Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
37. Menggoda Dom.


__ADS_3

Dom berdiri dibalkon sambil memandang sekeliling pesta dari tempatnya berada,tiba tiba Calista datang menghampirinya.


"Honey ternyata kamu disini aku sudah mencarimu dari tadi",ucap Calista sambil memeluk lengan Dom.


"Aku hanya tidak suka suasana meriah seperti ini",jawab Dom sambil mencoba melepaskan tangan Calista darinya.


"Tapi Honey tidak sepantasnya kamu hanya berdiam diri disini,ayo kita menyapa Clarisa dan suaminya mereka sudah menanyakan keberadaanmu dari tadi",bujuk Calista.


"Pergilah, kau saja yang kesana aku akan kembali kekantor sebentar lagi".


"Tapi Honey ini belum malam aku masih ingin berada disini",rengek Calista.


"Kau bisa tinggal biar Lucas nanti yang akan mengantarmu".


Tapi sebelum Dom benar benar pergi dari sana, tiba tiba Clarisa datang menghampiri mereka disertai dengan Arya disampingnya membuat Dom semakin muak melihat hal itu.


"Tuan Dom,kata istri saya anda tadi ikut datang bersama Calista tapi kenapa anda cuma berdiam diri disini,mari bergabung bersama kami dipesta bukankah kita sekarang sudah menjadi saudara jadi sebaiknya kita mencoba mengakrabkan diri",ucap Arya pada Dom.


Dom menatap Arya tajam dia sangat muak melihat pria didepannya itu,apalagi saat dia teringat pada Hanum yang pernah menikah dengannya tiba tiba dirinya menjadi marah.


"Hanya Calista dan istri anda yang saudara tuan Arya tapi kita bukan jadi sebaiknya kita tidak perlu melakukan itu,kecuali anda punya niat tersembunyi dalam hal bisnis denganku,"jawab Dom dingin.


Mendengar apa yang dikatakan Dom Arya sedikit menciut sebenarnya dia memang berniat ingin menjalin kerja sama dengan pria didepannya ini karena siapa yang tidak kenal dengan Dominic Alexander seorang multi milyader dinegara itu,yang kemampuan bisnisnya sudah diakui semua orang dan bisnisnya tersebar diberbagai bidang meskipun dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurusi Agency besarnya itu.


"Oh...I...itu saya akan sangat senang kalau memang anda akan mempertimbangkannya nanti",ucap Arya sedikit gugup melihat ekspresi Dom.


"Honey jangan terlalu tegang,bagaimana kalau kuambilkan minum supaya kamu bisa rilex dan bisa ngobrol dengan santai bersama Arya.


Dom ingin menolak keinginan Calista itu tapi tiba tiba seorang pelayan datang mengantarkan dua gelas wine kepada mereka.


Arya yang melihat itu segera mengambil wine dinampan pelayan dan memberikannya pada Dom.


"Kuharap anda tidak menolak niat baik saya sebagai tuan rumah malam ini tuan Dom".


Dengan malas Dom menerima gelas yang diberikan Arya padanya.

__ADS_1


"Mari kita bersulang".


Arya mengangkat gelasnya meminta Dom agar bersulang bersamanya dengan terpaksa Dom mengangkat gelasnya untuk bersulang kemudian langsung meminum wine ditangannya agar bisa segera pergi dari tempat itu.


"Trimakasih untuk winenya',ucap Dom lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Calista yang melihat Dom berjalan menjauh segera mengikutinya dan langsung memeluk lengannya"Honey tunggu",ucap Calista.


"Aku akan pulang sekarang kau bisa tinggal disini kalau mau",ucap Dom dengan berusaha melepaskan tangan Calista, tapi saat Dom melewati anak tangga yang menuju kearah halaman tiba tiba dia hampir terjatuh.


Melihat itu Calista segera mencekal lengan Dom untuk membantunya menyeimbangkan tubuh.


"Honey kamu baik baik saja?",tanya Calista dengan sengaja membelai lengan Dom,karena melihat Dom mulai berubah.


"Iya hanya kepalaku sedikit pusing",ucap Dom jujur.


"Aku akan membantumu untuk sampai kemobil",ucap Calista.


Dom hanya mengangguk dan mengikuti langkah Calista yang membawanya masuk kedalam mobil,karena dia merasa kepalanya semakin pusing.


"Kenapa bukan Lucas yang membawa mobil",gumam Dom sambil melonggarkan dasinya karena merasa semakin gerah.


"Lucas tidak ada,dia supir dikediaman Clarisa jadi tidak masalah toh hanya mengantar kita pulang".


"Kalau begitu biar aku menghubungi Lucas aku akan menyuruhnya menjemputku didepan rumah,setelah kau sampai",jawab Dom.


"Apa kamu baik baik saja honey".


karena sekarang Dom sudah melepas jasnya dan mulai menggulung lengan kemejanya.


"Iya",jawabnya dengan berusaha mengambil ponselnya yang berada disaku celana


"Biar kubantu",ucap Calista dengan mendekatkan tubuhnya dan mulai memasukkan tangannya kesaku celana Dom lalu dia sengaja menempelkan bagian dadanya ketubuh Dom dan menggesekkan tangannya kepaha yang berada didalam saku Dom.


"Cepatlah Calista",ucap Dom.

__ADS_1


"Sebentar Honey,karena celana ini terlalu pas ditubuhmu",ucapnya dengan semakin membelai paha Dom membuat Dom berhasil mendesis karena merasakan gairahnya naik akibat apa yang dilakukan tangan Calista dipahanya.


"Calista apa yang kau lakukan keluarkan tanganmu dari sana",desis Dom masih mencoba menahan gairahnya yang semakin bangkit.


"Honey kamu baik baik saja",ucap Calista sambil menatap Dom yang mulai mengeluarkan keringat dingin karena harus menahan gejolak hasratnya.


"Hemm",gumam Dom.


"Apakah kamu ingin kubantu untuk melepaskannya honey,"bisik Calista dengan setengah mendesis ditelinga Dom.


"Tidak..aku hanya ingin menelpon Lucas sekarang agar bisa segera berendam air dingin untuk menetralkannya".


"Tapi itu sangat menyakitkan honey biar kubantu kamu melepaskanya".


Calista mulai berani dia sengaja membuka kancing kemeja Dom lalu mulai membelai dada bidang Dom dengan gerakan menggoda.


Dom ingin menolak apa yang dilakukan Calista padanya tapi otaknya seolah tidak bisa diajak berpikir dia sadar ada seseorang yang sudah memasukkan obar perangsang kedalam minumannya tadi sehingga dia bisa berada dalam kondisi seperti ini.


"Calista hentikan",desis Dom.


Bukannya berhenti , Calista malah semakin berani sekarang dia bukan hanya membelai dada Dom saja tapi juga membelai ular Anaconda milik Dom yang mulai bangun semakin tegak akibat perbuatan Calista meskipun masih dibalik kain celana panjangnya.


"Honey ayo kita lakukan,aku juga mengiginkanmu honey",goda Calista dengan semakin berani menggerayangi tubuh Dom.


"Singkirkan tanganmu dari tubuhku Calista karena aku tidak tau sampai kapan aku bisa menahannya".


"Aku tidak ingin kamu menahannya honey biarkan malam ini aku membantumu melepaskan hasratmu ini,karena aku juga menginginkanmu,siapa tau setelah malam ini hubungan kita menjadi lebih baik dan kita akan segera punya baby kecil seperti Clarisa dan Arya".


"Diam!!!,"bentak Dom dengan mencekal keras tangan Calista yang dari tadi menggerayangi tubuhnya.


"Ho...honey..a..apa..yang kau lakukan sakit,lepaskan",ucap Calista dengan meringis menahan sakit dipergelangan tangannya yang dicekal Dom dengan keras.


Bahkan Calista yakin besok akan timbul biru keunguan dilengannya akibat cekalan itu.


"Hentikan mobilnya!!!,"bentak Dom pada sang sopir yang masih melajukan mobil itu tanpa perduli dengan apa yang terjadi dikursi belakang.

__ADS_1


"Kau tidak dengar kubilang hentikan mobil ini sekarang juga!!!",bentak Dom dengan menendangkan kaki bebasnya kekursi kemudi dengan keras membuat sang supir terkejut lalu segera menghentikan mobilnya ditepi jalan.


__ADS_2