
Dom menghempaskan tubuhnya dikursi ruang tunggu ICU dengan wajah kusut tertunduk dan perasaan yang hancur saat itu.
Didongakkannya kepalanya dengan menarik nafas keras berkali kali berharap perasaannya menjadi lebih baik dengan melakukan hal itu tapi ternyata rasa sakit didadanya malah semakin nyata.
Dom sengaja memejamkan mata tanpa bermaksud untuk tidur,hanya ingin menenangkan perasaan sedih dan sesak yang dirasakannya saat ini melihat kondisi Hanum yang terbaring diam diruang ICU tanpa ada perubahan sama sekali selama lebih dua hari ini.
Semua dokter dan obat terbaik sudah dia minta untuk didatangkan dari penjuru dunia agar kondisi Hanum segera membaik tapi semua masih sama saja seperti dua hari yang lalu belum ada perubahan sama sekali.
"Dom",
Dengan pelan Lucas memanggil nama Dom yang dilihatnya sedang memejamkan mata setelah selama dua hari ini sama sekali tidak mau disuruhnya untuk beristirahat ketempat yang sudah disiapkannya, yaitu ruangan pasien Vip yang telah disulap Lucas menjadi kamar tidur sementara untuk Dom selama Hanum belum sadar dan nanti akan dijadikan sebagai kamar rawat untuk Hanum kalau kondisinya sudah lebih baik.
"Lama Dom tidak menjawab panggilan Lucas sampai Lucas berpikir bahwa Dom sedang tidur sekarang.
Tapi ternyata dia salah karena Dom tiba tiba membuka matanya tanpa memandang Lucas.
"Ada apa",jawabnya tanpa semangat.
"Kami sudah menemukan Cctv saat hari kejadian didalam toilet wanita itu",ucap Lucas memberi keterangan pada Dom dengan suara pelan.
"Lalu? ",tanya Dom masih dengan nada datar.
"Apa kau ingin melihatnya?",tanya Lucas.
"Berikan padaku",perintah Dom dengan mengulurkan tangannya meminta Lucas memberikan Tabnya yang berisi rekaman CCtv dihari kejadian.
Lucas memberikan Tap itu tanpa mengatakan apapun karena dia tau apapun yang dikatakannya atau larangan apapun yang diberikannya pada Dom saat melihat rekaman Cctv itu dia yakin tidak ada gunanya karena dia tau bagaimana menderitanya Dom beberapa hari ini akibat kejadian yang telah menimpa Hanum.
Dom menghidupkan Tap yang diberikan Lucas lalu mulai memutar rekaman Cctv saat hari kejadian dimana disana memperlihatkan pertengkaran Hanum dengan Emily ditoilet wanita sampai disaat pertengkaran mereka semakin memanas dan diakhiri dengan saat Emily mencekal lengan Hanum lalu melepaskan lengan itu dengan diiringi dorongan keras ketubuh Hanum yang mengakibatkan Hanum jatuh terlempar kelantai toilet dan kepalanya sempat membentur keras tepi wastafel.
Dom melihat rekaman itu dengan ekspresi sulit diartikan.
__ADS_1
Lucas tau saat ini Dom sangat marah tapi dia mencoba menahannya karena tidak ingin membuat keributan lagi dirumah sakit seperti tempo hari.
Apalagi saat dia melihat setelah terjatuh Hanum berusaha meminta tolong pada Emily untuk menyelamatkan bayinya karena ada darah yang mengalir dari balik pahanya dan Emily hanya melihat semua itu tanpa bermaksud menolong atau meminta bantuan pada orang lain,sampai Hanum jatuh pingsan dia malah pergi meninggalkan Hanum yang tergeletak disitu dalam kondisi tidak baik,membuat Dom tanpa sadar meremas keras tepi Tap yang dipegangnya sampai retak dan tidak lama patah menjadi dua karena kuatnya remasan kedua tangan Dom pada benda itu.
Lucas yang melihat itu menjadi khawatir apalagi dilihatnya ada darah segar keluar dari sela telapak tangan Dom dan mengalir disela sela jarinya membuat Lucas sangat khawatir dan langsung menyentuh tangan Dom pelan karena dia tau didalam diamnya Dom saat itu dia sedang menahan amarah yang sangat besar setelah melihat rekaman Cctv itu.
"Dom apa kau baik baik saja? ",tanya Lucas dengan mengambil remukan Tab dari remasan tangan Dom.
"Dimana dia sekarang?",tanya Dom dengan nada sedingin es yang dapat dirasakan oleh Lucas.
"Kami sedang berusaha menemukannya Dom",jawab Lucas.
Mendengar itu Dom langsung menoleh kearah Lucas dengan tatapan menusuk tajam.
"Berusaha menemukannya,apa dia sepandai itu bersembunyi sampai kalian semua tidak dapat menemukannya?".
"Kami sudah mencari Emily kemana mana Dom bahkan aku sudah memblokir Bandara berpikir dia kabur keluar negeri tapi ternyata tidak ada".
"Benar Dom bahkan kami sudah menyelidiki semua tempat Arya yang biasa jadi tempat persembunyiannya tapi ternyata dia tetap belum bisa kami temukan",terang Lucas.
"Maksudmu Arya tidak mau mengatakan dimana keberadan perempuan itu sekarang?".
"Benar Dom dia selalu bilang dia tidak tau kemana Emily pergi bahkan dia dengan suka rela menyuruh kami menggeledah semua tempatnya tapi kami.... ".
Dom menatap Lucas tajam,"Tentu saja dia tidak mau mengatakannnya karena kalian hanya menggeledah tempatnya seperti mencari seorang pencuri",ucap Dom.
"Lalu bagaimana cara kita memaksa Arya mengatakan dimana dia menyembunyikan Emily".
"Dia mungkin memang tidak menyembunyikan perempuan itu sekarang tapi aku yakin dia tau dan dia mau melakukan ini karena dia mendapat keuntungan dari hal ini".
"Maksudmu Dom ada orang lain yang membantu Emily bersembunyi dan Arya mengetahui hal itu".
__ADS_1
"Hemm",jawab Dom.
"Lalu bagaimana cara kita untuk memaksa Arya mengatakan dimana Emily berada sekarang",tanya Lucas tidak mengerti.
"Buat dia bangkrut secepatnya,habiskan semua yang dimilikinya dalam waktu dekat ini maka dia akan menyuruh perempuan itu untuk keluar menemuiku".
Lucas terdiam mendengar itu.
"Apa kau masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan",ucap Dom.
Lucas menggeleng,"Bukan aku hanya tidak mengerti kenapa Arya mau berbuat sejauh itu untuk menolong Emily".
"Karena dia mendapat keuntungan dari itu, jadi dari pada kau memikirkan hal itu terus menerus lebih baik sekarang kau mulai bertindak hancurkan semua proyek yang sedang ditangani atau akan ditanganinya secepatnya".
"Tapi Dom itu akan membuatmu mengeluarkan banyak modal cadangan yang kau miliki".
"Lalu kenapa itu hanya uang,andai semua uang yang kumiliki bisa kutukar dengan waktu sebelum Hanum mengalami kecelakaan ini,aku akan rela memberikannya jadi apa kau pikir hanya sebagian saja aku merasa khawatir akan bangkrut".
Lucas kembali terdiam mendengar ucapan Dom.
"Kau harus menemukan perempuan itu secepatnya dan bawa dia menemuiku secara langsung".
Lucas menghela nafas keras sebelum beranjak dari tempat duduknya disamping Dom yang seolah dia sedang duduk disamping lucifer sekarang.
"Aku akan segera melaksanakan perintahmu tapi sebaiknya kau juga menjaga dirimu jangan terus menyakiti dirimu seperti itu karena aku yakin Hanum tidak suka melihatmu seperti sekarang,istirahatlah sebentar diruangan yang sudah aku siapkan untukmu siapa tau saat kamu bangun tidur akan ada khabar gembira tentang Hanum",ucap Lucas sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Dom hanya diam sambil memandang kedua tangannya yang berlumuran darah karena tergores Tab milik Lucas.
"Apa ingin saya bantu membalut luka anda tuan?',tawar Dokter yang kebetulan melintas ditempat itu dan melihat tangan Dom yang penuh darah.
Dom menatap dokter itu sebelum mengulurkan tangannya agar lukanya dibalut.
__ADS_1