Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
164.Kritis.


__ADS_3

Lucas terkejut melihat kondisi Dom yang tidak bergerak dengan banyak darah merembes keluar dari luka dibagian jantungnya dan sebuah luka lagi dilengan kirinya akibat tembakan Arya tadi yang ternyata sempat menipu Dom dengan hanya mengisikan satu peluru dipistol miliknya.


"Dom bangun!!!"teriak Lucas cemas dan takut melihat kondisinya dengan berusaha menyadarkan Dom yang tidak bergerak itu.


Dengan gugup Lucas segera menghubungi Dokter Moris dan meminta segera menyiapkan operasi untuk Dom.


"Segera persiapkan operasi darurat untuk Dom dalam tiga puluh menit lagi",perintah Lucas setelah sebelumnya meminta seseorang untuk menyiapkan helikopter untuk membawa Dom kerumah sakit.


"A.. ada apa dengan tuan Dominic? ",tanya Dokter Moris gugup dan cemas karena waktu berangkat tadi kondisinya juga sudah cukup parah.


"Dom terkena tembakan dibagian jantungnya",ucap Lucas lirih karena merasa sedih melihat bagaimana kondisi Dom sekarang yang sedang diangkut didalam helikopter itu.


"A.. apa. jantung... tertembak... bagaimana bisa? " tanya Dokter Moris terdengar terkejut.


"Itu tidak penting yang penting sekarang kau harus segera menyiapkan operasinya sebentar lagi kami tiba",jawab Lucas.


"Baiklah",jawab Dokter Moris.


"Oh iya tolong kau rahasiakan ini dari siapapun termasuk Hanum",perintah Lucas lagi.


"Baik tuan lucas",jawab Dokter Moris lalu mengakhiri panggilan mereka.


Setengah jam kemudian helikopter yang membawa Dom mendarat darurat diatap Rumah sakit,tim dokter yang sudah diperintahkan oleh Lucas untuk bersiap sebelumnya langsung menyambut Dom yang kondisinya sudah sangat kritis saat itu.


Mereka segera membawa Dom keruang operasi dan langsung menanganinya.


***


Lucas berjalan mondar mandir tiada henti didepan ruang operasi dengan sangat gelisah karena sejak dibawa masuk sampai saat ini sudah hampir 24 jam tim dokter belum juga memberi khabar bagaimana kondisi Dom sekarang didalam sana membuat Lucas benar benar frustasi dan menyesal menuruti kemauan tak masuk akal Dom untuk membiarkannya mengikuti permain gila Arya yang sudah diketahuinya pasti punya niat tersembunyi.


"Sial...sial... brengsek!!, seharusnya kutembak saja baji*an itu sebelum Dom datang tadi agar hal ini tidak terjadi!!!",maki Lucas kesal dan marah karena keteledorannya hingga membuat Dom sekarang dalam kondisi antara hidup dan mati.


Saat dia sedang merasa sangat gugup dan kesal mengingat Arya tiba tiba ponselnya berdering, pengawal yang ditugaskan untuk menjaga ruang Hanum menghubunginya membuat Lucas segera mengangkat panggilan itu khawatir hal buruk terjadi lagi pada Hanum kali ini.

__ADS_1


"Tuan Lucas nyonya Hanum saat ini sudah sadar apa yang harus kami lakukan? ",tanya pengawal yang menjaga ruang rawat Hanum membuat Lucas terkejut dan menjadi gugup mendengar itu karena sekarang saja para dokter belum selesai melakukan operasi pada Dom.


"Dengan siapa dia didalam ruangan sekarang? ",tanya Lucas pada pengawal itu.


"Dengan nona Wendy tuan".


"Katakan pada Wendy untuk keluar dan menemui aku dibalkon Rumah sakit sekarang".


"Baik tuan akan saya sampaikan ".


"Ya",jawab Lucas lalu mengakhiri panggilannya dan segera pergi kebalkon untuk menemui Wendy dan bicara padanya secara rahasia.


"Tuan Lucas",panggil Wendy yang membuat Lucas sedikit terkejut karena dia tadi sempat melamun sebelum Wendy datang.


"Bagaimana kondisi Hanum sekarang? ",tanya Lucas dengan menoleh kearah Wendy yang berdiri dibelakangnya.


"Sudah tidak papa,tapi dia menanyakan tentang Dom barusan".


"Kukatakan dia harus menyelesaikan urusannya denganmu dan sebentar lagi akan datang menemuinya".


"Lalu apa dia percaya? '',tanya Lucas cemas.


"Ya,setelah dia bertanya bagaimana kondisi Dom dan kukatakan dia baik baik saja tadi saat pergi denganmu, ada apa tuan Lucas apa ada masalah?",tanya Wendy ikut cemas melihat ekspresi Lucas seperti itu.


"Ya",jawab Lucas lirih.


"Maksud anda?",tanya Wendy penasaran.


"Dom sedang sekarat sekarang",jawab Lucas lirih yang membuat Wendy langsung menutup mulutnya terkejut karena baru beberapa jam yang lalu Dom menelponnya memintanya untuk menemani Hanum semantara kalau nanti dia terlambat kembali dari menyelesaikan urusannya dengan Arya.


"An... anda serius tuan Lucas,apa....kenapa bisa?",tanya Wendy dengan ekspresi sangat terkejut mendengar itu.


"Iya...Arya....dia berhasil menembak Dom dan tepat mengenai jantungnya.Sekarang tim Dokter sedang berjuang untuk menyelamatkan nyawanya diruang operasi".

__ADS_1


Seketikan Wendy hampir pingsan mendengar itu, dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Hanum mendengar hal ini nanti.


"A... apa dia akan selamat? ",tanya Wendy sedih bercampur gugup mendengar semua itu tidak tau bagaimana kalau nanti Hanum bertanya lagi tentang Dom padanya.


Lucas menggeleng lalu mengusap wajahnya dengan telapak tangannya menandakan dia juga tidak tau apakah Dom akan bisa melewati semua ini dan dia juga tidak bisa membayangkan bagaimana menjelaskan semua ini pada Hanum.


"Ja... jadi bagaimana sekarang? ",tanya Wendy bingung tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk membuat Hanum tidak tau hal ini paling tidak sampai kondisinya sembuh.


"Berusahalah bersikap senormal mungkin didepannya nanti,kalau dia menanyakan Dom dan aku katakan kami harus pergi keluar negeri selama beberapa hari lagi,nanti setelah kondisi Hanum normal aku akan berusaha mengatakan sendiri masalah ini padanya".


Wendy mengangguk mendengar itu.


"Sebaiknya aku kembali sekarang.Aku khawatir kalau aku terlalu lama keluar dia akan curiga".


Lucas mengangguk mendengar itu,"Iya aku juga harus kembali berada didepan ruang operasi untuk menunggu tim Dokter selesai melakukan operasinya pada Dom".


Wendy mengangguk lalu berlalu pergi dari sana untuk menemui Hanum.


Sementara Lucas kembali kedepan ruang operasi, dimana lampu penanda operasi sedang berlangsung masih menyala menandakan operasi Dom belum berakhir.


"Apa tim Dokter yang mengoperasi Dom sudah ada memberikan khabar bagaimana. kondisi Dom sekarang?", tanya Lucas pada penjaga yang menjaga didepan ruang operasi dan dijawab gelengan oleh anak buahnya itu.


Mendengar itu Lucas kembali menghempaskan tubuhnya dikursi tunggu depan ruang operasi dengan menekurkan kepalanya dikedua tangannya untuk mengurangi kegelisahanya sekarang.


"Apa dia sudah lama berada didalam Lucas? ".


Seketika Lucas tersentak dan hampir meloncat saat mendengar suara Hanum yang sudah berada disampingnya dengan memakai kursi roda yang didorong oleh Wendy.


"K... kau.. kenapa.. bukannya aku sudah menyuruhmu merahasiakannya dari Hanum sampai kondisinya stabil?!",tanya Lucas kepada Wendy dengan tatapan marah dan khawatir melihat Hanum berada disebelahnya sekarang.


"Maaf... ",jawab Wendy lirih.


"Kenapa kalian berdua saling menyalahkan,aku baik baik saja sekarang dan kurasa Dom juga baik baik saja sebentar lagi",jawab Hanum dengan ekspresi sangat tenang menatap pintu Ruang operasi membuat Lucas dan Wendy benar benar takut melihat itu dan tidak bisa lagi bersuara karena tidak tau apa yang harus mereka katakan pada perempuan disamping mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2