
Hanum terkejut mendengar apa yang dikatakan Dom padanya.
"Kenapa sayang apa kau todak mau menerima hadiahku ini?",tanya Dom dengan menggenggam tangan Hanum.
Hanum. menatap Dom,"Ini terlalu berlebihan Dom aku tidak bisa memberimu apapun tapi kau memberiku sangat banyak hari ini".
"Bukankah kau sudah memberiku hadiah besar beberapa waktu lalu".
Hanum memandang Dom bingung karena tidak merasa sudah memberi hadiah apapun pada Dom, "Apa itu aku tidak merasa... ".
Dom mengecup mesra tangan Hanum sebelum bicara.
perlahan Dom menyentuh lembut perut Hanum.
"Bukankah ini hadiahmu untukku, apakah ini bukan sesuatu yang besar sayang,"ucapnya dengan menatap mesra Hanum.
"Kurasa iya",jawab Hanum dengan menyandarkan tubuhnya kekursi mobil.
"Istirahatlah aku akan membangunkanmu saat kita tiba di Apartemen nanti",ucap Dom yang dijawab anggukan oleh Hanum dan mulai mencoba memejamkan matanya.
***
Ditempat Calista sudah beberapa hari sejak kejadian dikantor Dom Calista terus mengurung diri didalam kamar,baru pagi ini dia berani membuka ponselnya untuk melihat apakah ada panggilan penting yang masuk keponselnya tapi ternyata tidak ada, hanya satu orang yang menghubunginya diponsel itu yaitu Arya membuat Calista kembali gemetar dan bermaksud mematikan lagi ponselnya agar pria itu tidak bisa menghubunginya,karena dia takut akan ancaman Dom tapi saat Calista bermaksud mematikan ponselnya tiba tiba ponselnya berdering dan kembali Arya menelponnya membuat Calista takut juga penasaran kenapa pria itu terus menghubunginya selama beberapa hari ini.
"Ha.. halo.. ",jawabnya dengan nada takut.
"Calista kemana saja kau kenapa panggilanku tidak pernah kau jawab, bahkan pesan pesanku juga selalu kau abaikan, jangan bilang kau sudah berhasil kembali kepada suami keparatmu itu".
"A.. aku tidak kembali padanya bahkan dia sudah menceraikanku gara gara kau dan mantan istri sialanmu itu",jawab Calista balik marah karena mengingat kehancuran rumah tangganya ini disebabkan oleh dua orang itu.
"Apa!!!, Dom menceraikanmu!!".
"I.. iya, jadi tolong jangan hubungi aku lagi karena Dom mengancam akan membunuhku kalau aku berani mengganggu Hanum dan masih berhubungan denganmu".
"Dan kau mau menuruti keinginannya itu betapa bodohnya kau Calista".
"Apa maksudmu!, kau jangan sembarangan menghinaku, aku hanya ingin hidup tenang".
"Apakah kau bisa tenang saat melihat Hanum dan Dom bahagia sementara kau seperti itu".
"Kau... ".
__ADS_1
"Datanglah keBar Xxx dan temui aku disana",perintah Arya.
"Aku tidak mau,aku yakin Dom akan melaksanakan ancamannya kalau aku berani menemuimu".
"Sebegitu takutnya kau pada ancaman Dom,apa kau yakin tidak ingin membalas perbuatan mereka padamu dan hanya mengurung diri saja meratapi nasipmu setelah dibuang Dom".
Lama Calista terdiam mendengar, apa yang dikatakan Arya padanya,sambil memikirkan apakah yang dikatakan Arya itu benar.
"Bagaimana?,apa kau hanya akan terus memikirkannya tanpa bermaksud membalasnya?".
"Apa kau benar bisa membantuku membalaskan sakit hatiku pada mereka berdua Arya?".
"Apa kau tidak yakin denganku, tapi bagaimana dengan Clarisa dia pasti akan marah lagi kalau tau.. ".
"Aku sudah menceraikan perempuan keparat itu".
"Apa!!, kenapa!!! ".
"Tentu saja karena dia sudah menipuku dengan mengatakan anak haram diperutnya itu sebagai anakku dasar perempuan tak tau diri",maki Arya.
"Lalu dimana sekarang Clarisa kau tidak melakukan sesuatu yang mengerikan padanyakan? ".
"Tidak,dia sudah menghinaku seperti itu untuk apa aku membantunya dia harus merasakan hasil dari apa yang dilakukannya sekarang itu sudah benar".
"Jadi temui aku nanti malam diBar Xxx dan aku akan membantumu untuk balas dendam pada Dom dan Hanum".
"Kau yakin ingin balas dendam pada Hanum bukannya kau bilang kau ingin kembali pada Hanum setelah Clarisa melahirkan".
"Jangan membahas itu lagi karena itu bukan lagi keinginanku,yang aku inginkan adalah membuat Dom bangkrut dan Hanum. memohon mohon padaku untuk kembali".
"Baiklah kurasa kau adalah orang yang bisa menolongku untuk balas dendam pada Hanum dan mengambil kembali Dom dari tangannya".
"Apa kau masih ingin kembali padanya,setelah dia membuangmu seperti itu?! ".
"Tentu saja, aku ingin tetap menjadi nyonya Dominic lagi,itu tujuan utamaku".
"Baiklah kau tenang saja aku akan mewujudkan keinginanmu itu".
"Ya nanti malam aku datang! ".
***
__ADS_1
Malam harinya***
Calista sudah bersiap rapi untuk pergi keBar tempat dia dan Arya akan bertemu.
Setelah berkendara selama lebih dari satu jam karena Arya memilih Bar yang berada diluar kota untuk pertemuan mereka agar pihak Dom tidak tau, akhirnya Calista sampai di Bar itu.
Calista langsung masuk kedalam Bar dan menuju privat Room tempat mereka akan bicara nanti.
Sampai disana dilihatnya Arya sedang bersenang senang ditemani beberapa wanita bayarannya.
"Dasar lakilaki murahan!",Maki Calista sambil menghempaskan tubuhnya disofa yang ada diruangan itu.
Mendengar itu bukannya marah Arya malah tertawa,"Bukannya kau sama saja apa sekarang kau ingin kupanggilkan beberapa gigolo untuk menemanimu",godanya pada Calista.
"Hentikan itu Arya,cepat usir mereka semua dan mari kita segera bicara!",perintah Calista.
"Hay beby tenanglah sedikit mari kita bersenang senang dulu untuk merayakan status barumu ini".
"Aku tidak punya waktu untuk melakukan hal gila itu sekarang Arya,cepat usir mereka dan...".
"Baiklah.. baiklah kalau itu yang kau inginkan aku akan mengusir mereka sekarang karena kau sudah ada disini untuk menwmaniku dan kau lebih baik berkali lipat dari mereka semua",ucap Arya sambil menyuruh para perempuan penghibur itu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Cepat katakan padaku apa yang harus dilakukan untuk....".
"Beby.. kenapa terburu buru, mari kita bersenang senang dulu sebelum membicarakan hal serius",ucap Arya dengan menarik tubuh Calista untuk mendekat kearahnya dan mengurungnya dalam pelukannya.
"Lepaskan Arya,aku sedang tidak ingin melakukan hal itu sekarang!",hardik Calista dengan mendorong tubuh Arya menjauh.
Tapi bukannya menjauh Arya malah menatap lekat Calista dan tiba tiba menyentuh lehernya dimana terdapat bekas cekikan Dom disana beberapa waktu lalu.
"Sepertinya dia sangat membencimu Calista",ucap Arya dengan menggerakkan tangannya disepanjang warna merah yang terlihat mulai samar itu.
Calista mencoba menepis tangan Arya dari lehernya.
"Hentikan ini semua gara gara kau dan mantan istrimu sampai Dom tega melakukan ini padaku",jawabnya kesal.
Arya bangun dari posisinya mengungkung Calista kemudian menyesap minuman yang berada diatas meja dan menyodorkan segelas untuk Calista.
"Minumlah,jangan pikirkan apapun malam ini anggap saja aku menemanimu merayakan status barumu menjadi janda Dom",ucap Arya dengan mengangkat gelasnya untuk bersulang bersama Calista yang juga mengangkat gelasnya dan menerima sulangan dari Arya.
Kira kira apa ya rencana mereka berdua untuk memisahkan Dom dan Hanum sepertinya autor harus semedi untuk mencari inspirasi konflik kali ini ππ.
__ADS_1