Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
52. Iri Dalam Hati.


__ADS_3

Setelah Dom pergi Hanum segera bersiap untuk pergi kelokasi pemotretan bersama Wendy,yang sekarang sedang menuju Apartemennya.


"Ayo kita berangkat",ajak Hanum saat Wendy sudah sampai didepan Apartemennya.


"Kau sudah siap kupikir aku masih harus menunggumu karena ini masih cukup pagi".


"Sebaiknya kita pergi sekarang meski pemotretannya baru mulai pukul 10 nanti".


"Baiklah tapi traktir aku sarapan lezat pagi ini karena aku sangat kelaparan".


"Jangan khawatir aku akan membelikanmu apa saja yang kau inginkan sekarang sayang",canda Hanum sambil membelai pipi Wendy membuat Wendy bergidik ngeri.


"Hentikan Hanum kau mengerikan kalau berekspresi seperti itu!",Hardik Wendy.


Hanum langsung tertawa mendengarnya.


"Bukannya kau suka saat seseorang membelaimu mesra seperti itu",ucap Hanum dengan ekspresi masih menggoda.


"Aku suka,tapi kalau pria yang melakukannya,apalagi pria seperti Dom aku pasti tidak akan menolaknya".


Mendengar itu Hanum langsung mencubit pipi Wendy sebal.


" Auw!!,Hanum ada apa denganmu hari ini,kau sedang PMS sekarang?",tanya Wendy.


"Ya karena itu aku merasa ingin memakan orang sekarang apalagi orang yang otaknya mesum seperti dirimu,berani membayangkan bercinta dengan suami orang".


"Kalau prianya seperti Dom kurasa memang pantas menjadi ajang fantasi bercinta".


Hanum sebal mendengar ucapan Wendy tapi dia tidak bisa mengatakan kalau Dom adalah miliknya.


"Berhenti didepan!",perintah Hanum pada Wendy.


Wendy menatap restoran tempatnya berhenti sekarang.


"Hanum apa kita akan makan pagi direstoran ini?",tanya Wendy tidak percaya.


"Tentu saja,kamu pikir untuk apa kita kesini kalau bukan untuk sarapan bukankah disini terkenal dengan menu sarapannya yang sangat lezat".


"Tapi kalau kita makan disini itu sama saja kita membuang hasil kerja kita sehari hanya untuk sekali makan".


"Kamu tenang saja kita tidak perlu membayarnya dengan keringat kita,tapi dengan ini".

__ADS_1


Hanum mengeluarkan Gold card milik Dom dari dalam tasnya.


Melihat gold card ditangan Hanum mata Wendy langsung membulat sempurna.


"Wah siapa donaturmu yang berbaik hati memberikan sebuah gold card padamu Hanum.


"Pengagum rahasia",ucap Hanum.


"Omo!, apa dia juga yang sudah memberikan stempel itu dilehermu".


Wendy menunjuk tanda merah keunguan dileher Hanum akibat sesapan kuat Dom tadi.


Hanum hanya tersenyum.


"Ayo kita masuk kedalam",ajak Hanum.


Wendy mengikuti Hanum keluar dari mobil kemudian masuk kedalam restoran mewah itu.


sampai didalam pelayan mengantar mereka kemeja kosong yang berada dekat jendela besar sehingga sambil makan sarapan, mereka dapat menikmati pemandangan indah diluar jendela.


Mereka memesan menu simple untuk sarapan pagi mereka.


Sambil menunggu pesanan datang ,mereka membahas tentang pekerjaan,saat sedang asyik mengobrol tiba tiba Hanum melihat Arya dan Clarisa masuk kedalam restoran itu dan duduk tidak jauh dari mereka.


Dalam hati terbersit iri melihat perut Clarisa yang membulat karena sedang hamil,tanpa sadar Hanum menghela nafas keras membuat Wendy langsung menatap kearahnya.


"Ada apa?",tanya Wendy.


"Tidak ada jawab Hanum dengan menundukkan wajahnya dengan murung.


"Beneran tidak ada apa apa,atau jangan jangan karena melihat mereka karena itu kamu langsung berubah?",tebak Wendy.


"Ya,aku merasa iri sebagai seorang wanita saat melihat Clarisa hamil sekarang",jawabnya pelan.


"Kau iri?, untuk apa Hanum,kau harusnya bahagia karena tau perselingkuhan mereka sebelum kau punya anak dengan sibuaya kampung itu,dia bukan pria baik baik apa kau lupa apa yang kau lihat beberapa hari yang lalu bersamaku saat dia makan siang dengan mesra bersama saudara perempuan istrinya",ucap Wendy emosi.


"Aku tau Wendy tapi tetap saja aku iri karena Clarisa bisa hamil sedangkan aku tidak bisa,aku merasa bukan perempuan sempurna karena tidak bisa hamil".


"Mungkin saja kau belum menemukan orang yang tepat untuk menjadi ayah anakmu karena itu Tuhan tidak memberimu anak saat itu".


"Benarkah,tapi aku rasa aku memang tidak akan bisa hamil selamanya,buktinya Clarisa tidak perlu lama menjalin hubungan dengan Arya, tapi dia langsung mengandung anaknya,sedangkan aku sudah hampir 7 tahun menikah dengannya tapi sekalipun aku belum pernah hamil",ucap Hanum semakin sedih mengingat itu.

__ADS_1


Melihat Hanum mulai berkaca kaca Wendy langsung menggenggam tangannya lembut.


"Jangan pesimis kau masih punya kesempatan,kau bisa menikah lagi kemudian mencoba punya anak dengan suamimu yang baru siapa tau dengannya Tuhan memberi kalian anak".


Hanum menggeleng,"Mustahil Wendy,aku seperti sudah kehilangan harapan untuk punya anak sekarang".


"Kenapa pesimis kau periksakan dirimu kedokter dan tanyakan apakah kau punya masalah dengan kesuburanmu?".


"Aku sudah sering melakukannya dulu saat masih menikah dengan Arya".


"Lalu apakah kau punya masalah kesuburan atau yang lainnya ".


Hanum menggeleng,"Mereka mengatakan aku baik baik saja aku normal,tapi kenapa aku tidak bisa hamil".


"Lalu apakah Arya juga pernah ikut periksa kedokter kandungan?",tanya Wendy.


Hanum menggeleng,"Dia selalu menolak melakukannya,alasannya dia baik baik saja dan buktinya benarkan dia sekarang akan menjadi seorang ayah,berarti memang aku yang bermasalah selama ini",ucap Hanum pesimis.


"Entahlah siapa tau itu bukan anaknya",ucap Wendy sewot.


"Maksudmu?",tanya Hanum tidak paham.


"Ya bisa sajakan anak yang dikandung Clarisa bukan anak Arya,tapi anak dengan pria tidak jelas, tapi diakuinya itu anak Arya karena dia sering melakukan juga dengan Arya,agar Arya yang bodoh dan saat itu sedang sangat menginginkan anak mau menikahinya".


"Hanum terdiam mendengar itu,tapi apa yang dikatakan Wendy juga tidak bisa membuktikan ucapannya benar, karena itu hanya sebuah asumsi semata.


"Sudahlah Hanum kau tidak perlu iri atau merasa kecil hati,kalau kau tidak bisa punya anak sendiri kau bisa mengadopsi anak nanti kalau kau ingin,atau cari saja pria yang tidak mau punya anak saat menikah atau seorang duda yang sudah punya anak,jangan terlalu bingung masalah itu,atau lakukan bayi tabung dengan ibu pengganti masih banyak jalan tenang saja".


Hanum diam saja mendengar ucapan Wendy,dia memang bisa melakukan semua itu tapi apakah dia punya kesempatan sekarang saja dia terikat pernikahan tidak jelas dengan Dom.


Hanum hanya bisa menghela nafas mengingat jalan hidupnya yang tambah rumit karena masuk dalam lingkaran setan yang dibawa Dom kehidupnya sekarang.


"Apa kau masih memikirkannya?",tanya Wendy karena melihat Hanum hanya diam.


"Itu tetap jadi pikiranku apalagi selama menikah dengan Arya dia selalu menghinaku dengan sebutan perempuan mandul".


"Jadi kau ingin membuktikan padanya bahwa apa yang dikatakannya selama ini salah tentangmu?".


"Tentu saja aku ingin membuktikan padanya,untuk menutup mulutnya".


"Kalau begitu lakukanlah".

__ADS_1


"Bagaimana caranya?".


"Berusahalah hamil dengan pacarmu sekarang untuk membuktikan padanya kalau kamu tidak mandul".


__ADS_2