
Dengan nafas yang masih terengah engah setelah permainan panas yang baru saja mereka lakukan Hanum menatap kearah Dom yang sudah mulai bangkit dari ranjang.
"Apa kamu ingin kubantu membersihkan diri sayang", tawar Dom.
Hanum menggeleng,aku akan melakukannya sendiri nanti tapi bisakah kamu memesankan makanan untuk kami Daddy kami merasa sangat kelaparan sekarang",ucap Hanum lalu menutupi tubuh polosnya dengan selimut karena dia mulai merasa sedikit dingin akibat hembusan ac dikamar itu.
"Baiklah aku akan memesankan makanan untuk kalian sekarang kebetulan aku juga belum makan tadi,kalian ingin makan apa?",tanya Dom.
"Apa saja yang penting cepat sampai karena aku merasa sangat kelaparan sekarang".
Dom yang mendengar itu kembali mendekatkan tubuhnya kearah Hanum yang bergelung didalam selimut.
"Maaf sudah membuatmu kelelahan",ucapnya dengan membelai lembut wajah Hanum dan membetulkan selimut yang dipakai Hanum untuk menutupi tubuhnya.
"Karena itu sekarang kamu harus bertanggung jawab jangan sampai membuat mommy pingsan karena ulahmu Daddy".
"jangan khawatir soal itu sayang sekarang beristirahatlah sebentar aku akan kekamar mandi membersihkan diri lalu memesankan makanan untuk kita".
"Jangan terlalu lama Daddy! ",ucap Hanum sebelum Dom menutup pintu kamar mandinya.
Tidak lebih dari lima menit Dom sudah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
Tapi saat menatap keatas ranjang ternyata Hanum sudah terlelap dibalik selimut membuat Dom segera masuk kedalam walkincloset untuk berpakaian setelah selesai dia sengaja keluar dari dalam kamar itu dengan perlahan agar tidak mengganggu Hanum yang tertidur.
Dom menutup pintu dengan pelan lalu kembali duduk dimeja kerjanya lalu segera menghubungi Lucas.
"Belikan aku dua porsi makan siang secepatnya",perintahnya pada Lucas.
"Kau ingin makan siang apa Dom? ",tanya Lucas karena kebiasaan Dom kalau dia meminta sesuatu harus ditanyakan secara detail agar sesuai dengan apa yang diinginkannya.
"Apa saja, asal jangan makanan jepang",jawabnya.
"Maksudmu? ",tanya Lucas lagi.
"Bukankah kukatakan apa saja yang penting aman dimakan oleh ibu hamil,apa perintahku kurang jelas".
"Tapi itu kurang spesifik aku khawatir nanti tidak sesuai dengan seleramu".
"Baiklah kalau begitu belikan aku dua porsi nasi padang apa itu kurang spesifik?!",tanya Dom mulai geram.
__ADS_1
"Ya aku mengerti",jawab Lucas sebelum Dom mematikan panggilannya.
Untuk menghilangkan rasa kesalnya pada Lucas Dom sengaja menyibukkan diri dengan berkas berkas diatas meja sambil menunggu Lucas datang membawakan makan siang untuknya dan Hanum, baru saat itu dia bermaksud membangunkan Hanum dari tidurnya.
Sekitar 45 menit terdengar ketukan dipintu ruangannya yang diyakini Dom pasti Lucas yang sedang mengantarkan pesanan makan siangnya.
"Masuklah!",perintah Dom dengan tidak mengalihkan tatapannya dari layar monitor komputernya.
"Ini pesananmu Dom",ucap Lucas dengan meletakkan sebuah paperbag diatas meja Dom.
"Hemm",jawab Dom tanpa mengalihkan tatapannya kearah Lucas.
"Apa ada yang harus kulakukan lagi?",tanya Lucas sebelum bermaksud keluar dari ruangan Dom.
Kali ini Dom menatap Lucas,"Kau aturkan pertemuan dengan Edward Smith secepatnya",perintah Dom pada Lucas.
"Untuk apa bukankah kita tidak ada kerja sama dengannya selama ini? ",tanya Lucas tidak mengerti.
Dom langsung menatap Lucas tajam,"sepertinya kau perlu pergi kedokter besok Lucas untuk memeriksakan kesehatanmu karena kurasa akhir akhir ini kau mulai pelupa jangan jangan kau punya gejala awal Demensia",gerutu Dom yang membuat Lucas langsung terdiam tidak lagi membantah ucapan Dom.
"Kenapa kau masih diam disitu tidak cepat keluar untuk melakukan apa yang baru saja aku perintahkan",ucap Dom lagi yang membuat Lucas bergegas keluar dari dalam ruangan kantor Dom.
Dom hanya bisa menghela nafas kesal melihat kelakuan Lucas.
"Kenapa kamu menghela nafas keras Daddy?",tanya Hanum yang tiba tiba sudah ada disamping Dom dan langsung duduk dipangkuannya dengan manja.
"Kamu sudah bangun sayang?",tanya Dom dengan melingkarkan tangannya kepinggang sang istri yang mulai terasa melebar.
"Hemm",Hanum mengangguk sambil melingkarkan kedua lengannya dileher Dom dan menatap Dom lembut.
"Aku sudah memesankan makan siang untukmu ayo kita makan?",ajak Dom dengan menurunkan pelan tubuh Hanum dari pangkuannya dan mengajaknya kesofa untuk memakan makanan yang dibelikan Lucas tadi.
"Apa yang kamu pesan Daddy? ",tanya Hanum dengan mengeluarkan kotak makanan dari dalam paperbag.
"Periksalah! ",perintah Dom.
Hanum segera membuka kotak makan siang itu dan langsung senang saat melihat menu makanan yang dipesankan Dom untuknya.
"Kamu yang memesankan ini?",tanyanya dengan menatap Dom.
__ADS_1
"Iya, apa kamu suka? ".
Hanum mengangguk,"Iya aku suka kamu memesankan nasi padang untukku bukan makanan barat yang biasa kamu makan".
"Syukurlah kalau kamu suka sayang,aku sebenarnya bukan tidak suka jenis makanan seperti ini,hanya saja aku tidak terbiasa makan makanan lokal",jawab Dom.
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa Daddy karena aku akan sering mengajakmu makan makanan lokal lainnya,ayo kita makan",ajak Hanum dengan meletakkan kotak yang satu kehadapan Dom dan menyuruhnya untuk memakannya.
"Bantu aku memakannya",pinta Dom pada Hanum.
Mendengar itu Hanum mengambil nasi dan lauk dengan tangannya tanpa menggunakan sendok atau garpu yang ada didepannya dan langsung menyodorkannya kemulut Dom.
"Buka mulutmu Daddy",perintahnya.
"Kamu tidak menggunakan sendok sayang?",tanya Dom dengan menatap makanan ditangan Hanum.
Hanum menggeleng,"Makan nasi padang lebih nikmat dengan cara seperti ini cobalah!",perintah Hanum dengan masih menyodorkan tangannya yang berisi makanan kemulut Dom.
Dengan sedikit ragu ragu Dom membuka mulutnya dan mulai menerima suapan tangan Hanum.
"Bagaimana? ",tanya Hanum yang juga menyuapkan nasi kedalam mulutnya setelah Menyuapi Dom.
"Cukup menyenangkan kalau kamu yang menyuapiku makan" jawab Dom dengan menelan makanan dimulutnya dan meminta Hanum kembali menyuapinya setelah makanan dimulutnya habis.
"Sering seringlah kemari menemani aku makan sayang",pinta Dom setelah mereka menyelesaikan makan siang itu.
"Akan aku usahakan",jawab Hanum dengan membereskan bekas makan mereka dan membuangnya ketempat sampah.
"Apa kamu masih tetap ingin bekerja sayang?",tanya Dom tiba tiba membuat Hanum langsung menatap kearahnya.
"Apa kamu keberatan?",tanya balik Hanum.
"Bukankah dari awal sebenarnya aku sudah keberatan,tapi aku mencoba mengerti keinginanmu karena aku mencintaimu".
"Kamu benar Dom, apa menurutmu aku egois karena tetap bekerja meski kau tidak suka?".
"Sebenarnya aku mengerti alasanmu tetap bekerja tanpa campur tanganku saat itu,tapi sekarang kondisimu sudah berbeda.. ".
"Aku mengerti tapi bagaimana kalau satu bulan lagi kamu membolehkan aku bekerja ditempat Robert,setelah itu aku benar benar akan istirahat dan fokus pada kehamilanku" pinta Hanum.
__ADS_1
"Baiklah satu bulan lagi saja",ucap Dom dengan perasaan sedikit was was.