Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
106.Aku Paling Mengenalmu.


__ADS_3

Emily langsung pucat saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Clarisa.


Dia tidak percaya masih ada orang yang mengenalinya sebagai Calista, karena Arya sudah merubah semua identitasnya menjadi Emily Wilson mantan teman modelnya dulu diAgency sebelum terkenal yang terobsesi ingin menjadi terkenal dan cantik dengan melakukan banyak operasi plastik hampir diseluruh bagian tubuhnya dan akhirnya meninggal sebulan yang lalu saat dia sedang menjalani operasi plastik perubahan batok kepala dirumah sakit tempat Calista juga melakukan operasi plastik saat itu.


Atas saran Arya saat itu akhirnya Calista memakai identitas Emily Wilson untuk kembali kedunia modeling guna balas dendam pada Hanum.


"Sepertinya kau salah orang,namaku Emily Wilson bukan Calista".


"Kurasa tidak sister meski kau sudah melakukan operasi besar besaran diseluruh tubuhmu tapi aku orang yang paling mengenalmu sister".


Emily mulai berkeringat dingin mendengar apa yang dikatakan Clarisa padanya tapi dia tetap mencoba pura pura menyalahkan anggapan Clarisa.


"Jangan bicara sembarangan nona Clarisa".


"Dari mana kau tau kalau aku adalah Clarisa sedangkan katamu ini pertama kalinya kita bertemu nona Emily Wilson atau Calista",ucap Clarisa lagi yang semakin membuat Emily menjadi semakin pucat.


"Berhenti menggangguku brengsek! ",maki Emily kesal karena Clarisa seperti sengaja mempermainkannya sekarang.


"Aku tidak mengganggumu sister,aku hanya ingin memberimu saran kalau kau ingin merubah wajahmu, rubah juga semua kebiasaanmu itu".


"Apa maksudmu? ",tanya Emily tidak mengerti.


"Meski kau tidak mau mengakui bahwa kau adalah Calista padaku tapi aku tau itu kau sejak kau mendekat kearahku tadi".


"Itu tidak mungkin didunia ini tidak ada seorangpun yang bisa mengenaliku lagi!",hardik Emily marah.


Clarisa hanya tersenyum smrik kearah saudara perempuannya itu.


"Jangan terlalu yakin dengan asumsimu itu buktinya aku saja langsung bisa mengenalimu,kurasa orang lain juga akan segera tau itu kau tidak lama lagi".


"Apa kau sedang mengancamku sekarang Clarisa,agar aku iba padamu dan mau membantumu karena sekarang kau sudah bangkrut?".


Clarisa menggelengkan kepalanya,"Aku tidak butuh bantuanmu sister aku hanya merasa iba dengan hidupmu sekarang".


"HAH!! iba... beraninya kau mengatakan iba padaku apa aku tidak salah dengar?".


Clarisa kembali menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku mungkin menjual tubuhku sister tapi aku tidak menjual harga diriku sepertimu".


"Beraninya kau menghinaku dasar perempuan murahan tidak tau diri!! ".


Emily bermaksud menampar wajah Clarisa tapi Clarisa segera menahannya tangannya.


"Aku tidak menghinamu sister aku hanya ingin kau segera sadar dari apa yang kau lakukan sekarang sebelum terlambat".


"Apa maksudmu beraninya kau menasehatiku!!",hardiknya marah.


"Karena kau saudaraku satu satunya meski kau sudah menyakitiku tapi aku tidak bisa memutuskan hubungan ini,".


"HAH!... jangan membuatku tertawa Clarisa bukan aku yang menyakitimu tapi kau yang menyakitiku dengan merebut Arya dari Hanum hingga Hanum akhirnya merebut Dom dariku ini semua salahmu brengsek!! ",makinya marah.


"Aku memang salah telah merebut Arya dari Hanum tapi,aku tidak pernah menyuruh Hanum merebut Dom darimu dan aku yakin Dom tidak akan berpaling darimu kalau kau lebih baik dari Hanum".


"Kau membelanya.. kau membela perempuan yang sudah menghancurkan hidupku,dasar brengsek!!,aku bukan saudaramu dengar itu karena aku membencimu seperti aku membenci Hanum!!".


"Aku tidak membelanya sister, aku melakukan ini untuk menyelamatkanmu dari lingkaran setan ini sister".


"Apa maksudmu?,kau pikir kau sudah menjadi orang baik sekarang dengan tidak menjadi perebut suami orang!".


Emily tertawa sumbang mendengar ucapan Clarisa.


"Jadi kau pikir apa yang kulakukan sekarang bisa menyakiti orang lain begitu? ".


"Ya, sadarlah sister kalau sampai Dom tau alasan kau kembali untuk menyakiti Hanum aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya padamu nanti".


"Jangan sok menasehatiku,aku yakin sebentar lagi Dom akan tergila gila padaku dan akan membuang Hanum dari hidupnya".


"Apa itu yang dijanjikan Arya padamu sister?",tanya Clarisa dengan tersenyum sinis pada Emily.


"Aku tidak perlu janjinya tapi aku yakin".


"Terserah kau saja aku sudah memperingatkanmu karena aku masih menganggapmu saudaraku tapi kalau kau lebih percaya pada ucapan orang seperti Arya dari pada ucapanku aku tidak bisa melakukan apapun karena hidupmu adalah milikmu sister".


"Kau.. kau beraninya kau merasa lebih baik dariku dengan pekerjaan rendahan yang sekarang kau lakukan itu!".

__ADS_1


Clarisa kembali membalikkan tubuhnya yang sudah hampir sampai dipintu kamar mandi lalu kemabali berjalan menghampiri Emily , membuat Emily tanpa sadar mundur kebelakang sampai menabrak tepi wastafel.


Clarisa mendekatkan wajahnya kewajah Emily membuat Emily harus berpegangan pada tepi wastafel agar tidak jatuh karena terlalu gugup.


"Kurasa aku sedikit lebih terhormat karena orang menghargai pelayananku dengan uang,dibandingkan dirimu yang mau menjadi pemuas pria tanpa mendapatkan apa apa",ucap Clarisa ditelinga saudaranya itu.


"Siapa pria yang kau maksud? ",tanya Emily.


"Siapa lagi kalau bukan Arya pria brengsek itu,seharusnya kau segera melarikan diri sejauh mungkin dari mereka semua setelah Dom menceraikanmu waktu itu bukannya malah mendengarkan bujukan iblis Arya yang akan membuat hidupmu semakin hancur nantinya".


"Jangan mengguruiku bukannya kau dulu begitu tergila gila padanya".


"Itu benar dan aku memganggap itu adalah masa paling kelam dalam hidupku karena pernah terjebak bersamanya".


"Bukankah kau juga menjebaknya dengan hamil dengan orang lain wajar saja kalau dia sangat marah padamu karena kau sudah menipunya saat itu".


Clarisa memundurkan tubuhnya lalu menatap Saudaranya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Jangan menatapku seperti itu, apa yang sebenarnya kau sembunyikan?",tanya Emily karena dia merasa Clarisa menyembunyikan sesuatu dari ekspresi wajahnya sekarang.


"Jangan khawatir aku tidak bermaksud untuk menyakitimu kalau tidak mendesak".


"Apa maksudmu? ".


Clarisa menggeleng,"Sebaiknya segera kau tinggalkan pria seperti Arya selagi kau bisa,karena dia bukan manusia".


"Jangan menasehatiku lagi kau membuatku merasa muak dengan kata kata nasehatmu itu".


"Aku tidak menasehatimu aku hanya ingin menyelamatkanmu sebelum dia membawamu keneraka dan meninggalkanmu begitu saja setelah tujuannya berhasil".


"Jangan khawatir soal itu,aku akan segera melepaskan Arya setelah aku kembali menjadi nyonya Dominic.


Clarisa menyentuh bahu saudaranya lembut.


"Berhentilah bermimpi sister, sadarlah sebelum kau semakin terjerumus dan kau nanti akan menyesal, Dom sudah melepaskanmu iklaskan itu jangan pernah berharap untuk masuk kedalam hidupnya kalau kau masih ingin berumur panjang'.


"Ka... kau.. ".Emily menipis kasar tangan Clarisa yang berada dipundaknya dengan marah.

__ADS_1


"Sudahlah sebaiknya pikirkan saja ucapanku itu sekarang aku harus kembali bekerja agar sibrengsek Arya itu menepati janjinya untuk membayarku,karena uang itu sakarang bagiku sangat berarti",ucap clarisa dengan keluar dari dalam toilet perempuan itu meninggalkan Emily yang berdiri diam ditempatnya dengan berbagai pikiran memenuhi otaknya saat ini.


__ADS_2