Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
161.Hukuman Arya.


__ADS_3

Siapa yang sudah nggak sabar nunggu part ini 😁😁.


Arya kembali berteriak keras saat Dom kembali menembakkan pistolnya kekakinya yang satu lagi.


"Akh!! keparat!!!,apa yang kau lakukan!!!",teriak Arya dengan tetap mencoba berdiri meski kedua kakinya sudah terluka.


"Tentu saja datang untuk menghukum baji*an sepertimu",ucap Dom dengan ekspresi sangat dingin berjalan kearah Arya yang langsung mundur kebelakang sambil tidak melepaskan tatapannya dari Dom yang semakin mendekatinya.


"Jangan mendekat!!,"teriak Arya pada Dom yang seolah tidak mendengar ucapannya itu.


Arya mundur dengan berusaha mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk melawan Dom saat itu karena Dom sudah sangat dekat menghampirinya.


saat Dom sudah sampai dihadapan Arya dan bermaksud mencekikkan tangannya keleher pria brengsek itu tiba tiba sebuah peluru mengenai pundaknya membuat Dom langsung terkejut dan mengalihkan tatapannya keasal tembakan tadi.


"Kau... ",Dom terkejut karena ternyata yang baru saja menembaknya adalah Calista yang langsung tertawa senang melihat darah keluar dari punggung Dom.


"Bagus... bagus... kau berdarah aku suka warna merah...",ucap Calista dengan bersorak senang menatap Dom yang langsung mengurungkan niatnya yang akan menembakkan pistolnya kearah Calista karena baru saja menembaknya.


"Bagus Calista tembak dia lagi sekarang!!",perintah Arya karena melihat Dom seolah tidak tega untuk menyakiti Calista yang kondisinya sangat memprihatinkan itu.


"Iya.... iya... kamu suka... aku juga suka... warna merah... ayo.. ayo.. aku beri kalian banyak warna merah",ucapnya dengan bertepuk tangan senang dan menatap kearah Dom dan Arya secara bergantian.


"Dia juga harus diberi warna merah....supaya bangun tidak tidur terus...",ucap Calista dengan mengarahkan pistolnya kearah Hanum yang tergeletak pingsan dilantai.


"Jangan menyentuhnya", ucap Dom dengan mengarahkan senjatanya kearah Calista yang sedang mengarahkan pistolnya kearah Hanum dengan ekspresi tidak perduli dengan pistol yang diarahkan Dom padanya.


"Tembak saja dia calista aku yakin Dom tidak akan tega menembakmu dengan kondisimu yang sekarang!",teriak Arya dengan menyeriangai puas kearah Dom.

__ADS_1


Dom hanya diam tidak menanggapi ucapan Arya tapi fokus mengarahkan pistolnya mengancam Calista yang seolah serius akan menembakkan senjata itu kearah Hanum.


"Jangan berani berani kau menembak Hanum kalau kau tidak ingin aku benar benar menembakmu Calista",ucap Dom masih berusaha menahan diri agar jangan sampai menembak Calista yang sudah gila itu.


Mendengar apa yang dikatakan Dom Calista beralih menatap Dom sambil tersenyum menyeringai.


"Kau tidak akan tega",ucap calista dengan mulai menekan pelatuk senjatanya bersiap untuk menembak Hanum.


"Calista hentikan!!!",teriak Dom dengan ikut membidikkan senjatanya kearah Calista yang tepat mengenai dada perempuan mantan istrinya itu.


Dom berpikir bidikan Calista tadi pasti mengenai Hanum,karena itu setelah menembak Calista Dom segera memeriksa kondisi Hanum dilantai tapi dia terkejut karena ternyata tidak ada bekas tembakan ditubuh Hanum.


Segera Dom menatap kearah Calista yang terjatuh kelantai akibat tembakan Dom tapi masih sadar.


"Aku berdarah...dia berdarah... kamu juga.. berdarah... kita bertiga berdarah",ucap Calista sambil tersenyum bahagia.


Mendengar ucapan Calista Dom segera menoleh kearah Arya yang memegangi dada kanannya yang terluka akibat tembakan Calista tadi.


"Turunkan senjatamu dari dia Arya!!",perintah Dom dengan kembali membidikkan pistolnya kearah Arya yang hanya menyeringai kearah Dom dan mulai menembak kearah Dom yang langsung menghindar hingga tembakan Arya melesat.


Mengetahui tembakannya gagal,Arya segera berusaha kabur sementara Dom lengah.


Bukannya mengejar Arya yang diyakini Dom tidak akan kabur jauh dengan luka ditubuhnya itu,Dom memilih menghampiri Calista yang sedang sekarat akibat pelurunya yang tepat mengenai jantungnya tadi.


"Maafkan aku Calista karena terpaksa harus menembakmu tadi demi melindungi istriku",ucapnya dengan menyentuh dada Calista yang terkena tembakannya itu.


"Aku tidak menyesal kau melakukan ini padaku Dom,karena sudah terlalu banyak dosa yang kulakukan padamu jadi kuberikan jantungku sebagai penebus semua dosaku padamu selama ini Dom.Maaf aku tadi gagal menghabisi Baji*an itu untukmu",ucapnya membuat Dom langsung mengerutkan keningnya terkejut.

__ADS_1


"Kau tidak gila?",tanya Dom terkejut.


Calista menggeleng lemah,"Aku harus berpura pura gila supaya bisa menghancurkan baji*an itu agar kita semua bisa hidup damai tapi ternyata aku gagal,jadi tolong bunuh dia demi semua perempuan didunia ini Dom itu permintaan terakhirku".


"Aku pasti akan melakukan itu meski kau tidak memintanya",ucap Dom dengan menatap Calista yang mulai memejamkan matanya akibat banyaknya darah yang keluar dari tembakan Dom yang tepat mengenai bagian jantungnya itu.


Dom menghela nafas keras saat dilihatnya nafas Calista berhenti didepan matanya saat itu.


"Maaf... maaf karena aku tidak bisa mencintaimu selama pernikahan kita andai waktu bisa diulang aku pasti tidak akan pernah menikahimu supaya kau tidak pernah mengalami semua ini'', ucap Dom lirih dengan mengusapkan tangannya kewajah Calista.


Setelah melakukan itu Dom berdiri berbarengan dengan Lucas dan beberapa anak buahnya datang kearahnya.


"Dom bagaimana kondisimu? ",tanya Lucas dengan nada khawatir.


"Aku baik baik saja apa kalian berhasil menangkap baji*an itu",tanya Dom dengan berjalan kearah Hanum lalu membopong tubuhnya dan berjalan meninggalkan tempat itu.


"Kami berhasil menangkap Arya yang akan kabur menggunakan kapal kecil milikmu Dom dan sekarang dia sedang dijaga oleh beberapa anak buah kita".


"Bawa dia keMenara Edward, aku akan menemuimu disana setelah memastikan kondisi Hanum baik baik saja",ucap Dom dengan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Lalu bagaimana dengan mayat Calista Dom?",tanya Lucas pada Dom yang sudah berjalan pergi menuruni tangga kapal.


"Bakar saja bersama kapal ini biarkan dia tenang dengan berada disini karena daratan hanya membuatnya sakit",ucap Dom dengan membawa tubuh Hanum masuk kedalam kapal yang dipakai Lucas mengejar Dom tadi.


"Perintahkan Dokter Moris untuk bersiap sekarang agar saat sampai dia bisa segera memeriksa kondisi Hanum",perintah Dom pada Lucas yang langsung dijawab anggukan oleh Lucas setelah memerintahkan anak buahnya untuk membakar kapal pesiar yang dipakai Arya kabur itu, dimana didalamnya terdapat harta Arya dan mayat Calista juga mayat anak buah Arya yang berhasil mereka bunuh tadi.


Dom menatap kobaran apai besar ditengah laut yang mulai membakar habis kapal itu.

__ADS_1


"Tenanglah kau disana tanpa merasakan tamak dunia lagi Calista",gumam Dom dengan memeluk tubuh Hanum dipelukannya yang masih belum sadarkan diri.


Maaf Arya belum bisa autor matikan sekarang rasanya kurang afdol kalo tau tau dia mati ditembak begitu ajaπŸ™πŸ™.


__ADS_2