dom dia tidak menyangka bahwa Dom ternyata juga mencurigai Emily sebagai Calista.
"Apa DNA milik Calista! tapi kenapa? apa kau mencurigai dia sebagai Calista Dom? ".
"Ya",jawab Dom singkat.
"Tapi kupikir...".
"Lakukan saja apa yang kuperintahkan dan tidak perlu banyak berpikir karena apa yang kau pikirkan tidak terlalu membantuku".
Mendengar itu Lucas langsung memasang wajah kesal.
"Aku sudah melakukan semua apa yang kau perintahkan tapi kau sama sekali tidak mau memujiku",gerutunya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dom.
"Aku sudah membayarmu sangat mahal untuk melakukan pekerjaanmu tapi kau masih saja berani menggerutu dihadapanku".
"Tapi masalah menyelidiki perempuan bernama Emily ini diluar pekerjaanku dan kau... ".
"Mulai besok ambil saja cuti selamanya",jawab Dom dengan berjalan menuju meja kerjanya.
Lucas yang semula senang mendengar kata cuti menjadi langsung muram saat mendengar kata selamanya.
"Dom kumohon jangan lakukan itu kalau kau menyuruhku cuti selamanya bagaimana aku menghidupi Helen nanti",ucapnya dengan nada menghiba.
Dom menatap kearah Lucas dari meja kerjanya,"Bukannya kau baru saja bilang aku tidak pernah menghargai pekerjaanmu jadi dari pada kau merasa tersiksa bekerja untukku lebih baik kau ambil saja cutimu besok".
"Aku mencabut ucapanku Dom,ternyata selama ini aku yang salah jadi maukah kau memaafkan aku,aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan baik suka ataupun tidak".
"Apa yang terjadi denganmu Lucas?,kenapa kau bicara seolah sedang mengucapkan janji pernikahan?",tanya Hanum yang tiba tiba sudah masuk kedalam kantor Dom.
Lucas yang mendengar suara Hanum dari belakangnya sangat terkejut dan langsung berbalik menghadap kearah Hanum yang berjalan mendekat kearah meja Dom.
"Itu bukan sesuatu yang penting nyonya",jawabnya pada Hanum membuat Hanum langsung mengerutkan keningnya heran karena Lucas tidak pernah memanggilnya seperti itu sebelumnya.
"Saya permisi dulu tuan Dom yang terhormat",ucapnya langsung berjalan keluar dari ruangan Dom dengan membawa cup minum bekas milik Emily untuk diperiksa DNAnya.
__ADS_1
Hanum mendekat kearah Dom yang langsung menyambut kedatangannya dengan memeluk dan mengecup puncak kepalanya dengan sayang.
"Ada apa dengan Lucas Dom?",tanya Hanum sambil balas memeluk Dom.
"Bukan hal yang penting,sayang ",jawab Dom pada Hanum.
"Tapi dia terlihat aneh".
"Biarkan saja mungkin dia sedang kesal sekarang,ada apa kamu tiba tiba datang kemari sayang?",tanya Dom dengan mengajak Hanum duduk disofa.
Saat duduk disofa Hanum dapat mencium sisa aroma parfum yang dipakai Emily tadi membuat Hanum ingat tujuannya datang kekantor Dom tadi.
"Ada apa sayang?",tanya Dom heran karena tiba tiba Hanum menarik tubuhnya dan menciumi baju yang dikenakannya.
"Kamu tidak melakukan hal yang tidak tidakkan dengan Emily tadi? ",tanya Hanum dengan nada curiga.
Mendengar pertanyaan Hanum bukannya marah Dom malah dengan sengaja membuka jasnya juga menarik longgar dasi yang dipakainya dan menyuruh Hanum untuk memeriksa seluruh tubuhnya membuat Hanum bingung dengan apa yang dilakukan Dom.
"Periksalah?",perintah Dom dengan sengaja merentangkan kedua tangannya siap untuk diperiksa oleh Hanum.
"Apa maksudmu Dom?",tanya Hanum bingung.
"Stop!!, aku akan memeriksanya sendiri!!, awas kalau sampai ada!,aku akan menghukummu nanti! ",ucap Hanum dengan menarik lepas dasi yang dipakai Dom dan mulai membuka kancing kemeja suaminya itu satu persatu sampai kebatas gespernya.
"Bagaimana apakah ada sayang?",tanya Dom masih dengan nada jahil kepada Hanum membuat Hanum ingin membalas kejahilan Dom itu sekarang.
"Aku belum yakin jadi aku harus memeriksa seluruh tubuhmu sampai yang berada dibalik celana panjangmu juga Dom",ucap Hanum dengan mulai menarik lepas kemeja Dom dari tubuhnya dan mulai melepas gesper milik Dom tapi saat Hanum bermaksud melepas kancing celananya Dom langsung menahan tangan Hanum.
"Jangan disini! ",ucap Dom membuat Hanum langsung menatap kearah mata Dom.
"Lalu dimana? ",tanyanya dengan nada polos.
"Kita lakukan didalam kamarku agar kau lebih leluasa memeriksa setiap inci tubuhku sayang",jawab Dom yang membuat Hanum langsung mengerti maksud Dom.
"Baiklah",jawabnya.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu Dom segera menggendong tubuh Hanum membawanya kedalam kamar pribadinya yang berada dibalik pintu dibelakang meja kerjanya,meski sekarang kamar itu sudah jarang digunakannya karena dia selalu pulang kerumah.
Tapi untuk saat saat spesial seperti ini dia pasti akan tetap menggunakannya bersama Hanum.
Sampai didalam kamar Dom meletakkan tubuh Hanum dengan pelan keatas ranjang besar berukuran kingsize.
"Apa kamu yang akan memeriksaku atau aku harus melakukannnya sendiri sayang? ",tanya Dom dengan mengungkung tubuh Hanum dibawahnya.
"Aku saja",jawab Hanum dengan mendorong tubuh Dom dari atas tubuhnya kesamping lalu dia bangkit dari posisinya dan mulai melepaskan celana panjang yang dipakai Dom hingga menyisakan boxernya saja.
"Apa ada sayang? ",tanya Dom dengan menarik tubuh Hanum untuk naik keatas tubuhnya.
"Itu... "
Hanum belum menyelesaikan ucapannya saat Dom sudah mencium bibirnya membuat ucapan Hanum langsung tertelan didalam tenggorokan.
"Biar aku yang membantumu menyelesaikan pemeriksaannya sekarang " ucap Dom dengan menarik lepas baju yang dipakai Hanum hingga posisi mereka sama sudah setengah polos.
"Kenapa aku juga harus kamu periksa Dom",protes Hanum yang sebenarnya tau alasan Dom melakukan itu.
"Kamu juga harus diperiksa karena hari ini kamu juga bersama dengan Emily bukan,aku khawatir kalau dia melakukan hal yang bukan bukan padamu",jawab Dom.
"Kau.... dasar modus! ",gerutu Hanum saat Dom mulai melucuti sisa penutup ditubuhnya .
Dom tertawa mendengar gerutuan Hanum, "Bukankah kamu juga suka aku modusin begini sayang",jawabnya dengan mulai menyentuh bagian dada Hanum dengan kedua tanganmu dan mulai memainkan kedua puncak dada sang istri yang sudah mulai terlihat membesar dari sebelumnya efek dari kehamilannya.
Hanum mendesis saat merasa gairahnya mulai bangkit.
"Kamu yang memimpin sekarang",perintah Dom dengan menyuruh Hanum bermain diatas tubuhnya kali ini.
Mendengar perintah Dom Hanum tidak menyia yiakan kesempatan untuk menguasai tubuh suaminya kali ini, dia segera melakukan aksinya dengan menciumi seluruh bagian tubuh Dom hingga membuat Dom mengerang saat merasakan bagian bawah tubuhnya menegang sempurna akibat cumbuan Hanum.
"Sekarang sayang,"ucapnya menyuruh Hanum memasukkan miliknya keinti tubuh Hanum.
Mendengar itu Hanum yang memang sudah ingin merasakan bagian tubuh mereka menyatu segera melakukan penyatuan itu dan mulai mengerakkan pinggulnya naik turun membuat Dom berkali kali mengerang saat merasakan sensasi ni*mat dari apa yang dilakukan Hanum saat ini.
__ADS_1
Dom segera membalikkan posisi mereka saat merasa miliknya akan keluar dan segera mencabut Anacondanya sebelum muntah didalam sarang Hanum agar tidak menimbulkan kontraksi pada kehamilan sang istri karena kandungan Hanum masih berada ditrimester pertama kehamilan.
(Edisi Hari Libur Autor Kasih yang anget anget ππ).