
Sarah sebenarnya penasaran dengan sakit yang dialami oleh Amira ini, karena waktu itu dokter hanya menjelaskan kepada Daniel dan juga Amira sedangkan dirinya lagi keluar soalnya ada menerima telepon dari Diana di kantor.
Berhubung dirinya yang sudah tahu alamat tempat tinggal Amirah saat ini, memilih untuk menyusulnya saat pulang kantor sekedar untuk mencari tahu sebenarnya sahabatnya itu sedang kesusahan yang bagaimana.
Sesampainya di sana Amira baru saja turun dari taksi dan sedang menuju ke Unit apartemennya, membuat Sarah segera berlari sambil membuka high heels yang ia pakai karena menurutnya sangat membuat gerakannya begitu kesusahan.
"Amira tunggu sebentar karena aku pengen ikut kamu ke apartemen kamu soalnya bosan sendirian saja di rumah, Tenang saja aku bawa bekal aku jadi kalau saat lapar kita bisa makan bareng tidak akan membuat kamu sama Bik Surty kesusahan! "ujar Sarah sambil menunjukkan deretan giginya itu membuat Amira Mendengus kesal.
"kamu Lain kali kalau datang ke rumah aku membawa bekal segala lebih baik tidak usah datang Sekalian, nanti orang lain berpikir bahwa aku itu tidak mampu memberi makan tamu ku sendiri sampai-sampai harus menyuruh kamu membawa makanan dari rumah! "sungut Amira kesal tetapi Sarah memilih untuk tetap santai karena menurutnya untuk apa sahabatnya itu pusing dengan perkataan orang lain.
Untuk apa kamu memikirkan perkataan mereka kalau hasil akhirnya hanya membuat capek sendiri, aku saja tidak merasa keberatan jadi kamu juga biasa saja jangan ngomong yang aneh-aneh kalau tadi aku salah ngomong ya sudah minta maaf sekalian! " Sarah karena tidak mungkin dirinya harus menambah beban pikiran dari Amira lagi.
"kamu ih ayo masuk ke dalam saja daripada kelamaan ngobrol di sini membuat darah tinggiku bakalan kumat, sudah tahu aku ini lagi sakit malah kamu membuat tambah sakit lagi otakku!"ajak Amira yang tidak mempermasalahkan lagi apapun yang dikatakan oleh Sara karena menurutnya sahabatnya itu hanya ingin menghibur dirinya tidak punya niatan yang lain.
keduanya bersenda gurau tidak peduli dengan harapan semua orang ketika gadis Eropa Bertemu dengan wanita aslinya yang jelas berbeda sekali dalam bentuk fisik, namun menurut Sarah dan juga Amira perbedaan itulah yang bisa membuat mereka lebih dekat tidak ada yang namanya menjaga Image ataupun menjaga jarak.
"Kamu lihat tidak tatapan semua orang? Mereka itu seolah-olah heran kenapa kita bisa dekat seperti ini, Padahal mereka saja yang tidak pernah mau mencoba hobinya hanya mau bergaul sesama!"omel Sarah karena tidak menyukai jika orang terlalu sibuk dengan kehidupan orang lain alhasil lupa mengurus diri sendiri.
"biarkan saja mereka mau ngomong apa yang penting Intinya kita tidak sama pemikirannya dengan mereka, Tetapi kalau setiap kali mereka ngomong kita merespon Itu otomatis kita juga sama hanya saja tidak ada berniat untuk mengucapkan secara langsung." Amira ingin tetap berada pada posisi Netral tidak ingin terpengaruh dengan keadaan sekitarnya.
"Bayangkan apa saja kalau semua orang pemikiran kayak kamu dunia ini pasti bakalan lebih tenang dan juga damai, Tetapi kalau semua orang Pikirannya pada hancur berantakan semuanya Ya seperti begini saling curiga kemudian memikirkan hal yang tidak-tidak! "Sarah yang ingin sekali tertawa membuat Amira hanya bisa menggelengkan kepalanya karena menurut wanita Eropa yang ada di sampingnya ini begitu barbar.
"Ya sudah ayo masuk ke dalam daripada kamu ngomong terus aku takut nanti bakalan diusir sama satpam apartemen, soalnya orangnya itu galak sekali tidak suka kalau ada keributan di sini Apalagi ada orang yang melakukan hal-hal yang membuat kupingnya mau lepas! " Ucap Amira sambil tertawa membuat Sarah mengerucutkan bibirnya karena merasa bahwa sahabatnya itu pasti sedang menyindir dirinya yang terlalu banyak berbicara dari tadi.
"kamu mah kayak gitu aku kalau lagi ingin bicara kamu selalu saja mematahkan semangat perjuanganku itu, tetapi Tenang saja karena menurutku Hidup itu harus dinikmati bukan malah dibuat sedih karena Tuhan menciptakan suara manusia saat dilahirkan itu menangis artinya dia harus siap menghadapi segala macam kesedihan yang di dunia ini tetapi Percayalah tangisan pertamanya itu merupakan tangisan kebahagiaan!"Sarah sudah mulai melayangkan logikanya yang menurut Amira sangat tidak masuk akal tetapi ia juga tidak mungkin membantah sahabatnya itu karena menurutnya jika salah bahagia maka dirinya mendukung apapun itu.
__ADS_1
Bik Surti yang sedang sibuk di dapur langsung menyambut antusias kedatangan Amira dan juga Sarah yang menurutnya sangat heboh dan membuat suasana apartemen menjadi lebih ramai, sebab wanita itu setiap kali datang pasti bakalan bertanya panjang lebar dan tanpa keadaan Indonesia kemudian cowok gantengnya di sana setelah itu makanan khasnya pokoknya adalah setiap sesuatu yang ingin ditanyakan pasti langsung ditanyakan saat itu juga.
"Waduh ada Non Sarah toh Mbak Amira! Tapi Bik Surti bingung loh mau ngajak dia ngobrol Seperti apa, soalnya pasti yang terjemahinnya Mbak Amira?"Surti terlihat begitu frustasi ketika ada teman ngobrol yang cocok dan juga pas satu server dengannya malah terhalang bahasa mereka berdua yang berbeda.
"Nanti Amira bakalan ngajarin di Surti bisa ngomong bahasa Inggris dan juga Prancis, supaya nanti besok-besok kalau sudah lincah kita bakalan keluar jalan-jalan dan Amira bakalan ngebebasin di Surti buat ngobrol sama pria-pria tampan di sini!"Amira mengatakan hal itu membuat Surti otomatis menyambutnya dengan begitu antusias sebab Siapa sih yang tidak mau berkenalan dengan pria bule yang katanya keperkasaannya itu loh bagaikan minum jamu kuat dosis tertinggi.
"Nah itu baru bagus Pokoknya tenang saja setelah Mbak Amira bekerja selama 5 hari, hari keenam sama ketujuh itu harus menjadi miliknya Bibi!"tegas Surti membuat Amira Hanya mengacungkan dua jempolnya karena apapun demi kebahagiaan wanita itu ia pasti bakalan mengabulkannya dan juga pasti bakalan menyambutnya toh permintaan Surti pun tidak ada yang aneh-aneh juga.
"Halo Bik Surti Gimana kabarnya hari ini?"tanya Sarah yang tiba-tiba muncul dari depan karena menurutnya Siapa sih yang ingin duduk sendirian di ruang tamu tanpa ada tuan rumah.
Surti yang tidak bisa menjawab otomatis hanya bisa mengacungkan kedua jempolnya ketika Amira membantu menerjemahkan Apa yang dimaksudkan oleh Sarah itu, membuat Sarah tersenyum karena menurutnya jika Surti sehat otomatis wanita itu bakalan sepenuh hati menjaga Amira.
"Kamu bisa tidak Jangan ngajakin Bik Surti ngobrol seperti itu lagi, soalnya nanti kasihan dianya stres karena tidak mengerti apa yang kamu tanyakan atau apa yang kamu bicarakan? Nanti setelah aku mandi baru kamu ngajak kerja ngobrol biar aku yang bantu dia untuk menerjemahkannya, untuk sekarang tolong ya hanya dia yang aku punya kalau kamu buat dia Stress nanti aku bakalan sama siapa coba?"omel Amirah yang sebenarnya ingin mandi tetapi karena harus merespon perbincangan antara Sarah dan juga Surti mau tidak mau dirinya harus menjadi obat nyamuk di situ.
"Maaf soalnya kan masa iya aku datang ke sini terus tidak menyapa orang rumah, Nanti dikiranya aku merupakan tamu yang kurang ajar dan tidak punya sopan santun. "sahut Sarah mengangkat kedua jarinya berbentuk V.
"Bibi Tenang saja aku tadi tidak memarahi dia kok! Tuh buktinya orangnya sekarang lagi anteng nonton TV tidak ada tanda-tanda sedang emosi, jadi biasa saja responnya ya nanti kasihan lobi ya stres sedangkan dianya B aj!"jelas Amira lalu masuk ke dalam kamarnya.
Surti ingin sekali tertawa ngakak ketika melihat tingkah konyol dari Sarah itu, Bagaimana tidak Baru beberapa menit yang lalu wanita itu menyusul mereka ke dapur tetapi sekarang malah sedang duduk di depan televisi...
"pertanyaannya adalah Kapan wanita itu ngacir ke arah ruangan televisi, Sebab mereka tidak mendengar ataupun melihat dirinya pergi ke sana.
"Astaga Non Sarah itu bagaimana ceritanya sampai tiba-tiba sudah muncul di situ ya, Padahal tadi dia bareng sama kita loh di dapur masa iya sekarang sudah ke sini? "Surti itu terlihat seperti seseorang yang tengah mencurigai Kalau Sarah yang ada di dekat mereka saat ini merupakan makhluk yang tidak kasat mata alias makhluk astral yang sedang menjelma menjadi wanita itu.
Amira tidak bisa menahan tawanya lagi ketika mendengar kecurigaan dari Surti kepada Sarah, menurutnya wanita paruh baya itu sudah kelebihan menonton film horor Indonesia jadi pikirannya itu selalu mencurigai sesuatu hal yang tidak nyata.
__ADS_1
"Bibi di sini itu Eropa. Memangnya ada yang namanya hantu gentayangan? kalau ada pasti hantunya tidak mau di sinilah orang dia tidak mengerti bahasa Indonesia kok, dia pasti bakalan mencari hantu bule yang satu server dengan mereka yang satu bahasa dengan mereka dan juga satu pemikiran bukan seperti kita yang selalu curigaan! "jelas Amirah yang sudah memilih tidak sibuk lagi dengan kecurigaan Surti sebab menurutnya Kalau iya berlama-lama merespon wanita itu otomatis drama kecurigaan itu bakalan sampai besok pagi pun tidak akan pernah kelar.
Surti masih berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Amira dan setelah dipikir-pikir memang benar juga sih, Sejak kapan hantu yang tidak mengerti Bahasa Indonesia malah gentayangan di rumah orang Indonesia itu kan sangat tidak masuk akal sama sekali.
Sarah menoleh ke arah Surti membuat wanita paruh baya Itu bergidik ngeri jangan sampai dalam pikirannya tadi itu benar-benar menjadi kenyataan, tetapi tidak tega juga sih meninggalkan Sarah sendirian di situ soalnya wanita itu merupakan tamu rumah itu Jadi kalau Tuan rumahnya malah pergi itu sama saja tamu merasa tidak dihargai.
"Ya Tuhan ini saya mau ngobrol nyambung kepada non Sarah caranya gimana coba? Orang saya saja tidak mengerti apa yang dia katakan, mau menemaninya di situ juga saya rasa was-was terus saya berdiri terus di sini juga bisa Pegel kaki. "lirih Surti dalam hati memaksakan senyuman di wajahnya berharap agar Sarah tersinggung dan tidak bertanya yang aneh-aneh lagi.
kedua manusia itu berada dalam satu ruangan tetapi tidak saling berbicara bukan karena sedang marahan atau sedang merasa canggung satu sama lain, melainkan perbedaan bahasa mereka itu yang membuat keduanya seperti orang asing padahal sudah saling mengenal.
memilih fokus pada siaran di televisi itu lebih bagus bagi Surti dan juga Sarah saat ini, meskipun mulut mereka berdua itu terasa gatal untuk berbicara, hanya saja daripada membuang-buang tenaga dan juga pikiran hanya untuk mengerti pembicaraan satu sama lain lebih baik memilih bungkam dan juga Anggap saja dunia itu milik sendiri.
yang sudah selesai mandi hanya bisa tertawa melihat kedua manusia yang ada di hadapan televisi itu saling diam-diaman, terlihat seperti ABG labil yang sedang bertengkar karena memperebutkan atau mempermasalahkan sesuatu hal.
"Suasana kalau terasa sunyi seperti begini itu rasanya adem dan juga pokoknya sangat membuat orang lain merasa tenang, Coba kalau kalian berdua ngobrol terus Percayalah ini ruangan plafonnya bakalan jebol tembus sampai ke atas! "ujar Amira membuat Sarah mendengus kesal.
"Nanti hari Minggu aku bakalan membawa Bi Surti pergi les bahasa Prancis, soalnya capek kalau tiap hari mau mengobrol sama dia harus lewat kamu terus kalau kamunya mau boleh tetapi kalau kamunya tidak mau nah ribet seperti ini. "omel Sarah.
"Kamu boleh mengajari Bik Surti bahasa Prancis hanya saja tolong jangan memaksakan daya pikirnya untuk berpikir lebih jauh lagi, soalnya Kasihan dia yang sudah tua itu harus dipaksa berpikir berlebihan padahal dulu Mereka sekolah saja cukup hanya bisa baca tulis lalu setelah itu berhenti untuk menikah!" jelas Amira berharap agar Sarah paham dengan apa yang ia katakan itu sebab dengan begitu wanita itu bisa lebih mengerti kenapa Amira selama ini memilih untuk tenang kemudian tidak terlalu memikirkan apapun.
Setelah melihat Amira yang sudah sedikit tenang Sarah pun kini menatap serius ke arah wanita itu, dirinya ingin bertanya soal penyakit yang dialami oleh Amira yang dikatakan oleh dokter karena Dirinya benar-benar belum paham sama sekali.
Amira yang melihat tatapan Sarah itu membuat wanita itu mengerutkan keningnya karena merasa heran, biasanya tidak sampai segitunya Sarah kalau mau ngobrol.
"Ada yang aneh dengan penampilanku malam ini, kalau aneh ya bagian perutku saja soalnya dia bertambah besar di dalam sana hanya saja kasihan dia harus sakit karena aku! "sebelum Sarah menanyakan hal itu Amira malah sudah menjelaskannya lebih dulu membuat wanita itu bernafas lega karena ia yakin pertanyaannya pasti bakalan direspon oleh Amira.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu kemarin di rumah sakit apa yang dikatakan dokter tentang penyakit kamu, soalnya tidak mungkin kan kamu tiba-tiba mimisan terus kamu harus muntah padahal ini sudah terbiasa kedua sedangkan waktu trimester pertama saja kamu tidak mengalami hal itu? "tanya Sarah penasaran.
"Aku terkena Hellp syndrome!"jelas Amira singkat padat dan jelas tetapi Percayalah kalau saat ini Sarah benar-benar sangat tidak mempercayai apa yang ia dengar.