
Hanum membantu Dom memasangkan dasinya.
"Pergilah sekarang",ucap Hanum.
"Kenapa kau seperti tidak sabar ingin mengusirku keluar dari rumah ini",goda Dom dengan masih memeluk pinggang Hanum.
"Jangan mulai lagi Dom,aku sedang tidak ingin bertengkar pagi ini".
"Aku tidak tertarik bertengkar mulut denganmu aku lebih tertarik bertengkar diatas ranjang denganmu".
"Dom hentikan,ini sudah siang sebentar lagi Wendy datang kemari aku tidak ingin dia melihatmu disini".
"Kenapa kau tidak suka temanmu melihat kita bersama?",tanya Dom.
"Bukan begitu".
"Lalu?".
"Dia akan menggila kalau tau kau dan aku punya hubungan".
Dom menyipitkan matanya mendengar itu.
"Bukan seperti dipikiranmu,tapi Wendy adalah penggemarmu aku tidak tau apa yang akan dilakukanya kalau melihat kita dekat sekarang".
"Ah seorang penggemar,aku suka itu bagaimana kalau aku memberinya tanda tangan atau cap sebagai penggemar",goda Dom.
"Hentikan,jangan lakukan apapun kalau bisa jangan pernah bertemu dengannya!".
Dom tersenyum jahil mendengar itu.
"Apa itu bisa diartikan kau sedang cemburu sekarang sayang ?",tanya Dom dengan memeluk Hanum semakin erat.
"Hanya sedikit",jawab Hanum setengah jujur padahal dia sangat cemburu bahkan pada Calista dia juga cemburu meskipun Dom sudah mengatakan bahwa hubungannya dan Calista hanya diatas kertas,tapi tetap saja dia masih istri Dom dimata semua orang,ingin rasanya Hanum berbuat jahat dengan mengatakan dia melihat Calista dan Arya sedang makan siang bersama tapi dia tau Dom bukan orang yang perduli akan hal seperti itu.
"Baiklah aku sudah cukup senang meskipun itu cuma sedikit paling tidak aku sudah ada didalam hati dan pikiranmu,apa aku harus menambahnya agar cemburumu bertambah banyak sayang",goda Dom.
"Hentikan,aku tidak suka kalau kau terlalu dekat dengan perempuan lain".
"Aku juga tidak suka kalau kau dekat dan menggoda pria lain",ucap Dom tajam.
"Aku tidak Dom..".
"Kamu tau aku tetap marah setiap kali melihatmu berpose didepan kamera dengan pakaian seminim itu".
__ADS_1
"Itu hanya pekerjaan mereka sangat profesional tidak ada yang berani menyentuhku jadi kamu tidak perlu khawatir".
"Aku bukan khawatir aku hanya tidak suka tubuh wanitaku dilihat oleh banyak pria dengan meneteskan air liur mereka, mengingat itu membuatku sangat marah dan ingin membunuh mereka semua".
"Dom kita sudah membahas ini,jadi aku tidak ingin pagi pagi kita meributkannya lagi".
"Aku juga tidak ingin,tapi egoku selalu tidak bisa menerima itu,apa kamu tidak ingin menjadi model biasa sayang'.
Hanum terdiam sebenarnya dia mengerti dan paham apa yang dirasakan Dom tapi hanya dengan melakukan pekerjaan ini dia merasa menjadi dirinya sendiri,dia takut kalau dia menuruti keinginan Dom, nanti saat Dom meninggalkannya dia akan kehilangan segala galanya,karena dia tau kalau Dom sudah bosan padanya dan membuangnya rasa sakit yang dialaminya akan lebih parah dari saat berpisah dengan Arya.
"Maaf Dom aku tidak bisa menurutimu kali ini,aku bisa memberikanmu kesetiaan sebagai istri tapi aku tidak bisa melepaskan pekerjaan yang membuatku merasa jadi diriku sendiri".
"Kalau begitu kau harus membayar kompensasi padaku sekarang,karena berani menolak perintahku".
"Kompensasi apa?",tanya Hanum bingung.
"Cium aku sekarang",perintah Dom.
"Hah bukannya tadi malam kita sudah melakukan lebih dari ciuman,apa itu belum cukup?",ucap Hanum sedikit marah.
"Lakukan saja apa yang ku katakan kenapa kau suka sekali protes sebelum melakukannya sayang".
"Karena kau suka memaksa".
Tiba tiba saja Dom menyesap kuat leher Hanum membuat Hanum langsung mendesis terkejut.
"Kau seperti ular Dom suka sekali menghisapku",sungut Hanum.
"Karena kau seperti candu bagiku apa lagi bibirmu".
Setelah mengatakan itu Dom langsung memagut dalam bibir Hanum membuat protes Hanum tertelan ditenggorokan berganti erangan saat lidah Dom menyelusup dalam kemulut Hanum mengaduk aduk isi mulut Hanum.
Ciuman mereka baru berhenti setelah Hanum berhasil mendorong tubuh Dom karena merasa udara diparu parunya hampir kosong disedot oleh Dom.
Dom hanya tersenyum smrik melihat Hanum yang tersengal sengal karena Ciumannya.
"Dasar monster",gerutu Hanum masih dengan nafas tersengal sengal sebal karena Dom selalu berhasil membuatnya kehilangan akal.
"Sekarang cukup hanya sebatas Ciuman,aku harus pergi keluar negeri untuk beberapa hari,jadilah istri yang baik dirumah oke".
Hanum terkejut mendengar itu karena Dom sama sekali tidak mengatakan tentang kepergiannya tadi malam padanya.
"Kau ingin pergi?",tanya Hanum terlihat tidak senang.
__ADS_1
"Iya aku akan keluar negeri mungkin selama seminggu,kenapa apa kau tidak iklas melepaskanku sayang?".
"Pergilah toh aku juga bukan istri sahmu jadi kau tidak perlu mengatakan akan pergi sebelumnya padaku karena aku tidak penting bagimu",gerutu Hanum marah.
Mendengar itu Dom mengernyitkan dahinya bermaksud menjawab ucapan Hanum tapi tiba tiba ponselnya berbunyi Lucas sudah menghubunginya dan mengatakan sekarang sudah ada didepan pintu Apartemen Hanum.
"Aku akan pergi sekarang,berhenti mengatakan hal menyebalkan itu kalau kau tidak ingin aku marah dan menghukummu saat pulang nanti".
"Aku tidak perduli,pergilah aku senang kalau kau tidak ada karena aku bisa be....".
Hanum belum menyelesaikan kalimatnya saat Dom tiba tiba menciumnya lagi dengan menyedot dalam bibir Hanum.
"Jangan macam macam meskipun aku tidak ada,karena kau hanya milikku jangan pernah lupakan itu",ucap Dom dengan menyapu lembut bibir Hanum.
Hanum memukul pelan dada Dom karena sebal laki laki didepannya ini selalu berhasil mendiamkan protes dan amarahnya.
"Jangan hubungi aku",ucap Hanum.
Dom hanya menaikan alisnya mendengar itu.
"Aku akan melakukannya kau tidak bisa melarangku dan jangan berani menolak panggilanku karena aku akan langsung datang kemari kalau kau berani melakukannya",ancam Dom.
"Terserah,pergilah sekarang sebelum aku menagisimu",ucap Hanum dengan mendorong tubuh Dom keluar.
Dom tertawa keras mendengar ucapan Hanum sampai Lucas yang melihat Dom tertawa menjadi sedikit heran.
Hanum bermaksud langsung menutup pintu saat Dom sudah berada diluar pintu tapi Dom masih menahan pintu Apartemen Hanum.
"Apalagi!",bentak Hanum.
"Gunakanlah kartu yang kuberikan padamu untuk bersenang senang selama aku pergi sayang".
"Jangan khawatir aku pasti akan membuatmu bangkrut karena memberiku kartu itu".
Dom menaikkan sebelah alisnya.
"Aku tidak sabar menunggunya,baiklah aku pergi dulu sampai jumpa minggu depan".
Setelah mengatakan itu Dom melangkah pergi meninggalkan Apartemen Hanum bersama Lucas.
Hanum menatap kepergian Dom sampai dia menghilang didalam lift dengan mata berkaca kaca.
"Brengsek,aku tidak ingin sedih karena ditinggal Dom keluar negeri selama seminggu seharusnya saat ini aku tertawa lebar dan menari bahagia karena akan bebas darinya selama seminggu tapi kenapa aku malah merasa sangat kehilangan,makinya dengan sebal pada dirinya sendiri.
__ADS_1