
Clarisa terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arya,dia memaki pria yang menjadi suaminya itu dalam hati'Dasar iblis' makinya marah dan benci memandang pria itu.
Arya masih menatap Clarisa tajam dia tau perempuan yang menjadi istrinya itu pasti sangat marah dilihat dari ekspresinya sekarang tapi dia tidak perduli,hatinya saat ini hanya dipenuhi perasaan ingin menghancurkan Dom.
"Dari pada kau menatapku seperti itu lebih baik kau bersiap sekarang untuk pergi kerumah sakit",perintah Arya pada Clarisa.
Clarisa ingin protes lagi tapi Arya sudah pergi keluar meninggalkanya.
"Brengsek!!,ini semua gara gara Hanum perempuan brengsek itu harus menerima akibatnya nanti karena telah membuat aku dan anakku mengalami ini",maki Clarisa sambil berjalan kekamarnya untuk bersiap pergi kerumah sakit sesuai permintaan Arya.
***
Sampai dirumah sakit Arya langsung membawa Clarisa menemui dokter kandungan.
"Anda yakin ingin melakukan operasi untuk istri anda sekarang tuan Arya".
"Iya,bukankah asisten anda sudah memberitau anda masalah ini dokter".
"Iya tapi disini jadwal operasi caesar istri anda masih beberapa minggu lagi kalau pun anda ingin mempercepatnya sebaiknya seminggu sebelumnya atau paling cepat 2 minggu sebelumnya,kalau sekarang kondisi bayi anda masih rentan akan perlu banyak perawatan untuk membuatnya berada dikondisiseperti bayi normal lainnya".
"Istri saya seorang model dan bulan depan dia akan mengadakan fasion show besar jadi anak kami harus lahir lebih cepat dari jadwal semula".
Dokter Moris diam mendengar itu,saat Arya meminta pengajuan jadwal operasi caesar unjuk istrinya kemarin dia sedang tidak ada ditempat lalu saat datang sang asisten memberikan jadwal ini padanya membuat dia terkejut.
Ditatapnya Clarisa yang duduk disamping Arya dengan diam,dia kemudian hanya bisa menghela nafas sebagai seorang dokter dia merasa miris berhadapan dengan jenis orang orang seperti mereka yang memandang uang lebih penting dari segalanya.
"jadi kapan kalian ingin melakukan operasi caesarnya?".
Dokter Moris bertanya pada mereka berdua.
"Kalau bisa hari ini" Arya memberi jawaban pada Dokter Moris.
"Baiklah kalah begitu saya akan mempersiapkannya sekarang mari ikut saya nyonya Wiguna".
Dokter Moris mengajak Clarisa keruang observasi miliknya untuk memeriksa seluruh kondisinya sebelum melakukan operasi caesar.
__ADS_1
Setelah selesai dia kembali bicara pada mereka berdua.
"Saya akan melakukan operasi seperti permintaan anda tapi karena kondisi janin belum cukup usia untuk dilakukan operasi jadi setelah operasi saya menyarankan sang bayi untuk tetap berada disini sampai kondisinya stabil bisa untuk dibawa pulang".
"Tidak masalah soal itu,yang penting anda bisa melaksanakan operasinya sekarang juga".
Dokter Moris mengangguk.
Dua jam kemudian Clarisa sudah masuk ruang operasi dan setelah beberapa jam perawat sudah membawa tubuhnya keruang perawatan pasca operasi.
Arya hanya menatap Clarisa yang terbaring belum sadarkan diri karena pengaruh bius selama operasi dengan tatapan dingin,ternyata selama ini dia tidak punya perasaan pada perempuan ini bahkan empatinya sekarang saat melihatnya terbaring pun tidak ada,dia malah merasa kesal dan bosan menunggu istrinya yang baru melahirkan anak mereka itu.
"Berikan perawatan terbaik pada istriku!",perintahnya pada perawat yang berada diruangan itu sebelum dia keluar meninggalkan ruang rawat Clarisa.
Sebelum pergi dari rumah sakit Arya mengunjungi bayi mereka yang masih berada diruang inkubator karena dilahirkan prematur.
ditatapnya bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu drngan tatapan datar.
Andai itu anaknya dan Hanum pasti dia sangat bahagia sekarang menyambut kelahirannya,tapi itu bukan anak mereka jadi perasaan Arya juga sedikit biasa menyambut kelahirannya.
Dia melajukan mobilnya menuju bar untuk menenangkan dirinya dengan minum dan bersenang senang disana.
**
"Ini pesanan anda tuan",ucap Waitres mengantarkan minuman pesanan Arya.
Arya menatap pelayan muda itu,'lumayan cantik' ,batinnya.
"Temani aku malam ini,nanti aku akan membayarmu mahal",ucap Arya dengan menarik pelayan wanita untuk duduk disampingnya.
Si pelayan terkejut mendengar apa yang dikatakan Arya, dia mulai merasa takut melihat tatapan Arya yang sudah mulai menyusuri tubuhnya dengan penuh na*su.
"Ma..maf tu..tuan..sa..saya..".
"Dasar baji*an bisa bisanya kau bersenang senang disini sementara saudaraku masih terbaring tidak sadar diri sekarang dirumah sakit karena perbuatan gilamu itu".
__ADS_1
Tiba tiba Calista datang menghampiri tempat duduk Arya dan memakinya keras karena melihat Arya bersenang senang disini dengan menggoda seorang pelayan bar sementara tadi dia terkejut mendapat khabar bahwa Clarisa melahirkan hari ini dirumah sakit, padahal setahu dia seharusnya Clarisa baru akan melahirkan beberapa minggu lagi.
Melihat Calista datang Arya langsung mengusir pelayan itu pergi.
"Halo sayangku,ada apa kau mencariku apa kau sudah merindukan pelukan hangatku lagi setelah permainan liar kita beberapa hari yang lalu".
"Dasar baji*an!!".
Calista kembali memaki dengan marah saat Arya menarik tubuhnya sampai jatuh diatas pangkuan pria brengsek itu.
"Lepas!!,brengsek!!".
Calista berusaha memberontak untuk lepas dari pangkuan Arya tapi Arya malah mengunci tubuh Calista diatas pangkuannya.
"Kenapa aku harus melepaskan burung yang sudah tertangkap,kebetulan malam ini aku butuh teman untuk bersenang senang dan kau datang kemari itu sebuah berkah bagaimana mungkin aku melepaskanmu".
"Kau...aku sedang sangat marah padamu bre*sek, kau sudah melecehkanku beberapa hari lalu, lalu kau juga memaksa Clarisa melahirkan sebelum waktunya apa kau tidak punya hati nurani".
Aku hanya menyuruhnya melahirkan anak kami lebih cepat dari jadwal bukan membunuhnya,toh aku sudah menyuruh dokter dan perawat disana untuk memberi perawatan terbaik untuknya jadi berhenti marah marah lebih baik mari kita bersenang senang malam ini sayangku, aku sudah merindukan suara desa*anmu seperti biasanya".
Setelah mengatakan itu Arya menarik tubuh Calista bangkit dari kursi Bar dan membawanya masuk kedalam mobil membawa Calista menuju Apartemen rahasia mereka.
Calista mencoba meronta tapi usahanya sia sia karena tenaga Arya lebih besar dari miliknya hingga dia tidak bisa berbuat apa apa saat Arya menariknya masuk kedalam mobilnya.
Begitupun saat sampai di Apartemen,Calista masih berusaha memberontak tapi lagi lagi Arya mengunci tubuhnya membuat pemberontakannya sia sia belaka.
"Baji*an!!!"maki Calista saat Arya sudah berhasil membawanya masuk kedalam Apartemen itu.
Arya hanya tersenyum smrik mendengar makian tidak berguna Calista itu ditelinganya.
"Berhenti memberontak dan memaki,simpan tenagamu unyuk permainanpenug gairah kita malam ini sayangku".
Ucap Arya dengan mulai mengungkung tubuh Calista dibawah tubuhnya.
"Kau....".
__ADS_1
Calista tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena Arya sudah menarik lepas baju mereka dan mulai menjajah tubuhnya,meski awalnya Calista menolak tapi lama lama dia membalas permainan penuh gairah Arya dan akhirnya mereka sama sama menikmati lagi malam penuh dosa itu diApartemen yang menjadi saksi perselingkuhan mereka.