
Amira kini sudah menapakkan kakinya di sebuah pulau yang terdiri dari beberapa Villa tetapi tidak begitu banyak penghuninya, membuat wanita itu tersenyum senang karena akhirnya ia bisa melepaskan penatnya selama beberapa hari lamanya meskipun itu bersama dengan Adam.
Adam hanya bisa mengikuti langkah kaki istrinya itu dari belakang membiarkan Amira merasakan yang namanya kebebasan untuk berekspresi dan juga kenyamanan di dalam kehidupannya, ya Meskipun terkadang ia ingin sekali menggenggam tangan wanita itu dan juga ikutan tersenyum merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Amira.
namun dirinya bisa apa ketika Amira bukannya mendekat Malah semakin menjauh daripadanya dan terkesan seperti tidak ingin bersentuhan dengannya sedikitpun, ternyata lebih sakit diabaikan pas lagi sayang-sayangnya daripada diabaikan pas lagi sudah tidak ada kecocokan sama sekali.
"Mas Adam Kalau boleh tahu kita tinggalnya di mana ya, Soalnya ini Villa Bentuknya sama tetapi ada beberapa orang loh di depannya Terus yang kosong yang mana kalau begitu? "kedua selama Amira bersama dengan Adam dirinya memang tidak tahu sama sekali tentang kekayaan pria itu dan juga tentang apa saja yang dia miliki.
Adam tersenyum sambil menarik tangan Amira ya mungkin dengan begitu dirinya masih punya alasan untuk bisa berdekatan dengan istrinya, meskipun itu dilakukannya secara sembunyi-sembunyi dan juga di saat Amira sepertinya tidak fokus dengan apa yang ia lakukan.
__ADS_1
"kamu lihat tidak tulisan di atas itu apa, ADIRA yang artinya Adam Amira dan di situlah kita bakalan menginap selama di sini! ini merupakan Villa hadiah dari papa sewaktu kita menikah dulu tetapi maaf karena aku tidak pernah mengajak kamu datang ke sini, karena waktu itu aku masih bodoh dan juga setan sedang merasuki hidupku makanya tidak bisa berpikir dengan jelas! Maafkan aku juga jika terlambat membawa kamu ke sini tetapi Percayalah Kamu adalah orang pertama yang aku ajak Tidak ada orang lain lagi karena Villa ini memang hanya milik kita berdua, kalau memang Tuhan memberikan kita umur yang panjang aku ingin kita selalu berada di sini negeri yang penuh ketenangan tanpa ada orang-orang di masa lalu yang selalu saja mengganggu kehidupan kita ! "jelas Adam meskipun terdengar ada nada kekecewaan di dalamnya tetapi Percayalah Kalau pria itu merupakan seorang pria yang kuat tidak mungkin gara-gara masalah sepele saja ya harus merasakan hal-hal yang tidak perlu.
"semoga saja apa yang kamu katakan itu memang benar-benar bakalan menjadi kenyataan, tetapi kalau memang tidak bisa sama sekali ya saranku lebih baik santai saja tidak perlu harus terlalu memaksakan kehendak jika akhirnya nanti bakalan bertolak belakang. "jelas Amira sambil tersenyum lalu masuk ke dalam villa tersebut dan netranya langsung disuguhi pemandangan foto pernikahan antara dirinya dan juga Adam yang begitu pas menggantung tepat di ruangan depan jadi ketika pintu dibuka langsung disuguhkan dengan potret tersebut.
"ini foto ini memang sudah ada di sini atau kamu baru menggantungnya setelah tahu bahwa kita ada rencana buat ke sini , tolong dong jangan ngedrama karena nanti terkesannya kayak kamu terlalu memaksakan kehendak? "tanya Amira penasaran.
Adam tersenyum mendengar kecurigaan yang dilontarkan oleh Amira karena sejatinya foto itu memang sudah ada di situ selama bertahun-tahun, sebab dari awal Ya sudah mengatakan kalau Villa ini merupakan hadiah ulang tahun pernikahan yang diberikan orang tuanya untuk dirinya dan juga Amira di salah satu pulau yang kebetulan milik dari teman Sakti yang tidak berada jauh dari kepulauan Maldives.
"Ini kamar ada dua karena kamu tidak ingin berdekatan denganku maka Terserah kamu mau pilih kamar yang mana Aku ikut saja apa yang kamu inginkan, nanti kalau ada keperluan apa-apa tinggal ngomong saja ya aku pasti bakalan menyiapkan semua yang kamu mau!"jelas Adam lalu memilih untuk pergi ke dapur berusaha menahan air matanya agar jangan keluar saat itu juga sebab Percuma saja berduaan dengan istrinya jika keduanya terlihat seperti orang asing dan saling tidak mengenal sebelumnya.
__ADS_1
Amira menatap tanpa ekspresi ke arah punggung suaminya yang sudah semakin menjauh, dirinya sangat mengingat dengan jelas suara-suara yang keluar dari dalam kamarnya Franda ketika ia berpulang dari rumah sakit dan mendapatkan kabar tentang kehamilannya tetapi Adam tidak peduli sama sekali dan alasan berbohong sedang lembur di kantor padahal pria itu sedang lembur Untuk menggarap Franda.
"kamu memang ada niatan untuk berubah, Mas! hanya saja hatiku rasa-rasanya belum sanggup untuk mengingat semuanya dan juga belum sanggup menatanya kembali ketika Apa yang kamu lakukan terlalu menyakitkan bagiku, kalau kamu melakukan hal itu dengan orang asing yang tidak aku kenal dan juga perbuatan kamu itu pun aku tidak tahu sama sekali ya mungkin tidak masalah tetapi ini lebih dari yang pernah dibayangkan oleh nalarku! "gumam Amira lalu memilih masuk ke dalam kamar mengistirahatkan tubuhnya.
Adam memilih untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Amira yang pasti merasakan lapar apalagi usia kehamilan wanita itu, memudahkan sekali untuk dirinya merasa lapar dan juga cepat kelelahan membuat Adam merasa tidak tega.
di lain tempat Rangga kini sedang diinterogasi oleh Sakti lewat telepon sebab pria paruh baya itu tidak terima jika memang Adam sampai membawa kabur Amira, karena Biar bagaimanapun keadaan menantunya itu tidak bisa memungkinkan untuk pergi terlalu jauh dan juga di daerah yang tidak ada tenaga medisnya sama sekali takutnya jangan sampai ada kontraksi yang terjadi tetapi tidak ada yang bisa menolongnya sama sekali.
"sekarang kamu Jawab dengan jujur di mana Adam membawa Amira pergi, kalau memang kamu tidak mau mengatakan sudah tidak masalah tetapi Intinya kamu siap angkat kaki dari perusahaan saya saat ini juga! Memang mencari orang yang kompeten seperti kamu itu sulit tetapi jangan salahkan saya Untuk mengerahkan semua keuangan yang saya punya untuk mencari orang menggantikan kamu, toh tidak selamanya orang-orang di luaran sana itu tidak berguna sama sekali hanya saja mereka tidak diasah akhirnya tidak tahu apa kemampuan yang mereka miliki! "ancam sakti yang tidak ada nada bercanda di dalamnya.
__ADS_1
Rangga terdiam tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana karena ini semua ia lakukan hanya untuk menolong Adam agar bisa bersama dengan Amira, namun tidak dirinya sadari jika Sebenarnya ada kekuatan lain yang menentang keinginannya tersebut dan kekuatan itu adalah Sakti yang digunakan yang pastinya akan marah besar seperti saat ini karena merasa dibohongi dan juga dipermainkan oleh orang-orang yang sudah ia sewa dan juga sudah ia perhatikan di dalam masa depannya.