
Setelah berhasil melewati masa kritis seperti ucapan Dokter Moris akhirnya pagi itu Dom sadar membuat semua orang akhirnya bisa menarik nafas lega,terutama Hanum yang selalu berada disampingnya selama Dom koma setelah penantian panjang hampir satu bulan lamanya.
"Dom",bisik Hanum dengan berjalan menghampiri Dom yang tersenyum lemah padanya membuat Hanum yang selama ini berusaha tegar akhirnya saat itu menangis keras dipelukan Dom yang masih terbaring lemah diatas ranjang rawatnya.
"Sayang maaf...sudah membuatmu khawatir",ucap Dom dengan membelai lembut bahu Hanum yang terguncang hebat karena tangisnya.
"Aku membencimu... aku benar benar membencimu karena apa yang kamu lakukan sampai bisa seperti ini",ucap Hanum dengan memukul pelan dada Dom tidak perduli disana ada luka Dom yang belum sembuh total saat itu.
"Iya maaf aku berjanji tidak akan melakukan hal gila itu lagi lain kali supaya kamu tidak khawatir",jawab Dom pada Hanum yang membuat Hanum menatap langsung kearah Dom seperti anak kecil.
"Janji" ucapnya dengan meminta Dom untuk menautkan jari kelingking mereka seperti anak kecil yang dituruti oleh Dom seperti keinginan Hanum.
"Apa kondisimu sudah sehat sekarang sayang?",tanya Dom yang diangguki oleh Hanum setelah dia merasa lebih baik.
"Iya aku sudah sembuh sekarang dan aku tidak sabar ingin segera pulang dari rumah sakit setelah melihat kamu sadar sekarang".
"Kita akan segera pulang kerumah seperti keinginanmu",jawab Dom kepada Hanum dengan tersenyum lemah.
"Jadi sekarang istirahatlah aku akan menjagamu disini",ucap Hanum dengan membelai wajah Dom yang masih terlihat pucat itu.
"Aku ingin bisa segera memelukmu sayang tapi sepertinya aku harus banyak istirahat dulu agar bisa melakukannya",ucapnya lirih yang dijawab anggukan oleh Hanum sebelum membiarkan Dom kembali beristirahat supaya kondisinya cepat pulih.
***
Setelah berada dirumah sakit selama seminggu lagi akhirnya Dom diijinkan pulang oleh Dokter Moris dengan pengawasan karena Dom sudah tidak sabar ingin segera pulang kerumah mereka yang belum sempat mereka tempati itu.
Akhirnya setelah sekian lama sekarang kita benar benar bisa pulang kerumah kita sayang", ucap Dom yang saat itu didorong oleh Lucas dikursi Roda meski sebenarnya dia bisa berjalan tapi Dokter Moris masih menyarankan supaya Dom banyak beristirahat saat ini.
"Tapi kau harus ingat apa pesan Dokter padamu Dom",ucap Lucas dengan membawa Dom masuk kedalam rumah itu.
"Kurasa kalian semua sengaja melakukan ini padaku,padahal aku merasa aku sudah tidak papa sekarang",gerutu Dom kesal.
"Jangan bilang seperti itu peluru itu hanya selisih satu centi saja dari jantungmu dan kau bilang sekarang kau tidak papa,apa kau tidak tau betapa gugupnya aku saat itu".
__ADS_1
"Sudahlah sebaiknya sekarang antar aku kekamar aku sedang tidak ingin mendengar ocehan tidak pentingmu itu".
Dengan kesal Lucas mendorong Dom masuk kedalam kamarnya dan bermaksud langsung keluar meninggalkan Dom untik beristirahat dikamar tapi segera dicegah oleh Dom.
"Ada apa lagi? ",tanya Lucas sedikit kesal karena Dom tidak pernah mendengarkan ocehannya selama ini.
"Siapkan liburanku dan Hanum dipulau pribadiku",perintah Dom yang membuat Lucas langsung membulatkan mata mendengar itu.
"Bukannya kau belum sembuh kenapa kau ingin pergi liburan,apa kau.. ".
"Satu bulan lagi, aku ingin mengajak Hanum pergi bulan madu karena waktu itu aku belum sempat melakukannya",pinta Dom yang dijawab anggukan oleh Lucas.
"Baiklah tapi selama sebulan ini kau harus memastikan dirimu benar benar sembuh dan jangan pergi tanpa pengawalan lagi",perintah Lucas yang disetujui oleh Dom.
***
Satu bulan kemudian**
Hanum sedang mempaking barang barang yang akan dibawa saat liburan.
"Ini bukan punya kita Dom tapi ini milik sikembar mereka butuh banyak barang saat berada disana nanti" jawab Hanum.
"Sayang sikembar tidak akan ikut kita pergi liburan kali ini",ucap Dom pada Hanum yang membuat Hanum langsung menoleh kearah Dom yqng saat itu berdiri dibelakangnya.
"Kenapa?, apa kamu tidak ingin bersama mereka,lalu bagaimana nanti dengan mereka?,siapa yang akan merawatnya?.Mereka masih kecil Dom kenapa kita harus meniggal mereka?".
Mendengar itu Dom langsung menutup mulut Hanum dengan jarinya.
"Kita akan menitipkan sikembar pada Lucas dan Helen,kurasa itu tidak masalah".
Hanum langsung menggeleng,"Aku tidak akan pergi kalau mereka tidak diajak" jawab Hanum tegas pada Dom.
"Tapi sayang aku ingin menikmati bulan madu berdua denganmu karena saat itu kita belum sempat melakukannya".
__ADS_1
"Tapi kasihan sikembar kalau harus ditinggal mereka masih perlu minum Asiku Dom".
"Tapi... " Dom masih ingin berkeras tapi kembali Hanum memotongnya.
"Bagaimana kalau kita melakukan liburan bersama dengan Lucas dan istrinya serta Wendy kali ini",saran Hanum yang membuat wajah Dom langsung cemberut.
"Aku ingin menghabiskan waktu hanya berdua saja denganmu sayang apakah itu tidak bisa",gerutu Dom kesal.
Melihat Dom terlihat kesal dengan ucapannya Hanum segera menghentikan kegiatannya dan menghampiri Dom yang sudah berbaring diranjang dengan posisi memunggunginya.
"Dom?",panggil Hanum yang hanya dijawab gumaman oleh Dom.
"Hemmm",gumamnya tanpa menghadap kearah Hanum yang merebahkan tubuhnya dibelakang Dom.
"Apa lukamu benar benar sudah sembuh sekarang?",tanya Hanum dengan melingkarkan tangannya kepinggang Dom dan mesra.
" Kenapa?Apa kamu ingin memeriksanya sekarang?",tanya balik Dom pada Hanum.
"Iya,apa boleh? ",tanya Hanum dengan mulai merabakan tangannya kedada Dom.
"Ya periksalah",perintah Dom yang sudah melupakan kekesalannya barusan pada Hanum dengan langsung mengambil tangan Hanum dan meletakkannya didadanya dengan posisi berbalik kearah Hanum.
"Bagaimana?",tanya Dom dengan menatap wajah Hanum tanpa berkedip.
"Kurasa kamu memang sudah sembuh sekarang karena suara detak jantungnya sudah sangat keras seperti biasanya",ucap Hanum dengan merabakan kedua tangannya kedada Dom lalu perlahan mulai membuka kancing piyama yang dipakai Dom dan menelusupkan tangannya kebalik piyama dengan gerakan menggoda membuat Dom memejamkan matanya menikmati sentuhan intim yang dilakukan Hanum padanya.
"Aku merindukanmu Dom",bisik Hanum lirih pada Dom.
"Aku juga sayang,"jawabnya dengan suara yang mulai parau akibat sentuhan tangan Hanum yang sengaja menyentuh titik sensitif ditubuhnya.
"Apa kamu ingin kita melanjutkannya apa yang kita lakukan ini Dom?",tanya Hanum dengan suara yang juga mulai parau saat itu.
"Ya malam ini aku ingin kamu yang memuaskan aku bagaimana? ",pinta Dom yang langsung dijawab anggukan oleh Hanum.
__ADS_1
Ehem Ehem ada yang mau buka puasa kayanya malam ini ππ.