
Emily tergesa gesa masuk kedalam mobilnya setelah meninggalkan Hanum tergeletak ditoilet dengan kondisi tidak sadarkan diri.
Saat berjalan kearea parkir dia sempat melihat Wendy yang menatapnya curiga membuat dia semakin gugup.
Setelah berada didalam mobil Emily segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan kantor Robert menuju Apartemennya, sampai disana dia segera membereskan barang barang penting yang diperlukannya bermaksud untuk melarikan diri keluar negeri agar Dom dan anak buahnya tidak dapat menemukannya lagi.
Sampai di Bandara Emily menghubungi Arya terlebih dulu untuk meminta pertolongan agar menyelamatkannya dari amukan Dom.
"Halo",jawab Arya saat Emily menelponnya.
"Ha... halo Arya.. to.. tolong a.. aku se.. karang",ucapnya dengan nada gugup ditelpon.
"Ada apa? ",tanya balik Arya dengan nada tanpa perduli.
"A.. aku ha.. harus se.. gera pergi dari negara ini sekarang juga sebelum Dom menemukanku".
"Kenapa kau ingin pergi darinya sekarang apa kau sudah melakukan sesuatu yang membuatnya marah? ".
"I.. itu.. a.. aku te.. lah... membunuh Hanum dan bayinya tadi",ucap Emily semakin gugup.
"Apa!!!, apa yang kau lakukan!! ",teriak Arya terkejut mendengar apa yang dikatakan Emily padanya.
"A.. aku tidak sengaja membuatnya jatuh dan mengalami pendarahan hebat saat kami bertengkar tadi".
"Dasar Gila!!!,"maki Arya ikut marah karena dia tau dengan apa yang dilakukan Emily pada Hanum ini Dom pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.
"A.. aku tidak sengaja",jawab Emily lagi semakin takut kalau Arya tidak mau membantunya kabur saat ini.
"Bukankah sudah kukatakan bersabarlah sedikit,kenapa kau malah gegabah dengan melakukan hal gila seperti ini dan sekarang apa yang kau inginkan dariku karena aku yakin Dom pasti tidak akan melepaskanmu sekarang karena sudah mencelakai Hanum".
"Tolong bantu aku pergi keluar negeri dan mengganti identitasku seperti waktu itu".
__ADS_1
"Kurasa kau benar benar sudah tidak waras Calista kau pikir mudah mengganti identitas seperti yang kau katakan".
"Aku tidak perduli Arya saat ini aku hanya ingin pergi jauh dari sini sebelum Dom dan anak buahnya menemukan aku",ucap Calista dengan wajah mulai pucat didalam mobil.
"Kau pikir dia tidak bisa menyusuri jejakmu kalau kau pergi keluar negeri kau benar benar bodoh,aku yakin kalau kau pergi keluar negeri Dom malah akan semakin cepat menemukanmu".
"Kau gantikan Identitasku dan aku akan operasi plastik lagi agar Dom dan anak buahnya tidak bisa mengenaliku".
"Aku bilang tidak bisa semudah itu dan selain itu harganya juga sangat mahal".
"Aku akan membayarnya dengan harta yang kumiliki".
"Kau pikir berapa sisa harta yang kau miliki sekarang Calista".
"Tapi Dom memberiku banyak harta gono gini Arya dan kurasa kalau hanya untuk pergi keluar negeri saat itu dan...".
"Jangan mempertanyakan lagi hal itu karena semua aset dan hartamu sudah habis dipakai untuk operasi plastik dan mengganti identitasmu menjadi Emily".
"Iya, karena itu aku tidak bisa membantumu melakukan hal itu lagi sekarang".
"Ta... tapi Arya uang itu sangat banyak apakah benar jumlah sebanyak itu hanya ditukar dengan sebuah identitas palsu ini".
"Terserah kalau kau tidak percaya".
"Lalu bagaimana sekarang aku bisa lepas dari kejaran Dom dan anak buahnya kalau aku tidak bisa keluar negeri dan berganti identitas lain,Dom pasti akan membunuhku nanti kalau sampai dia bisa menemukanku''.
"Kau yang menggali lubang kuburanmu maka nikmatilah aku tidak mau ikut campur karena aku yakin Dom akan menghancurkan bisnisku kalau sampai dia tau aku menyembunyikanmu disalah satu tempat rahasiaku".
"Tolong Arya,bantu aku kali ini agar aku bisa lepas dari kejaran Dom".
Arya terdengar menghela nafas kesal mendengar permohonan Calista itu sebenarnya dia sudah muak berhubungan dengan Calista selama ini tapi karena saat itu dia masih membutuhkan Calista mau tidak mau dia harus mau membantunya melakukan hal gila.
__ADS_1
Tapi saat ini dia sudah merasa muak dengan perempuan menyebalkan itu yang dirasakannya sudah tidak berguna lagi malah sekarang memberikan masalah besar seperti ini padanya,dia benar benar ingin membuang perempuan itu dari hidupnya tapi bagaimana. caranya, pikirnya.
Tiba tiba sebuah ide jahat muncul dipikirannya membuat Arya langsung tersenyum jahat sebelum menjawab permintaan Calista padanya.
"Aku akan mencoba membantumu tapi ini yang terakhir",ucap Arya.
"Kumohon bantu aku sekarang,Arya".
"Baiklah tapi aku tidak akan membantumu secara langsung tapi hanya menjadi perantara saja karena aku yakin sebentar lagi Dom dan anak buahnya pasti akan mencarimu ketempatku dan kali ini aku tidak mau terlibat lagi karena kalau aku terlibat Dom pasti akan menghancurkanku juga".
"Lalu kalau kau tidak ingin terlibat bagaimana aku bisa lepas dari kejaran Dom".
"Ada satu orang yang bisa membantumu dan aku yakin ditempatnya Dom tidak akan menemukanmu. Tempat orang ini lebih aman dari kau pergi kekuar negeri sekarang,baru nanti setelah Dom berhenti mencarimu kau bisa pergi keluar negeri dengan tenang dan tidak perlu kembali kemari".
"Tempat siapa itu? ',tanya Emily penasaran.
"Apa kau ingat pria yang kau temui dipestaku waktu itu yang mengatakan sebagai penggemar beratmu".
Calista diam sebentar mencoba mengingat ingat siapa pria yang dimaksud Arya.
"Apa kau lupa Calista dengan tuan Edward, yang tergila gila padamu itu".
Calista langsung membulatkan bola matanya saat mengingat pria tua gemuk dengan banyak gelambir diwajahnya yang menatapnya tanpa berkedip itu.
"Ma... maksudmu?",tanya Calista mencoba memahami maksud ucapan Arya.
"Aku akan mengatakan pada tuan Edward bahwa kau butuh tempat untuk tinggal selama beberapa waktu, lalu setelahnya tergantung padamu apakah bisa merayunya agar dia mau untuk menyembunyikanmu keluar negeri".
"Apa maksudmu aku harus melayaninya nanti?! ",tanya Calista tidak percaya bahwa dia harus melakukan hal menjijikkan dengan pria tua itu.
"Aku tidak mengatakan kau harus melakukan hal itu,karena masalah setelah kau berada ditempatnya itu tergantung bagaimana kau membicarakannya dengan tuan Edward nanti, sekarang aku hanya membantumu untuk mendapatkan tempat sembunyi teraman".
__ADS_1