Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Aku Kalah


__ADS_3

Adam benar-benar tidak tahu harus merespon bagaimana lagi dengan perkataan yang dilontarkan oleh Amira barusan, kalau ditanya apakah dirinya terluka itu so pasti kalau ditanya apakah dirinya kecewa itu tentu ada tetapi bukan ditujukan kepada Amira melainkan kepada dirinya sendiri.


Wajar saja kalau seorang wanita tidak akan pernah mau memaafkan kesalahan dari pasangannya sendiri jika pasangannya itu terlalu banyak dan juga Dalam menorehkan Luka, sakitnya mungkin suatu saat akan hilang dan lukanya suatu saat pasti akan sembuh tetapi Percayalah bekasnya itu tidak akan pernah terhilangkan meskipun Sudah dicoba dengan berbagai macam cara bagi yang biasa saja yang ekstrim dan juga yang memerlukan pengeluarannya begitu besar.


Amira tahu kalau bahasa kesempatan kedua itu selalu pasti ada di dalam sebuah hubungan, Tetapi bagaimana kalau bahasa itu tidak berlaku untuk dirimu yang sudah benar-benar terlanjur Tersakiti.


Berbohong untuk mengatakan bahwa sedang baik-baik saja itu rasanya sangat tidak mungkin, karena ketika mengingat kembali kesalahan yang pernah terjadi pasti suasana akan tidak pernah baik-baik saja dan pembahasan selalu pasti mengarah ke arah yang seperti itu.


"Apakah ini memang sudah merupakan keputusan kamu dan juga tidak akan pernah berubah lagi, Mungkinkah kita memang sudah harus sampai di sini saja tidak ada lembaran baru yang harus kita tulis berdua untuk memperbaiki semuanya? "tanya Adam meskipun kemungkinan itu tidak pernah lagi ada di dalam hubungan mereka.


Amira tertawa sinis karena menurutnya Respon yang diberikan oleh Adam itu terlalu lebay bahkan bisa dibilang seperti seseorang yang memohon sesuatu tetapi tidak pernah flashback kesalahannya di masa lalu, jika semua orang seperti begini maka bisa dipastikan akan banyak hubungan yang hancur dan akan banyak hati wanita yang benar-benar patah hancur dan tidak berbentuk serta akan banyak rumah tangga yang terpaksa berdiri tanpa Pondasi yang kuat yaitu kesetiaan dan juga kejujuran serta kelimpahan kasih sayang dari pasangannya itu sendiri.


"Menurut kamu aku harus ngomong dengan bahasa apa, Masa iya harus pakai bahasa Wonderland biar kamu paham kalau aku tidak ingin dan juga tidak ada niatan sedikitpun untuk kembali? Menjadi seseorang itu jangan terlalu egois dan inginnya harus diikuti semua kemauannya meskipun itu tidak masuk akal sekalipun, karena hidup di dunia ini hanya sekali saja dan orang-orang tidak ingin di dalam kehidupannya yang hanya satu kali itu harus dibuat kecewa secara terus-menerus dan juga tiap harinya tidak ada yang namanya kesenangan yang ada hanya penderitaan dan juga beban pikiran yang amat sangat begitu menyiksa jiwa dan juga batin! "ujar Amira dan kali ini membuat Adam sudah tidak tahu lagi harus bagaimana Karena Percuma saja ia memohon dan juga memelas begitu sangat karena sepertinya tidak ada yang bakalan mengikuti apapun yang ia inginkan dan yang ada mereka rasanya sangat menjauh sekali.


"Bisakah batalkan saja gugatan perceraian itu dan tidak masalah kita hidup menjauh yang penting intinya masih terikat dalam pernikahan, agar esok lusa saat kita melangkah masih teringat kalau kita masih punya status sebagai seorang yang berkeluarga dan dengan begitu kesalahan yang seperti aku lakukan kemarin-kemarin tidak akan pernah terulang kembali? "tawar Adam memelas membuat Amira mengerutkan keningnya karena merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh pria itu seolah-olah sesuatu yang sangat tidak masuk akal sekali.


"kamu sadar tidak apa yang dikatakan tadi? Memangnya kamu pikir Ada orang bodoh yang mau dipermainkan seperti yang kamu bilang, apalagi ini pernikahan loh bukan sesuatu hal yang dipermainkan dan juga bukan sesuatu hal yang bisa membuat kamu tidak perlu harus memikirkan yang ini dan yang itu? aku dari tadi mencoba untuk sabar ngomong sama kamu loh, Tetapi kok Sepertinya kamu tidak paham sama sekali dengan apa yang aku inginkan dan juga dengan apa yang aku sampaikan? "tanya Amira yang sudah tidak habis pikir lagi dengan arah pemikirannya Adam yang sangat tidak masuk akal dan juga terkesan Ya seperti orang yang sudah tidak paham lagi apa itu kaidah pernikahan.

__ADS_1


"dengan kita menjauh dan juga hidup sebagai orang asing Seperti tidak saling mengenal sebelumnya saja Itu sudah merupakan sebuah dosa loh dalam sebuah pernikahan, Apalagi kita dengan sadar ingin mempermainkan pernikahan itu hanya ingin agar hubungan yang Toxic seperti ini tetap langgeng dan juga bertahan meskipun sudah tidak ada yang namanya nafkah batin dan sebagainya tidak ada yang namanya perhatian dan juga tanggung jawab atau apapun itu! "Amira rasa-rasanya sudah seperti seorang pendakwah dadakan yang mengucapkan sesuatu berharap agar lawan bicaranya itu paham ya Meskipun terkesan itu sepertinya tidak mungkin sama sekali soalnya Adam rasa-rasanya itu hanya memutarbalikkan permintaannya di satu titik yaitu ingin tetap bertahan dalam pernikahannya dengan Amira meskipun Amira tersakiti dan disadari oleh pria itu.


"aku tahu apa itu dasar-dasar pernikahan karena sebelum menikah kita pasti sudah mendapat nasehat dan juga kata-kata yang bisa membuat kita paham tentang pernikahan dari orang-orang yang merupakan ahlinya, hanya saja aku tidak ingin anakku itu lahir dengan status kita yang bercerai Aku ingin dia lahir status kita itu masih utuh sebagai pasangan suami istri Lalu setelah itu terserah kamu mau ngapain saja tidak masalah. "ujar Adam.


amira ingin sekali tertawa mendengar apa yang dilontarkan oleh Adam itu seolah-olah sesuatu yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan juga terkesannya berlebihan, seharusnya pria itu sebelum melakukan segala sesuatunya sudah menyadari apa yang menjadi konsekuensi yang akan didapat kalau sampai melakukan sebuah dosa yang tidak diindahkan oleh agama.


"Sekarang aku mau tanya sama kamu kira-kira saat kamu berselingkuh dengan Franda, pernah tidak ada aku di pikiran kamu atau pernah tidak kamu membayangkan Bagaimana perasaan aku kalau sampai tahu? "tanya Amira dengan wajahnya yang sudah memerah dan matanya yang berkaca-kaca seorang Tengah menahan tangisnya karena Adam tidak mengerti dengan apa yang ia inginkan dan juga tidak mengerti dengan suasana hatinya.


Adam mengusap wajahnya kasar karena memang dari awal ketika dirinya berselingkuh tidak ada nama Amira di dalam kehidupannya saat itu, karena saat itu dirinya merasa bahwa Amira itu merupakan wanita yang membuat hidupnya terkekang dan tidak bebas sama sekali maka dari itu ia sangat menolak Perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.


Namun perasaan Kehilangan itu mulai hadir saat Amira sudah pergi meninggalkannya dan ketika dirinya sendirian di dalam rumah mereka berdua di situlah perasaan yang berbeda tiba-tiba berkecamuk, dan ia akhirnya sadar kalau sebenarnya kehadiran Amira itu sudah mengubah segala-galanya dalam kehidupannya hanya saja yang ia sesalkan karena terlambat menyadari perasaan itu.


"Aku sebenarnya tidak punya muka untuk menjawab pertanyaan dari kamu tadi karena memang seperti itulah kenyataannya bahwa aku saat melakukan dosa tidak pernah ada niatan untuk mengingat kamu barang Sedetik pun, tetapi Percayalah sekarang kalau aku sangat menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan dan berjanji tidak akan pernah mengulangi hal itu lagi yang penting intinya Tolong kasih aku kesempatan sekali lagi! "jelas Adam agar mungkin Amira bisa paham.


"Ya begitulah manusia terkadang sudah melakukan kesalahan barulah menyesal dari belakang padahal sebenarnya sudah sangat terlambat dan juga tidak ada gunanya sama sekali, makanya aku kan ngomong dari awal kalau kamu yang seperti begini hanya membuang-buang tenaga dan juga pikiran karena aku sedikitpun Tidak akan pernah untuk memaafkan kamu! maka dari itu lebih baik jangan buang-buang tenaga kemudian jangan menghabiskan biaya hidup kamu dengan sesuatu hal yang tidak penting, lebih baik kamu kembali saja ke rumah orang tua kamu perbaiki sikap kamu mulai dari sekarang usahakan jangan Mengulangi kesalahan yang sama agar semua orang percaya bahwa kamu ada niatan untuk berubah! "tinta Amira lagi berharap kali ini sudah tidak ada lagi yang namanya tawar-menawar dari Adam karena dirinya juga sudah capek ngomong dari tadi tetapi tidak ada yang menggubris sama sekali.


"kalau misalnya aku tetap di sini sampai kamu melahirkan kan sepertinya tidak masalah, biar kita bisa saling melengkapi dan juga aku bisa membantu setiap kekurangan yang kamu Hadapi Dengan begitu Aku merasa bahwa hidupku ini memang benar-benar berguna untuk keluargaku sendiri. "bujuk Adam lagi membuat Amira ingin sekali melempar kepala pria itu dengan sendal rumahan yang sedang ia pakai karena dari tadi itu sepertinya tidak paham dengan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


"Aku kan sudah ngomong kalau lebih baik kamu pulang kembali ke tanah air supaya mengurus perceraian kita supaya masalah antara kamu dan aku juga bakalan selesai saat itu juga, bukan Malah seperti saat ini hobinya hanya tawar-menawar seolah-olah aku ini barang yang bisa kamu permainkan ke sana kemari sesuka hati. "omel Amira kesal.


"Aku melakukan semua ini karena memang ingin bertanggung jawab dengan kalian berdua, jadi tolong hargai apa yang aku inginkan dan juga aku minta karena biar bagaimanapun sebagai seorang pria Aku tidak boleh egois dan juga menjadi pria yang tidak berguna untuk keluarganya sendiri. "jelas Adam berharap agar Amir paham dengan tujuannya melakukan semua ini tetapi Percayalah Amira yang sudah terselubung oleh rasa benci apapun yang dilakukan oleh Adam tidak akan pernah dirinya hargakan sedikitpun karena menurutnya itu hanya membuang tenaga dan juga membuat pikirannya sedikit rusak.


"kayaknya pikiran kamu ini memang lagi bermasalah soalnya aku mau menjelaskan panjang lebar pun Sepertinya kamu tidak paham sama sekali, karena buktinya kamu dari tadi itu ngomongnya hanya mengarah ke situ saja Padahal aku membalas tentang perceraian kita yang akan didaftarkan oleh kedua orang tua kamu bersama dengan ibu dan kita hanya terima bersihnya saja kan? "tanya Amira emosi membuat Adam terdiam tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana dan pikirannya pun sepertinya sudah tidak bisa digunakan lagi sehingga tubuhnya pun langsung ambruk kembali saat itu juga bukan karena sedang akting tetapi karena kejutan dan juga sesuatu hal yang tidak pernah dirinya juga sebelumnya.


"Ya Tuhan kenapa dia pingsan lagi sih? ayo kamu yang duduk Bengong di sana segera urus majikan kamu ini bawa kembali ke dalam kamarku, Lalu setelah itu tetap berdiri di sampingnya karena Menurutku dia bukan sakit tapi syok dengan apa yang aku katakan dan juga apa yang dia dengar!" perintah Amira kesal membuat Rangga hanya bisa terdiam dan tidak berani untuk membantah Perkataan wanita itu karena sepertinya sangat sensitif hari ini.


"Tuan jika Anda benar-benar belum sanggup bertemu dengan Nyonya lebih baik Jangan memaksakan diri seperti begini, yang ada itu bakalan benar-benar memancing emosinya Padahal anda sendiri tahu kan kalau emosinya wanita hamil itu terkadang tidak stabil!" tanya Rangga perlahan yang seperti terdengar layaknya orang yang sedang berbisik karena tidak mungkin juga karena apa yang ia katakan itu disengaja agar Amira juga mendengarkan karena otomatis bakalan ketahuan kalau sebenarnya Adam itu ingin berniat berubah dan juga memperbaiki hubungan mereka.


Amira membeli untuk pergi mengambil air dan meminumnya guna menyegarkan pikirannya dari tadi itu sangat kusut, sebab masalahnya dengan Adam tidak ada karena habisnya bahkan yang ada malah bertambah banyak dan membuat dirinya yang kebingungan harus menyelesaikannya dengan cara apalagi.


"Dia Kenapa harus kembali lagi ke sini Kenapa juga tidak pulang kembali ke tanah air yang ada ibu dan bapaknya juga di sana, masa iya sakit terus dari kemarin sampai hari ini Padahal dia tahu kan kalau aku juga harus bekerja dan tidak mungkin 100% mengurus keberadaannya di sini yang hanya membuat orang lain merasa kerepotan saja."omel Amira perlahan membuat Surti yang juga sedang menuju ke dapur hanya bisa mengusap bahu majikannya itu perlahan karena memang terlihat terlalu kecapean dengan semua masalah yang datang bertubi-tubi dan belum Lagi jalan keluar yang belum didapatkan sama sekali akibat kondisi yang dialami oleh Amira yang dirinya yakin pasti wanita itu tidak akan pernah berhenti untuk memikirkan semuanya.


"Masalah itu terkadang datang di saat yang tidak tepat tetapi kebanyakan hanya untuk menguji kesabaran kita itu sampai di mana dan kira-kira akan mengeluh atau tidak, maka dari itu lebih baik Mbaknya Sabar ya Dan nanti ngomong lagi kalau memang Pak Adamnya sudah sadar dan mungkin dengan ngomong secara perlahan dia bakalan paham dengan apa yang dimaksud!"bujuk Surti berharap agar Amira paham dengan apa yang dia katakan dan dengan begitu mungkin pikiran Amira bakalan lebih tenang.


Amira tidak tahu lagi harus menjawab Apa perkataan dari Surti barusan karena menurutnya Semua orang pasti bakalan punya pemikiran yang sama tetapi mereka tidak pernah berada di posisinya, inginnya hanya didengar tetapi tidak ada niatan untuk mendengarkan orang lain membuat semua orang yang berada di dekat pria itu pasti bakalan capek juga suatu saat nanti kalau disuruh harus bersabar setiap saat dan memilih untuk mengalah saja.

__ADS_1


"aku sepertinya tidak ada niatan untuk membahas soal dia Bi karena pasti hanya membuat capek sebab orangnya tidak akan pernah paham dengan apa yang kita katakan, Biarkan saja Seperti ini saja karena aku tetap pada pendirian awal yaitu ingin kami bercerai meskipun dia mau memaksaku dengan cara apapun membujukku dengan bagaimanapun karena aku tidak akan pernah terpengaruh untuk kembali hidup susah dan juga hidup yang penuh dengan kebohongan dengan pria yang sepertinya terpaksa untuk menyukaiku. "jelas Amira memilih untuk pergi memastikan keadaan Adam kalau memang sudah ada perubahan maka ia akan menyuruh mereka untuk keluar karena dirinya ingin istirahat saat ini juga.


"Bagaimana keadaan dia, kalau memang sudah ada perubahan Ya sudah pulang saja biar Mungkin dia bisa lebih betah dan juga luas menginap di tempat tinggalnya? sebab Biar bagaimanapun aku juga tidak berani menampung dia di sini. Karena nanti takutnya dia bakalan salah paham dan berpikiran yang tidak tidak, padahal kamu tahu sendiri kan aku ingin hidupku lebih tenang tidak ada gangguan sama sekali. Apalagi dengan orang masa laluku yang ingin sekali kulupakan dan sepertinya tidak mampu melakukannya, jika majikan kamu itu tetap berada di tempat ini dan juga tetap merasa diri paling benar dan menginginkan agar aku memaafkannya! "jelas Amira.


__ADS_2