Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Episode 61


__ADS_3

5 bulan sudah Amira berada di negara yang dijuluki sebagai negara mode, karena berbagai macam merk pakaian terkenal di dunia itu berasal dari negara tersebut.


Selama 5 bulan itu pula Amira tetap bekerja kepada Daniel yang sudah ia anggap sebagai saudara laki-lakinya, karena tidak mungkin dirinya berhubungan lebih dengan pria itu sebab sampai sekarang Dirinya belum bisa mengajukan perceraian akibat tidak pernah menghubungi salah satu keluarganya di Indonesia.


padahal Ia ingin memiliki status yang jelas yang membuatnya tidak perlu merasa was-was ketika ada pria lain yang mau berhubungan serius dengannya, bukan berarti kalau ia ingin menikah lagi hanya saja tidak ingin terlibat dengan dosa yang jelas-jelas berhubungan dengan orang sedangkan suami sahnya masih hidup dan sehat walafiat.


Amira pun tidak pernah menjanjikan perasaan lebih terhadap Daniel dan ingin agar pria itu paham, kalau sebenarnya apapun yang dirasakan oleh Daniel kepada Amira tidak akan pernah mendapatkan Respon yang positif sebab menurut Amira Ia masih trauma menikah dengan pria muda dan juga tampan serta pemimpin perusahaan karena itu akan mendapatkan begitu banyak cobaan.


"Kamu kok malah melamun saja sih di sini? Itu anak kecil di dalam perut kamu perlu dikasih makan, tetapi kalau ibunya hanya diam saja bisa bahaya juga kan urusannya? "tanya Daniel kesal karena dari tadi makanan yang sudah Ia bawa susah payah dari rumah bukunya dimakan oleh Amira malah hanya dijadikan pajangan begitu saja.


Amira hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan sebab menurutnya nafsu makannya hari ini itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, jadi apapun yang ia telan bakalan dikeluarkan semuanya dan entah apa sampai-sampai hal itu bisa terjadi Padahal di kehamilan trimester pertama ia tidak pernah merasakan yang namanya muntah.


Daniel begitu cemas apalagi melihat wajah Amira yang begitu pucat dan juga seperti seseorang yang sedang terkena penyakit tanda kurma padahal kondisi Amira saat ini tidak membolehkan wanita itu sakit sebab berbagai manapun ada janin yang harus ia jaga.


"kamu masih merasakan mual, Kalau iya lebih baik kita ke dokter saja supaya kamu bisa diperiksa lebih lanjut! "bujuk Daniel.


Amira tentu saja menolaknya karena menurutnya apa yang ia rasakan sekarang ini lumrah dirasakan oleh wanita hamil lainnya, jadi kalau sedikit-sedikit ya Harus ke Dokter dan juga tidak lama harus kontrol otomatis simpanan untuk biaya melahirkannya nanti akan kesulitan.


"Aku baik-baik saja kok tapi....


Belum lagi Amira menyelesaikan perkataannya terlihat Daniel sudah sangat panik, sebab hidung Amira mengeluarkan begitu banyak darah tanpa sebab yang jelas.


"Astaga Amira kamu mimisan? Ayo pokoknya kamu harus ikut denganku ke dokter sekarang, Tolong jangan kepala batu soalnya yang kamu pikirkan sekarang Itu bukan diri kamu sendiri melainkan anak kamu!"ujar Daniel tetapi Percayalah Amira sudah tidak bisa berdiri dengan benar lagi karena pandangannya sudah mengabur dan entah kapan terjadinya tetapi intinya tubuhnya sekarang itu ia merasakan begitu panas.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara dan ia langsung menggendong wanita itu yang terlihat begitu pasrah dan tidak pada niatan untuk membantah, padahal Biasanya kalau kamera merasakan tubuhnya begitu kuat pasti ia bakalan menolak ketika digendong seperti itu oleh Daniel.


Diana yang kebetulan baru selesai bertemu dengan klien merasa heran ketika melihat majikan mereka itu Tengah menggendong Amira yang begitu pucat, begitu pula dengan Sarah yang kebetulan hari itu sedikit lowong karena tidak terlalu banyak tamu yang datang ke kantor mendadak begitu langsung merasakan kecemasan dan berlari mengejar Daniel untuk memastikan keadaan Amira.


"Maaf Pak kalau lancang, kira-kira Amira kenapa ya? Perasaan tadi pagi dia baik-baik saja, terus sampai sekarang kok sudah sangat pucat seperti itu?"tanya Sarah cerewet tidak peduli dengan Daniel yang sudah berlari begitu kencang membuat wanita itu begitu kesulitan menyusulnya akibat memakai hak tinggi.


"kamu kalau bisa lebih baik ikut Pak Daniel saja pakai mobil, daripada kamu bertanya seperti itu tidak akan pernah mendapatkan jawaban soalnya orangnya lagi panik!"saran Diana membuat Sarah akhirnya teringat kalau dirinya memang Percuma saja melakukan hal itu karena nantinya tetap Daniel tidak akan pernah peduli..


Daniel yang melihat Sarah untuk masuk ke dalam mobil yang langsung berteriak agar wanita itu mengikutinya dan juga Amira, karena biar bagaimanapun ia tidak mungkin meninggalkan Amira sendirian di di belakang dan ia harus menyetir tanpa bisa mengawasi keadaan wanita itu lebih dekat lagi.


"kamu ikut kami!"teriak Daniel yang membuat Sarah tanpa babibu lagi langsung mengikuti.


Sarah kali ini ditugaskan untuk menyetir sedangkan Daniel memangku Amira yang dari tadi hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah, belum lagi wanita itu memang sudah membuka matanya tetapi suaranya tidak keluar sama sekali seolah-olah seperti mayat hidup.


"Ya Tuhan aku kenapa? Dari semalam habis itu merasakan tidak nyaman di anggota tubuhku, padahal engkau sendiri tahu kalau ada kehidupan lain yang sedang kau titipkan padaku?"lirih Amira dalam hati dan Percayalah tanpa ia sadari air matanya itu sudah menetas begitu saja.


Sarah sudah tidak bisa bertanya banyak lagi karena mengingat jika adegan yang saat ini terjadi itu seperti reka ulang Kejadian beberapa bulan yang lalu, ketika Amira ketahuan hamil dan pingsan di kantor akibat Apa yang dilakukan oleh Cahaya kepadanya.


Pegawai kantor di mana Amira bekerja dan juga Daniel sebagai pemimpinnya terlihat begitu heboh, bagaimana tidak sekarang Daniel itu terlihat lebih fokus terhadap Amira yang jelas-jelas sedang hamil dan itu bukan merupakan anaknya.


Padahal selama ini begitu banyak wanita single di luaran sana yang menyukai Daniel dalam berbagai macam latar belakang dan juga status, namun pria itu terlihat tidak ada respon sama sekali seolah-olah mereka itu tidak penting dan ketika Amira muncul malah sebaliknya Respon yang diberikan oleh Daniel yang terlihat begitu posesif.


"Sebenarnya Tuan Daniel itu ada hubungan apa ya dengan ibu Amira? Dia itu sudah seperti suami yang selalu siaga terhadap kondisi istrinya, karena buktinya tadi dia lebih mementingkan Keadaan ibu Amira untuk dibawa ke rumah sakit daripada pergi untuk menemui klien yang sudah membuat janji dengannya? "tanya mereka kepada Diana yang kebetulan sedang lewat di situ.

__ADS_1


"Kalian ceritanya datang ke sini untuk bergosip bukan untuk mau bekerja? Kalau seperti itu lebih baik pulang saja daripada makan gaji tetapi tidak bekerja apapun, dan kalau sampai Tuan Daniel mengetahui hal ini saya tidak pastikan kalau kamu kalian bakalan tetap bertahan di sini! "ujar Diana yang sebenarnya juga merasa jengah dan sikap para pegawai yang terlihat tidak profesional sama sekali padahal seharusnya apapun kejadian yang di kantor mereka harusnya mengabaikan saja soalnya itu tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan mereka.


Akhirnya semua orang membubarkan diri karena Takutnya nanti Diana bakalan marah-marah kepada mereka, dan alhasil pekerjaan mereka yang bakalan menjadi taruhannya dan juga kehidupan mereka bakalan susah juga berhenti dari pekerjaan yang sekarang.


Daniel yang sudah sampai di rumah sakit langsung membopong tubuh Amira untuk dibawa ke ruangan Unit Gawat Darurat, karena kebetulan ada Dokter yang bertugas di situ membuat ia tidak harus berteriak lebay segala supaya semua orang segera keluar dan Memastikan kondisi Amira.


"pasien ini kenapa lagi tuan ? Soalnya baru kemarin dia datang memeriksakan kondisi karena merasakan pusing yang berlebihan, tetapi kenapa sekarang datang dengan keadaan seperti ini?"tanya dokter yang kebetulan merupakan Dokter spesialis kandungan yang selama ini selalu saja Amira datang untuk cek dan konsultasi soal kandungannya.


"Tangani saja pasiennya baru setelah itu kasih pertanyaan kepada saya, karena jika saya harus menjawab pertanyaan kamu lebih dulu otomatis itu bakalan terlambat dan juga memakan waktu! "perintah Daniel yang memang benar-benar sudah tidak ingin lagi mendengar apapun selain Dokter tersebut memeriksa kondisi Amira dan memastikannya secara langsung.


Pranggg


Aida yang 2 bulan lalu sudah resmi bercerai dengan Fadil begitu terkejut ketika bingkai foto dirinya dan juga Amira terjatuh, padahal tidak ada angin dan juga tidak ada yang menyentuhnya sama sekali entah kenapa barang itu tiba-tiba sudah tergeletak di bawah lantai dalam kondisi yang hancur berantakan.


Wanita paruh baya itu yang tadi sedianya ingin pergi dari rumah karena ada hal penting yang harus dia urus di luar, tiba-tiba mengurungkan niatnya itu sebab hatinya merasa begitu cemas seolah-olah Ada hal besar yang sedang terjadi dan dirinya tidak tahu sama sekali hal itu apa.


"Amira! Apa kamu baik-baik saja Nak, maafkan Ibu sampai sekarang yang tidak bisa menemukan kamu sama sekali! Percayalah anak kalau doa ibu itu selalu menyertai kamu, baik-baiklah di manapun kamu berada jangan sampai sakit karena kalau sampai sakit ibu tidak ada di samping kamu untuk merawat!"lirih Aida dalam hati sampai-sampai memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan berdoa kepada penciptanya agar kondisi anaknya itu baik-baik saja dan tidak terjadi apapun yang begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Ya Tuhan maha pengasih dan juga penyayang memberi nafas kehidupan dan juga pemberi kesehatan dan juga penyakit pada ciptaannya, ampunilah segala dosa yang selama ini telah kulakukan dan juga ampunilah dosa almarhum suamiku! Jagalah anakku dimanapun dia berada dan jauhkanlah sakit penyakit daripadanya, luluhkanlah hatinya agar bisa kembali kepadaku karena berbagai manapun hanya dia yang aku punya di dunia ini!" Dalam sujud begitulah doa yang diberikan oleh Aida kepada penciptanya karena ia yakin tidak ada tempat yang bisa membuat ia bebas meminta jika bukan kepada penciptanya.


Daniel dari tadi berjalan ke sana kemari karena benar-benar cemas soalnya sudah lebih dari setengah jam dokter yang memeriksa Amira belum keluar juga, padahal seharusnya Daniel tahu kalau kondisi yang tengah dialami oleh Amira saat ini benar-benar membutuhkan penanganan khusus dan juga diteliti secara baik akibat kehamilan yang sedang di jalani.


"Ini ruangannya Kenapa kacanya tidak bisa dibuat transparan sih supaya kita bisa lihat pemeriksaan yang sedang mereka lakukan, sudah begitu gorden sialan itu kenapa bisa berada di tempatnya sehingga membuat aku tidak leluasa melihat Amira di dalam! "sungut Daniel membuat Sarah yang ada di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2